
Anthony Pov.
Ketika para sahabat ku pamit pulang, aku juga minta ijin pada Rachel untuk pergi mencari Es cendol Dawet pesanannya.
Untung ketiga sahabatnya sudah ada di sini, jadi mereka bisa menemani istri ku,dan tidak membuat diri ini Khawatir pada dirinya.
-
"Kalian tahu nggak penjual es dawet yang enak?" Tanya Anthony.
"Deket kantor gua, ada penjual es dawet, enak kok" ujar Arga.
"Brother...kita duluan yah" tegur Brian sambil bersalaman ala mereka. karena Brian dan James satu mobil.
"Thanks, bro udah datang besuk istri, Gw" ucap Anthony.
"Elu kaya sama siapa aja" sahut James. bersalaman dengan Anthony dan Arga
"Eh, elu mau kemana?" tegur Arga, melihat Anthony pergi ke arah selatan halaman parkir.
"Ambil mobil" sahut Anthony.
"Ya elah...Kita barengan aja!"
"Lah... pulang ke sini nya, gw naik apa?" Tanya Anthony.
"Gampang, nanti gua suruh sopir perusahaan antar, elu kembali ke sini" sahut Arga.
Anthony tersenyum lebar, lalu mengarah ke pintu mobil .
-
"Ga...gw mau curhat sama elu"
"Curhat? emangnya elu punya masalah?"
"Gw... bingung, Ga..." Anthony mendengus kecil
"Bingung kenapa? elu Jangan berbelit-belit deh" pandangan mata Arga masih Fokus pada jalan raya.
"Gw, masih sering ingat kenangan bersama mantan istri Gw" jujur Anthony.
Arga menengok sekilas pada Anthony, lalu Fokus kembali menyetir.
"Terus, bagaimana perasaan elu, setelah mengingat momen kebersamaan elu sama Anita?"
"Apa elu senang setelah mengingatnya? atau perasaan sakit hati setelah mengingatnya?" Tanya Arga
" Dua-duanya" jawab Anthony.
__ADS_1
Arga hanya mengerutkan keningnya, ketika mendengar ucapan Anthony.
"Apa kagak salah ngomong, Luh? jangan-jangan, elu masih cinta sama dia?" oceh aga geleng-geleng kepala.
"Kesimpulan gua cuma satu, elu masih cinta sama si Anita" tebak Arga.
"Kok dugaan, elu, bisa sama kaya bini gw" sahut Anthony.
CIITT...suara rem mobil.
"Gila Luh, Ga...elu mau cari mati? Untung jalanan sepi" Seru Anthony.
"Elu yang gila...bukan gw" balas Arga.
"Kok gw? gila dari mana?"
"Gila sama si Anita" balas Arga.
"Elu kagak salah cerita sama si Rachel, tentang perasaan elu? otak elu di taruh di mana... Anthony?"
Anthony hanya melongo, mendengar ucapan Arga.
"Di dalam rumah tangga...Kan kita harus saling terbuka, dengan pasangan hidup kita...supaya tidak ada ke salah pahaman" Anthony tersenyum kaku. membela dirinya.
"Di mana pikiran elu? bini elu sekarang lagi hamil, apa lagi sampai isinya tiga di dalam perut, bini gua aja cuma isi satu anak, setengah mati gua liat dia bawa perutnya, dan dengan teganya elu cerita masalah perasaan elu ke dia...parah luh" Arga mengusap kasar Wajahnya.
" Emang bener..." sahut Arga kembali lagi melajukan kemudiannya.
Anthony mendengus kecil.
"Jujur...Gw udah nggak cinta sama Anita"
Arga tersenyum sarkas
"Ngakunya udah tidak cinta...tapi masih ingat kenangan bersama mantan...elu cuma pinter bisnis, tidak pintar jaga perasaannya orang" mata Arga tetap fokus ke arah jalan.
"Jadi, gw harus. bagaimana?" Anthony menunduk lesu.
Arga berdecak kencang.
"Gw, heran sama elu, kenapa masih sering ingat saat Anita? jangan-jangan elu, belum. bisa Move-on dari dia?"
"Tapi, gw juga udah minta sama si Rachel, untuk bantu gua ngilangin kenangan itu"
"Caranya?" Arga jadi bingung dengan jalan pikiran Anthony.
"Gua akan menyusuri semua tempat kenangan yang pernah gw datengin waktu masih sama si Anita, gua mau ajak Rachel...kali aja kenangan gua sama si Anita terhapus, dan terganti dengan kenangan bersama Rachel"
Arga hanya melongo mendengar ucapan sahabatnya. pikiran anak ABG, menurutnya.
__ADS_1
"Serius elu mau ajak Rachel? kesemua tempat yang pernah, Luh datangin sama si Anita?" Arga tak percaya dengan ucapan Anthony
"Iya...gw udah tanya bini, gw" sahut Anthony.
"Dan dia mau terima tawaran, elu?" tanya Arga.
Anthony hanya mengangkat sekilas bahunya.
"Fix...elu harus ke dokter jiwa! bukan ajak Rachel kelilingin tempat bersejarah elu sama si Anita"Racau Arga.
"Gw... kagak gila...Ga..."
"Tapi lama-lama, elu bisa gila... buktinya belum ke Dokter jiwa, udah terlihat ke gilaan elu... salah satunya ini... mengajak istri baru mengingat kenangan dan momen terindah kala bersama sang mantan istri"
Arga mendengus kasar. pengen rasanya Arga ketok kepalanya Anthony memakai kunci Inggris, yang sekarang berada di bawah kaki, siapa tahu setelah di pukul kepalanya, pikiran gilanya hilang.
"Kenapa elu mau menuruti semua keinginan, keluarga elu untuk menikah dengan si Rachel? kalau semua kenangan...sang mantan...masih terbersit di dalam hati dan pikiran. elu? jangan-jangan, elu cuma kecewa dan marah, Waktu istri elu ke dapetan selingkuh, tapi rasa cinta..."
"Gw, udah tidak cinta sama Anita, Ga..." Anthony meyakinkan Arga.
"Emangnya gw bisa baca pikiran, elu"
"Berhenti mikirin, kenangan yang tidak ada untungnya buat elu, kubur dalam-dalam di dasar hati yang paling dalam! kalau tiba-tiba elu mulai mengingat momen bersejarah elu, sama mantan... langsung ingat juga momen saat elu di khianatin! bukan di resapi..."
"Gua juga udah coba cara yang elu bilang, tapi hasilnya, nol..."
"Berarti yang bermasalah, otak elu,Ton...dua kali di khianatin Masih ke ingetan sama mantan... kelewat piner sih Luh, jadi orang" ejek Arga.
"Sialan...luh" balas Anthony.
"Eh...elu itu seharusnya bersyukur, dapet istri limited edition, Udah cantik, kaya, pinter dan masih muda tentunya, dia masih Mau sama elu...usia elu sama si Rachel terpaut jauh, Man...lepas dari elu dia bisa dapat pria yang lebih muda, apa lagi jaman sekarang lagi banyak brondong yang nikah sama yang paket...nikah sama emaknya bonus anak tiga, hahaha..
"
Arga melirik dari kaca spion, Anthony memasang wajah datar. dia malah tersenyum tipis dan semakin ingin menggoda sahabatnya.
"Kalau si Rachel sampai, minta pisah dari elu, gara-gara kebodohan yang elu buat...gua bakalan panggil, Group Tan'ji dor, gw suruh main di depan pintu masuk perusahaan elu, dengan sebuah lagu, siapa suruh mantan di inget...siapa suruh mantan di inget..." Arga menyanyi mengikuti, irama seperti judul lagu, siapa suruh datang Jakarta.
Anthony hanya mendengus kasar mendengar suara Arga yang masih menyanyi untuk dirinya.
TBC.
Guys... sampai di sini dulu yah.
Terimakasih atas dukungan kalian yang senantiasa membaca cerita yang Mimin buat.
jangan lupa komentarnya dan tanda jempol buat Mimin☺️.
Typo masih tetap bertebaran di mana-mana.
__ADS_1