SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
-


__ADS_3

Author POV.


Dua Minggu berlalu, Ansel dan Anson beserta keluarganya sudah kembali ke negara mereka masing-masing.


sedangkan ingatan Rachel Belum juga kembali, Rachel masih merasa usianya 18 tahun.


Kadang dirinya risih bila pria yang mengaku suaminya selalu memeluk dirinya dari belakang bila mereka berada di dalam kamar. Ingin rasanya dia menendang Anthony keluar dari kamarnya.


Anthony selalu menceritakan perjalanan kisah mereka berdua yang baru seujung jagung, kadang dirinya menyesal, di waktu awal menikah selalu meninggalkan Rachel sendiri, Rachel hanya di tinggal di apartemen, Di samping hubungan mereka yang baru dan ditambah pekerjaan Anthony yang menumpuk. membuat mereka jarang bersama.


Rachel belum berani bertanya mengapa dia bisa menikah dengan Anthony, ingin bertanya pada sang Tante tapi dia juga sungkan dan hal ini kadang yang membuat dirinya gelisah.


 "Hai... mengapa melamun? " tegur Arora menepuk lembut bahu Rachel.


Rachel tersenyum tipis mendengar pertanyaan Arora.


"Kakak...di mana ponsel ku?" tanya Rachel ingin rasanya ia bertanya dengan Rully mengapa dirinya bisa menikah dengan Anthony. Karena setiap ada masalah pesti dia curhat dengan Rully yang sudah seperti Diari hidupnya.


Arora baru ingat semenjak Rachel di rawat hingga sudah berada di rumah, Arora tak pernah melihat Rachel memegang ponsel.


"Aku ingin menghubungi Rully,semenjak aku sadar Rully tidak pernah datang menemui ku" Ujar Rachel.


Arora menjadi salah tingkah mendengar perkataan adiknya.


"Mungkin Rully lagi sibuk...yah Rully sibuk, kamu lupa toko kue kamukan sedang di renovasi ?!" bohong Arora, padahal cafe Rachel sudah rampung satu Minggu yang lalu.


"Toko di renovasi? sejak kapan?" Rachel menatap lekat Arora.


Arora mendengus kecil.


"Kamu kan lagi amnesia,Dek. jadi tidak ingat kalau enam bulan yang lalu kamu Renovasi toko mu" Arora membelai rambut Rachel, memberi pengertian pada sang adik.


"Yah sudah, sekarang kamu istirahat saja! kalau pulang suami kamu, kan bisa kamu minta ponsel mu di suami kamu,Dek!"


Rachel hanya mengangguk pasrah.


"Ayo... kakak antar ke kamar !" Arora mendorong kursi roda Rachel.


______


"Bagaimana kabarmu Dion?" sapa Anthony, sambil menempelkan bokongnya ke sofa kamar Dion.


"Baik Bos " jawab Dion Singkat sambil tersenyum kecil pada Anthony.


"Aku minta maaf baru bisa menjenguk mu" ucap Anthony pada sang asisten.


"Kami mengerti kok, kaya sama siapa aja..." ucap Stevani menyodorkan cangkir berisi kopi latte pada Anthony.


"Bagaimana keadaan istri mu?" tanya Stevani pada Anthony. Sambil mendudukkan dirinya di bibir tempat tidur Dion.


"Rachel...baik, kandungannya juga baik, tapi Dia Amnesia "jawab Anthony tersenyum kaku.


Dion dan Stevani bergeming mendengar ucapan Anthony Meraka hanya Saling beradu pandang saja.


Anthony menceritakan tentang kondisi yang dialami Rachel saat ini pada Stevani dan Dion.


"Istri mu pasti merasa tertekan memiliki suami yang usianya jauhhhh...dari dirinya, biasanya tuh perempuan muda yang usianya seperti istri mu, mengharapkan Pria tampan dan yang masih muda, setidaknya dia tahunlah diatas usia Rachel "Stevani mengulum bibirnya, melirik Anthony yang sudah mulai serba salah mendengar ucapan Stevani


Dion menatap jengah pada Stevani.kakaknya selalu bisa membuat orang menjadi speechless. Dion berharap sang Bos tidak termakan ucapan kakaknya, kalau tidak dia yang akan di jadikan pelampiasan sang Bos,

__ADS_1


"Aku memiliki wajah tampan, tidak kalah dengan pria yang usianya di bawah ku" sahut Anthony dengan bangga.


Stevani tersenyum tipis mendengar ucapan Anthony .


"Kau memang memiliki wajah tampan... tapi usia mu tidak muda lagi, ckckck" cibir Stevani.


"Selalu saja percaya diri "lanjut Stevani. menatap jengah pada Anthony.


Dion mengulum bibirnya mendengar ucapan sang Kakak, jangan sampai Anthony melihat dirinya di tertawa.


"Jangan bawa-bawa umur dong...yang penting muka gw tetap ganteng" Anthony masih perotes ucapan Stevani.


"Tapi itu faktanya... perempuan muda Ingin memiliki pria yang usia muda, tampan dan penyayang, cuma satu yang nyelamattin rumah tangga elu, sih Rachel lagi hamil, kalau tidak hamil...udah di usir mentah-mentah, luh, waktu dia sadar" goda Stevani masih menggoda Anthony.


Anthony mengingat Rachel yang salah tingkah ketika melihat kedatangan Rey, di rumah sakit.


"Gw, bisa ngomong begini ke elu karena, gw juga perempuan dan pernah berada di fase seperti istri elu, Ton" sahut Stevani.


"Iya deh...elu maha benar" ucap Anthony, tidak mau lagi berdebat dengan Stevani.


Stevani malah tertawa mendengar ucapan Anthony.


Ponsel Anthony tiba-tiba berbunyi. terlihat nama Rey di layar ponselnya.


"Kakak, satu jam lagi, Rapat perusahaan dan kakak belum ada di kantor?" ucap Rey, terdengar khawatir.


"Tunda sekitar satu jam! sekarang aku sedang membesuk Dion di rumahnya" Anthony lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Rey melihat ponselnya yang sudah di tutup secara sepihak oleh Anthony " enak amat jadi bos, langsung suruh tunda aja, lah gw di sini dari pagi sibuk menyiapkan semua dokumen untuk rapat, malah langsung di tunda...tahu begitu pulang ke rumah lihat anak sekalian makan siang" Gerutu Rey menatap layar ponselnya.


"Bos...masih cemburu aja sama, sih Rey" Sekarang Dion yang menggoda sang Bos. kapan lagi dirinya bisa menggoda Anthony. apalagi di depan kakaknya. Terserah dia nanti dapat hukuman, kapan lagi dapat momen seperti ini.


"Rey? adik sepupu, elu?" Tanya Stevani.


Dion mulai ketar ketir, dengan tatapan Anthony pada dirinya.


Waduh tuh mata udah kaya jarum aja nusuk-nusuk dada gw, jadi dag dig dug.


Stevani melihat tingkah Anthony pada adiknya.


Bukannya takut dengan tatapan mata yang Anthony berikan pada dirinya,


Dion malah semakin ingin menggoda Bos-nya. biar bagaimanapun dia pasti akan dapat hukuman.


"Rey memang sepupunya Anthony, kak...Dia juga mantannya Bu Bos " sahut Dion nekat.


Stevani hanya melongo mendengar ucapan sang adik.


"Wow... saingan elu ternyata berat juga, Ton-ton. secara Rey juga punya wajah yang ganteng setidaknya bisa bersaing sama elu...dong" Stevani terkekeh, melihat Anthony salah tingkah.


"Elu jangan gangguin Gw! ini juga bocah, ucapin terimakasih kek karena sudah di besuk, malah bongkar rahasia, durjana banget jadi asisten, lagian sih Rey udah punya bini kok" Anthony mulai sewot pada Stevani dan asisten durjanamya.


"Hahaha..." Stevani tertawa lepas mendengar penjelasan adiknya dan sewotnya Anthony


"Puas amat Luh, ngetawain, Gw...dan elu Dion hari Senin harus sudah masuk kembali ke kantor!" Anthony menjadi kesal dengan ucapan kakak beradik ini.


"Udah Sono! kembali ke kantor!" Stevani malah mengusir Anthony.


"Yah...kok elu, malah ngusir,Gw? tamu itu adalah raja, malah di usir " sahut Anthony.

__ADS_1


"Yah Gw harus usir elu, karena gw mau bawa Dion kontrol ke Dokter, kalau elu kelamaan di sini, bisa -bisa tuh dokter tidak ada di rumah sakit, Ton-ton...udah sana pulang luh" balas Stevani.


"Yah udah, kalau gitu, gw balik dulu...Dion! cepat sembuh yah, supaya sih Rey cepat pergi dari Perusahaan " ucap Anthony berlalu pergi ke luar kamar Dion. Masih terdengar tawa Dion dan Stevani mengiringi kepergiannya.


Waktu berlalu tanpa terasah sudah satu bulan sang istri belum kembali mengingat dirinya, Dion sang asisten sudah mulai bekerja kembali, jadi Anthony tidak terlalu berlama-lama di kantor karena ada Dion yang menjadi asisten pribadi dan Rey sebagai sekertarisnya. Jadi dia bisa menjadi suami siaga mengingat kandungan sang istri sudah 35 Minggu.


Bram sedang menikmati kopi manis buatan sang istri di teras samping rumahnya bersama Diana. Sedangkan Arora dan Rachel sedang berada di ruang keluarga. Arora sedang menonton film bergenre Action Romance. Sedangkan Rachel malah tertidur di kursi goyang Milik Bram. Di tanhan kanannya memegang sebuah buku novel.


Tampak terlihat di layar kaca, sang jagoan sedang berlari sambil menggandeng sang kekasih, mereka sedang di kejar penjahat.


Doorr


Doorr


Suara tembakan terdengar keluar dari arah telivisi. sangat keras.


Mata Rachel terbuka seketika, tatapan matanya tertuju ke arah telivisi, Di mata Rachel bukan film Action yang di lihatnya, melainkan kejadian waktu di rumah orang tuanya.


"Ara itu suara tvnya bisa di kecilkan sedikit, mama sampai kaget dengar suara tembakan, mama kira itu di luar rumah" tegur Diana di depan pintu samping.


"Sorry mam, habis seru filmnya, tidak asik kalo tidak terlalu di dengar" sahut Ara pada Sang mama.


Mata Diana tiba-tiba, menuju ke arah kursi goyang suaminya, "Anthony" teriak Diana memanggil Anthony, terlihat wajah Rachel berlinang air mata, pandangan mata Rachel terlihat kosong.


Anthony yang sedang mengecek pekerjaannya di kamar langsung berlari cepat keluar dari kamarnya. Terlihat Diana, Barm dan Arora sudah berada di dekat sang istri.


"Sayang hai... flower" panggil Anthony sambil mengusap lembut punggung tangan istrinya.


Rachel perlahan-lahan menatap lembut wajah suaminya, Anthony tersenyum hangat menatap sang istri " Bee... Rully" Rachel langsung memeluk suaminya, Anthony menghela nafasnya, perasaannya sangat lega, ingatan istrinya telah kembal.


"Aowww..."seru Rachel memegang perutnya, bayi di dalam kandungannya bergerak sangat aktif.


Anthony mengelus perut istrinya.


Rachel merasa sakit lagi di perutnya.


"Kamu jorok dek, masa pipis di kursinya papa" ucap Arora.


"Aku nggak pipis kok" sahut Rachel.


Wajah Diana panik seketika" itu bukan kencing, tapi tanda-tanda mau melahirkan" racau Diana "Anthony cepat hubungi dokter yang menangani Rachel, ayo cepat bawa Rachel kerumah sakit!" seru Diana.


Bram, Anthony, Arora menjadi panik seketika.


" aku ambil dompet dulu di kamar" Anthony pergi ke arah kamar.


Bram segera keluar segera menyiapkan Mobil.


"Ara...tolong kamu Ambilkan selimut, sama koper Yang ada di bawah tangga, itu perlengkapan Rachel dan bayinya untuk di bawa ke rumah sakit" ucap Diana.


"Kamu jangan panik yah... serahkan semuanya sama tuhan, kamu harus tetap tenang sampai ketiga jagoan kamu keluar, oke sayang!?" Diana mengelus kedua pipi Rachel.


Rachel hanya mengangguk pasrah mendengar ucapan Tantenya.


"Ayo sayang kita kerumah sakit! Pasti kamu tidak sabar ingin melihat bayi kita" Anthony langsung menggendong istrinya.


And


Bukan curhat, hanya sekilas info.

__ADS_1


Sampai di sini dulu cerita aku yah Guys, aku kasih tamat dulu karena ponsel ku rusak yah teman-teman, ini saja aku pakai ponsel temanku.


honor penulis novel tidak banyak, jadi aku harus nabung dulu buat beli ponsel Baru 😔 Nanti kan saja lanjut cerita ini di part ke dua. tetap di Novel toon dengan judul yang berbeda.


__ADS_2