
"Hajar, sa...hajar!" Amanda memberi semangat pada Lisa, untuk menghajar pria yang telah menipu Ayahnya.
Untuk melawan Dua orang pria sekaligus bagi Lisa itu tidak masalah, Lisa termasuk salah satu atlit taekwondo Indonesia.
"Dasar Cowok kagak berguna, modal tampang Doang, tukang nipu lagi!" Maki Amanda. lalu Kaki kanannya menendang kaki pria yang memakai kemeja kotak-kotak yang sudah terkapar lemas tak berdaya.
Lisa masih menghadapi pria yang satunya lagi, Kaki Lisa sudah mengarah ke arah dada lawannya.
Bugh'
Tendangan Lisa Telak mengenai dada lawannya.
"Rasain..." Sorak Amanda melihat Pria itu sudah tak berdaya jatuh terkapar memegang dadanya.
Lisa menatap tajam ke arah dua pria yang di sedang di giring oleh petugas keamanan. Dua orang pria yang pernah menipu Ayahnya.
"waow " satu kata yang keluar dari mulut Justin. melihat kejadian di hadapannya.
Beberapa petugas keamanan Hotel datang ke tempat kejadian tersebut.
"Pak...cepetan bawa nih dua racun ke kantor polisi!!" Ucap Amanda.
Petugas keamanan segera membawa Dua orang pemuda yang sudah terkapar tak berdaya. tanpa berkata apa-apa, karena papa Amanda pemilik Hotel ini.
"Gadis pemberani" puji Justin. melihat Lisa sedang mengatur nafasnya. tampak wajah yang kelelahan.
"Kalian masih ingin tetap disini?" Tanya Dustin. pada ke dua adiknya, lalu melangkah pergi mengikuti Oliver.
"Lisa...mau kemana Luh?" teriak Amanda. melihat Lisa berjalan masuk ke dalam Lift.
Orion masih sempat menengok ke belakang, ketika mendengar teriakkan Amanda, melihat Amanda sedang mengejar menyusul Lisa.
"Ternyata kita salah arah" ucap Oliver setelah bertanya pada salah satu pegawai Hotel yang sedang membersihkan beberapa Ornamen Hotel.
Kaki kanan Rachel melangkah mundur ke belakang, menghindari serangan lawannya yang hampir saja mengenai dirinya.
__ADS_1
Bugh'
Sebuah kepalan tangan mendarat telak di pipi pria plontos, sampai pria tersebut langsung jatuh tak sadarkan diri.
membuat Rachel sempat terperangah menatap pria plontos jatuh tak berdaya, lalu mengangkat kepala.
"Bee..." lirih Rachel, Melihat suaminya sudah berada di hadapannya.
"Dion...bereskan masalah ini!" seru lantang Anthony.
Mata Anthony mengabsen seluruh tubuh istrinya, Dia ingin mengetahui apakah istrinya terluka. tampak rasa Kekhawatiran masih terpajang di wajahnya.
"Aku tidak apa-apa, Bee" Ucap Rachel menjadi salah tingkah di perhatikan seperti itu.
"Mengapa kau memakai pakaian seperti ini? pantas saja pria gila itu, ingin menggoda mu" Anthony mulai melepaskan jasnya.
Rachel menatap ke arah tubuhnya sendiri " tidak ada yang salah dengan pakaian ku" gumamnya lalu membulatkan matanya melihat dirinya tidak sempat mengganti pakaian, saat ini Rachel memakai T-shirt over size yang agak transparan, di padukan dengan celana Hotpants.
Anthony menggantungkan jasnya ke tubuh istrinya, kedua tangannya sudah menempel di kedua bahu Rachel " Kau tahu mengapa aku membelikan T-shirt itu untuk mu?" Anthony memandang wajah istrinya.
"Karena Kau terlihat seksi saat memakainya"Bisik Anthony, lalu Mengecup telinga kiri Rachel.
"Oh tuhan...mengapa pria di depan ku ini sangat mesum sekali" Umpat Rachel dalam hatinya.
"Ayo...kita Pulang!" Anthony langsung merangkul istrinya. sambil berjalan menuju ke arah Lift.
****
Ilham Sedang menikmati teh hangat yang di berikan Rully untuk dirinya. di tambah sepotong cake Red Velvet sebagai pendamping tehnya.
Seperti janjinya pada Rachel beberapa hari lalu, Ilham akan memperlihatkan, Disain gambar, dengan konsep Outdoor.
"Aku sudah menyiapkan semuanya, ly. insyaallah Minggu depan kita akan menjadi suami-istri" ucap Ilham.
Mata Rully membulat besar mendengar ucapan Ilham "Minggu depan...kita menikah?" Tanya Rully, meyakinkan telinganya.
__ADS_1
"Iya... Rully...Aa Ilham akan resmi menjadi suami dari Rully Wulandari...Tapi Minggu depan" Ilham mendengus halus.
Ilham tersenyum tipis, Dirinya sudah tak sabar menjadikan Rully sebagi istrinya.
"Kita akan menikah di mana A" Tanya Rully.
"Di KUA... Tepatnya di depan bapak penghulu" ucap Ilham.
Rully hanya mendecak kan bibirnya saat mendengar ucapan Ilham.
"Kalo orang menikah memang di depan penghulu, Aaaaa...masa di depan pak RT " umpat Rully
Sedangkan di Apartemen Anthony melarang istrinya pergi ke Toko kue.
" Kamu jangan pergi ke Toko kue, aku ingin kamu di sini saja, oke.
Rachel mendengus kasar, Rachel tak habis pikir dengan pikiran suaminya, semua gerak langkah Rachel mulai di perkecil, Rachel tidak lagi di perbolehkan magang di perusahaan omnya, dengan alasan Rachel akan program hamil dan di setuju oleh omnya.
"Bee...Aku sudah punya janji dengan Kak Ilham" ucap Rachel.
"Ilham" Anthony menaikkan alis kanannya mendengar istrinya menyebut nama seorang pria.
"Ada urusan apa kamu bertemu dengan dirinya, hmm" Anthony menarik istrinya kedalam dekapannya.
"Aku berencana akan mengubah toko kue menjadi sebuah cafe & Resto" Rachel merasakan tanda-tanda bahaya mendekati dirinya. tangan suaminya mulai aktif meraba kemana-mana.
"Bee...kenapa tangan kamu aktif sekali" Rachel berusaha menarik tangan suaminya yang sudah masuk mendekati gunung kembarnya.
"Aku masih mau... sayang" lirihnya mulai mencium tengkuk Rachel.
Rachel hanya menarik nafasnya, Pikirannya jadi buntu bila tingkah suaminya sudah seperti ini, dirinya hanya pasrah.
TBC
Terimakasih.
__ADS_1
jangan lupa komen dan like' ya.