
" Selamat Pagi..." Rey menyapa, kedua orangtuanya, Magdalena, Sidney dan Maikel, yang sedang menikmati sarapan pagi di restoran hotel tempat mereka menginap.
" Selamat pagi Rey, Silviana..." Sahut Sidney menyapa balik mereka berdua, sedangkan yang lainnya hanya tersenyum ramah pada mereka berdua.
Rey, menarik sebuah kursi untuk istri nya.
" Trimakasih" ucap Silviana pada, Rey.
" Tante tak menyangka kemenakan Tante ternyata orangnya romantis juga" goda Sidney.
" Tante Bisa aja..." sahut Rey .
Magdalena melirik jam tangannya,lalu menatap ke arah pintu masuk Restoran, "mengapa pasangan pengantin baru belum juga muncul" pikir Magdalena.
" Mommy, pasti sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Anthony?" tebak Maikel.
"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mereka" jawab Magdalena Antusias.
Rachel dan Anthony masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka langsung ke lantai dua.
Tempat Restoran Hotel berada.
Mata Anthony masih fokus pada ponselnya. membuat Rachel menggelengkan kepala melihat suaminya yang tak lepas menatap layar ponselnya.
"Tuan pemaksa..." panggil Rachel pada Anthony.
Anthony menghentikan kegiatannya lalu menengok ke arah Rachel.
" Ada apa gadis bodoh?" jawab Anthony kembali ke arah layar ponselnya.
"Apa matamu tidak sakit menatap terus ke arah layar ponsel?" tanya Rachel.
" Urus Saja urusan mu, jangan pedulikan Aku" Jawab Anthony. menatap kembali layar ponselnya.
Rachel tersenyum kecil mendengar ucapan Anthony.
" Anda salah, Tuan pemaksa. aku cuma bertanya tentang mata mu, bukan menghawatirkan mu...ck,ck," Rachel tersenyum mengejek pada Anthony.
Anthony mendelik matanya, menatap tajam ke wajah istrinya" kau..."
Ting...(suara lift)
__ADS_1
Rachel segera keluar dari lift, menghindari suaminya.
" Tunggu pembalasan ku, gadis bodoh!" Anthony melangkah cepat menyusul langkah Rachel.
Rachel berbalik ke belakang" Aku...takut tuan pemaksa" memasang wajah mengejek,lalu kembali berjalan cepat.
Tak berapa lama Anthony dapat menyusul istrinya, lalu menarik lengan kanan Rachel.
" jangan berjalan cepat, bisa-bisa kamu jatuh!" ucap Anthony.
Rachel menghentikan langkahnya, lalu menoleh memandang wajah Anthony.
"Hai, aku tahu aku tampan, jangan melihat ku seperti itu!" Anthony menarik hidung Rachel.
Rachel mengusap-usap hidungnya, karena merasa kulit hidungnya panas.
" Narsis...pede banget" memasang wajah cemberut.
Anthony menarik lembut tangan Rachel ke arah pintu restoran.
" Kau harus di hukum" bisik Anthony di telinga Rachel.
Rachel hanya melirik sekilas ke arah suaminya.
" Selamat pagi" Sapa Anthony tersenyum Ramah pada keluarganya.
"Duduklah!" ucap Anthony menarik kursi buat istrinya. lalu mengusap ke dua pundak Rachel.
" Trimakasih..." ucap Rachel tersenyum ramah.
Hatinya jadi tak karuan melihat sikap suaminya.
Rey hanya diam, melihat ke hadiran mereka berdua. hatinya terasa remuk melihat Tangan Anthony menempel di atas pundak Rachel.
" Bagaimana mana dengan Malam Pertama kalian?" Tanya Magdalena antusias.
"Mom..." tegur Maikel.
"Hai...aku hanya penasaran saja dengan mereka" seru Magdalena.
" Malam pengantin kami berdua semalam... Sangat... ,"Rachel melirik ke arah Anthony " mengesankan..." lanjutnya lagi. lalu menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Yah... sangat mengesankan"ucap Anthony meyakinkan, Oma,dan kedua orangtuanya.
"uhuks...uhuks..." Rey tersedak makanan yang di makanya. karena mendengar ucapan mereka berdua.
Silviana tersenyum kaku, sambil mengusap punggung Rey.
" Rey, kau baik-baik saja?" tanya Abraham.
" Aku, baik-baik saja" jawab Rey, sambil menerima gelas air minum yang di sodorkan Silviana.
Rachel yang melihat kejadian itu, hanya diam saja, memasang wajah datar ke arah lain.
"Rey, hanya mencari perhatian pada istrinya,om" goda Anthony tersenyum tipis.
Semua orang tertawa mendengar ucapan Anthony, hanya Rachel saja yang tidak tertawa.
" Apa Kalian sudah merencanakan untuk pergi berbulan madu!" tanya Sidney memandang wajah putranya.
Anthony melirik ke arah istrinya, tampak wajah Rachel yang tegang, mendengar pertanyaan Mertuanya.
" Jadwal kami untuk bulan ini sangat padat, dan aku harus pergi ke Amerika untuk mengurus perusahaanku yang sedang bermasalah, Mom" jawab Anthony, sambil mengiris roti sandwich.
Rachel diam saja, tidak mau berbicara banyak.
" Rachel... Tante dengar, kamu satu Kampus dengan Rey,dan Silviana?" Tanya Mariana.
"Iya...saya satu kampus dengan Kak Rey dan kak Silviana" jawab Rachel. perasaan nya mulai resah.
" Rachel adik tingkat kami,mah." sela Silviana.
" Wah...kalian bisa ke kampus, sama-sama dong!" ucap Mariana. karena jarak rumah mereka dan Rumah milik Anthony hanya berjarak dua rumah.
" Rachel tidak akan tinggal di situ, Tante." ucap Anthony.
"Rachel akan tinggal di Apartemen bersama saya" ucapnya lagi.
Rachel hanya mendengus halus mendengar ucapan Suaminya.
----------
Terimakasih,
__ADS_1
jangan lupa likenya buat Author 🤗