
Justin terkejut mendengar suara kembarnya, yang tiba-tiba muncul tak di duga.
Semua orang yang ada di sana juga, berpaling ke arah Dustin.
Justin segera menarik saudara kembarnya untuk duduk di sampingnya.
"Mengapa kau tiba-tiba berteriak seperti itu? menjadi pusat perhatian saja!" decak Justin, pada kembarannya. tapi Dustin malah bangun dari tempat duduknya, lalu berjalan mendekati Oliver.
"Kakak... mengapa wajah mu seperti itu? bisa kau jelaskan kepada ku! mengapa wajah mu menjadi sedih?" tanya Dustin Penasaran.
"Wow... ternyata Adikmu sangat perhatian sekali kepada mu, Oliver" Ucap Malcom tersenyum lebar.
"Uncle Mal...Aku tak menyangka,uncle. ada di Jakarta" Dustin menghampiri Malcom mereka saling berpelukan.
"Sayang...duduklah" Anthony menurun istri duduk di kursi.
Rachel hanya diam dan menuruti ucapan suaminya. Rachel menundukkan kepalanya memperhatikan bajunya yang basah karena ulah Cindy
Perlahan-lahan Anthony menarik nafasnya dalam-dalam, entah mengapa jantungnya menjadi dag,dig,dug tak menentu. lalu berjalan mendekati Oliver.
"Tuan Oliver kita harus menyelesaikan masalah ini!" ucap Anthony menarik tangan Oliver.
Oliver Hanya diam tak berucap apa-apa, Oliver hanya mengikuti ucapan Anthony
"Sayang..." Panggil Anthony pada istrinya.
Rachel mengangkat kepalanya, tatapan matanya melihat ke arah Suaminya dan Oliver yang sudah berdiri di hadapannya.
Rachel mengerutkan dahinya, mengapa suaminya sampai membawa Oliver bersamanya. pikir Rachel.
"Ada apa, Bee?" tanya Rachel.
"Sayang...Tuan Oliver ini... adalah Sepupu mu, anak dari kakaknya, papa mu" ucap Anthony sambil Melihat wajah istrinya.
Dustin, Justin dan Orion tercengang dengan ucapan Anthony.
Mata Rachel memandang wajah Anthony dan Oliver secara bergantian lalu memandang ke arah yang lainnya.
__ADS_1
"Aku tidak percaya..." Rachel memasang wajah Datar.
"Papa ku tak memiliki keluarga, Bee" ucap Rachel ketika mendengar ucapan suaminya.
"Itu Benar, Nak. mereka semua adalah sepupu mu...Anak dari saudara papa mu" Malcom meyakinkan ucapan Anthony.
Rachel tersenyum tipis, Tampak matanya berkaca-kaca mendengar ucapan Anthony dan Malcom.
"Mengapa baru Sekarang kalian mencari Keberadaan Kami? Di saat papa ku telah tiada?" Rachel menarik nafasnya dalam-dalam. senyumnya lirih.
"Selama ini Kami mencari keberadaan uncle Javier...Tapi hasil pencarian kami Nihil" Sela Oliver.
"Jadi dia Adik sepupu kita?" Bisik Justin pada Orion.
"Apa hidup Paman ku sangat susah di sini...hingga putrinya memiliki Sugar Dady" Gumam Justin dalam hatinya.
Rully, Amanda dan Lisa melangkah ke arah Rachel. Setelah memberi pelajaran pada Cindy.
"Gw, masih sakit hati..."
"Kenapa juga tuh,Satpam. sampai datang di saat tangan gua hampir menyerang wajahnya... tinggal 5 cm jari tangan, gw. mendekati mukanya" Racau Amanda.
Lisa dan Rully hanya memutar bola matanya karena merasa jengah mendengar ocehan Amanda.
Langkah kaki mereka terhenti, ketika melihat beberapa Pria berada dekat Rachel.
"Wah... Suaminya si Rachel udah Dateng" ucap Rully.
"Ehh... Rachel kayanya Nangis?Coba tuh liat mukanya!" Sahut Lisa.
Rully menatap tajam wajah Rachel memastikan ucapan Lisa. dan ternyata memang Rachel sedang menangis tanpa suara. Rully melihat air mata sahabatnya keluar dari sudut mata kanan Rachel, karena Rully berdiri di sekitar jarak dua meter samping kanan.
"Iya... Rachel menangis " ucap Rully lalu melangkah ke arah sahabatnya di ikuti Lisa dan Amanda.
"Rachel..." Panggil Rully.
Rachel menengok ke Samping kanan. Hidung Rachel merah dan matanya sembab.
__ADS_1
"Elu, kenapa Chel?" Tanya Rully penasaran. langsung Duduk di samping Rachel.
Rachel menggeleng lemah kepalanya.
memaksa tersenyum pada sahabatnya.
" Jangan-jangan... Rachel Nangis gara-gara, nih" Amanda menunjuk ke Arah Oliver dan saudaranya"
"Bule Tumaritis" ucap Amanda sekenanya.
Oliver dan yang lainnya memasang wajah heran dengan ucapan Amanda.
"Hahahaha..." Daniel langsung tertawa mendengar ucapan Amanda Dirinya langsung teringat ,ketika SMP sering membaca komik Petruk bersama teman sekolahnya.
Rachel mengulum bibirnya menahan tawa. karna ucapan Amanda.
Rully menepuk jidatnya,
Sedangkan Lisa menjadi emosi mendengar ucapan sahabatnya yang satu ini, lalu membalikkan badannya ke arah Amanda.
Pletakk...Lisa menyentil keras Dahi Amada.
"Jidat ini, Sa... bukan gundu, sakit tau" Amanda mengelus keningnya.
"Kebanyakan Baca Komik si Petruk,lue...Mana ada Bule dari Tumaritis Manda...Perlu di Ruqiah nih Anak" Oceh Lisa, tangannya menahan rasa geramnya.
"Yee...Dia yang Sensi... kebanyakan PMS, Luh... bawaannya emosian terus" Sahut Amanda .
Daniel memegang Perutnya karena kebanyakan ketawa, saat mendengar perdebatan Antara Dua cewek yang berada di depannya.
TBC
******
Terimakasih...telah membaca karya Mimin.
Jangan lupa like dan Komentarnya...
__ADS_1