SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Maikel dan Sidney marah pada putranya.


__ADS_3

Anthony mendorong tubuh istrinya yang sedang duduk di kursi roda. setelah dari ruang USG.


sepanjang Koridor Rumah sakit Rachel hanya diam, kadang dirinya membalas senyuman beberapa perawat yang tersenyum kepada dirinya. saat mereka berpapasan.


"Apa kau mau makan sesuatu?" Tanya Anthony memecahkan keheningan antara mereka berdua.


Rachel hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku hanya ingin minum... minuman yang dingin" sahut Rachel. membayangkan sesuatu yang sudah lama tidak di Rasakannya.


"Minuman dingin? tapi ini masih pagi, sayang" ucap Anthony.


"Emangnya kamu mau minum? minuman dingin apa?"


"Cendol Dawet" ucap Rachel semangat.


Anthony tersenyum kecil.


"Itu bukan sekedar minuman, ada cendol yang harus kau kunyah... Baiklah aku akan menyuruh, Dion mencarikannya untuk mu" Anthony tak tega melihat wajah istrinya yang mulai berkaca-kaca matanya.


"Kok, Dion? aku inginnya kamu yang belikan cendol Dawet...kamu kan bapak nya!!" ucap Rachel. langsung cemberut.


Anthony menghentikan kursi roda, lalu melangkah ke hadapan istrinya.


"Iya...iya... nanti aku Carikan buat kamu, emangnya mau berapa?" ucap Anthony jongkok di depan istrinya.


"Tiga gelas" jawab Rachel antusias. terlihat matanya berbinar cerah. menatap Suaminya


"Banyak amat?" Anthony menggelengkan kepalanya. tersenyum tipis.


"Bee...mereka bertiga di dalam, kalau cuma satu nanti yang lainnya cemburu" sahut Rachel, masih tersenyum gembira.


"Oke...oke, sampai sepuluh gelas juga aku belikan,asal kamu habisin" goda Anthony, mencubitnya kecil pipi Chubby istrinya.


"Aku hanya ingin tiga gelas, tidak lebih dari itu, kalau kamu beli lebih dari tiga gelas, sisanya kamu yang eksekusi" ancam Rachel pada suaminya.


Anthony tersenyum lebar mendengar ucapan istrinya. lalu mendorong kembali kursi roda.


-


"Oma..." Seru Rachel tersenyum manis pada Magdalena dan kedua mertuanya.


Magdalena memeluk Rachel dengan penuh rindu. Maikel hanya tersenyum bahagia melihat kedekatan menantunya dengan Mommy nya.


"Oma, rasanya ingin terbang langsung ke rumah sakit, ketika mendengar dirimu di bawa ke Rumah Sakit, tapi sayang asam urat Oma kumat" ucap lirih Magdalena, masih memeluk Rachel.


"Terimakasih Oma, sudah mengkhawatirkan aku" ucap Rachel . merenggangkan pelukannya pada Magdalena.


"Perutnya masih sakit, nak?" Tanya Sidney. giliran dirinya yang memeluk Rachel.


"Perutnya sudah tidak sakit, Hanya kepala aja yang masih pening, mom" jawab Rachel tersenyum pada ibu mertuanya.

__ADS_1


"Kamu rebahan saja! tidak usah duduk kalau kepala kamu masih pusing!" sela Maikel.


Rachel mengangguk tanda setuju pada mertuanya.


Maikel dan Anthony memilih keluar dari Ruang kamar inap. dan duduk di teras rumah Sakit.


"lebih baik kamu tinggal di Mansion, kasihan istri mu harus tinggal di apartemen" Tutur Maikel pada putranya.


"Aku juga berpikir seperti itu, beberapa bulan ke depan pekerjaan ku lebih banyak keluar Negeri, aku akan tenang bila Rachel tinggal bersama Oma dan Mommy, pasti dia tidak akan kesepian" ujar Anthony. pada papinya.


"Rachel...Mommy dan Oma sebelumnya minta maaf, yah sayang... karena Mommy mau bawa Oma Cake up di rumah sakit xx" ujar Sidney merasa tidak enak hati sama menantunya.


"Nggak apa-apa...kok, aduh Mommy, Oma... malah aku yang jadi tidak enak..." Rachel merasa bersalah.


"Masih ada waktu satu jam,kok, kita masih bisa ngobrol di sini!" ucap Magdalena tersenyum pada Rachel.


Melihat Rachel mulai tertidur, karena pengaruh obat yang dia minum mulai bekerja, Magdalena dan Sidney keluar dari Ruang kamar inap.


"Loh, Kenapa keluar? Rachel?" tegur Maikel.melihat istri dan Mommynya keluar dari dalam kamar inap.


"Kamu lupa, hari ini Jadwal Mommy Cake up?" sahut Magdalena, pada putranya.


"Sorry, Mom...aku lupa, maklum banyak kerjaan" sahut Maikel.


"Seharusnya kau sekarang tinggal di rumah, istirahat! biarkan semua Bisnis mu, Anthony yang urus!" Usul Magdalena.


"Aku masih sanggup mengurus semua Bisnis ku, apalagi Cucu ku akan hadir ke dunia ini, aku harus banyak mengumpulkan pundi-pundi uang untuk mereka" sahut Tersenyum sumringah, Maikel memang berencana akan pensiun dari dunia bisnis, bila cucunya hadir di dunia.


Anthony hanya mendengus kasar mendengar ucapan Mommynya. dan diam saja.


Mommy...apa kau tahu, itu semua akan menjadi milik ku, dan kepala ku akan pecah, bila memikirkan semuanya, Bisa-bisa waktu ku lebih banyak di luar, dari pada mengurus istri dan anak-anak ku. Anthony.


"Jaga menantuku, aku dengar dari Ansel kau pernah punya masalah dengan istri mu, sampai tercipta perang dingin di antara kalian? ingat jangan sampai ada orang ketiga dalam rumah tangga kalian!" ucap Maikel dengan nada sedikit intimidasi.


Mendengar ucapan Maikel Anthony terlihat salah tingkah.


"Aku bersumpah tak ada orang ketiga di antara hubungan kami" ucap Anthony.


"Tapi...aku masih sering mengenang masa laluku bersama Anita" jujur Anthony pada orang tuanya.


.


"Apa kau masih memikirkan dirinya?" Sidney, menatap sendu wajah putranya.


"Kalau kau tidak bisa melupakan dirinya, lepaskan menantuku!" ucap Sidney.


"Demi tuhan, aku tidak akan berpaling dari istri ku, aku mencintai Rachel dan sedetik pun aku tak pernah berpikir untuk kembali bersama Anita" jujur Anthony.


"Tapi kenapa kamu masih ingat sama sih Anita?" sela Magdalena. tak mengerti jalan pikiran cucunya.


"Oma... Anita itu pernah menjadi bagian dalam kehidupan ku, Jujur aku akui, terkadang aku masih teringat dengan Anita" Anthony tertunduk lemah.

__ADS_1


"Berarti dugaan Rachel benar... Kembali lah dengan Anita! biarkan Istri mu menjadi tanggung jawab kami! aku tak ingin menantuku menjalin hubungan yang semu dengan diri mu!" Sidney menjadi marah dengan putranya.


Anthony menatap wajah Mommynya.


Anthony menggelengkan kepalanya antusias


" Tidak Mom, aku mencintai Rachel, tolong jangan berkata seperti itu...aku mencintai Rachel..." ucapnya lirih.


Sedangkan Maikel, sudah menatap tak bersahabat pada putranya.


"Jangan Membuat diriku Marah, Anthony! lebih baik kau pergi dari kehidupan Rachel, dari pada kau masih hidup di bawah bayangan Anita" Maikel menekan kata-katanya pada putranya.


Magdalena melihat wajah cucunya, yang terlihat panik mendengar ucapan, Sidney. Magdalena hanya menatap lirih cucunya, dirinya juga Ragu dengan ucapan Anthony.


"Bisakah pembicaraan ini di tunda dulu! aku harus ke rumah sakit xx" sela Mengusap punggung Maikel agar reda emosinya.


Anthony mengusap kasar Wajahnya, mengapa semua menjadi kacau pikirnya. lalu masuk ke kamar menemui istrinya.


Anthony menatap sendu wajah istrinya, dirinya tidak bisa membayangkan kalau sampai Mommynya membawa istrinya pergi dari sisinya, Perlahan-lahan, Anthony mengelus pipi istrinya yang terlihat putih bak batu pualam.


"Demi tuhan aku sangat mencintaimu...aku tak ingin kau menjauh dari sisi ku" terlihat Air mata, Anthony, jatuh seketika saat dirinya mengecup kening istrinya.


Rachel merasa terusik dengan ulah Anthony.


Hingga dia bangun dari tidurnya.


"Bee... Cendol Dawetnya Mana?" ucap Rachel melihat suaminya duduk sambil memeluk tangannya.


"Kamu kenapa?" Rachel menatap sendu wajah suaminya.


"Kamu menangis? itu mata kamu basah?" tegur Rachel, sambil bangun dari tidurnya. lalu duduk di atas tempat tidur. menatap kembali wajah suaminya.


Ada apa dengan dirinya, kenapa dia menangis? Rachel.


"Cendol Dawetnya emang tidak ketemu? sampai kamu menangis?" goda Rachel pada suaminya.


Anthony tersenyum lirih mendengar ocehan Istrinya.


"Tetaplah bersama ku, aku mencintai mu, lebih dari apapun..." Anthony mengecup punggung tangan istrinya.


Rachel tersenyum bahagia, mendengar ucapan suaminya "Sebelum aku di nyatakan hamil, apa perasaan mu..."


"Bahkan sebelum mereka ada di rahim mu, aku telah jatuh cinta kepada mu" potong Anthony, menghentikan ucapan dan meyakinkan perasaan istrinya.


"Aku akui, kenangan ku bersama Anita masih tertanam di memori otak ku, tapi demi tuhan aku sudah tidak mencintai dirinya lagi, hanya dirimu yang ada di dalam hati ku" jujur Anthony.


"Apa kau mau membantu diriku, menghapus semua kenangan ku bersama Anita?" Anthony menatap wajah istrinya.


TBC.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2