SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Javier Elias Agam


__ADS_3

Suasana Di Mansion tampak agak Ramai,ternyata hari ini akan di adakan acara Arisan keluarga di Mansion Utama.Tampak para Maid di Mansion sedang sibuk menyiapkan beberapa hidangan untuk keluarga Mereka yang akan datang ke Mansion Utama.


"Ayo Turun!" ucap Anthony sambil membuka sabuk pengaman.


Rachel menarik nafasnya.


"Hai... gadis bodoh! jangan gugup, kamu itu menantu di keluarga ini!" ucap Anthony mengacak rambut istrinya.


Tampak di teras rumah Sidney dan mamanya Rey, sedang sibuk menyuruh ini dan itu pada para Maidnya.


"Rachel..."senyum Sidney merekah ketika melihat menantunya Datang mendekati dirinya, untuk pertama kalinya Rachel datang di Mansion ini.


"Moomy apa Kabarnya?" sapa Rachel, langsung mencium punggung tangan mertuanya. lalu mereka berdua cipika-cipiki.


"Tante..." Rachel juga melakukan hal yang sama pada mamanya Rey.


"Kamu Datang sendiri? " tanya Sidney.


"Aku Datang bersama Putra tercintanya Mommy" jawab Rachel tersenyum lebar.


"Kamu juga mencintainya kan? " Goda mama Ray pada Rachel.


Pipi Rachel menjadi merona ketika mendengar ucapan Mariana.


"Hai... jangan menggoda menantuku, liat wajahnya sudah seperti kepiting rebus" sahut Sidney membuat Rachel tertunduk malu sambil tersenyum kaku.


ketika mereka berdua turun Dari Mobil. Mourhen kepala Maid di Mansion Utama mendekati Anthony dan mengatakan Kalau Maikel ingin bertemu dengan Anthony. Rachel menyuruh suaminya menemui langsung Papanya. dan mereka berpisah di halaman Rumah.


Anthony sedang berjalan berdampingan berdua dengan Maikel, wajah mereka berdua ibarat pinang terbelah dua, sambil memperhatikan sekeliling tanaman di area sekitar halaman Rumah belakang.


" Sudah lama kita tidak berjalan-Jalan bersama seperti ini" ucap Maikel.memgawali pembicaraan, pandangan matanya ke arah Danau buatan yang berada tepat di belakang Mansion Utama.


"Terakhir kita berjalan-jalan seperti ini, ketika aku masih berusia 15 tahun, saat aku akan berangkat ke Inggris" sahut Anthony tersenyum lebar. menatap ke arah Danau buatan.


"Waktu itu kamu merengek tidak ingin pergi ke Inggris karena, kamu tidak ingin jauh-jauh dari Anita, saat itu kamu mulai jatuh cinta pada Anita" Maikel menoleh melihat wajah putranya. yang berubah menjadi datar.

__ADS_1


Anthony Tersenyum kecil, ketika mengingat kejadian waktu itu, Anita, wanita yang membuat dirinya jatuh cinta dan Anita pulalah yang membuat dirinya terpuruk dan merasakan bagaimana rasanya di khianati.


"Apa kau bahagia dengan pernikahan mu saat ini?" Tanya Maikel, mengalihkan pembicaraan tentang Anita.


"Untuk saat ini aku Bahagia, walaupun usia pernikahan kami baru Satu bulan" Anthony tersenyum ketika bayangan wajah istrinya terlintas tiba-tiba di pikirannya.


"Apa kau mulai mencintainya?" tanya Maikel.


Anthony menghentikan langkahnya. lalu berpalinglah melihat wajah papanya.


"Untuk saat ini aku tidak tahu, aku Hanya merasa nyaman bila diriku berada di sampingnya, ada perasaan Damai bila memeluknya, dan perasaan rindu bila jauh darinya, tapi aku tidak tahu, aku mencintainya atau tidak? sangat sulit rasanya bagi ku percaya lagi dengan cinta tulus dari seorang wanita" jawab Anthony.


"Belajarlah untuk mencintainya! " Maikel menatap intens wajah putranya. sambil memegang bahu kanan putranya.


"Papa...aku ingin tahu siapa sebenarnya istriku? mengapa papa mempercepat pernikahan kami? tanya Anthony penasaran.


"Ayo ikut, papa!" pandangan mata Maikel tertuju ke arah bangunan Mansionnya.


Maikel melangkahkan kakinya dengan cepat, lalu masuk ke dalam Mansionnya, dan Anthony hanya mengikuti langkah kaki Maikel dari belakang. tanpa sepatah katapun.


"Rey, Besar sekali Mansion Keluarga Ambisius" ucap Silviana memandang takjub bangunan di hadapannya.


"Yah, Bangunan ini sudah ada sejak 50 tahun yang lalu" sahut Rey menggandeng tangan Silviana. menuju ke arah Mansion.


"Hati-hati" ucap Rey Ketika melihat genangan air sedikit di dekat mobil mercy berwarna hitam.


Magdalena mengajak Rachel mengelilingi Mansion , agar Rachel tidak tersesat bila berada di Mansion bila dirinya berjalan sendiri.


Rachel menatap beberapa Foto klasik yang tertempel di dekat dinding kamar Anthony. Rachel tersenyum sendiri, ketika melihat beberapa Foto yang menarik perhatiannya, Foto suaminya saat Anthony Masih berusia 3 Bulan dan sampai umurnya 3 tahun fotonya terpasang apik di dinding "Ternyata suamiku sangat menggemaskan waktu kecil" gumamnya Tersenyum kecil, lalu mengeluarkan ponselnya dan memotret ulang foto kecil suaminya.


"Hai... kenapa senyum-senyum?" Tegur Magdalena.


"Ternyata Oma waktu muda, Cantik sekali"Puji Rachel tulus.ketika melihat foto Magdalena yang sedang duduk di sebuah Restoran.


"Saat itu usia Oma baru 20 tahun" Magdalena tersenyum melihat foto dirinya.

__ADS_1


"Aku kira foto ini, saat Oma usianya sekitar 17 Tahun" sahut Rachel.jujur.


"Foto itu di ambil saat Oma mau pergi bulan Madu" Magdalena masih menatap foto dirinya.


Mulut Rachel menganga mendengar ucapan Magdalena , lalu melihat wajah Magdalena " Memangnya Oma menikah saat berusia 20 tahun?"


"Iya..." Jawab Magdalena seketika


"Sama Dong sama aku, udah kaya orang janjian aja" ucap Rachel tersenyum lebar.


Magdalena mencubit gemas pipi Rachel " Kamu pintar juga bercanda" ucapnya.


"Ayo kita Turun! sepertinya sudah banyak keluarga yang datang!" Magdalena menarik lembut tangan Rachel.


Beberapa Keluarga besar dan para kerabat sudah mulai datang bersama para keluarga mereka. Mereka melepas rindu pada keluarga yang lainnya, sambil mengobrol dan bercanda bersama-sama sambil mencicipi hidangan yang telah di sediakan tuan Rumah...


Di Ruang kerja Anthony menatap tak percaya dengan ucapan Papanya.


"Papa, serius dengan ucapan papa? kalau Istriku putri Dari Javier Elias Agam?" Anthony masih meragukan ucapan Papanya.


"Papa tidak Bohong, Javier adalah adik tingkat papa, kami berdua bersahabat, papa merasa cocok dengan kepribadian Javier, dia memiliki Otak yang cerdas, dan Sangat Ahli di bidang IT, beberapa kali Javier mengajak Papa ke Rumahnya dan bertemu dan berkenalan dengan beberapa keluarganya," Maikel menarik nafasnya.


"Pertama papa bertemu Javier di Bandara Soekarno Hatta, waktu itu Javier baru pulang dari Jerman, di bilang, baru menengok Ibunya yang sedang sakit parah.


Papa tidak bisa berlama-lama berbicara dengan nya, karena dia mengatakan istrinya sedang berada di rumah sakit Bersalin dan sedang terburu-buru"


"Kedua kalinya di Surabaya, lima tahun yang Lalu. Papa tak menyangka itu pertemuan papa terakhir kalinya dengan Javier" lanjut Maikel, menarik dalam-dalam nafasnya, dadanya merasa sesak mengingat Sahabatnya.


"Berarti, selama ini mertuaku menyembunyikan identitas Aslinya?"tebak Anthony maenatap wajah papanya.


Maikel menganggukkan kepalanya.


Anthony Diam tak berbicara apapun lagi.


TBC

__ADS_1


__ADS_2