SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
VC


__ADS_3

Setelah membersihkan seluruh tubuhnya, Rachel hendak melakukan kegiatan seperti biasanya bila di Apartemen.


Sedangkan Anthony, sudah kembali lagi ke kantornya, Dion menghubungi dirinya, dan mengatakan bila,Tuan Arnold ingin bertemu dirinya dan ingin menanyakan langsung kepada Anthony tentang pemutusan kontrak kerja sama yang tiba-tiba pada perusahaannya di tambah lagi dengan penarikan saham Atas nama Rachel .


Setibanya di kantor.


"Tuan Anthony, Mengapa anda memutuskan secara sepihak, kontrak kerja sama kita?" tanya Arnold ketika duduk berhadapan dengan Anthony.


"Coba anda tanyakan pada Putri anda, apa yang telah dia perbuat pada istri saya! sampai saya memutuskan kontrak kerjasama kita" ucap Anthony, memasang wajah datar.


"Sejak Dulu putri anda selalu datang mencari perhatian kepada saya... kadang membuat saya merasa jengah...tapi saya masih menahan diri, karena saya masih memandang diri anda, sebagai Rekan kerja saya. tidak lebih dari itu!"


"Tapi sekarang Putri. anda sudah kelewat batas... dengan seenaknya saja menyiram wajah istri saya dan menghina istri saya!" Anthony memandang tajam wajah Arnold.


"Tuan Anthony, Maafkan kesalahan Putri saya, yang telah menghina istri anda, tapi tolong! jangan anda putuskan kontrak kerja sama kita! dan tolong anda batalkan penarikkan saham milik istri anda di Perusahaan milikku! Kalau ini terjadi Bagaimana dengan nasib para karyawan saya? Tolong anda pikirkan...Nasib para karyawan saya" Ucap Arnold sambil mengatupkan kedua tangannya memohon pada Anthony.


Ucapan Tuan Arnold memang ada benarnya juga, nasib para karyawan dan buruh juga harus di pikirkan, walaupun ada keuntungan buat perusahaan Tuan Arnold.


"Tuan Arnold, Saya mau Putri anda meminta maaf langsung kepada istri saya!...jika sampai besok Putri anda belum meminta maaf pada istri Saya! jangan harap saya mau bekerjasama kembali dengan anda...saya akan memutuskan kontrak kerja sama dan menarik saham milik istri ku, pada perusahaan anda!" ancam Anthony.


Arnold menghela napas lega, karena Anthony Masih mau bekerjasama dengan Perusahaannya.


"Terimakasih Tuan Anthony... Terimakasih..." Arnold menjabat tangan Anthony.


"Saya pegang ucapan anda...Tuan Arnold" ucap Anthony.


****


Suara Ponsel Rachel berbunyi, Untuk panggilan VC.


" Mommy...Mommy kangen yah sama aku? sampai menelfon Rachel" Sekarang Rachel, tidak canggung lagi berbicara dengan Sidney.


" Iya...Mommy kangen banget sama kamu, Oma juga kangen sama kamu...tuh" Sidney mengalihkan kamera ponselnya ke arah Magdalena, yang sedang mengupas buah mangga.


Magdalena melambaikan tangannya lalu memberi Kiss bay pada Rachel.


Rachel tertawa kecil melihat tingkah Magdalena "Oma...apa kabar...aku kangen sama Oma" ucap Rachel.

__ADS_1


Sidney mengalihkan lagi kamera ponselnya ke arah wajahnya.


" Rachel...tiga hari lagi Tuan Pemaksamu ulang tahun, apa kau punya Rencana untuk memberikan sebuah kejutan untuknya, sayang? Tanya Sidney.


"Aku belum punya ide, Mom" Rachel memasang wajah sedih.


Sidney tersenyum melihat wajah menantunya.


"Bagaimana kalau kita merayakan acara ulangtahun Buat Anthony di Villa Oma saja?" Sidney Memberi usulan.


Rachel berpikir sejenak, sambil mengetuk bibir nya sendiri dengan telunjuk jarinya.tiba-tiba, Rachel. teringat dengan ucapan Oliver yang ingin berziarah ke makam Papanya bersama sepupunya yang lain.


"Bagaimana kalau acara ulangtahun, Tuan Pemaksa ku...kita rayakan di Rumah Orang tua Rachel, Mom?" usul Rachel.


"Di perkebunan?" seru Sidney, memasang wajah gembira lalu menengok ke arah mertuanya.


"Mommy, setuju?" Rachel tersenyum manis.


"Tentu... Mommy akan mendukung ide mu sayang... Mommy mau tanya dulu sama Oma" Sidney menengok ke arah mertuanya.


Magdalena mengacungkan kedua jempol jari tangannya " Mommy sih oke" ucap Magdalena.


"Oma...juga setuju, katanya" Ucap Sidney pada Rachel.


Rachel dan Sidney masih asik melakukan VC, dan memikirkan rencana ulang tahun buat Anthony.


****


"Kakak... Bukankah kakak memiliki sebuah Mansion di sini" Tanya Orion.


"Aku memang mempunyai Mansion di Jakarta, tapi jaraknya agak jauh" Jawab Oliver


"Kenapa kita tidak tinggal di sana saja? aku bosan di sini" keluh Orion.


"Pasti dirimu serasa di kurung?" tebak Justin.


Orion mengangguk kepalanya lemah, lalu membuang tubuhnya di atas tempat tidur.

__ADS_1


Oliver hanya memandang jengah pada adiknya.


"Kakak..." Panggil Dustin.


"Ada apa?" tanya Oliver, Mata Oliver sedang mengarah ke ponselnya, membaca beberapa Email yang masuk ke dalam akun pribadinya.


"Bagaimana kakak, bisa mengenal tuan Anthony?" tanya Dustin penasaran, karna selama di cafe Dustin melihat Anthony dan Oliver terlibat pembicaraan serius.


"kami Rekan bisnis" jawab Oliver singkat.


Dustin tidak berbicara lagi, karena suara telfon dari ponselnya menghentikan obrolan mereka.


****


Anthony masuk ke dalam Apartemennya, Senyumnya merekah, ketika melihat istrinya tertidur di sofa panjang.


Anthony pelepas jas kerjanya, lalu menggulung kemejanya sampai sebatas siku legannya.


Perlahan-lahan, Anthony mengusap lembut pucuk kepala istrinya, lalu mengelus pipi Rachel. Anthony mendekat ke wajah istrinya.


Satu kecupan bibir mendarat tepat di bibir istrinya. wanita yang telah membuat hari-hari nya berwarna lagi.


Perlahan kelopak mata Rachel terbuka, karena merasakan kecupan di bibirnya.


Rachel tersenyum melihat wajah suaminya. yang tak jauh dari wajahnya.


"Tidur mu nyenyak sekali, aku tidak tega membangunkan mu, sayang" Ucap Anthony. sambil mengaitkan rambut Rachel ke telinga.


"CK...Tidak tega membangunkan diriku? tapi malah memberikan sebuah kecupan di bibir" decak Rachel menahan senyumnya. sambil menatap wajah tampan suaminya.


Anthony tersenyum lebar mendengar ucapan istrinya "Semakin hari, dirimu semakin cerewet saja" Anthony malah memeluk erat-erat istrinya.


"Bee...aku tidak bernafas..." seru Rachel.


"Mengapa dirimu sangat menggemaskan, Sayang ku" lirih Anthony. bibirnya langsung memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah istrinya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2