
Setiba di Mansion.
"Daddy..." seru Elton langsung memeluk Oliver.
Orion tersenyum lebar melihat tingkah kemenakannya yang masih manja dengan kakaknya.
"Ada apa denganmu? mengapa wajah mu cemberut seperti itu?" tanya Oliver, tiba-tiba.pada Rachel.
Rachel hanya menggeleng, tak menjawab pertanyaan Oliver.
"Aku masuk dulu, ke kamar..." Rachel melangkah ke arah kamarnya..
Oliver menatap punggung adiknya, sampai menghilang dari penglihatan matanya.
"Ada apa dengannya?" tanya Oliver pada Orion.
"Aku tidak tahu, kak. tiba-tiba dia menghubungi diriku dan minta di jemput di Chin-Chin Club'... sepertinya dia sedang marah dengan Sugar Daddynya" jawab Orion.
"Sugar Daddy?" Oliver mengerut keningnya
"Maksud ku...Suaminya..." ujar Orion tersenyum tipis
Suara langkah sepatu terdengar semakin mendekat ke arah mereka.
Terlihat wajah Anthony begitu tegang.
"Orion... Rachel?" Anthony menatap wajah Orion.
"Dia di kamarnya" sela Oliver.
Anthony langsung melangkah cepat ke arah kamarnya.
Oliver dan Orion saling beradu pandang.
Orion mengangkat kedua bahunya.
-
Anthony masuk kedalam kamar, matanya melihat sekeliling Kamar dan tak menemukan keberadaan istrinya.
Ketika dirinya mau melangkah keluar, Anthony mendengar suara gemericik air dari kamar mandi.
Tak lama kemudian, suara pintu kamar mandi terbuka, tampak istrinya sudah berganti pakaian.
Seulas senyum tampak terlihat di wajah Anthony, ketika melihat istrinya memakai daster berwarna Baby lavender, dengan perut mulai terlihat menonjol.
"Sayang, aku..."Anthony diam tak melanjutkan bicaranya. pikirannya tiba-tiba blank...
"Aku minta maaf" hanya itu yang bisa dia ucapkan untuk saat ini, tanpa memberikan penjelasan yang lain.
"Bee... lebih baik kita berpisah saja..." ucap Rachel tiba-tiba. tanpa menatap wajah suaminya.
Jedar...
Jantung Anthony terasa berhenti berdetak.
"Apa kamu bilang... berpisah? Jangan ngaco kamu!" ucap Anthony. melangkah lebih mendekat pada istrinya.
Rachel tersenyum lirih. mendengar ucapan suaminya.
Anthony memegang kedua tangan istrinya.
__ADS_1
"Aku minta maaf,sayang, sungguh aku tidak ada maksud menyakiti perasaan kamu, tolong jangan berkata yang bukan-bukan, aku sayang kamu, Aku mencintai kamu setulus hati ku, maaf... maafkan aku...aku tidak ada maksud untuk melukai hati mu, sayang. aku mohon jangan bicara seperti itu lagi!"
Rachel tersenyum tipis mendengar ucapan suaminya.
"kamu tidak mencintai aku. kamu hanya merasa nyaman saja berada. di dekat ku, tak lebih dari itu" sahut Rachel.
"Sayang...itu tidak benar" balas Anthony.
"Mulut kamu mungkin bisa berbohong. tapi Ekspresi wajah dan mata mu, terlihat jelas oleh mataku, kamu masih sering memikirkan mantan istri mu" Rachel tersenyum tipis. mengingat mata suaminya berbinar ceria ketika bercerita di mobil.
"Kamu masih mencintainya...itu tidak bisa di pungkiri" Lanjut Rachel.
"Tidak...aku tak mencintai dirinya lagi" sanggah Anthony.
"Kamu masih mencintainya...itu tak bisa di pungkiri! kamu hanya marah pada dirinya karena dia menghianati cinta dan perasaan kamu sebagai suami, tapi perasaan mu padanya tetap sama" tuduh Rachel
Anthony bergeming, tak tahu harus bicara apa lagi pada istrinya. Anthony tidak dapat membantah ucapan istrinya. kadang dirinya sering mengingat kenangan dirinya saat bersama Anita.
"Aku ingin sendiri, tolong jangan ganggu aku lagi!" Rachel melangkah ke arah tempat tidur. kepalanya terasa pening.
Tiba-tiba Ponsel Rachel berbunyi.
"Lisa" gumam Rachel. lalu menerima panggilan Lisa.
Anthony diam berdiri, hanya melihat ke arah Rachel.
Lisa.
"Lohha... Rachel bagaimana kabar lue, di sana, sehat-sehat aja kan"
Rachel
Lisa.
" Baik, gw baik kok, Chel. ada yang mau ngomong sama, elu... katanya sih penting"
Rey.
"Hallo Rachel...maaf mengganggu waktu kamu"
Rachel.
"kak...Rey!!"
Wajah Anthony berubah datar mendengar Rachel menyebut nama Rey.
Rey.
"Aku pernah titip flashdisk warna merah sama kamu, kamu masih vingat?"
Rachel.
" Aku ingat, kak Rey...aku taruh di loker ku. kak Rey ambil aja di sana, ada di dalam kotak warna biru tua...sandi gemboknya masih sama Kok angkanya, tidak di ubah"
Rey.
"Terimakasih...oh aku turut berdukacita atas meninggalnya kakek kamu"
Rachel.
" Terimakasih kak Rey.
__ADS_1
Rachel mendengar Rey memutuskan Sambungan telfonnya.
"Jadi kamu masih berhubungan dengan Rey?" tanya Anthony.
Rachel mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Anthony.
"Aku butuh Jawaban! bukan kerutan dahi mu!"
"Kamu itu egois, aku cuma mengingat kenangan bersama mantan istri ku, kamu marah, sedangkan kamu ternyata masih berhubungan dengan Rey meskipun lewat telepon" Anthony berbalik menuduh Istrinya.
"Kenapa sampai kak Rey di bawa-bawa? ini masalah kita...tak ada sangkut pautnya dengan kak Rey" sahut Rachel.
"Jelas ada...aku tahu, Rey itu mantan kamu, tapi sayangnya Rey memilih wanita lain, dari pada kamu" balas Anthony.
Rachel merasa Geram dengan ucapan yang terlontar dari mulut suaminya.
"Aku tidak sakit hati dia menikah dengan wanita lain, meskipun awalnya aku kecewa...tapi itu wajar kalau aku kecewa, tapi rasa kecewaku, tak berlangsung lama" sahut Rachel jujur.
"Mana ada orang yang tidak sakit hati, bila pasangannya memilih orang lain dari pada bersamanya" Balas Anthony.
Rachel tersenyum tipis mendengar ucapan suaminya.
"Aku dan kak Rey, saat itu memang dekat selama enam bulan kita hanya menjadi teman, karena di kakak tingkat aku, terus dua bulan kemudian dia mengajak diriku menjalin sebuah hubungan. tapi hubungan kami terlihat unik. kak Rey hanya berani memegang tangan ku saja, percaya atau tidak, kamu orang pertama yang mencium bibirku" Rachel menatap wajah suaminya. memberi penjelasan.
"Ketika dia memilih wanita lain, untuk menjadi istrinya atau pendamping hidupnya, aku tidak merasa sakit hati, karena dia tidak pernah merusak diri ku, dia menjaga ku dengan Baik" Rachel tersenyum lirih, tiba-tiba kenangan dirinya bersama Rey waktu jalan-jalan ke Ragunan terlintas di pikirannya.
"Aku tak percaya" Sahut Anthony.
Wajah Rachel terlihat marah mendengar ucapan Anthony.
"Itu hak anda Tuan Anthony, percaya atau tidak dengan ucapan saya, Seharusnya anda kalau mau ngomong bercermin dulu! tuh ada cermin...ngaca !! " Rachel menunjuk ke arah cermin.
"Jangan tahunya menghina orang! Anda tidak sadar dengan diri anda?"
"Bekerja mati-matian, memberi kemewahan, dan memiliki wajah tampan, tapi masih saja di selingkuhi dan lucunya sudah di selingkuhi, sampai sekarang masih menyimpan kenangan yang tak pernah terlupakan, di mana harga diri Anda sebagai laki-laki di campakkan begitu saja oleh wanita yang berstatus istri bagi anda waktu itu?"
Wajah Anthony berubah menjadi pucat pasi mendengar ucapan istrinya. Anthony menoleh ke arah Rachel. Anthony tak menyangka istrinya bisa berkata seperti itu
Mereka berdua saling beradu pandang.
"Kamu..." Anthony menghentikan ucapannya.
Air mata Rachel jatuh tak terbendung lagi.
Anthony diam terpaku, mulutnya terasa berat mendengar ucapan istrinya. Wajahnya terasa di tampar dengan ucapan istrinya.
"Kami sudah menyakiti perasaan ku" ucap Rachel Ketika berlalu pergi dari kamarnya.
Anthony mengusap kasar wajahnya. dirinya merutuki kebodohannya.
TBC
Segini dulu yah teman-teman...
Saat ini aku masih capek. perjalanan dari Makassar ke Bone tidak sesuai Ekspektasi ku.
Aku kira jalannya lurussss. kaya es balok. kenyataannya. jalannya berkelok-kelok.
Typo tetap ada yah Guys....
Terimakasih.
__ADS_1