
Rachel menatap sosok perempuan muda yang duduk di atas kursi roda.
"Kamu Lisa kan?" tanyanya
Lisa hanya mengerutkan dahinya mendengar ucapan sahabatnya ini.
"Dia terkena Amnesia Lisa" ucap Anthony. menerangkan pada lisa
"Amnesia? kok bisa?" gumam Lisa. memandang wajah Rachel
"Sayang, Lisa ini sahabat kamu" Anthony memberi penjelasan pada istrinya.
"Kamu, aku, Amanda dan Rully..." Lisa menarik nafas ada rasa sesak di dadanya ketika menyebut nama Rully "kita bersahabat, sejak kita masuk kelas semester pertama di kampus" ujar Lisa
Memory Rachel tiba-tiba muncul, bayangan terlintas di saat dirinya berjabat tangan dengan Lisa dan perempuan muda yang tak di kenalnya. berdiri di samping Rully.
"Rully..." Gumam Rachel.
"Kamu tahu Rully di mana? kok dia tidak kesini jenguk aku? apa dia sibuk di toko" tanya Rachel bertubi-tubi.
"Apa dia sibuk di toko?" gumam Rachel.
"Rachel Kamu ingat sama ibu?" tegur Nita ibunya Lisa.
Nita sengaja mengalihkan pikiran Rachel agar tak mengingat tentang Rully.
Rachel tersenyum tipis, sambil menggeleng kepalanya.
"Kamu suka sekali sama nasi kebuli buatan ibu, kalau ibu dapet pesanan nasi kebuli, ibu sengaja buat banyak supaya kalian bisa makan nasi kebuli buatan ibu" ujar Nita. tersenyum lebar.
Rachel tersenyum kikuk mendengar keterangan Nita. dia lupa dengan semua yang di katakan Nita pada dirinya.
"Rachel...hari ini aku pulang ke rumah ku, Dokter sudah mengijinkan Pulang, aku pamit pulang duluan, jaga kesehatan dan calon keponakan ku, oke!" ucap Lusi .
Rachel hanya mengangguk dan tersenyum lirih "Jangan lupa sering hubungi aku" ucap Rachel.
"Sip...kalau luka ku sudah sembuh, aku akan datang ke rumah mu dengan Amanda " ucap Lisa.
Nita mendorong keluar kursi roda.
Dari kamar rawat inap Rachel.
Anthony melirik jam tangannya sambil menghampiri istrinya.
waktu sudah menunjukkan pukul 18.00. suasana di kamar rawat inap istrinya sepi tidak ada orang lain selain dirinya dan sang Istrinya.
Anthony duduk di samping tubuh Rachel. senyumnya merekah ketika mereka berdua saling bertatap muka. membuat jantung Rachel berdetak tak karuan.
"Hanya kita berdua, tidak ada pengganggu, sayang" Anthony melangkah semakin mendekati istrinya.
Terlihat wajah Rachel merona karena malu di goda Pria yang usianya jauh di atas usianya.
__ADS_1
Anthony merangkul bahu sang istri, membuat tubuh Rachel jadi gelisah dapat perlakuan seperti ini.
"Mumpung tidak ada orang aku ingin memeluk dirimu, Flower " lirih Anthony mengecup jemari istrinya.
Rachel meringis mendapat kecupan meskipun di jari tangannya, ingin rasanya dia mendorong tubuh Anthony dari tubuhnya.
"Om... jangan terlalu erat meluknya!" protes Mendapat pelukan dari samping kanannya,
"Kok Om? panggil aku Bee, flower!" Anthony mengecup pipi istrinya.
"Kalau kamu masih panggil aku Om, kamu akan di hukum!" goda Anthony mengeratkan pelukannya kembali.
Rachel malah merasa jengah dengan tingkah suaminya, kalau bukan Tante dan kakak sepupunya yang mengatakan Anthony adalah suaminya, dan Rachel percaya karena dirinya sedang mengandung, mungkin Anthony sudah dia usir dari kamar ini.
Semoga ada orang yang masuk ke dalam kamar ini, Rachel.
"Kamu lihat jam ini!" Anthony menunjukkan jam tangannya.
"Bagus...aku suka lihat modelnya" sahut Rachel tiba-tiba.
Anthony tersenyum tipis mendengar ucapan Rachel.
"Jam tangan ini sangat berarti bagi diriku, hadiah istimewa dari istri ku tercinta saat aku ulang tahun ke..."
"Enggak usah sebut umur" Potong Rachel tak ingin mengetahui usia suaminya, menikah dengan Anthony saja sudah membuat dirinya pusing tujuh keliling. dirinya bukan pencinta pria dewasa. dan entah mengapa dia malah sekarang bisa menikah dengan Om-om.
Anthony malah tertawa kecil mendengar ucapan istrinya.
Harus memiliki kesabaran yang ekstra untuk menghadapi istrinya yang sedang amnesia, karna sifat dan perasaannya bertolak belakang dengan sifat istrinya sebelum amnesia.
"Kok tahu" ceplos Rachel menggigit bibir bawahnya, membuat Anthony ingin sekali melahap bibir yang sudah menjadi candunya itu.
cup...
Rachel terkejut dengan tingkah suaminya yang tiba-tiba mengecup bibirnya.
"Mesum amat..." Rachel memegang bibirnya.
"Aku mesum juga sama kamu saja, sayang. tapi kamu suka kok, kalau aku mesum sama kamu" goda Anthony.
wajah Rachel merona kembali.
"Masa sih? pasti, Om bohong kan?" sahut Rachel.
"Loh kok, om lagi? kamu mau di beri hukuman dari saya?" Anthony memajukan wajahnya .
Rachel langsung menutup bibirnya, tak Ingin bibir Anthony menyentuh kembali bibirnya.
Cup .... Anthony mengecup kening istrinya. menangkup wajah istrinya.
"Jangan ada lagi pria lain di pikiran kamu! Selamanya kamu menjadi milik saya! dan kita berdua sudah berjanji akan saling mencintai, saling mengasihi dan saling menjaga, sampai ajal menjemput kita " mata Anthony masih menatap manik mata istrinya.
__ADS_1
Rachel hanya terpaku mendengar ucapan sang suami.
"Apa kita pernah berjanji seperti itu?"
"Yah, sayang. kita pernah berjanji seperti itu saat kita habis pulang dari pemakaman Opa mu, di London " Jawab Anthony.
"Aku pergi ke London dan bertemu Opah ku?" Rachel mengingat kedatangan beberapa orang pria asing yang mengaku sebagai saudara dan keponakan dari Papanya.
"Kau ingin makan sesuatu?" tanya Anthony
"B-bee...aku ingin makan sate Ayam " pinta Rachel.
"Sate Ayam? Aku pesan kan" Anthony membuka sebuah aplikasi online dan mulai memencet pesanan istrinya.
"50 tusuk sate Ayam!" ucap Rachel.
"Oke " Sahut Anthony tak ingin perotes walaupun dirinya terkejut mendengar Rachel ingin Memakan sate ayam sampai 50 tusuk
Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar. Anthony melangkah ke arah pintu.
"Selamat Malam " sapa Rey.
Anthony mencebik bibirnya, ketika melihat Sosok Rey berdiri di depan pintu.
Rey hanya terkekeh melihat sikap kakak sepupunya, menarik jauh dirinya menjauh dari depan kamar rawat Rachel.
Mereka akhirnya duduk di kursi panjang yang berada di sekitar rumah sakit.
"Kamu kenapa datang kesini? seharusnya kamu pulang ke rumah urus istri kamu!" ucap Anthony tanpa jeda.
Rey sangat tahu sifat Anthony yang terlalu posesif pada pasangannya, apa lagi Rey sudah jujur Pada Anthony pernah berpacaran dengan Rachel.
"Bagaimana aku pulang kalau aku harus minta tanda tangan mu, kakak ada beberapa berkas yang harus ditandatangani " jawab Rey.
"Ck, ku bisa menghubungi ku sebelum kau kemari " decak Anthony.
Rey menyodorkan beberapa dokumen pada Anthony.
"Aku sudah mencoba menghubungi beberapa kali " jawab Rey.
Rey hanya memperhatikan Anthony yang sedang sibuk menandatangani Beberapa dokumen yang Rey sodorkan.
"Besok pagi kamu tidak usah datang ke sini, langsung ke kantor jaga kantor selama aku merawat istri ku!" ucap Anthony.
"Tidak bisa begitu, kakak. aku ini masih belajar, masih amatir "
"Aku akan memantau perusahaan dari rumah, tidak mungkin aku langsung menyerahkan seratus persen masalah kantor kepada mu" sahut Anthony.
Rey hanya tersenyum lebar mendengar ucapan Anthony.
"Cepat pulang sana! Silviana pasti sedang menunggu mu!" usir Anthony.
__ADS_1
Rey malah tertawa di usir Kakak sepupunya.
TBC