SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Ulah Bianca.


__ADS_3

flashback on.


Di dapur.


Bianca masih kesal dengan adik iparnya yang merangkap sahabatnya juga. James tak henti-hentinya meledek, hingga Bianca. merasa geram dengan keusilan James.


" Tunggu pembalasan ku"rutuk Bianca dalam hatinya. lalu pergi meninggalkan para sahabatnya yang masih tertawa mendengar ucapan James.


"Jangan Kaget melihat mereka berdua, sudah seperti Tom and Jerry, bila bertemu" ujar Morena.


Racel hanya tersenyum mendengar ucapannya Morena.


Stevani membawa beberapa ekor ikan bakar kerapu, mendekati Rachel dan Morena.


" Cobalah ini! kalian pasti suka!" Stevani menyodorkan piring berisi ikan dan sambal colo-colo, ke Morena dan Rachel.


Rachel tidak menyukai ikan bakar, menurut nya ikan bakar masih menempel bau amisnya, dia lebih suka makan ikan goreng, tapi untuk menghormati Stevani, apa salahnya mencoba sedikit, agar Stevani tidak kecewa.


Di dapur.


Bianca telah merencanakan sesuatu untuk James.


" Tunggu pembalasan ku, James" Bianca tersenyum menyeringai, sambil mengaduk minuman yang berisi, orange jus.


"Maaf kan Aku Morena" Bianca tersenyum tipis.


Tiba-tiba telfon Bianca berbunyi.


"Hai... sayang" Bianca.


"Apa aku harus menjemput mu, pulang?"Matius.


"*Tidak perlu... aku pulang nanti menumpang di mobilnya James saja"Bianca.


Bianca melangkah ke arah jendela Matanya menatap ke arah taman bunga mawar.sambil berbicara dengan suaminya*.


Setelah dari Toilet, Rachel melihat segalas orange jus, berada di atas meja dapur.


" Untung masih ada satu di sini, lumayan buat menghilangkan rasa amis di mulutku..." ucapnya lagi.


Tanpa menunggu waktu lama Rachel langsung meminumnya sampai tandas.


"OH... TIDAk..." Teriak Bianca, ketika

__ADS_1


melihat minuman yang dia buat untuk Morena. habis di minum Rachel.


Racel menoleh ke arah jam sembilan,memandang bingung pada Bianca. Lalu menyadarinya. ternyata minuman ini, ada pemiliknya.


" Maaf kan aku kak. Aku tidak tahu kalau minuman ini... milik kak Bianca"lirih Rachel, menyesali perbuatannya.


"Bagaimana ini...kok, jadi runyam urusannya" gumam Bianca dalam hatinya.


"Tidak masalah kok, Rachel" ucap Bianca, mencoba berpikir mencari solusi masalahnya.


"Anthony...yah... Anthony...cuma Anthony yang bisa, menolong ku..." ucap Bianca dalam hati,sambil berjalan keluar dari dapur.


" Brother, kau sangat beruntung" ucap David. setelah membaca sebuah email yang masuk di ponselnya.


" Beruntung?" Anthony mengerutkan dahinya.


" Ternyata istrimu..."


ucapan David terpotong karena teriakkan Bianca.


" Anthony... Anthony, cepat sini... ikut aku!" Bianca menarik tangan Anthony menjauhi para sahabat yang lain.


" Hai...kenapa kau menarik tangannya?" teriak James.


Bianca menghiraukan Teriakkan James dan masih tetap menarik tangan Anthony.


Bianca menghentikan langkahnya lalu berbalik badan menghadap ke arah Anthony.


" Rachel... Rachel..." Bianca menggigit ujung jari telunjuknya. karena malu mengakui keteledorannya.


" Ada apa dengan Rachel?" Anthony menatap heran pada sahabatnya yang sedikit ke bar-baran. Anthony sangat tahu, bila tingkahnya seperti ini, pasti Bianca membuat kesalahan.


Bianca mendengus kasar lalu menceritakan semuanya pada Anthony. membuat mulut Anthony melongo mendengar cerita Bianca.


Di dapur Rachel mulai merasa tidak nyaman dengan dirinya, entah mengapa tubuhnya merasakan panas, seperti bergairah.


" Ada apa dengan tubuh ku?" pikir Rachel. obat perangsang mulai bereaksi di tubuh Rachel.


" Rachel..." Anthony mendekati istrinya.


" Mas...aku..."


Anthony segera menggendong istrinya Ala bridal style.

__ADS_1


Entah mengapa Rachel tidak menolaknya, malah mengalungkan tangannya di leher Anthony.


Anthony, Masuk kedalam kamar yang biasa ia tempati kalau menginap dan berkumpul di villa Arga. bersama sahabatnya.


"Panas..." ucap Rachel.


"Aku mau mandi... tubuh ku terasa panas" lirih Rachel.


Anthony menjadi bingung harus bagaimana, saat ini istrinya masih dalam pengaruh obat perangsang.


" Di mana kamar mandinya?" tanya Rachel.


Anthony tersentak dari lamunannya. ketika mendengar suara Rachel.


dia lalu menunjuk ke arah kamar mandi.


10 menit sudah berlalu, istrinya masih berada di dalam kamar mandi. entah apa yang sedang istrinya lakukan saat ini.


" Rachel... Rachel..." teriak Anthony dari luar kamar sambil mengetuk pintu kamar mandi, namun tidak ada Jawaban dari dalam.


Di dalam kamar mandi, Rachel mulai merasa bergairah kembali, karena pengaruh obat perangsang semakin bekerja " kenapa air ini, tidak membuat tubuhku merasa segar malah semakin panas" lirih Rachel.


Anthony merasa khawatir dengan keadaan istrinya yang masih berada di dalam kamar mandi " aku harus masuk ke dalam" ucapnya, lalu memutar kenop pintu kamar mandi ternyata tidak terkunci.


Pupil mata Anthony membesar seketika, ketika melihat tubuh istrinya sedang meliuk-liuk seperti penari striptis di bawah tetesan air shower.


Anthony menelan air Salivanya, dan terasa menyangkut di tenggorokan, biar bagaimanapun dirinya juga Pria normal, apa lagi yang sedang ada di hadapannya istrinya sendiri.


Perlahan-lahan, Anthony mendekati istrinya" Rachel...apa yang kau lakukan?" pura-pura tak tahu masalah.


Rachel langsung memeluk tubuh Anthony" Tolong aku...apa yang terjadi pada diri ku?" lirihnya, tanpa di sadari tangannya meraba dada Anthony yang masih terbalut kemeja kerjanya.


" Ini tidak bisa di biarkan...Bianca... Bianca, aku tidak tahu harus berterima kasih, atau mengutuk dirimu" gumam Anthony dalam hatinya. Anthony menatap tajam wajah istrinya yang saai ini memasang wajah penuh gairah. Anthony, segera menarik tengkuk leher istrinya...******* bibir Rachel dengan penuh gairah.


" Boleh kah malam ini aku meminta hak ku, sebagai suami?" tanya Anthony ketika mereka menjeda ciuman panas mereka.


Rachel mengangguk pasrah mendengar ucapan suaminya, karena ingin cepat menuntaskan hasratnya.


Flashback off


Aku sengaja tidak menulis secara detail tentang Adegan olahraga ranjang mereka, karena aku tidak pandai membuat ilustrasinya...aku mau belajar dulu...😎


Terimakasih... jangan lupa like jempolnya bila kalian suka membaca cerita ku...

__ADS_1


__ADS_2