
"Aku tidak akan memaafkan perbuatannya kepadaku..." Rachel menatap tajam kearah Cindy.
"Nyonya Tolong anda Maafkan putriku!" ucap Arnold.
Mata Rachel beralih kepada Arnold.
"Tuan...aku tidak mengenal Putrimu, pertama kali aku bertemu dengannya saat aku baru menikah, dia datang ke kamar kami dan Protes pada suamiku mengapa Anthony menikah dengan wanita yang tidak sepadan dengan Anthony" Ucap Rachel masih menatap Cindy.
Dan aku bertemu kembali dengan dirinya kemarin di sebuah Cafe, putri anda menyiramkan air ke wajah ku dan mengeluarkan kata-kata kasar yang menyinggung perasaan ku.
Tuan Arnold terkejut dengan ucapan Rachel
"Apa betul yang di katakan, istri tuan Anthony?" tanya Arnold pada Cindy.
"Papa aku hanya mengatakan yang sebenarnya, apalagi mereka menikah karena perjodohan" ucap Cindy seperti tak ada masalah.
Oliver dan Dustin saling beradu pandang, mendengar ucapan Cindy.
"Memangnya apa urusanmu, kalau kami menikah karna perjodohan? itu bukan urusanmu..." ucap Anthony.
"Kak Anthony, Dia hanya seorang gadis yatim-piatu yang hidup menumpang di rumah tantenya, untuk apa dia mau menikah dengan mu, kalau bukan untuk mengejar harta mu" Racau Cindy yang belum tahu siapa sebenarnya diri Rachel.
"CINDY!!" Teriak Arnold, dirinya tak menyangka Putrinya akan berbicara seperti itu.
"Papa...aku mengatakan yang sesungguhnya, wanita ini hanya ingin hidup bergelimang harta dan menaikkan Derajatnya" Racau Cindy.
"CUKUP!" Teriak Dustin.
"Jaga bicaramu! Apa kau ingin lidahmu ku potong sampai dirimu tak dapat berbicara!" Ancam Dustin menatap marah Cindy
Cindy membulatkan matanya ketika mendengar ancaman Dustin untuk dirinya.
"Kakak...kau suka melihat adik perempuan mu di Hina seenaknya?" ucap Dustin.
"Tidak..." Jawab Oliver singkat
"Apa yang akan kau lakukan pada orang yang sudah berani menghina keluarga kita?" Dustin menatap tajam wajah Cindy.
"Kau Tenang saja...aku akan memberikan hukuman yang setimpal" ucap Oliver.
Brian dan Arga sama-sama terkejut dengan ucapan Dustin dan Oliver.
"Tuan Maafkan kami...sekali lagi maafkan kesalahan Putriku" Pinta Arnold.
Rachel merasa kasihan melihat wajah tuan Arnold yang memohon seperti itu, Rachel teringat akan mendiang papanya, Rasanya Rachel tak tega menyakiti perasaan Arnold, tapi putrinya telah melukai perasaannya.
"Tuan Arnold...Tolong bawa putrimu keluar dari sini... sampai kapanpun aku tidak akan memaafkan dirinya" ucap Rachel tegas. Rachel juga takut terjadi Sesuatu pada Cindy, bila Dustin marah.
Arnold merasa kecewa dengan ucapan Rachel, biar bagaimanapun putrinya memang bersalah, dan Arnold sangat menyesal yang terlalu memanjakan Cindy, sehingga putrinya bisa seenaknya menghina Orang lain.
"Dion... cepat bawa mereka keluar dari sini!" ucap Rachel tegas.
Dion mengajak keduanya pergi dari ruangan Anthony.
Dengan berat hati Arnold membawa putrinya keluar dari ruangan Anthony.
__ADS_1
Dustin menatap wajah Anthony.
"Apa benar yang di ucapkan, wanita itu? bahwa kalian menikah karena perjodohan?" tanya Dustin.
Rachel mengangguk kepalanya. begitu juga dengan Anthony, entah mengapa perasaan Anthony jadi gelisah.
"Aku kira kalian jadian setelah menolongku" sela Oliver.
"Awalnya aku juga punya niatan seperti itu, ingin menjadikan dirinya sebagai istriku..." ucap Anthony. tersenyum manis pada Rachel, lalu menoleh kembali ke Oliver
Rachel tiba-tiba tertawa, Karena mengingat kejadian saat Anthony meminta dirinya bersandiwara di Depan keluarganya.
"O...yah...jadi waktu itu... Hahaha" Rachel malah tertawa kembali mengenang pertemuan kedua mereka.
Anthony mulai mencerna jalan pikiran istrinya.
Anthony juga teringat peristiwa dirinya dan Rachel saat pernikahan Rey.
"Hai...kenapa tiba-tiba kamu tertawa?" tegur Oliver.
Brian dan Arga, hanya jadi penonton sejati saja.
"Pasti dia sedang menertawakan diriku... benar kan sayang?" tebak Anthony.
Rachel mengangguk semangat " Aku teringat saat" Rachel mulai menceritakan kejadian di saat Anthony meminta Dirinya menjadi kekasih palsunya., padahal Rachel calon istri yang sesungguhnya.
Semua Orang tertawa mendengar cerita Rachel. Sedangkan Anthony hanya memasang senyum, mengingat peristiwa yang dia lakukan saat acara pernikahan Rey.
"Aku tidak menyangka, kau bisa melakukan hal sebodoh itu, brother" Bisik Arga. yang duduk di samping Anthony.
Tiba-tiba Suara Ponsel Oliver berbunyi.
Lima menit kemudian Oliver memanggil, Dustin. agar keluar dari ruangan Anthony.
"Apa mereka berdua..."
"Mereka berdua adalah kakak sepupu dari istri ku" ucap Anthony.
"Wath..." Brian menarik nafasnya dalam-dalam mendengar ucapan Anthony.
"Benarkah, Rachel?" Brian masih tak percaya dengan ucapan Anthony.
Begitu juga dengan Arga, cuma Arga tidak menampakkan wajah terkejutnya seperti, Brian.
Rachel hanya menganggukkan kepalanya, entah mengapa perasaan, Racheli, jadi gelisah, Ketika melihat Dustin di panggil keluar ruangan oleh Oliver.
"kakak, Is there any problem" Tanya Anthony. menghampiri Oliver.
"Granddad, keritis...kita harus membawa Rachel menemui, Granddad, secepatnya!" ucap Oliver.
"Kita harus meminta ijin pada suaminya... untuk membawa Rachel pergi menemui, Granddad" ucap Dustin.
"Kalau Suaminya, tidak mengijinkan Rachel pergi?" Tanya Oliver.
"Aku akan menghabisi nyawanya! Aku masih bisa mencarikan Pria yang lebih baik dari dirinya" ucap Dustin tegas
__ADS_1
Oliver tersenyum tipis mendengar ucapan Dustin.
Alia yang duduk di meja sekertaris, menjadi Pias wajahnya, ketika mendengar ucapan Dustin.
"Ayo kita masuk! kita harus membicarakan hal ini pada Anthony!" Oliver merangkul pundak Dustin yang gampang sekali tersulut emosi.
Rachel menoleh ke arah pintu, Tampak terlihat wajah kedua kakak sepupunya tidak baik-baik saja.
Oliver tersenyum kaku Ketika matanya, bertemu dengan mata Rachel.
Oliver dan Dustin kembali duduk di Sofa.
"Anthony... Bolehkah aku membawa istrimu, ke negara kami? keadaan Granddad Sedang keritis" Ucap Oliver.
"Apa Kakek ku masih hidup?" Rachel tak percaya kakeknya masih hidup.
"Ya, Rachel. Granddad Maksud ku, kakek... masih hidup" sahut Oliver.
"Kami menunggu jawaban mu, Anthony?" Dustin menatap wajah Anthony.
"Mengapa wajah mu... sampai menegang begitu Dustin?" ucap Anthony, melihat Dustin menatap dirinya tajam.
Anthony tidak menyukai Tatapan mata Dustin.
"Santai... tidak mungkin aku tidak mengijinkan istriku pergi melihat kakeknya" lanjut Anthony.
"Bee... benarkah kau mengijinkan ku pergi... menemui Kakek ku?" wajah Rachel tampak berbinar Bahagia.
"iya, sayang" ucap Anthony menggenggam lembut jemari tangan istrinya.
Dustin tersenyum tipis melihat interaksi antara Rachel dan Anthony.
"Kalian berdua... ternyata suka sekali mengumbar kemesraan..." Oceh Dustin meluncur begitu saja dari mulutnya.
Oliver tertawa, mendengar ucapan Dustin.
"Hai... Anthony hanya memegang tangan Rachel, tidak ada yang lebih dari itu, mengapa kau yang sensitif sekali!" Oliver tersenyum mendengar ocehan Dustin.
"Tuan Arga dan Tuan Brian, Apakah kalian melihat mereka sedang mengumbar kemesraan?" tanya Oliver, masih menggoda Dustin.
Semenjak Tunangan Dustin meninggal karena kecelakaan 3 tahun lalu, Dustin membentengi dirinya, Dustin tak ingin ada wanita yang mendekati dirinya lagi.
Arga dan Brian hanya tersenyum kaku mendengar pertanyaan dari Oliver.
"Kakak... jangan menggodaku!" Entah mengapa Dustin tidak bisa marah pada Oliver. Dustin mampu mengendalikan emosinya bila Oliver mengganggunya, sedangkan dengan saudara kembarnya ,Dustin. tidak bisa mengontrol emosi dirinya.
" Rencananya, kapan kalian membawa istriku. menemui Kakek Elias?" Tanya Anthony.
"Besok..." Ucap Dustin
Anthony mendelikkan matanya mendengar ucapan Dustin.
"Hei...ini Indonesia, Dustin!, Rachel harus mengikuti semua Prosedur, agar dirinya bisa keluar dari Indonesia" sahut Oliver.
TBC.
__ADS_1
Terimakasih Reader yang selalu menyempatkan diri membaca cerita yang ku buat.
Jangan lupa tinggalkan jejak buat aku...