
Perlahan-lahan, Oliver. membuka matanya, memandang langit-langit kamar rumah sakit.Oliver mengumpulkan kesadarannya.matanya perlahan-lahan mengitari seisi ruangan kamar perawatan. tampak seorang wanita memakai baju perawat melangkah ke arahnya.
" Anda sudah sadar Tuan" ucap seorang perawat wanita yang menghampiri Oliver.
Oliver mengingat kejadian semalam. mobilnya yang mengalami rem blong.
sepertinya mobilnya ada yang sabotase. pikir Oliver.
"Siapa yang membawa ku kesini?" tanya Oliver menatap wajah perawat
Perawat,menceritakan kronologi kejadian semalam ketika Oliver di bawa masuk ke dalam Rumah sakit.
" Bisakah anda menghubungi gadis itu?saya ingin mengucapkan terimakasih kepada dirinya"
"Saya akan coba menghubunginya, sekarang anda beristirahatlah!"perawat menyelimuti Oliver sampai di pinggangnya.
Anthony berjalan menyusuri koridor Rumah Sakit, beberapa mata kaum Hawa menatap takjub pada dirinya, membuat Anthony merasa jengah di perhatikan seperti ingin memangsa dirinya.
" Bagaimana keadaan nya, suster?" tanya Dion .
"Pasien sempat sadarkan Diri, kondisinya masih lemah " ujar Perawat.
" Mata Anthony memandang wajah Oliver sampai ke ujung kakinya, tampak beberapa luka lebam terlihat di lengan dan wajahnya, dan beberapa luka bekas serpihan kaca yang menancap di wajahnya.
" Biarkan dia istirahat! dan kau Dion, tetap di sini menemani Tuan Oliver"
"Siap,Bos..." ucap Dion. memberi hormat.menggoda Anthony.
Anthony memutar biji matanya melihat tingkah Dion. berlalu pergi dari ruang inap pasien.
*****
" Tolong kamu kasih turun semua barang yang ada di bagasi mobil!" Rachel menyerahkan kunci mobilnya, "Jangan sampai ada yang tertinggal!" ucapnya Lagi.
Rachel duduk di belakang mesin kasir, sambil mengamati Manto. membawa barang-barang kebutuhan Toko kue, dari mobil Rachel.
" Selamat datang...di Toko kami..." ucap Rachel ketika melihat pintu toko terbuka.
Seorang wanita paruh baya tersenyum pada Rachel lalu menghampiri Rachel.
" Selamat Sore nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Rachel.
" Nona, saya ingin memesan beberapa kue dari Toko ini" ucapnya pada Rachel.
"Kalau boleh saya tahu, untuk Acara Apa?" tanya Rachel.
__ADS_1
"Acara pernikahan" jawab wanita itu.
Rachel mempersilahkan wanita cantik itu duduk di kursi, lalu Rachel pergi memanggil Rully, Karena Rully khusus Bagian terima Orderan di luar Toko.
Ponsel Rachel berbunyi, pihak rumah sakit mengabarkan pasien yang dia bawa semalam sudah sadar dan ingin bertemu dengan dirinya.
" Non..." tegur Manto.
Rachel menoleh kearah Manto.
" Semuanya sudah beres, ini kuncinya" Manto menyerahkan kunci Mobil.
" Terimakasih..." Ucap Rachel menerima kunci dari Manto.
Rully datang menghampiri Rachel. yang sedang memberikan Tutorial pada Sisil cara membuat Tart susu.
"Sebelum di masukkan ke dalam oven,kamu harus di tusuk-tusuk pakai garpu kulitnya, agar tidak naik adonannya ketika di panggang..." Rachel menusuk adonan pakai garpu.
Sisil hanya mengangguk sambil memperhatikan gerakan Rachel.
"Ada mau gua omongin!' ucap Rully.
"Masalah serius?"
"Iya, serius..."Rully berjalan keluar dari dapur. menuju ruangan Rachel.
"Nyonya yang tadi bertemu sama gua, mau memesan 5 Macam Kue yang tersedia di toko ini..." Rully memandang Wajah Rachel yang masih menatap ke arahnya.
" Masing-masing Kue dia memesan 300 kue..." Rully
"Berarti sekitar 1500 kue?,kapan diantaranya? tanya Rachel.
"Besok pagi...jam 9 Sudah harus ada di Hotel Paradise..."
"APA..." Seru Rachel menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Rully.
" Elu, mau suruh semua karyawan lembur?"
"Iya... mereka udah biasa kok, kadang mereka nginep disini" ujar Rully.
"Oke, tidak masalah kalau mereka sudah biasa..."
" Tapi elu juga harus lembur!" ucap Rully.
" Loh,kok gua lembur? kan gua disini bos nya"
__ADS_1
"Masalahnya...nyonya itu pesan kue, yang biasa di buat oleh Tante Merry,itu semua kan resep kue dari elu?" ucap Rully.
" Emangnya pesanan kuenya apa saja?" tanya Rachel.
"Kastill puding,Tiramisu, klappertaart, Cake keju, sama..."Rully menatap Rachel sambil tersenyum.
"senyum... senyum, cepetan!" Rachel jadi penasaran.
"klepon..."ucap Rully
"Klepon? elu yang urus Klepon! "ucap Rachel.
"kok gua? Banyak banget, chel, Satu tempat di isi 5 Klepon, kali 300? bisa aus nih telapak tangan gua" keluh Rully.
"Ya...itu sih Derita elu" sahut Rachel kembali.
"Kejam amat jadi Bos" cibir Rully.
" Biarin...Ayo kita keluar, singsingkan lengan baju" Goda Rachel berlalu pergi dari ruang kerjanya, Melawati Rully .yang sedang memasang wajah cemberut.
****
Rachel mengurungkan niatnya untuk pergi ke Rumah Sakit, tidak lupa mengabarkan Diana kalau hari ini menginap di Toko Kue, karena harus membuat pesanan Customer.
*****
Esok Harinya.
Anthony merenung, memikirkan ucapan Magdalena,
Semalam Magdalena dan Mommynya sudah menceritakan bahwa calon wanita yang akan di nikahkan dengan dirinya kabur dan di gantikan sepupunya.
wanita yang akan menikah dengan dirinya baru berusia 20 tahun, masih muda sekali,pikirnya, Bahkan Omanya sudah menetapkan tanggal pernikahan untuk dirinya.
"kira-kira seperti apa Wajahnya, sehingga Oma langsung tertarik dengan dirinya?" Gumam Anthony.
"DION..." Anthony membuka lebar pintu ruang kantor Dion Asisten pribadinya.
"Uhuks... uhuks...ehgm ...emmm..."Dion tersedak kue yang di makannya.
" Bos...ehgm...emmm" tenggorokannya terasa ada yang mengganjal.
Tanpa Rasa iba, Anthony malah tersenyum lebar, melihat Dion seperti itu.
"Bagaimana dengan kondisi Tuan Oliver?"
__ADS_1
"Keadaan tuan Oliver baik-baik saja Bos... ehgm... Asisten pribadinya tuan Oliver datang kemarin sore dan langsung menjaga dirinya" ujar Dion memberikan berita terkini.