
Anthony terlihat panik melihat istrinya yang tiba-tiba Mual-mual, Tidak seperti biasanya Rachel mengalami hal seperti ini.
Rachel sampai mengeluarkan Air mata, Manahan rasa sakit di kepalanya.
"Tubuh kamu panas, sayang...kamu sabar yah, satu jam lagi pesawat kita mendarat!" Anthony mengelus kepala Rachel, lalu mengecup keningnya.
Di bandara internasional Soekarno-Hatta, Sebuah mobil Ambulance, sudah siap siaga, sebelum mendarat pilot pesawat yang membawa jet pribadi Anthony, meminta pada pihak Bandara menyediakan sebuah mobil Ambulance, karena ada yang sakit. di dalam pesawat.
-
-
Sidney dan Maikel berlari kecil menyelusuri koridor Rumah sakit, menuju ruang IGD.
Terlihat Anthony yang sedang bulak-balik di depan pintu ruang IGD.
Maikel menepuk bahu putranya.
"Duduklah! tenangkan diri mu!" ucap Maikel
"Bagaimana Aku mau tenang...istri dan calon anak-anak ku ada di dalam, sudah satu jam lebih aku menunggu di sini tapi dokter belum keluar memberikan kabar tentang kondisi istriku" Anthony mendengus kasar.
Bos-bos, segitu paniknya...kita disini baru Setengah jam, bukan satu jam, gara-gara panik sampai lupa waktu. Dion.
"Dion... tolong kau urus barang-barangku dan Rachel, yang masih berada di pesawat, dan bawa semuanya ke Mansion utama! ucap Anthony.
"Oke, Bos..."jawab Dion lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
Sidney mengusap punggung putranya, mengurangi rasa tegang Anthony.
"Yang sabar yah..." ucap Sidney.
Anthony tersenyum lalu memeluk Sidney.
Sepuluh menit kemudian.
Bianca Dokter yang menangani Rachel keluar dari Ruang IGD.
Anthony langsung bangkit dari tempat duduknya menghampiri sahabatnya Bianca.
"Bianca, apa yang kau lakukan disini? siapa yang sakit? mengapa kau memakai pakaian seperti ini?" cecar Anthony.
Bianca Hanya menggeleng, mendengar ucapan sahabatnya.
Pletaaak....
"MENGAPA KAU MEMUKUL KEPALA KU?" Seru Anthony terkejut dengan Ulah Bianca.
"Baru melihat istri mu seperti ini, ingatan mu berkurang sedikit, apa kau lupa aku ini seorang Dokter? apa kau lupa kita bersahabat sejak SMP" sahut Bianca.
Sidney dan Maikel hanya tersenyum kecil melihat ulah Bianca. sikap Bianca yang bar-bar Sejak dulu tidak pernah hilang.
"Om...Tante...apa kabar?" Bianca malah Menyalami kedua Orang tua Anthony.
Anthony mendekati seorang perawat yang berdiri di depan pintu tempat Rachel di tangani.
__ADS_1
"Ners, Bagaimana kabar kondisi istri saya?" tanya Anthony.
"Bapak bisa tanyakan langsung pada, Dokter Bianca, karena dia yang memeriksa keadaan, istri Bapak" Jawab Ners.
Anthony menahan geram, mendengar ucapan sang perawat.
Anthony menarik pelan tangan Bianca yang sedang berbicara pada Kedua Orangtuanya.
"Hai... mengapa kau menarik tangan ku" seru Bianca
"Bagaimana keadaannya istri ku? dan Bayinya? kau tahu aku dari tadi sudah gelisah tak karuan menunggu kabar tentang istri ku" ucap Anthony
"Astaga aku lupa" Bianca menepuk jidatnya.
"Jangan bersandiwara, kalau kau sering pikun tidak mungkin dirimu menjadi salah satu, dokter terbaik di Jakarta" sahut Anthony.
Bianca nyengir kuda mendengar ucapan Anthony. tampak terlihat gigi gingsulnya.
"Kau Hebat bisa membuat tiga, aku mau bertanya bagaimana cara mainnya... sampai kau bisa membuat tiga bayi sekaligus?" tanya Bianca, bukan memberi kabar kondisi Rachel malah bertanya hal yang bukan-bukan.
"Nanti akan ku beri tahu cara mainnya, bila perlu aku yang akan jadi tutorialnya...tapi sekarang katakan , kondisi istri ku saat ini" sahut Anthony.
Sidney dan Maikel saling beradu pandang mendengar Obrolan Bianca dan Anthony.
"Rachel, mengalami Kontraksi Braxton Hicks.
atau lebih dikenal Kontraksi Palsu, itu sudah biasa terjadi pada ibu hamil memasuki Trimester kedua kehamilan... sekarang Rachel sedang istirahat dan sebentar lagi akan di pindahkan ke kamar inap" ujar Bianca.
"Bagaimana dengan Bayinya?" tanya Maikel.
"Papa... jangan dengerin ucapannya, otaknya agak sedikit korslet" ucap Anthony.
Bianca melongo mendengar ucapan Anthony.
"Hai...biar aku otak ku agak sedikit Korslet kau harus berterima kasih padaku...kalau bukan karena keteledoran ku..."
Anthony tertawa kecil mengingat kejadian di Villa "Yah...yah...aku berhutang kepada mu" ucap Anthony memotong ucapan Bianca.
" Jaga istri mu, kau berhutang kepada ku" ucap Bianca.
"Aku akan mentraktir mu" janji Anthony.
"Om...Tante, saya pergi dulu. karena ada pasien yang lain yang harus saya priksa" ucap Bianca berlalu pergi.
-
Rachel sudah di bawa oleh perawat ke kamar inap VVIP, atas perintah Bianca.
Sekarang Rachel sedang beristirahat, tampak wajahnya masih terlihat pucat karena beberapa kali memuntahkan cairan Dari dalam mulutnya.
"Dia tertidur pulas, setidaknya dirinya bisa beristirahat malam ini" Anthony mengelus perut buncit istrinya lalu bibirnya maju mencium perut istrinya dari luar baju.
"Rachel terlihat lebih berisi tubuhnya" ucap Sidney memperhatikan wajah menantunya "pipi Rachel terlihat mulai tembem" lanjutnya.
-
__ADS_1
"Jaga Istri mu baik-baik, Papi dan Mommy pulang dulu, kasihan Oma sendiri di Mansion, pasti Oma mu penasaran" ucap Maikel menepuk pundak putranya.
Sidney mengecup kening menantunya yang masih tertidur pulas.
"Mommy pulang dulu, kau juga harus beristirahat! sofa di kamar ini sangat lebar dan besar" ucap Sidney pada putranya.
Anthony mengantar keduanya pergi ke luar pintu kamar inap.
Waktu menunjukkan pukul 24:00, Rachel masih tertidur pulas, Anthony terlihat sedang duduk di lantai, punggungnya bersandar di bawah Hospital bed, kakinya di biarkan memanjang sambil memangku Laptopnya.
Tiba-tiba terdengar suara lengkuh Rachel, membuat Anthony segera bangun dari lantai, berdiri mendekati istrinya.
"Sayang..."
Anthony melihat mata Istrinya mulai bergerak, perlahan- lahan Rachel membuka kelopak matanya.
"Hai... flower...apa kepala mu masih sakit?" Tanya Anthony dengan suara lirih mengelus lembut pipi istrinya.
Namun tak ada Jawaban dari istrinya.
Rachel menatap langit-langit kamar inap rumah sakit, Cat berwarna putih bersih yang di lihat matanya. Rachel beralih melihat wajah suaminya.
Anthony tersenyum pada istrinya, Anthony lalu duduk disebuah bangku yang terletak tepat di samping Hospital bed
Anthony mengecup punggung tangan istrinya.
"Mereka baik-baik saja, kau jangan khawatir, kau tahu aku sempat kalut saat dirimu mulai tak sadarkan diri di Ambulance" ucap Anthony. mengelus perut Rachel.
Rachel tersenyum tipis mendengar ucapan Suaminya.
"Bee...aku haus, tapi kepalaku masih terasa berat dan mata ini juga terasa berat" mata Rachel kedap-kedip melawan rasa kantuknya.
"Sebentar aku ambilkan air minum" Anthony segera mengisi air mineral di dalam gelas. lalu menaruh pipet di gelas Rachel.
"Minumlah, sayang! l"
Dalam sekejap minuman itu tandas tak tersisa di minum Rachel.
"Se haus itukah dirimu sayang? sampai Air satu gelas Langsung habis tak tersisa" goda Anthony.
"Tenggorokan ku terasa kering" jawab Rachel.
"Apa Kau ingin makan, sesuatu?" tanya Anthony, mengingat istrinya tidak makan di pesawat. hanya minum susu hamil.
"Aku mau tidur aku mengantuk, hoaam" Rachel menguap lebar.
"kalau begitu tidur lah, beristirahatlah sayang!" Anthony memperbaiki selimut istrinya lalu mengecup sekilas bibir istrinya.
Terimakasih tuhan, di balik musibah ini dia melupakan rasa marahnya pada ku, sampai aku bisa mengecup bibirnya yang manis, sudah lama aku tak merasakan manis bibirnya,
Sudah lama juga Mimin menulis, Mimin pergi malam tahun baru Guys...
Malam tahun baru di kota Makassar, gerimis mengundang( mengundang Gluduk dan Gledek 😗) walaupun gerimis...rasa semangat para Bocil di luar, untuk bakar petasan tak pernah surut... mungkin karena terlanjur di beli kali yah?
Mimin juga heran nih kucing dari tadi kenapa begini model tidur nya? apa takut sama suara petasan?🙄🙄🙄
__ADS_1