SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Arora dan Kang Dae


__ADS_3

"Ayo kita keluar! aku sudah membuat janji dengan seseorang untuk mengurus mu!" Kang Dae melepas Safetybeltnya.


"Mengurus ku?" gumam Arora lalu keluar dari mobil.


"Aku bukan anak kecil yang mau di urus" sewot Arora.


"Kau sudah berjanji padaku hari ini untuk mengikuti semua perintah ku!" Kang Dae mengulum bibirnya melihat wajah Arora yang memasang wajah cemberut. lalu menarik tangan, Arora. menuju ke arah hotel.


"Tapi aku belum memberikan jawaban ya, padamu..." oceh Arora Sambil menarik tangannya dari genggaman tangan Kang Dae.


"Jawabannya ya...itu jawaban yang sudah kau berikan padaku dan tidak bisa kau cabut lagi ucapan mu!" kang Dae tersenyum lalu mentoel ujung hidung Arora.


Arora hanya memutar matanya saja mendengar ucapan dan ulah Kang Dae pada dirinya.


Setiba di dalam hotel.


"Ini kamar siapa? kamu jangan macam-macam!" Arora menatap tajam pada kang Dae


"Masuklah!" kang Dae menggesek kartu hotel sebagai kunci kamar.


"Tidak" Arora menggelengkan kepalanya.


Kang Dae tersenyum melihat wajah Marah Arora. pasti Arora memiliki pikiran yang salah.


"Masuklah Arora! mereka sudah menunggu mu!" ucap kang Dae


Tiba-tiba seorang pria gemulai bersama seorang wanita berparas cantik membuka pintu kamar hotel.


"Tuan Kang!" sapa pria gemulai, memasang senyum manis.begitu juga sang wanita cantik.


"Urus kekasih ku! aku ingin dia terlihat cantik malam ini!" Kang Dae mengedipkan sebelah matanya pada Arora dan berlalu pergi.


Arora hanya memasang wajah kebingungan. melihat tingkah Pria yang sudah masuk dalam kehidupannya beberapa hari ini.


"Kyaa...kamu mau kemana?" seru Arora menghentikan Langkah kang Dae.


" aku akan menjemputmu" Ucap kang Dae tanpa menoleh ke belakang.


Arora mendengus kasar, melihat kepergian Kang Dae. untuk saat ini Arora hanya pasrah dengan ulah Kang Dae.


"Anda sangat beruntung Nona, menjadi kekasih Tuan Kang Dae" ucap pria gemulai.


Dia bukan kekasih ku. Arora.


"Beberapa wanita dari kalangan Model, Sampai anak pengusaha ingin sekali menjadi kekasih dari Duda keren yang sekarang menjadi kekasih mu" Oceh Pria gemulai yang Arora sendiri tidak tahu namanya. tangannya masih sibuk memberi perawatan wajah pada Arora.


"Aku sangat tersanjung mendengarnya" sahut Arora basa-basi sambil tersenyum kecil.


Pria itu tersenyum manis mendengar ucapan Arora.


Satu jam berlalu.


"Wow...Anda cantik sekali Nona" Pria gemulai takjub dengan hasil karyanya.


"Terimakasih Hans" sahut Arora. saat mendapat pujian.


"Maukah kau menjadi Model ku,? Satu bulan lagi, aku akan mengadakan Fashion show, aku bekerjasama dengan beberapa Desainer muda di kota Roterdam... ini kartu namaku, boleh aku meminta nomor Ponsel mu" ucapnya tanpa jeda.


Arora hanya mengangguk kecil mendengar ucapan Hans, pria gemulai yang sudah menyulap dirinya menjadi cantik.


Arora melihat nama Hans tertera fi kartu nama serta alamat rumah, butik dan Salonnya.


"Akan ku pikirkan, tapi aku tak janji untuk menyetujuinya" sahut Arora tersenyum manis pada Hans.

__ADS_1


"Semoga kau mau menjadi model ku" ucap Hans antusias.


"Monica...apa gaunnya sudah kau siap kan?" tanya Hans Pada asistennya.


Monica hanya tersenyum mendengar pertanyaan Hans.


"Ayo Nona. kau harus tampil sempurna malam ini!" ucap Monica


Arora hanya mengikuti langkah Monica.


10 menit kemudian.


" Wow... Amazing" Mata Hans membulat sempurna, karena takjub melihat penampilan Arora dihadapannya.


Tiba-tiba pintu kamar berbunyi tanda pintu kamar terbuka.


Hans hanya melongo, melihat penampilan Kang Dae saat ini.


"Tuan Kang...aku sangat terkejut melihat penampilan anda" takjub Hans.


"Jangan memandang ku terlalu lama! aku sangat tak suka...dan kau tahu itu" ucap Kang Dae.


Hans hanya menghempaskan nafasnya mendengar ucapan Kang Dae.


Keluarga Alexander sangat berjasa bagi Hans. terutama Aera, nyonya besar Keluarga Hugo.


Tanpa campur tangan Aera, mungkin Hans tidak akan sesukses dan terkenal di negara ini. Author.


"Arora kau cantik sekali" puji Kang Dae.


"Terimakasih Tuan Kang" sahut Arora.


"Apa Kau merasa nyaman memakai Setelan warna Merah?" Tanya Arora mengulum senyumnya.melihat penampilan Kang Dae


"Kitakan pasangan serasi...aku ingin menunjukkan pada semua orang kalau aku memiliki seorang kekasih yang sangat cantik" ucap kang Dae.


"Apa... kekasih?...apa aku salah dengar?" seru Arora.


"Aku bukan kekasih mu"lanjut Arora.


"Kau kekasih ku, aku yang telah mencuri ciuman pertama mu" sahut Kang Dae.


"Hanya Ciuman pertama, lalu mengklaim diriku kekasih mu, tuan? Oh... tidak" Arora memasang wajah Jengah.


"Apa aku harus memberikan ciuman, kedua, ketiga... Sampai seratus kali, bila perlu, agar kau mengakui, bahwa aku ini... kekasih mu!" Kang Dae tersenyum melihat raut wajah Arora berubah menjadi kalut.


Hans dan Monica saling beradu pandang melihat tingkah kedua manusia berbeda jenis yang sedang berdebat. di hadapan mereka.


"Hans, tolong Foto kami berdua!" ucap kang Dae. mengalihkan pembicaraan.


"Arora...kita harus mengabadikan momen ini!"Kang Dae menarik Arora agar mereka di foto saling berdampingan.


Arora Hanya berdecak kesal pada Kang Dae.


"Aku bukan kekasih mu, Tuan Kang" ucap Arora sekali lagi, dan memasang wajah cemberut.


Hans dan Monica saling beradu pandang ketika mendengar ucapan Arora.


"Hans... Tolong Foto kami berdua!" ucap kang Dae. lalu menarik tangan Arora.


"Kita harus abadikan momen ini!" lanjut kang Dae.


"Ayo kita turun! pestanya sebentar lagi di mulai" Kang Dae menautkan jari tangannya di antara sela jari tangan Arora.

__ADS_1


"Hans, Terimakasih atas semuanya, aku akan mentransfer ke rekening mu" ucap Kang Dae.


"Tidak usah... anggap saja aku mensponsori hubungan kalian" sahut Hans.


"Lihatlah sayang! Hans saja menyetujui hubungan kita" ucap Kang Dae pada Arora.


"Hans..." seru Arora menatap tajam pada Hans.


Hans mengalihkan pandangannya, agar tak bertatap muka dengan Arora.


Kang Dae segera menarik tangan Arora agar tak berbicara banyak dengan Hans.


"Monica.... Terimakasih"seru Arora tanpa membalikkan tubuhnya.


"Sepertinya mereka pasangan yang serasi? bagaimana menurutmu?" tanya Hans sambil memandang punggung Kang Dae dan Arora.


Monica mengangguk antusias.


"Semoga mereka di takdir kan hidup bersama" lanjut Hans.


"Kaitkan lengan mu!" kang Dae menyodorkan lengan kirinya.


Arora menoleh ke arah Kang Dae.


"Haruskah?"


"Hmm" Kang Dan tersenyum lebar, sambil menganggukkan kepalanya.


Arora hanya berdecak sambil mengikuti perintah Kang Dae.


"Kita masuk! tersenyumlah... Arora!" Kang Dae melangkah dengan pasti sambil menggandeng Arora.


"Kita di sini memenuhi undangan Teman ku, tepatnya teman kuliahku"


"Hari ini acara ulang tahun Pernikahan mereka yang ke 7 tahun" ujar kang Dae.


"Banyak juga tamu undangannya" Arora melihat Ballroom hotel penuh dengan tamu undangan.


"Ingat kau disini jadi pendengar saja! Jangan ada bantahan, oke!"


"CK...aku oke aja deh" sewot Arora memasang wajah cemberut.


Kang Dae menatap wajah Arora yang bagi dirinya Sangat menggemaskan.


"Arora, jangan mengerucutkan bibir mu! apa kau sengaja memancing Diriku?" rasanya kang Dae ingin ******* bibir Arora.


"Memangnya kau ingin jadi ikan? sehingga ingin di pancing?" balas Arora.


"Hai... ternyata dirimu sangat cerewet sekali" Kang Dae tertawa kecil mendengar ucapan Arora.


"Kau tahu semakin lama melihat wajah mu yang sedang cemberut, rasanya aku ingin mengulang kembali awal perjumpaan kita" bisik Kang Dae. tepat di telinga Arora.


Wajah Arora berubah merona, mendengar ucapan Kang Dae.



Ilustrasi kang Dae dan Arora.


TBC.


Terimakasih....


Typo tetap ada, karena Mimin hanya

__ADS_1


manusia biasa.


__ADS_2