SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
PM


__ADS_3

Dua hari kemudian, Bianca dan Anthony, janjian di Cafe Magenta. Anthony datang ke sana bersama, Dion.


Anthony sangat terkejut dengan keterangan yang Bianca berikan pada dirinya. mengenai kehamilan istrinya saat ini.


"Plasenta Previa? yang benar Luh?" Anthony masih tak percaya dengan ucapan Bianca.


"Masa, gw bohong sama elu" Sahut Bianca. menggeleng kecil.


"Apa berbahaya mendapatkan penyakit seperti itu?" tanya Anthony.


"Sangat berbahaya kalau tidak di Jaga dengan baik, Wanita hamil yang mendapat penyakit seperti itu harus banyak istirahat, tidak boleh stress, tidak boleh banyak jalan, bila perlu kaya gadis di pingit...supaya, elu puasa! tidak bisa jenguk Trio P, sampai mereka lahir " Jawab Bianca, sambil tersenyum tipis, Bianca sudah menebak wajah sahabatnya yang tertutup sebagian masker, pasti sedang melongo mendengar ucapannya.


"Elu kagak...ngadalin, Gw kan?" Anthony memicingkan matanya. ada rasa curiga pada sahabatnya.


"Su'eeeeer...kagak bohong, Gw!" sahut Bianca.


Author POV.


"Bahaya plasenta previa yang pertama adalah kehilangan banuak darah. Para ahli mengatakan bahwa pendarahan terjadi karena pada trimester ketiga, dinding rahim menjadi lebih tipis untuk mengakomodasi pertumbuhan janin.


Penipisan ini membuat plasenta meregang dan merobek dinding rahim, sehingga menyebabkan"


"Bahaya plasenta previa yang sleanjutnya adalah kelahiran prematur. Pendarahan hebat dapat menyebabkan operasi caesar darurat sebelum bayi mencapai cukup bulan. Sekitar 15 persen wanita dengan plasenta previa melahirkan sebelum usia kehamilan 34 minggu.


Ini menempatkan bayi pada bahaya plasenta previa yang terkait dengan kelahiran prematur, termasuk masalah pernapasan, berat badan lahir rendah, dan cedera kelahiran"


"Bahaya plasenta previa yang sleanjutnya adalah Hypoxic-ischemic encephalopathy (HIE). Ini adalah jenis kerusakan otak yang disebabkan oleh kondisi yang terjadi ketika janin tidak mendapat cukup oksigen saat di dalam kandungan"


(padahal author nyontek di google ☺️, dan secara pribadi juga pernah mengalaminya )


Dion yang hanya jadi pendengar setia mereka, Dion hanya mengangguk saja, dan mendengar obrolan mereka berdua.


Anthony bergeming, tak berkata apa-apa, pikirannya tiba-tiba, tertuju pada istrinya.


Bianca menyipitkan matanya, melihat tajam ke arah wajah sahabatnya.


"Hallo..." Bianca melambaikan tangannya di depan wajah Anthony.


Anthony tersentak, ternyata dia sempat melamun.


"Jangan melamun! jalani aja... Banyak kok, wanita hamil yang mengalami penyakit seperti itu, mereka baik-baik saja sampai melahirkan dengan selamat...yang penting di jaga istrinya, di perhatikan kesehatannya! dan... jangan coba-coba besuk trio P!" Bianca malah menggoda Anthony.


"Ber-ba-ha-ya...bagi Trio P dan Mommy nya" lanjut Bianca.


"Trio P...trio P, sembarangan kasih julukan anak, Gw!" cebik Anthony.


"P, itu kepanjangan dari Pria... calon anak Elu kan, tiga-tiganya berjenis kelamin Pria, jadi wajar Gw, singkat P"


"Kalo Elu, Daniel, sama sih James, Trio PM" lanjut Bianca.


"PM? Polisi Militer?" sahut Anthony.

__ADS_1


Bianca Hanya menggeleng, bibirnya masih sibuk menyedot Es lemon tea.


Dion tersenyum tipis "Pria Mesum?" ucap Dion, matanya melirik ke Bianca.


"Seratus buat kamu Dion" sahut Bianca tersenyum lebar.


"Sialan Luh, eh...Gw bukan Pria Mesum!" Anthony tidak terima di panggil dengan sebutan pria mesum.


"Masa?..." sahut Bianca sambil menaikkan kedua alisnya dan matanya membulat. seperti orang terkejut.


"Kamu juga Dion, kenapa kamu ngomong begitu?" Anthony malah menyalahkan Dion.


"Eh...dia cuma spontan jawab pertanyaan dari Gw, kenapa elu marah sama sih, Dion?" ujar Bianca.


"Sorry, Boss, kelepasan bicara " Dion memasang kedua jari membentuk tanda peace. sambil nyengir kuda.


"Eh, Gw ngomong kenyataan...realita! kalau elu kagak mesum... tidak mungkin si Rachel sekarang ngebelendung, Ton...ton!" cibir Bianca.


Dion mengulum senyumnya mendengar ucapan Bianca.


"Kalau sama istri sendiri bukan mesum,Bia...Tapi Doyan, sama kaya laki elu, Doyan olahraga malam sama, Elu" tebak Anthony sekenanya.


"Tau aja dia, kalau Gw, suka Olahraga malam" sahut Bianca tanpa malu-malu. mencolek lengan Dion.


Dion jadi merasa jengah, duduk diantara mereka berdua. dirinya yang masih jomblo merasa risih dengan obrolan, dua orang yang berlainan jenis ini.


Obrolan mereka masih berlanjut, Anthony masih bertanya langkah apa saja yang harus di lakukan nya, untuk menjaga istrinya.


 


"Iya..." jawab Bianca singkat.


Terlihat senyum bahagia terlukis di wajah tampan Anthony.


"Gua bahagia, Bia. sangat bahagia" Tampak terlihat matanya berbinar bahagia.


"Bos... jangan nangis dong!" Dion jadi malu melihat Anthony menangis tersedu-sedu.


" Wa'duh... kenapa elu, nangis, Ton" Bianca dan Dion saling beradu pandang.


"Gw, bahagia... mendengar anak, gw cowok semua" ucapnya.


"Tapi tidak usah pakai acara nangis, segala dong, ton...untung di sini cuma kita pengunjungnya" omel Bianca.


 ----


Bandara Udara Internasional Schiphol.


Jantung Arora berdetak kencang, perasaannya saat ini sedang diliputi, rasa Bahagia. Arora sedang menunggu kedatangan Kedua orang tuanya. hampir tujuh bulan, Arora pergi dari rumah, karena menolak perjodohan dirinya dengan Anthony. hingga Arora merasa menyesal, sampai adik sepupunya menjadi korban ego nya.


"Masih ada sepuluh menit lagi" gumam Arora, matanya masih melihat kearah jam tangannya.

__ADS_1


Sambil menunggu kedatangan Kedua orang tuanya, Arora melihat ponselnya, melihat beberapa pesan chatting masuk ke ponselnya, antara lain dari grup kelasnya di kampus. siapa tahu ada pengumuman dari kampus, atau tugas ma-kul dari dosennya.


Lima belas menit berlalu.


Arora tersenyum bahagia melihat dari jauh, kedatangan kedua orangtuanya, mereka juga membalas senyuman Arora, sambil berjalan mendekati pintu keluar bandara.


Arora merentangkan kedua tangannya. ketika melihat kedua orangtuanya, tinggal beberapa langkah lagi mendekati dirinya.


Arora membulatkan kedua matanya, tubuhnya menjadi terasa kaku ketika, seorang pria tiba-tiba memeluk dirinya.


Begitu juga dengan Bram dan Diana, mereka berdua menghentikan langkahnya, ketika melihat putrinya di peluk oleh seorang pria.


"Aku bahagia, kau datang menjemput ku, sayang" ucap Pria asing yang tak di kenal sama sekali oleh Arora.


Arora bergeming tak tahu harus berbicara apa. dirinya terkejut dengan tindakan pria asing yang seenaknya saja langsung memeluk dirinya.


"Ara...apa dia kekasih mu?" tegur Bram pada putrinya.


Arora mendorong pria itu.


"Bukan, Pah...dia bukan kekasih ku" jawab Ara langsung.


"Tuan Dia kekasih ku, kita melakukan kencan jarak jauh, dan hari ini aku baru bisa menemui, Arora" sela pria itu, masih memasang senyum lebar. terlihat tatapan matanya berbinar bahagia.


"Tuan... mungkin anda salah orang" ucap Arora. memang tidak kenal dengan pria ini.


Diana mendekati putrinya.


"Apa kamu mau memperkenalkan dirinya pada kami berdua?!" ucap Diana.


"Dengan senang hati nyonya... lebih tepatnya calon ibu mertua" sela pria asing.


Arora terkejut dengan ucapan pria itu, seolah-olah dirinya sudah mengenal Arora lebih jauh.


"Perkenalkan nama saya Leonhard Aezard, saya juga berasal dari Indonesia... kebetulan mama saya berasal dari negara ini" ucapnya lebih lanjut.


Bram diam saja, ketika mendengar obrolan pria yang sudah seenaknya memeluk putrinya, dengan istrinya.


"Papa...dia bukan kekasih ku" bisik Arora. meminta dukungan papah nya.


"Papa ragu..." ucap Bram, sambil melihat Mimik wajah Leonhard biasa saja, tidak ada terlihat kebohongan dari wajahnya.


Arora hanya mendengus kasar. mendengar ucapan papanya.


TBC


Guys... sorry aku baru up kembali, karena akhir-akhir ini, banyak sekali kegiatan yang harus aku kerjakan. di tambah lagi Dengan badan yang kurang sehat, membuat pikiran Hallu ku, tak terlalu berkembang karena bawaan badan yang kurang sehat.


Terimakasih, atas dukungan kalian.


jangan lupa like dan komentar nya

__ADS_1


__ADS_2