
Ketika mereka semua berada di taman belakang dan para pria sibuk berbicara bisnis dan para wanita sibuk bergosip ria, Dari fashion sampai gosip tentang artis di bahas semua oleh para wanita, membuat Rachel hanya diam saja matanya sibuk ke kiri dan ke kanan mengikuti arah suara yang berbicara. membuat Rachel merasa jengah, karena Rachel tidak suka membahas yang tidak penting bila berkumpul dengan teman-teman Komunitas maupun dengan sahabatnya.
Tiba-tiba ponsel Rachel berbunyi, tertera nama Rully di layar ponselnya.
Rachel ijin pada Sidney, ingin mengangkat telepon dari Rully.
"Chel, elu dimana?" Tanya Rully.
"Lagi di rumahnya mertua" Rachel.
"Gimana sih lue, nih kak Ilham udah ada di sini...katanya mau ngomong sama kak Ilham" decak Rully.
"Yah udah kalau begitu kita VC an aja?!" Rachel.
"Oke gua samperin kak Ilham dulu yah!" Rully memutuskan telfonnya.
Mata Rachel memandang sekeliling mencari tempat yang tidak bising, untuk bisa berbicara dengan Ilham.
"Masuk ke dalam aja deh" ucapnya melangkah masuk ke dalam Mansion.
Dari jauh Anthony memperhatikan Istrinya masuk ke dalam Mansion.
Rachel mulai menghubungi Ilham.
"Rachel... selamat siang? petang?,bodoamat deh" sapa Ilham sedikit ngaco.
Rachel tersenyum lebar mendengar ucapan, Ilham. yang otaknya sedikit miring karena kebanyakan mendesain bangunan.
"kak Ilham ada-ada aja, aku mau ngomong serius nih" Rachel.
"Duarius juga tidak apa-apa, Aa, Ilham. siap kok mendengarkannya, asal neng,Rully. tetap duduk di samping Aa Ilham!" Ilham mengalihkan pandangan ponselnya ke Arah Rully yang sedang memasang wajah cemberut.mendengar banyolan Ilham.
"Hahahaha..."tawa Rachel pecah seketika melihat wajah Rully.
"Aku Doakan semoga kalian berjodoh" Rachel.
"Ogah..." Rully.
"Amin..."Ilham.
__ADS_1
"kok, tidak kompak?" Goda Rachel pada Rully.
"Biarkan saja hari ini neng Rully berkata Ogah, besok-besok Aa yakin, neng Rully akan mengatakan iya" Ilham.
Rully menarik ponselnya Ilham.
" Elu mau bahas masa renovasi toko atau mau Godain gua?" beo Rully.
"Dua-duanya" jawab Rachel.
"Udah pinter yah mojokkin orang? " Rully.
Rachel tersenyum lebar mendengar ucapan Rully.
" Ayo deh,chel.kita bahas masalah proyek! nanti neng Rully ngambek gara-gara kamu gangguin dia terus!" Ilham
"oke.. sebenarnya aku tidak tahu konsep apa yang bagus untuk toko kue ku,kak Ilham. tidak pernah ada di pikiran aku untuk merenovasinya. tapi... yang aku inginkan sekarang kosepnya kenyamanan untuk para pelanggan saja.kak Ilham tanya saja sama neng Rullynya kak Ilham, konsep seperti apa yang dia inginkan.
"Loh...kok gua? itu kan bukan sepenuhnya ide gua..." Rully menyembulkan kepalanya agar terlihat di layar ponsel.
"Kan ini ide elu? jadi... tugas elu sekarang, mikir konsep Toko! seperti apa yang baik untuk toko kita, oke!" Rachel langsung memutuskan telfonnya. tersenyum lebar, membayangkan wajah sahabatnya yang sedang uring-uringan.
"Aaaaa...Tega amat sih lue chel sama gue?" Rully menghentakkan kakinya di lantai merasa geram dengan sahabatnya yang seenaknya saja menyuruh dirinya memikirkan konsep apa yang baik untuk Toko kue . Apalagi harus bertemu dan merencanakan bersama Ilham.
Ilham terkekeh melihat tingkah Rully .
" Ternyata Kamu bisa bikin gemes Aa, Ly..." Ucap Ilham.
Rully memutar bola matanya, merasa jengah mendengar bualan Ilham.
"Eh... Rully, kasihan lantai nya di jejekin begitu pakai kaki..." ucap Ririn, tersenyum lebar.melihat tingkah Rully.
"Mbak Ririn...aku ini lagi gemes sama sih Rachel" Rully memanyunkan bibirnya. langsung duduk di samping Ririn.
Ririn menggelengkan kepalanya melihat wajah Rully " Kamu lagi PMS? sampai uring-uringan begitu? jangan-jangan belum ganti pembalut lagi" goda Ririn.
"MBAK RIRIN ..." teriak Rully menutup wajahnya merasa malu dengan ucapan Ririn.
Ilham tercengang melihat tingkah Rully.
__ADS_1
"Ternyata pujaan hatiku Wanita bar-bar juga, makin cinta aku sama dia " gumam Ilham, tersenyum kecil melihat tingkah Rully.
Rachel berdiri dari kursi meja makan yang terletak dekat dapur. lalu berjalan kembali ke belakang Mansion.
langkah Rachel terhenti ketika melihat Rey merentangkan tangannya, untuk menghalangi jalan Rachel.
Mata Rachel menatap tajam ke arah wajah Rey. Rachel berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Secepat itukah kau melupakan diriku, Rachel?" ucap Rey tiba-tiba.
"Kak Rey, jangan menghalangi jalan ku!" Rachel masih berdiri mematung jarak 2 meter dari hadapan Rey.
"Kau tidak setia menunggu ku, Rachel, sampai kau mau menerima pinangan Oma Magdalena" Cicit Rey.
Rachel mendengus kasar nafasnya. pria di hadapannya mungkin sudah amnesia.pikirnya.
"Apa kau lupa dengan kejadian yang lalu? tiba-tiba kau memutuskan hubungan kita seenaknya saja, tanpa ku tahu apa kesalahan ku, dan dengan seenaknya saat kak ,Rey. memutuskan hubungan kita, kak Rey membawa kak Silvia di hadapan ku dan meminta putus hubungan dengan ku, seolah-olah aku ini barang yang tidak bernilai. aku masih punya harga diri, kak Rey.saat seseorang meminta memutuskan hubungannya dengan ku, aku juga bisa menyanggupinya untuk berpisah tanpa penyesalan. dan Sekarang, Kak Rey, bilang aku tidak setia menunggu mu? Aku harus menunggu orang yang memutuskan hubungan dengan ku? Jangan mimpi!" ucap Rachel.
"Apa kau mulai mencintai kakakku?" Rey menatap tajam wajah Rachel.
Rachel tertawa sinis mendengar pertanyaan Rey.
"Satu Hal, Aku tidak tahu kalau cucu dari Oma Magdalena mempunyai hubungan dengan kak Rey, dan Jangan pernah katakan kalau aku sengaja menikahi Anthony karena ingin membalas rasa sakit hatiku pada mu, aku bukan seorang pecundang, kak Rey. Kau... memory masa laluku yang pahit...dan tidak akan pernah ku ingat lagi, lebih baik kau urus istrimu! jaga dia baik-baik Apalagi dia sedang mengandung anak mu, Seandainya,Anthony. bukan jodohku, aku juga tidak pernah mengharapkan kau kembali di hidup ku, sekarang minggir!" Rachel menatap nyalang pada Rey.
Rey terperangah dengan ucapan Rachel. perasaannya hancur mendengar ucapan Rachel. tidak ada harapan wanita itu akan kembali pada dirinya. Rey sangat menyesal dengan kebodohannya, setelah Rachel pergi baru Rey merasakan kehilangan Rachel, Rey ternyata sangat mencintai Rachel.
"Apa kau mencintainya" ucap Rey dengan suar lirih. mengulang pertanyaannya.
"Awalnya aku merasa berat, tapi lama-lama Aku mulai menerima ke hadirannya, bahkan kadang aku merindukannya, Mungkin aku telah jatuh cinta dengan suamiku" ujar Rachel. tersenyum kecil m
Air mata Rey mulai jatuh di pinggir matanya. mendengar ucapan Rachel.
"Kak Rey... lupakan masa lalu kita! belajarlah menerima kak Silviana! kak Rey telah memutuskan untuk memilih kak Silviana dari pada Aku...aku juga telah mempunyai kehidupan rumahtangga, aku ingin selalu bersama suami ku, karena aku mulai mencintainya, bukan kah kak Rey pernah mencintai kak Silviana?" ucap Rachel.
"Darimana kamu tahu aku pernah mencintai Silviana?" tanya Rey penasaran.
"Timbulkan kembali rasa cinta kak Rey untuk kak Silvia, tidak usah mengharapkan yang tak pernah ada" sahut Rachel, lalu mendorong bahu Rey, agar Rey memberikan jalan untuk dirinya.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar percakapan mereka berdua.
__ADS_1