
London.
"Kalian akan kembali ke Indonesia?" tanya Ansel memasang wajah sendu, saat duduk tepat di hadapan Rachel.
"Uncle aku rindu dengan rumah ku" lirih Rachel. semenjak Rachel marah pada Suaminya, Rachel selalu bermimpi berada di rumahnya, tepatnya rumah milik kedua orangtuanya.
"Sayang...biarkan Rachel kembali ke Indonesia, kita bisa mengunjunginya" hibur Valeria padai suaminya. sambil mengusap punggung tangan suaminya.
Ansel menarik nafas dalam-dalam, mendengar ucapan istrinya.
"Kau benar, aku bisa menemuinya kapanpun" sahut Ansel tersenyum kecil.
"Bolehkah aku ikut dengan mu, Rachel?" ucap Orion.
"TIDAK" seru Ansel dan Valeria bersamaan.
Membuat semua yang ada di ruang keluarga, menengok ke arah Ansel dan Valeria.
"Kau tidak boleh pergi ke mana-mana!" ucap Valeria.
"Biarkan ,Oliver. yang selalu pergi ke mana-mana! kau tetap tinggal di Mansion ini bersama kami!" sahut Ansel.
"Mengapa kalian kejam sekali kepada ku, aku juga butuh refreshing?" Orion tertunduk pura-pura sedih.
"Bukannya Daddy melarang mu untuk pergi jauh, boy. tapi kamu harus belajar, untuk menjadi seorang Agam yang sejati, kakak mu juga dulu seperti itu" Ujar Ansel memberi pengertian kepada putranya.
"Kau tahu...aku di gembleng Uncle dan Daddy untuk menjadi Pria Agam sejati, sampai untuk berkumpul dengan kawanku saja tidak bisa" sela Oliver.
"Dan kau... hanya di gembleng oleh Daddy, terlalu banyak mengeluh nya" lanjut Oliver.
"Tapi aku butuh Refreshing...mataku butuh asupan energi positif, saat ini pandangan mata ku terlalu banyak melihat angka-angka, dan tulisan yang berjejer rapi di kertas" keluh Orion.
"setelah selesai semuanya, aku akan menyuruh Justin mengajak mu refreshing" janji Oliver, yang tahu sifat adiknya sama seperti Justin, tidak pernah serius dalam menghadapi masalah, dan suka melihat tubuh wanita seksi.
"Bersabarlah, Perusahaan Keluarga Mommy butuh penerus, dan kau harus menerimanya"
"Setelah Kau berhasil berdiri seperti ketiga kakak mu, kau bisa pergi refreshing kemana pun kau mau" Ucap Valeria, memberi semangat pada putranya, valeria tahu putranya memiliki kecerdasan melebihi, Oliver dan kedua kakak sepupunya. Orion pandai berspekulasi, dalam satu minggu dia mampu membuat perusahaan milik keluarga Valeria kembali stabil.
"Aku kira aku manusia bebas, tidak seperti ketiga kakak ku yang masih sibuk di belakang Meja kerja, dan ternyata aku dapat bagian juga, aku tak menyangka Seluruh aset Keluarga Mommy jatuh ke tangan ku dan aku harus mengurusnya" lirih Orion.
"Itu dugaan mu saja, buktinya Justin tidak selalu berada di perusahaan milik keluarga Aunty Evita"
"Itu sudah jalan takdir kita Orion, tidak bisa di bantah lagi" ujar Oliver, agar adiknya mengerti.
__ADS_1
"Oke... Rachel, tunggu aku di Indonesia! aku akan pergi melihat kemenakan ku bila semua urusan ku di sini selesai" Orion tersenyum pada Rachel.
Rachel tersenyum mengangguk antusias " Aku akan menanti kedatangan mu" ucap Rachel.
"Rachel, kapan rencananya kalian kembali ke Indonesia?" tanya Ansel.
Rachel menolehkan wajahnya ka arah suaminya. dan Anthony menyadari tatapan istrinya.menanti jawaban Suaminya.
"Lusa kita akan kembali ke Indonesia, uncle" ucap Anthony.
"Lusa Biar Aku dan Valeria yang akan mengantar mu ke bandara!" ucap Ansel.
"Apa kau sudah memberitahu, uncle Anson?" Tanya Oliver.
"Sudah...semalam aku menghubungi Uncle dan Uncle setuju dengan keputusan ku" jawab Rachel.
"Dan rencananya Uncle akan mengunjungi ku, bulan depan" lanjut Rachel.
"Benarkah?"
"Itu yang di katakan Uncle Anson kepadaku..." sahut Rachel.
"CK...kakak keterlaluan, tak mengajak ku bersamanya" decak Ansel.
***
Anthony POV.
Aku kira dia sudah memaafkan diriku, ternyata dugaan ku salah, dia tidak lagi berbicara kepada ku, sejak kami kembali dari rumah sakit, istri ku kembali diam dan menghiraukan diriku lagi, tapi yang membuat ku Bahagia meskipun dia tidak mengajak ku berbicara, dirinya selalu memeluk erat tubuh Ku dari belakang, di saat malam hari, hatiku terasa bahagia dan aku juga merasakan calon bayiku, mereka bertiga berada tepat di belakang punggung ku, di saat Istri tercinta ku memeluk diriku, mungkin dia masih marah pada ku mengaka nya, tidak mau berbicara padaku, aku terserah dirinya mau diam sampai kapan, oke? tidak mau berbicara dengan ku juga tidak masalah, yang penting dia tidak pergi dari kehidupan ku, dan tak mengucapkan kata berpisah. cukup satu kali aku mendengar dari bibirnya, dan aku tak ingin mendengar untuk keduakalinya.
"Sayang, semua barang kamu, sudah aku kasih masuk di koper, aku sudah menyuruh Sopir menaruh semuanya di bagasi mobil, sekarang kamu istirahat dulu yah! satu jam lagi kita berangkat ke bandara...ini susunya kamu habiskan! aku mau berbicara dengan Oliver" Anthony mengusap lembut ujung kepala istrinya, lalu pergi dari kamar.
Rachel menatap sendu punggung Suaminya, Rachel memandang susu yang berada di atas nakas. sambil mengusap perutnya.
Rachel tersenyum lirih, lalu memandang susu hamil yang di buatkan Anthony untuk dirinya.lalu meminumnya sampai habis.
****
Di ruang kerja Oliver.
Anthony memperlihatkan sebuah Desain bangunan pada Oliver.
"Bagus, aku suka konsep bangunannya, cocok untuk sekolah yang akan kita bangun" ucap Oliver.
__ADS_1
"Masalah lahan bagaimana?" tanya Oliver.
"Untuk Masalah Lahan kau tidak usah khawatir. aku memiliki beberapa lahan kosong di daerah strategis, kebetulan lahan yang ku beli waktu itu, berdekatan dengan lahan milik Rachel, aku akan menyatukan lahan tersebut menjadi satu, toh nanti sekolah ini akan menjadi milik, salah satu anak ku" ucap Anthony.
"Yah kau benar, Dana ini juga bukan milikku, tapi milik Uncle Javier, Sejak dulu Daddy memisahkan bagian keuntungan perusahaan untuk Uncle Javier di teruskan lagi pada ku"
"Oleh karena itu aku bertanya padamu, dan mencari solusinya, kalau aku menyerahkan langsung pada Rachel aku takut dia akan menolaknya" Ucap Oliver.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu menghentikan obrolan mereka.
"Masuk!" ucap Oliver.
Salah satu Maid masuk kedalam ruang kerja Oliver.
"Tuan muda, di luar ada Tuan Harison, dia mengaku sebagai Notaris Almarhum tuan Elias" ucap Maid.
"Tolong panggil Daddy ku! Sekarang dia sedang berada di kamar Granddad!" ucap Oliver pada Maidnya.
"Anthony, tolong kau bawa istri mu ke Ruang keluarga!" Oliver berjalan ke ruang tamu, untuk menemui Tuan Harison.
Di dalam kamar Anthony melihat istrinya sedang asik membaca sebuah buku yang sengaja Rachel Ambil dari kamar pribadi Almarhum papanya.
"Selamat siang Tuan Harison" sapa Oliver, lalu berjabat tangan dengan Harison.
"Harison!" panggil Ansel, Sambil melangkah mendekati Harison.
"Selamat siang Tuan Agam" Sapa Harison pada Ansel.
"Ada keperluan apa dirimu datang ke sini? Apa Daddy ku masih menyimpan wasiat lain? aku kira tidak Daddy ku sudah membaginya kepada kami saat dirinya masih hidup?" cecar Ansel.
"Benar Tuan Ansel, tapi masih ada satu surat wasiat yang harus saya sampaikan, dan saya harus bertemu dengan Putri dari Tuan Javier Putra bungsu, Tuan Elias Agam" jawab Harison.
"Untuk Rachel..."
Syukurlah Daddy masih mau memberikan warisan untuk Rachel. Ansel.
TBC
Guys sampai di sini dulu yah.
Terimakasih kepada para Readers, yang setia membaca cerita yang Mimin. terimakasih atas dukungannya pada Mimin.
__ADS_1
Typo tetap ada yah Guys.: