
Anthony dan Rey melihat ke arah salsa dan yang lainnya, senyuman lebar terlukis di wajahnya saat melihat istrinya berjalan di belakang mereka, sambil membawa sesuatu di kedua tangannya.
Salsa dan yang lainnya berjalan mendekati Teman komunitasnya.
sedangkan Rachel berjalan menuju ke arah suaminya.
"Bee...Rico kemana?" tanya Rachel tak melihat keberadaan Rico.
"Kabur dia, sayang" jawab Anthony menatap kudapan yang di taruh di meja, kudapan dalam Pirex oval berukuran sedang.
"Baunya harum, menggugah selera" ucap Anthony"ini Kudapan...apa namanya?" tanya Anthony.
"Aku tidak tahu apa namanya kue ini, almarhum papa suka membuatnya, Bila papa merindukan mommy nya" Jawab Rachel.
"Kak Rey, sendirian datang ke sini?" tanya Rachel menoleh kearah Rey, sekedar Basa-basi.
"Mama menyuruhku membeli Cake Cheese di toko ini... ternyata ada kakak di sini...jadi ke asikkan ngobrol" jawab Rey.
"Silahkan kalian cicipi kudapan ini! aku pergi bergabung dulu dengan mereka!" ucap Rachel ,setelah memberikan Anthony dan Rey.
Tak lama, Ririn membawa kan Saus sambal, garpu dan pisau potong, ke mejanya Anthony.
"Silahkan...Tuan" Ucap Ririn
"Terimakasih,"ucap Anthony " Apakah Rachel pemilik Toko ini?" tanya Anthony pada Ririn.
"Iya, tuan. Non Chel pemilik Toko kue ini" Jawab Rachel.
"Terimakasih Atas Informasi nya" ucap Anthony " berarti dugaan ku benar" dalam hatinya.
Ririn berlalu pergi ke Arah Dapur.
"Apa kakak, bahagia hidup bersama dengannya?" Tanya Rey tiba-tiba.
"Rachel? Aku bahagia, Rey" Anthony tersenyum kecil, lalu menoleh ke arah Rey "Aku tidak menyangka bisa mendapatkan jodoh yang baik... seperti Rachel" Anthony mengunyah makanannya "Lezat" gumam Anthony mencicipi kudapan yang Rachel buat.
"Apa kau bahagia hidup dengan Silviana, Rey?" Anthony bertanya Balik.
__ADS_1
"Aku...aku bahagia..." Jawab Rey gelagapan.
Anthony tersenyum tipis melihat raut wajah Rey, yang tampak sedih.
"Pertama kali aku berjumpa dengan Rachel, saat mobil ku di cegat olehnya..." Anthony tersenyum kecil mengingat kejadian itu" Hanya orang bodoh yang mau berkorban seperti itu, untuk menyelamatkan nyawa orang lain" Anthony, lalu menceritakan saat dia membawa Oliver ke rumah sakit bersama Rachel.
"Dan aku tak menyangka bertemu dengan dirinya kembali, saat acara pernikahan mu, dan dengan bodoh nya aku memaksa dan meminta dirinya untuk menjadi kekasih palsu ku, di depan Oma dan orang tuaku" Anthony tersenyum, mengingat kejadian itu, sambil menggelengkan kepalanya.
Rey merasakan sesak di dadanya mendengar ucapan Anthony.
"Kakak, aku harus pulang, Silviana mencari ku, aku lupa ingin mengantar dirinya ke rumah orangtuanya" ucap Rey. matanya membaca pesan masuk dari istrinya.
Anthony hanya mengangguk kepalanya saja, mendengar ucapan Rey " Salam buat Om dan Tante, juga istrimu" ucap Anthony.
Rey hanya mengangguk kepalanya.
"Rachel, aku pulang dulu" seru Rey .
Rachel hanya mengangguk kepalanya, sambil melambaikan tangan.
*******
Rachel merenggangkan otot-otot tubuhnya, seluruh tubuhnya terasa ototnya kaku semua.
"Ingin rasanya dia langsung melompat ke atas tempat tidurnya, beristirahat di sana melepaskan lelahnya, namun tubuhnya terasa Lengket semua, dan ingin segera Membersihkan tubuhnya. Rachel langsung masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya.
Sedangkan Anthony masuk ke dalam ruang kerjanya, ada beberapa email yang harus di periksa nya.
Setelah Menuntaskan Rutinitasnya di kamar mandi,Rachel, melangkah ke dapur, melihat isi kulkas, menu makanan apa yang ingin di buatnya. untuk makan malam bersama suaminya.
"Sayang... kamu mau masak?" tanya Anthony melihat istrinya sedang mengeluarkan beberapa bahan mentah untuk di masaknya.
Rachel mengangguk semangat sambil mengunyah buah anggur.
"Tidak usah masak! kita delivery saja, sayang!" Anthony memasukkan semua bahan ke dalam kulkas. Rachel hanya melongo melihat ulah suaminya.
"Kamu bosan dengan masakkan ku, Bee?" Rachel memasang wajah cemberut.
__ADS_1
Anthony tersenyum mendengar ucapan istrinya sambil menggelengkan kepalanya m
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu, sayang!" Anthony menarik lembut tangan istrinya menuntunnya ke arah sofa.
"Duduk lah!" ucap Anthony.
Rachel menatap sendu wajah suaminya, Perasaan tanda tanya menghampiri dirinya.
Anthony tersenyum melihat wajah istrinya, Jari tangannya mulai mengarah ke pipi kanan istrinya.
tatapan mata mereka saling bertemu. Rachel tersenyum kaku, dirinya jadi salah tingkah, di tatap seperti itu oleh suaminya.
"Aku ingin kita saling terbuka, agar ke depannya tidak ada salah paham dan saling mengetahui satu sama lain, Oke?"
"Oke..."Rachel mengangguk pelan kepala nya.
"Perkenalkan Nama saya Anthony Ambisius"
"hi,hi,hi..."Rachel tertawa melihat suaminya yang berdiri lalu memperkenalkan namanya.
"usia saya sekarang 36tahun"
"36 Tahun? wah sudah tua, dong" ucap Rachel.
"Biar tua begini, kamu mulai jatuh cinta kan sama Aku?" Anthony mengedipkan sebelah matanya.
"Iiiiih...ha,ha,ha...kamu saja belum jatuh cinta sama aku, bagaimana aku bisa jatuh cinta sama kamu,Bee" ucap Rachel.
"Ich liebe dich, Rachel" Anthony menatap sendu wajah istrinya.
"Liebe dich so sehr"
Wajah Rachel menjadi merona mendengar ucapan Anthony...
TBC
Terimakasih....
__ADS_1