SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Kena Prank


__ADS_3

Mata Rachel menyapu bersih seluruh kamar Javier. kamar yang pernah menjadi kamar pribadi Papanya, dan sampai sekarang kamar itu masih di rawat, dan di jaga letak barang-barangnya yang tidak berpindah tempat sejak kepergian Javier.


Di sebuah lemari kayu terpajang berbagai macam barang pribadi milik Javier, Mulai dari medali sampai tropi terpajang di sana, dan juga beberapa miniatur mobil klasik tertata rapi.


ada juga berbagai macam Pigura foto Javier.


Rachel tersenyum melihat Foto papanya saat masih kecil, di dalam foto itu, papanya duduk di atas patahan pohon besar sisa tebangan, wajah Javier tersenyum sambil menatap kamera. ada juga saat papanya berulang tahun, tampak terlihat di atas cake ulang tahun terdapat lilin angka 10. ada juga foto Javier bermain Polo kuda, tampak Javier hendak memukul bola yang terbuat dari kayu.


Ada satu bingkai foto yang terletak di sudut dalam lemari kayu, Rachel mencoba melihatnya.


Mata Rachel membulat sempurna, ketika melihat Foto itu. Foto Almarhum papanya. di dalam foto tampak terlihat Javier duduk di samping motor Harley Davidson.


"Rachel..." Suara Orion mengejutkan Rachel hingga Pigura foto yang di Pegangnya jatuh kelantai.


PRANK...suara pecahan kaca.


Orion segera melangkah cepat ke arah Rachel.


Orion melihat pigura yang jatuh ke lantai.


"Maafkan aku" lirih Rachel.


"Hai...mengapa kau harus minta maaf, itu hanya sebuah pigura, bisa di ganti kembali, apa kaki mu terluka?" Orion melihat ke arah kaki Rachel.


"Ayo duduk di sana" Orion menunjuk sofa yang berwarna Coklat tua. lalu mengandeng tangan Rachel.


"Orion tolong fotonya!" ucap Rachel. sebelum mereka berjalan ke arah Sofa.


"Aku kira kau sedang bersama, dengan Daddymu?"


"Aku melarikan diri, aku Bosan... rasanya aku tak ada bakat menjadi seorang CEO" ucap Orion.


"Otak mu cerdas, usia kita hanya terpaut beberapa bulan, dan kau sudah hampir menyelesaikan S2 mu sedangkan aku S1 Saja belum selesai"


"Aku penasaran, foto apa yang kau lihat, hingga kau tak mendengar panggilan ku" ucap Orion.


"Aku memanggil nama mu sampai tiga kali, sampai kau tak menyadarinya" gerutu Orion.


Rachel hanya menoleh sekilas pada Orion sambil melayangkan senyuman. tak membalas ucapan Orion.


"Terimakasih..." ucap Rachel setelah Orion membantu dirinya duduk di sofa.


Orion menyunggingkan bibirnya melihat Foto sang paman di samping Motor Harley Davidson.


"Kau tahu...motor ini hadiah dari Granddad, pada saat uncle Javier berulang tahun ke 20" Orion memberikan penjelasan pada Rachel.


"Apa Motor ini masih ada?" Rachel jadi penasaran.


"Tentu saja...bahkan dua mobil milik uncle Javier masih tersimpan utuh di garasi" jawab Orion.


"Apa kau mau melihatnya?" ajak Orion.


Rachel mengangguk antusias.


"Kalau begitu ayo kita melihatnya!"

__ADS_1


Singkat cerita.


Rachel sempat terkejut melihat beberapa koleksi mobil milik keluarga Agam. tapi Rachel datang ke Gerasi ini hanya penasaran dengan Motor milik Papanya tidak lebih dari itu.


"Aku ingin melihat motor milik papa" ucap Rachel pada Orion.


"Ikuti aku!" sahut Orion.


Mata Rachel tiba-tiba berkaca-kaca melihat motor Harley Davidson milik Papanya. motor Harley Davidson model fXST. berdiri apik di dalam Gerasi Keluarga Agam.


'Hai...ada apa? kenapa tubuh mu gemetar?" Orion terkejut melihat Rachel terisak menahan tangisnya.


"Kenapa kau menangis?" Orion mendekap tubuh Rachel "Apa perut mu sakit?" tanya Orion.


Rachel hanya menggelengkan kepalanya. Air matanya Jatuh tak terbendung.


Orion menjauhkan tubuhnya, lalu melihat ke arah wajah Rachel " Apa yang membuat mu sedih...apa kau rindu dengan Anthony, Hot Daddy mu itu" goda Orion. sambil menghapus air mata Rachel.


Rachel memicingkan matanya, menatap lekat ke arah sepupunya. wajah Rachel tiba-tiba berubah kini dia sedang mengulum bibirnya menahan tawa. setelah mencerna ucapan Orion.


"Tertawa saja! tidak usah di tahan... karena aku berbicara jujur! hot Daddy mu itu ternyata memiliki bibit unggul...dia mampu membuat tiga bayi, ckck... Uncle Anson saja kalah dengannya" Orion semakin menggoda Rachel.


"Kalau itu, aku setuju dengan mu...sampai membuat produk langsung tiga" sahut Rachel. tersenyum lebar pada Orion.


"Untungnya Anthony memiliki wajah, Baby face, jadi dia tak terlihat terlalu tua, masih pantaslah berjalan berdampingan dengan mu"


Rachel hanya tersenyum kecil, Rachel tak menyangka pikiran sepupunya sampai sejauh itu.


"Orion, aku ingin naik motor Papaku!"


" Kuncinya mana?" pinta Rachel menengadahkan tangannya.


"Kunci motor? kau ingin mengendarainya" Tanya Orion.


Rachel mengangguk antusias.


"Nonono...biar aku yang bawa, motor itu!" Orion pergi ke arah lemari kunci yang tergantung di dinding.


"Pakai ini!" Orion memberikan helm pada Rachel.


Setelah keluar Dari Gerasi mobil.


Rachel merasa gelisah dengan cara Orion mengendarai motor.


"Mengapa motor ini jalannya pelan sekali?" keluh Rachel, lalu menggeser tubuhnya ke sebelah kanan dan melihat ke arah speedometer Motor.


Rachel mengangkat tubuhnya sedikit karena Speedometer kurang terlihat.


"Di bawah dua puluh? Orion apa aku tak salah lihat?"


"Yah...kau benar hanya sampai 18 lebih dari itu, bisa-bisa aku di mutilasi Hot Daddy mu" sahut Orion.


Rachel hanya mendengus kasar. mendengar ucapan Orion.


"Jangan cemberut! Aku hanya tak ingin terjadi sesuatu pada dirimu dan calon bayimu" jujur Orion.

__ADS_1


"Orion, mari kita mengabadikan momen ini!" ajak Rachel.


"Boleh...aku setuju"


"Lucas..." Orion memanggil tukang kebun Mansion yang sedang sibuk mengurus tanaman.


"Ada apa tuan muda?" tanya Lucas.


"Tolong foto kami berdua!" ucap Rachel memberikan ponselnya pada Lucas.


pose pertama.


Orion dan Rachel tersenyum lebar ketika berpose bersama di atas motor Harley.


Pose ke dua.


Masih tersenyum lebar, tapi pose yang berbeda, Rachel memeluk pinggang menyandarkan pipi kirinya di punggung tubuh Orion.


"Sudah cukup, Lucas! terimakasih" ucap Orion.


Orion melajukan kembali motornya menuju, ke arah luar pagar Mansion. membuat Rachel tersenyum senang.


Akhirnya aku bisa pergi melihat kota London. Rachel.


Tiba-tiba Orion membelokkan motornya ke arah kiri. membuat Rachel mengerutkan keningnya.


"kenapa belok Kiri?" tegur Rachel.


"Kita kembali lagi ke Gerasi" sahut Orion santai.


"ke Gerasi? bukannya kau ingin mengajak ku berkeliling?" tanya Rachel.


"Yah...aku memang mengajak mu berkeliling"


"Berkeliling sekitar halaman Mansion" jawab Orion.


Rachel hanya melongo mendengar ucapan Orion.


"Kalau hanya berkeliling halaman Mansion, mengapa harus memakai Helm" Rachel menahan rasa geramnya pada Orion.


Orion tersenyum kecil melihat wajah Rachel yang memerah menahan rasa kesalnya.


"Agar terlihat seru aja" jawab Orion.


"Hahaha... Rachel kamu kena Prank..." seru Orion, lalu tertawa kembali melihat Rachel memasang wajah cemberut.


"Nggak lucu" ucap Rachel lalu berjalan meninggalkan Orion.


-



TBC.


Terimakasih...

__ADS_1


Typo bertebaran. karena Mimin ngetiknya setengah sadar...maklum Mimin kalau berdekatan sama saudaranya Dacron, mata Mimin langsung setengah Watt.


__ADS_2