
"Berita apa? jangan coba kau berbohong pada ku lagi!" wajah Anthony menjadi serius memandang Rico.
"Aku hanya mendengar desas-desus tentang cucu dari Keluarga Agam, anak dari Javier Elias Agam, menurut berita yang beredar, Javier mempunyai seorang anak perempuan, tapi keluarga Agam tidak pernah menampilkan cucu perempuannya,cuma itu yang ku tahu dan ternyata dia itu istrimu,kak"ujar Rico.
Anthony mengepalkan telapak tangannya, mendengar ucapan Rico, dirinya sangat takut kehilangan istrinya.
"Oliver...yah, aku yakin dia yang memberikan kabar berita tentang Rachel, pada keluarganya?" ucap Anthony geram.
"Oliver Arsenio Agam? bagaimana dia bisa tahu tentang Rachel? " tanya Maikel penasaran.
"Papa mengenalnya? " tanya Anthony.
"Papa pernah melihatnya... saat dia masih kecil, waktu itu Javier membawanya...saat menemui Papa, usia Oliver, sama dengan usiamu" ucap Maikel.
"Uncle mengenal, Javier Elias Agam? "
Rico tak percaya, Unclenya bisa mengenal salah satu anak dari keluarga Agam.
"ya... Kami berteman Baik..." jawab Maikel
Anthony lalu menceritakan tentang Rachel yang menolong Oliver.dan kemungkinan Oliver pernah bertemu dengan Rachel.
"Papa, aku tak mau istriku menjadi Target dari para saingan bisnis keluarga mereka" Anthony sangat takut bila sesautu menimpa istrinya.
"Wow...aku tak percaya seorang Rachel bisa meluluhkan hati kakak ku" goda Rico.
"Ricardo Aquila! "Maikel menatap tajam Rico.
Rico mengatubkan bibirnya, dirinya tak bisa berkutik lagi bila Unclenya memanggil Nama Panjangnya.
"Jalan Satu-satunya Kamu harus mengatakan pada istrimu, tentang jati diri yang sebenarnya tentang Papanya" Saran Maikel.
"Apa dia mampu menerima kenyataannya? " Anthony takut istrinya tak percaya dengan ucapannya.
"Kakak...aku dengar, beberapa pengusaha terkenal di sana, mendatangi keluarga Agam dan kabarnya mereka semua ingin melamar kakak ipar" ucap Rico jujur.
"Termasuk dirimu? "Tebak Anthony.
"Sudah aku katakan,aku tidak tertarik menjalin sebuah ikatan suci, jadi aku tidak termasuk dari mereka "terang Rico.masih sibuk melahab roti jhon.
Di dalam mobil.
"Sekarang kita pergi ke butik dulu" Ucap Magdalena.
__ADS_1
"Evan, ke Butik langganan kita! " ucap Sidney, pada supir Pribadinya yang merangkap sebagai Bodyguard, untuk menjaga Sidney Dan Magdalena.
Sonia sang Pemilik Butik. Sudah menunggu ke datangan Sidney dan Magdalena. Karna mereka berdua termasuk langganan VIP Butiknya.
"Selamat Datang nyonya " sapa Sonia tersenyum ramah.
"Sonia...perkenalkan ini cucu menantuku, namanya Rachel Agatha"Ucap Magdalena.
"Nona Rachel, senang berkenalan dengan Anda..." Sapa Sonia.
"Saya juga senang berkenalan dengan anda...Nona Sonia"sahut Rachel. membalas senyuman Sonia.
"Pilih lah baju yang kamu suka, sayang!" Ucap Sidney. ketika berada di depan deretan Dres semata kaki tertata apik di depan mereka.
"Mom... "Rachel merasa berat hati, apa lagi dirinya tidak membawa tas miliknya, yang berisi, kartu Debit dari suaminya dan kartu Debit milik pribadinya dan beberapa uang Cash yang tersimpan di dalam dompet kulit merk Fossil nya.
"Jangan sungkan! pada,Mommy..." Sidney mengelus lembut pipi Rachel.
Rachel tersenyum, dirinya tak menyangka memiliki mertua yang sayang dan perhatian pada dirinya.
"Trimakasih, Mom" lirih Rachel,terharu dengan ucapan mertuanya, Rachel lalu memeluk Sidney.
Magdalena tersenyum ceria, ketika Menyaksikan, Sidney dan Rachel saling berpelukan.
Di rumah Abraham.
Silviana melihat sikap,Rey. yang berubah, sejak kepulangan mereka dari Mansion Ambhisius. Rey hanya diam dan tak banyak bicara, membuat dirinya menerka-nerka, apa yang sudah terjadi pada Rey?.
"Rey...Ayo kita sarapan!"Ajak Silviana.
"Aku masih kenyang, Ana"jawab Rey, masih menatap layar ponselnya, tampak terlihat Rachel dan Rey sedang duduk di sebuah anak tangga yang terletak di Kampus Mereka.
Flashback on.
Rey sedang berdiri di atas ujung tangga kelasnya. matanya tertuju ke bawah, pada beberapa para mahasiswa,yang sedang berlalu-lalang. Rey tertawa kecil, ketika melihat Rachel yang berjalan sambil membaca bukunya, sampai akhirnya kaki Rachel ke pentok sisi anak Tangga.
"Matanya di taruh di mana, Non? "tegur Rey.
"Di Jonggol... "jawab Rachel dengan nada ketus.
Rey tersenyum lebar mendengar nada bicara Rachel, yang sedikit ketus, lalu menuruni tangga mendekati Rachel yang sedang meringis, sambil mengurut tulang keringnya yang bengkak. Rey duduk di atas anak tangga, yang jaraknya selisih dua tangga di atas Rachel.
"Butuh pertolongan?"tanya Rey melihat Rachel masih menunduk mengurut tulang keringnya.
__ADS_1
"Rachel... "panggil Edi.
Rachel mengangkat kepalanya seketika.
"Kak...Edi, kok aku di foto?"
"Tes kamera, chel, Hp baru... " ucap Edi .
"Pamer... "sahu Rachel.
Rey menghampiri Edi "Coba gua liat!,"
Rey tersenyum lebar, melihat dirinya juga ada di foto bersama dengan Rachel "Jangan lupa kirim ke gua!" ucapnya.
"Sipp" Edi mengcungkan jempol kanannya.
Flashback off.
Selama Rey dan Rachel pacaran, mereka berdua tidak pernah Foto bersama. Hanya Foto kiriman dari Edi, yang Rey simpan.
Silviana menatap sendu pada Rey, Karena perbuatannya dengan kekasihnya, Rey yang menanggung deritanya, hingga dia memutuskan hubungannya denga Rachel.
"Rey... maafkan aku... " ucap Silviana, matanya berkaca-kaca, menahan Air matanya. tapi tetap saja tak terbendung.
Rey terkejut melihat air mata istrinya "kenapa kamu menangis?" tanyanya, mengusap air mata silviana.
"Karena perbuatan ku dan... "
"Cukup, Ana! jangan di teruskan! " ucap Rey memotong ucapan istrinya. yang tahu arah pembicaraan mereka akan kemana.
"Seandainya saja waktu itu, kamu biarkan aku menanggungnya sendiri, kamu pasti akan berbahagia bersama Rachel " Airmatanya bertambah deras, Silviana merasa dirinya menjadi orang yang paling jahat, pada mereka berdua.
Rey mendekap tubuh Silviana "Jangan pernah menyalahkan dirimu! Aku yang memaksa dirimu, Ana" ucap Rey lalu mencium ujung kepala istrinya.
"Apa yang di katakan Rachel memang benar, mungkin saatnya aku melupakan dirinya" gumam Rey dalam hatinya.
Kedua tangan Rey memegang pipi Silviana "Jangan pernah menyalahkan dirimu! Karena aku yang memutuskan semuanya, hubungan kami berdua telah berakhir, walaupun aku baru menyadari diri ku merasa ke hilangan dirinya dan ternyata aku mencintainya. Tapi aku memilih mu, Rachel benar, seharusnya aku kebih Fokus kepada mu dan anak kita, bukan mengejar yang tidak akan pernah bisa bersatu," terang Rey lalu memeluk Silviana"Maafkan aku, tapi aku janji akan berusaha mencintai mu, dan melupakan rasa cintaku pada Rachel "ucapnya lagi.
Silviana menangis bahagia dalam dekapan Rey.
TBC
Terimakasih... jangan lupa like dan komentarnya...
__ADS_1