
Rachel menatap lekat wajah Harison, membuat Harison jadi salah tingkah, di tatap seperti oleh Rachel.
Tatapan matanya sangat mengerikan, Tapi dia juga memiliki paras wajah yang cantik. Harison.
"Rachel, perkenalkan namanya Harison Ardiansyah, dia blasteran sama seperti mu, bedanya Daddy-nya, berasal dari Indonesia" ujar Ansel.
"Dia salah satu Notaris kepercayaan Granddad" lanjut Ansel.
Rachel Hanya mengulas senyum tanpa menyodorkan tangannya pada Harison.
Oliver tersenyum tipis melihat sikap Rachel yang tidak seperti biasanya. Rachel biasanya ramah pada orang lain.
Aku curiga itu sifat, dari salah satu calon anaknya. Oliver.
"Tuan Ansel, berhubung nona Rachel sudah..."
"Bukan Nona, tapi Nyonya" Anthony memotong ucapan Harison.
Ansel mengangguk setuju. dengan ucapan Anthony.
Harison hanya tersenyum mendengar ucapan Anthony.
Rupanya pria ini suaminya, mengapa wanita ini mau menikah dengan Pria yang usianya hampir sama dengan usiaku. Harison.
"Baiklah, saya ulangi lagi... Berhubung Nyonya Rachel sudah berada di sini, saya akan langsung ke topiknya" Harison membuka tasnya. sebuah Map berwarna Maron di keluarkan dari dalam tas Harison.
"Dua bulan yang lalu, Almarhum Tuan Elias Agam, menghubungi saya melalui panggilan Video call, dan dirinya meminta saya untuk mengalihkan semua aset yang berada di Indonesia atas nama Almarhum Tuan Elias Agam, pada Nyonya Rachel Agatha" ujar Harison.
"Apa aku tidak salah dengar? Daddy masih memiliki aset pribadi?" Ansel tak menyangka Daddynya mau memberikan warisan pada Rachel. dirinya merasa gembira.
"Tuan Ansel, apa anda ingin melihat rekaman video saat tuan Elias menghubungi saya?" tanya Harison.
"Tidak... untuk apa? aku percaya dengan ucapan mu" ucap Ansel.
"Terimakasih masih mempercayai saya, Tuan Ansel, saya lanjutkan lagi"
"Almarhum Tuan Elias, memiliki Dua hotel berbintang lima yang terletak di Bali, Dua Butik yang berada di Bali dan jakarta, satu pusat belanja (Mall) di jakarta dan semua itu sudah di alih kan menjadi milik Nyonya Rachel Agatha" ujar pengecara.
Semua yang berada di Ruang keluarga terkejut dengan ucapan Harison.
Rachel dan Anthony saling beradu pandang, mendengar ucapan Harison.
"Ternyata Daddy sering ke Indonesia? aku baru tahu" Racau Ansel.
"Beberapa kali saya menemani Almarhum Tuan Elias ke Indonesia, selain membangun usaha di sana dia juga ingin sekali bertemu dengan Tuan Javier, namun sayangnya Tuan Elias tak pernah dapat bertamu dengan Tuan Javier.
__ADS_1
"Adikku memang pandai bersembunyi, kakak ku saja yang memiliki tim pengintai yang handal tak berhasil menemukan dirinya" sela Ansel. merasa bangga dengan kepintaran Javier dalam hal bersembunyi.
Rachel tersenyum lirih mendengar ucapan Ansel.
"Wow... Rachel, akhirnya kau kebagian juga mengurus warisan keluarga, kau juga harus berpikir mengelolanya dan akan berteman dengan Angka-angka dan tulisan-tulisan yang akan kau lihat seperti diri ku saat ini" Goda Orion.
Rachel tersenyum tipis mendengar ucapan Orion.
"Bagaimana kalau aku menolak warisan yang di berikan kakek kepada ku? " ucap Rachel.
warisan yang di tinggalkan papanya saja sudah cukup membuat dirinya sendiri pusing tujuh keliling, untung ada suaminya yang mau mengambil alih semuanya. Author.
"Tidak bisa...kamu tidak bisa menolaknya! kamu harus menerimanya Rachel! jangan tolak warisan dari Granddad! itu sudah menjadi hak kamu" sahut Ansel.
Rachel hanya pasrah mendengar ucapan Unclenya.
"Bee...aku serahkan semuanya kapada mu, kamu yang harus mengurus semua aset yang Granddad berikan kepada ku!"
"Hai...kau curang! mana bisa begitu, kau yang harus mengurusnya..." Seru Orion, malah menggoda Rachel.
"Aku memiliki suami yang cerdas, biar dia yang mengurusnya, aku hanya akan mengurus Kafe dan Perkebunan ku saja" Sahut Rachel.
"Mana Bisa begitu" balas Orion.
"Berhenti berdebat!" seru Ansel. merasa tidak enak karena Harison masih ada bersama mereka.
"Mengapa kau selalu mengganggu, Rachel?" tegur Oliver dengan suar kecil karena Orion berada di sampingnya.
"Aku sangat suka melihat wajahnya, bila marah" jawab Orion tersenyum lebar menolehkan wajahnya ke arah Oliver.
Anthony mengelus punggung istrinya, meredakan emosi istrinya. yang sering berubah-ubah.
Sekarang dia mau bicara lagi pada ku, dan tidak marah saat ku usap punggungnya, sungguh menggemaskan istri ku. Anthony.
"Aku tidak keberatan dengan permintaan istri ku, sayang...mulai sekarang, biar aku juga yang mengurus perkebunan mu...kau hanya mengurus Kafe dan mengurus anak-anak di rumah?" usul Anthony.
Rachel mengangguk semangat, mendengar ucapan Suaminya.
Beruntungnya Pria ini, di percayakan oleh istrinya untuk mengelola semua harta istrinya.
siapa Pria ini? rasanya aku pernah melihatnya tapi di mana? Harison.
Ansel melihat Harison melihat kearah Anthony.
"Harison, Aku lupa memperkenalkan Anggota baru keluarga Agam, Pria ini," Ansel menepuk pundak Anthony.
__ADS_1
"Namanya Anthony Ambishius, Putra Dari Maikel Ambishius, mungkin Kau sudah tahu siapa itu Maikel Ambishius" Ucap Ansel. memperkenalkan Anthony.
Pantas saja Pria itu bisa menjadi menantu keluarga Agam, siapa tak kenal dengan Maikel Ambishius, Pemilik perusahaan manufaktur di berbagai negara dan beberapa Hotel yang tersebar di seluruh dunia. Harison.
singkat cerita.
Rachel memeluk erat tubuh Elton. sambil mengelus punggung Elton.
"Bunda, aku aku mohon jangan pergi! kalo bunda pergi aku hanya bermain sendiri lagi, huahhh" tangis Elton pecah, dirinya tak ingin Rachel meninggalkan dirinya.
"Sini sama Daddy! "Oliver menggendong Putranya.
"Boy... Daddy janji, kalau nanti kalo libur sekolah kita akan berkunjung ke indonesia, tangan menemui Bunda...oke" ucap Oliver membujuk putranya.
"Oke... "lirih Elton menyeka air matanya,menyetujui ucapan Daddynya.
Di Bandara.
Ansel memeluk erat Rachel, ada perasaan berat dalam hatinya melepaskan kepergian Rachel, kembali ke indonesia.
"Jangan lupa hubungi, uncle. bila sudah sampai di indonesia! " ucap Ansel merenggangkan pelukannya.
Rachel mengangguk,sambil tersenyum mendengar ucapan Ansel.
"Jaga kesehatan Uncle,aku akan sering menghubungi uncle dan Aunty" sahut Rachel.
"Aunty... aku akan sangat merindukan mu" Rachel memeluk tubuh Valeria.
Valeria tersenyum lirih mendengar ucapan Rachel, selama Rachel berada di Mansion, tangan dirinya merasa terhibur, Valeria bisa berbagi cerita tentang berbagai hal seputar Wanita, dari Fasion, sampai dunia kecantikan Rachel juga menguasainya, meski dirinya tidak suka bersolek.
"Jaga kesehatan mu sayang! jangan terlalu banyak bekerja! Jaga mereka baik-baik!" Valeria mengelus perut Rachel.
"Tunggu aku di Jakarta! aku akan membawa Elton menemuimu"Oliver memeluk Anthony.
"Aku akan mengajak Elton, keliling Jakarta" sahut Anthony.
"Aku berencana akan menetap lebih lama di sana" balas Oliver.
"Aku akan menunggu mu"
"Jaga adik ku, jangan membuat dirinya bersedih" ucap Oliver melepas pelukan mereka.
Anthony menuntun istrinya masuk kedalam Bandara. sesekali mereka menengok melambaikan tangan salam perpisahan.
TBC
__ADS_1
Terimakasih 🌹🌹🌹🌹