SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Mengabadikan Momen.


__ADS_3

"Akhirnya dirimu tersenyum juga" Ada perasaan lega dalam hati Anthony, ketika melihat istrinya tersenyum, karena mendengar perdebatan non Faedah, Antara Amanda dan Lisa.


Senyuman Rachel, semakin lebar ketika mendengar celoteh suaminya.


"Kasihan mereka.... hanya melongo mendengar perdebatan Lisa dan Amanda" Tunjuk Rachel lalu Rachel menatap, ke arah saudara sepupunya dan Om Malcom, mereka memasang wajah heran mendengar perdebatan Antara Amanda dan Lisa, yang memakai bahasa gaul Jakarta sehari-hari.


Karena selama ini mereka hanya belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar, tanpa adanya tambahan belajar bahasa gaul.


Anthony ikut tersenyum mendengar ucapan istrinya.


Gigi Daniel terasa kering, karena kebanyakan tertawa di tambah perut dan Rahangnya menjadi keram, karena menertawakan perdebatan mereka berdua, sekarang mereka berdua duduk dalam satu kursi panjang dengan posisi saling Beradu punggung.


"Rachel" Panggil Dustin.


Rachel menoleh ke arah Dustin.


"Mau kah kau memaafkan kesalahan, kami?" Mata sendu Dustin menatap wajah Rachel.


Biar Bagaimanapun mereka adalah keluarga ku, darah lebih kental dari pada air, di dalam darah mereka mengalir juga darah ku, Apa lagi mama pernah bilang, jangan pernah kita menanam keburukan pada sesama manusia, dan mereka yang di hadapanku bukan orang lain...Tapi keluarga ku. gumam Rachel dalam hatinya.


Rachel berdiri dari tempat duduknya.


"Sebelumnya Aku minta maaf atas sikap ku kepada kalian semua, Ketika aku mendengar kalian semua adalah keluarga ku... perasaan ku menjadi kacau, antara senang dan kecewa" Rachel menarik nafasnya dalam-dalam.

__ADS_1


"Aku senang... ternyata aku msih memiliki keluarga dari pihak papa ku" mata Rachel mulai berkaca-kaca.


"Aku juga kecewa..mmengapa kita bertemu di saat Papa ku...Telah tiada" Air mata Rachel langsung mengalir turun ke pipinya.


Dustin langsung memeluk tubuh Rachel.


Rachel menangis dalam dekapan Dustin.


Anthony tersenyum kecil melihat adegan di depan matanya. Kali ini dirinya harus berdamai dengan perasaannya, memendam rasa cemburunya, ketika melihat istrinya sedang di peluk Dustin, dan kemungkinan besar semuanya akan memeluk istrinya.


"Maaf kan Aku" kata yang terucap dari mulut Rachel, ketika memeluk para sepupunya.


Rully menatap Haru kejadian di hadapannya, begitu juga dengan Malcom dan Daniel.


Dan Amanda, Manusia setengah Aneh, justru tersenyum melihat Rachel memeluk sepupunya secara bergantian.


"Sa...Lisa..."Amanda mengerakkan punggungnya, maju mundur ke punggung Lisa.


Daniel menoleh sekilas pada Lisa dan Amanda.


Lisa langsung membalikkan tubuhnya, lalu melihat Rachel sedang memeluk Justin,lalu berpindah memeluk Orion.


"Jangan mikir yang aneh-aneh lagi!" Ancam Lisa. ketika melihat senyum di bibir Amanda.

__ADS_1


"Kagak mikir yang Aneh... Cuman heran aja?" Sahut Amanda. Mata Amanda masih melihat ke arah Rachel.


"Apanya yang aneh? Jangan macam-macam lue yah!?" Lisa mulai curiga dengan ucapan Amanda.


" Yang bikin Gw heran sama sih Rachel...pakai acara pelukan segala... udah kaya, Teletubbies... Berpelukkan..." Amanda memperagakan cara berpelukan gaya Teletubbies di samping Lisa.


Daniel mengulum bibirnya menahan tawanya, agar tak keluar suaranya. karena takut mengganggu momen bahagia Keluarga Dustin dan Istri dari sahabatnya.


Gila nih cewek rada konslet otaknya, kagak sebanding dengan wajahnya. gumam Daniel.


"Manda... lebih baik lue diem! buka Ponsel... terus elu...liat Online Shop aja! dari pada elu ngomong, bikin gua darah tinggi aja" ucap Lisa.


Amanda memperhatikan wajah Lisa yang mulai emosi dan menatap tajam Amanda.


Amanda mengangguk semangat " Oke...kenapa baru bilang" ucap Amanda tak perduli dengan Lisa yang menahan amarahnya pada Amanda.


"Uncle Bahagia, melihat kalian seperti ini...sampai aku lupa mengabadikan momen ini" ucap Malcom.


Mereka semua tersenyum mendengar ucapan Malcom.


"Uncle...Tolong Foto kami berlima dan kirimkan Lang ke Daddy!" ucap Justin.


"Oke... Uncle yakin Daddy kalian akan merasa, iri melihat kalian sedang bersama Rachel..." Malcom mulai mengambil ancang-ancang untuk memotret kebersamaan mereka.

__ADS_1


__ADS_2