SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Gosip Rey akan menikah


__ADS_3

"Cukup...,"Magdalena berdiri, lalu menoleh menatap wajah Diana" kamu tahu kami sudah menghubungi semua keluarga besar Ambishius, kalau, cucu dari keluarga Ambishius akan menikah, dan kalian dengan seenaknya membatalkan perjodohan ini tanpa memberikan kami kabar sebelumnya..." tatapannya berpindah ke arah Bram.


Bram mengepalkan tangannya menahan geram, karena kesal dengan ulah putrinya. hingga membuat dirinya malu di depan keluarganya. Abraham.


Abraham mendekati Sidney.


"Kak...Yang mau menikah dalam waktu dekat ini kan,putraku? bukannya Putramu" Bisik Abraham.


"Mungkin Momy tertarik menjodohkan Gadis itu dengan putraku" Balas Sidney matanya masih mengarah ke Magdalena.


Abraham mengerutkan dahinya mencerna ucapan Sidney.


" Mau di taruh di mana wajah kami,kalau keluarga kami sampai mendengar calon pengantin wanita kabur karena menolak cucu ku"ucap Magdalena.


" Aku akan menikah dengan putra anda, menggantikan kak Arora" ucap Rachel Tiba-tiba. mendekati Magdalena.


" Tolong jangan menyalakan, om,dan Tante" Rachel merapatkan tangannya" Maaf kan kesalahan keluarga kami" ucapnya lagi.


"Rachel..." Lirih Diana melihat kemenakannya mendekati Magdalena. air matanya mengalir dari sudut matanya.


Mata Bram berkaca-kaca, melihat Rachel yang mau berkorban untuk keluarganya.


"Maaf kan...kami Chelia" ucap Bram dalam hatinya.


" Rupanya gadis ini memiliki sisi yang lembut dan mau berkorban" pikir Magdalena.


" Karna gadis ini menerima lamaran kami, Minggu depan kita akan melangsungkan pernikahannya"


Semua orang yang ada di ruangan, terkejut mendengar ucapan Magdalena .


" Minggu Depan? Yah Tuhan kenapa harus Minggu depan" Gumam Sidney dalam hatinya, Sidney tidak habis pikir dengan mertua yang suka mengambil keputusan tiba-tiba.


Rachel Pasrah dengan keputusan Magdalena, bagi dirinya mau Minggu depan Atau pun minggu yang lainnya sama saja, tidak akan berubah kecuali Arora pulang ke rumah ini.


*****


Sidney, menceritakan semua yang terjadi di rumah Bram, pada Maikel suaminya, Maikel hanya tersenyum mendengar cerita dari istrinya tentang Mommynya.

__ADS_1


" Sayang, Biarkan mommy bertindak semaunya!aku yakin, pilihan mommy sudah benar" ucap Maikel yang sedang bersandar manja pada istrinya" Seperti mommy memilih mu untuk menjadi pendamping hidup ku" Maikel mengecup jari tangan Sidney.


" Tapi calon menantu kita, usianya masih terlalu muda, usianya baru 20 tahun, sedangkan putra kita usianya 35 tahun" ucap Sidney.


Mata Maikel terbuka lebar mendengar ucapan istrinya " apa aku tidak salah dengar?" tanya Maikel menjauhkan dirinya dari Sidney. lalu menatap wajah istrinya.


Istrinya hanya mengangguk membenarkan ucapannya.


"Yah Tuhan" Maikel menepuk jidatnya, dirinya tak menyangka ibunya akan berbuat seperti itu.


"Mau Apalagi jika ini sudah menjadi keputusan ibu negara" ucap Maikel yang sangat menghormati Mommynya.


" Kamu tahu, aku hanya membayangkan Reaksi Anthony ketika melihat calon istrinya nanti"ucap Sidney memejamkan matanya lalu menutup kedua wajahnya dengan telapak tangannya.


Maikel tersenyum melihat tingkah istrinya.


****


Esok Harinya.


mencium pipi kanan Magdalena lalu Maikel memeluk erat wanita yang sangat berharga dalam hidupnya" Mommy aku sangat rindu padamu"ucap Maikel. satu bulan Maikel tinggal di Swedia mengurus perusahaannya yang ada di sana.


Sidney tersenyum haru melihat suaminya yang sangat mencintai Mertuanya.


Sejak remaja,Sidney. Hanya hidup berdua dengan Abraham, hidup dalam keadaan serba kekurangan.Hari yang sangat beruntung bagi dirinya, ketika Sidney menolong Magdalena yang tersesat di jalan.


sejak itu Magdalena meminta Sidney menjadi Asisten pribadinya. kehidupan Sidney berubah sejak bekerja dengan Magdalena, Sidney mampu menyekolahkan Abraham sampai tingkat tinggi, karena Magdalena menggajinya dengan gaji yang sangat tinggi, sejak itu kehidupan Sidney berubah. bahkan Magdalena menikahkan Sidney dengan Maikel putra satu-satunya.


" Sayang, kenapa melamun?" Maikel mencium pipi Sidney, hingga Sidney tersadar dari lamunannya.


" Aku memikirkan putra kita" Bohong Sidney.


" Saat ini putra kita berada di Rusia" ucap Maikel.


" Rusia? Apa dia sengaja menghindari kami berdua?" Magdalena menatap Maikel.


" Mommy jangan khawatir, besok cucu tersayang Mommy sudah besok malam sudah berada di sini, apa mommy lupa, kalau sepupunya lusa akan menikah" ujar Maikel.

__ADS_1


"Sidney, pasti sudah bercerita tentang gadis yang akan ku nikahi dengan, Anthony." Tebak Magdalena sambil mengoles selai kacang di rotinya.


" Apakah usianya tidak terlalu muda untuk menikah dengan Anthony?" tanya Maikel .


" Hai...cucuku memang usia sudah Kepala tiga,tapi wajahnya mampu menyaingi anak muda" beo Magdalena.


Mereka bertiga tertawa bersama sambil membicarakan persiapan pernikahan Anthony.


Di kampus.


" Guys..." Amanda berlari masuk ke dalam kelas. lalu menghampiri meja Rachel"Kalian...udah denger gosip yang beredar di kampus kita?" tanya Amanda. pada sahabatnya. nafasnya masih ngos-ngosan.


"Jadi...elo...lari dari luar sampai ke sini, cuma mau tanya udah denger gosip apa belum? kelewatan nih bocah" Lusi menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan Amanda.


" Gua enggak nyangka,kalau kak Rey bakalan menikah dengan kak Silviana" Ucap Yeni sedang bergosip dengan Linda.


" Kok elo bisa tahu?" tanya Linda.


" Elo lupa,kakak guakan satu kelas sama kak Silviana, gua baca kok undangannya..." jawab Yeni.


Rachel membulatkan matanya ketika mendengar ucapan Yeni, entah mengapa ada rasa kecewa dalam hatinya ketika mendengar ucapan Yeni.


"Baru gua mau ngomong, udah keduluan sama Yeni" Amanda mengerucutkan mulutnya.


" Duh...tuh bibir seksi banget" Lisa mencomot bibir Amanda.


" Awww..." teriak Amanda


" Lisa... jahat banget sih lue...betus deh ,jerawat gua"


Rachel tersenyum mendengar keluhan Amanda.


******


Jangan lupa komentarnya.


Trimakasih

__ADS_1


__ADS_2