
Sejak dari villanya Arga hubungan mereka berdua menjadi dekat. Walaupun Anthony berada di luar negeri, Anthony selalu menghubungi istrinya, menanyakan hal-hal yang kadang tidak perlu di tanyakan hingga membuat Rachel terkadang tertawa sendiri melihat sikap suaminya. Begitu juga dengan Rachel selalu mengirim pesan agar suaminya tidak Terlalu capek dan tidak lupa untuk makan tepat waktu.
Hari ini Rachel sengaja menginap di rumah Tantenya, Rachel pulang bersama omnya. setelah selesai makan malam, Rachel beranjak pergi ke kamarnya.
Langkah kaki Rachel terhenti ketika dirinya berdiri tepat di depan pintu kamar milik Arora.
Perlahan -lahan, di buka pintu kamar Arora.Kamar Arora sengaja di jaga kebersihannya. Diana dan Bram selalu berharap Arora akan kembali pulang dan berkumpul bersama mereka kembali.
Rachel menatap beberapa Foto yang terbingkai rapi tertata di dinding kamar Arora, Foto kenangan mereka bersama, ada juga Foto Arora sedang merangkul pundak tantenya dari belakang. Rachel tersenyum lirih melihatnya, "Pulanglah kak, Kami semua sangat merindukan mu"Air mata Rachel tiba-tiba mengalir dari sudut matanya.
pagi harinya.
"Selamat pagi " Sapa Rachel pada Om dan Tantenya.
"Selamat pagi Rachel "Sahut Diana.
"Rachel, om memberikan kelonggaran untuk dirimu, kamu bisa datang ke kantor cukup dua kali saja dalam seminggu "ucap Bram.
"Aku jadi tidak enak nantinya sama anak magang yang lainnya, Om"ucap Rachel, sambil mengoleskan selai kacang di roti tawar.
__ADS_1
"Om Kasih kamu kelonggaran, karena kamu juga harus mengurus beberapa usaha orang tua mu, sudah tiga bulan kamu tidak pergi ke perkebunan...apalagi Merry besok sudah mengundurkan diri dari toko Kue, pasti kau sibuk sekali, Tidak terbuka toko kue, kalau tidak ada yang membuat kue andalan toko kamu. hanya dirimu yang bisa menggantikan Merry"ujar Bram panjang lebar memberikan pengertian pada kemenakkan istrinya yang sudah dia anggap seperti putrinya sendiri .
Diana tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. sepuluh menit kemudian Diana membawa beberapa Dokumen, lalu mendekat kembali ke arah meja makan.
"Semua ini Milikmu, sayang..."ucap Diana Menyorongkan beberapa Dokumen ke hadapan Rachel.
"Apa ini tante? banyak sekali Dokumennya?"tanya Rachel, matanya menatap heran kearah Dokumen lalu berbalik arah menatap wajah Diana dan Bram.
"Sebelum papa dan mama mu pergi ke Surabaya, Dia menitipkan dirimu dan beberapa barang berharga miliknya, mungkin papamu sudah mempunyai firasat buruk tentang dirinya dan mamamu. Dari gelang yang dia katakan untuk di berikan padamu saat usiamu 17 tahun, Rumah, perkebunan, Ruko dan Toko Kue, yang sudah di balik nama atas Dirimu, sebelum musibah itu terjadi, bahkan Dokumen ini juga sudah di ganti namanya menjadi namamu," Diana menarik nafasnya"papa mu berpesan Dokumen ini diserahkan pada mu saat dirimu Sudah menikah...ambil lah nak, semua ini milikmu!"ucap Diana.
Tangan Rachel bergetar ketika menerima semua Dokumen yang Diana Berikan.air matanya jatuh membasahi pipinya, Dirinya tak menyangka papanya sudah menyiapkan semuanya untuk dirinya.
"Rachel di dalam ada sebuah buku Rekening Bank, Papamu sengaja menanam Saham di beberapa perusahaan, setiap bulanya, uang dari hasil laba perusahaan masuk semua ke dalam buku rekening ini"ucap Diana.
"Kenapa bukan Om dan Tante saja yang menyimpannya kembali untuk ku? "tanya Rachel.
"Sudah cukup bagi kami menyimpan Dokumen itu, dan sekarang kau harus menyimpan sendiri Dokumen itu!"ucap Bram
"Iya, Om"ucap Rachel. mengalah.
__ADS_1
Setelah berpamitan pada Om dan Tantenya, Entah mengapa tiba-tiba dia berpikir untuk menitipkan Dokumen ini kepada mertuanya. Rachel langsung pergi menunju ke perusahaan Ambhisius.
Di sana asisten Pribadi Maikel sudah menunggu Rachel di lobby perusahaan. untuk membawa Rachel ke lantai 15 ruang kerja Maikel yang menjabat sebagai Komisaris Utama.
"Selamat siang papa..." Sapa Rachel masuk ke dalam Ruangan Maikel.
"Rachel, duduk lah nak!" Ucap Maikel.
"Apa kedatangan ku mengganggu pekerjaan papa?"Tanya Rachel ragu.
"Tidak... sama sekali tidak mengganggu, hari ini pekerjaan papa tidak terlalu banyak " jawab Maikel.
"Aku mau minta tolong sama Papa, bisakah Papa menyimpan Dokumen ini untuk ku?! "Rachel memberikan Dokumen berharganya pada Maikel.
Maikel terkejut melihat Dokumen yang di bawa Rachel, Beberapa surat berharga itu antara Lain, beberapa Surat kepemilikan Saham di beberapa perusahaan besar, Sebuah Pulau kecil di kepulauan seribu, dan beberapa Tanah yang luasnya masing-masing seluas 3 hektar dan itu semua berada di tempat yang strategis. yang berada di beberapa Kota besar di indonesia.
"Kenapa Kamu mempercayai papa untuk menyimpannya? "Tanya Maikel.menatap wajah Rachel penuh selidik
"Siapa lagi yang bisa aku percayai kalau bukan keluarga ku sendiri. sekarang Papa adalah pengganti Almarhum Papaku yang telah Tiada, Aku ini menantu papa, otomatis aku sudah menjadi putri Papa, jadi tolonglah putrimu ini..." Rachel tersenyum lebar pada Maikel.
__ADS_1
"Kau putri kecilku yang nakal, yang suka mengganggu perasaan putraku" ucap Maikel membalas senyuman Rachel.
"Tahukah kau Javiar putrimu sekarang tumbuh menjadi Wanita yang memiliki wajah yang Cantik, Wajahnya mirip sekali dengan wajah Ibu mu, wanita yang selalu kau hormati dan selalu kau sayangi, aku bahagia dia mau menjadi menantu di keluarga kami "Gumam Maikel masih menatap wajah Rachel.