SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Orang Asing.


__ADS_3

Sebelum kejadian.


"YEAH... BERHASIL!!!" Sorak Amanda, melompat gembira bersama Elton.¹


membuat semua pandangan mata beralih pada dirinya.


"Bunda, lihatlah kami berhasil membuat menyusun puzzle " Elton menunjuk ke sebuah puzzle bergambar Spongebob bersama teman lautnya.


"Elton Aunty mau ke kamar dulu yah" ucap Amanda.


"Aku ikut..." Elton berlari kecil menyusul Amanda.


"Akhirnya sih Manda dapat teman yang satu pemikiran" ucap Rully yang duduk di samping Rachel.


Rachel tersenyum kecil mendengar ucapan Rully.


"Oma, kita berencana mau pergi jalan-jalan ke perkebunan, Oma mau ikut dengan kami?!" ajak Lusi.


"Oma di rumah aja" jawab Magdalena. matanya masih sibuk memandang ke arah ikan Nila dan ikan patin yang berada di bawah jembatan.


suara ponsel Rully berbunyi, terlihat nama Ilham muncul di layar ponselnya.


"Siapa?" tegur Rachel.


"Kak Ilham " jawab Rully.


"Cieee... Cieee... cieee...baru sehari udah di telfon aja" goda Rachel dan Lisa bersamaan.


"Apaan sih" Rully terkekeh melihat tingkah Kedua temannya.


"Jangan ribut!" Rully menekan tombol hijau.


"kasih Loud speaker dong!" bisik Rachel.


Rully mengikuti ucapan temannya.


"Assalamualaikum, neng Rully kesayangan, Aa" suara Ilham terdengar dari ponsel.


Rachel dan Lisa menahan senyumnya.


Magdalena hanya menggeleng kepala, dirinya terkekeh melihat kelakuan cucu menantu dan Lisa yang masih sibuk menggoda temannya. yang sedang berbicara dengan lawan jenisnya.


"Kak Ilham, sudah dulu yah menelponnya" Rully sudah merasa risih dengan kedua sahabatnya yang tidak berhenti menggoda dirinya.


Kenapa... memang tidak suka yah kalau Aa menelfon kamu?"


"Aku mau pergi, Ka..."Jawab Rully sekenanya, sambil memasang wajah cemberut pada kedua sahabatnya.


Pergi kemana?


"Ada, aja... udah dulu yah! jaga kesehatan, jangan kebanyakan begadang!" Rully langsung menekan tombol merah.


"Hahaha..." tawa Rachel dan Lisa pecah seketika.


"Puas-puasin yah, ketawain,Gw!' Gerutu Rully mengerucutkan bibirnya. memalingkan wajahnya ke arah jembatan.


"Kak Dion..." panggil Lisa.


Dion yang sedang sibuk dengan ponselnya, menoleh ke arah Lisa.


"Jadi kita Jalan -jalan" tanya Dion langsung.


"Jalan -jalanya di tunda dulu kak, sampai suaminya Bumil pulang" sahut Rully.


Dion hanya mengangguk. tanda setuju


"kalau mau pergi jalan-jalan silahkan aja, aku nggak papa kok di tinggal" Rachel merasa tidak enak hati.


"Ada Oma dan Ce asih" lanjut Rachel.


"Lebih baik saya menunggu Bos Anthony pulang dari makam saja deh Nyonya " ucap Dion.


Tiba-tiba Terdengar suara helikopter yang berada di atas rumah kediaman Rachel.


"Tidak biasanya Helikopter melintas di daerah ini" ucap Rachel. mendongak keatas melihat langit yang terlihat ceria tak berawan.


"Mungkin mereka salah arah" sahut Magdalena.


"Bunda..." Elton berlari ke arah dirinya.


Rachel terkekeh melihat sebuah earphone bermotif Hello Kitty sudah berada di kepala Elton.


"Bunda aku lapar" ucapnya setelah berada di pangkuan Rachel.


"Aku ingin makan spaghetti, please!" memasang wajah memohon.


"Ayo ikut Aunty" Amanda langsung menggendong Elton.


"Aunty jago membuat Spaghetti yang enak buat Elton!" ajak Amanda.

__ADS_1


Elton mengangguk antusias.


"Man... banyakin masaknya,Gw juga mau!" teriak Rully.


Amanda hanya membulatkan jarinya, menyetujui ucapan Rully.


"Rachel Oma istirahat dulu yah"


"Oma istirahat di kamar aku saja, di sana Oma sendirian" usul Rachel.


"Biar Oma istirahat di kamar, Oma saja" sahut Magdalena.


"Biar aku yang antar Oma ' Lisa langsung menggandeng lengan Magdalena.


Mereka berdua saling memberi senyuman.


" Sepertinya Spaghetti buatan Amanda sudah masak, Chel... elu mau makan spaghetti?" tanya Rully.


Rachel hanya menggeleng kepala saja.


"Kak Dion, Mau makan Spaghetti?" tawar Rully


"Aku masih kenyang, terimakasih" jawab Dion. matanya masih fokus pada laptop nya.


Rully masuk ke dalam rumah dan menuju ke arah dapur. dirinya tak ingin melewatkan Spaghetti buatan Amanda untuk di makannya.


"Spaghetti nya masih ada?" Tanya Rully .


Amanda menoleh kearah pintu masuk dapur" Sssttt... jangan ribut!" Elton sudah seperti bayi koala di gendong Amanda.


"Dia ngantuk... matanya udah kaya lampu tiga Watt" ujar Amanda.


"Tiga Watt? lampu senter aja yang kecil masih bisa di lihat terang" Sungut Rully mendengar ucapan Amanda. tangannya sedang sibuk memindahkan Spaghetti ke piring.


Suara Helikopter terdengar lagi melintas di atas rumah Javier untuk kedua kalinya.


"Deket banget tuh helikopter" gumam Rully.


"Elu jangan ngomong begitu dong, kalau tuh Helikopter sampai jatuh di rumah ini...serem dong" Amanda mengingat kejadian pesawat yang jatuh di rumah warga.


"Mulai...halu yang aneh-aneh! serem emangnya kita lagi ketemu setan, lagian kenapa sampai kepikiran itu helikopter jatuh di rumah ini, Manda...mau Luh ketimpa helikopter?"


Amanda menggeleng cepat.


Rully kembali menikmati spaghetti nya.


"NON...."Teriak Dayat


Belum hilang dari rasa terkejutnya, Terdengar suara gaduh di depan rumahnya.


Dion sedang berusaha menahan 6 Orang pria bertubuh besar dengan sekuat tenaganya.


"Nyonya...Lari!!!" seru Dion.


Rachel bergeming tak tahu harus berbuat apa. tiba-tiba pikiran nya kacau, ingin dirinya membantu Dion, tapi Rachel juga mengkhawatirkan janin yang sudah berbentuk manusia sedang berada dalam kandungannya.


"Suara ribut-ribut" ucap Amanda.


Rully berjalan ke luar dapur, matanya membulat saat melihat ke jadian di depan matanya. Lisa dan Dion sedang melawan beberapa pria sedangkan Dayat sudah tak berdaya.


"Elu, tetap di sini! jaga Elton! jangan keluar...cari tempat sembunyi yang aman, Oke!" Rully menatap tak wajah sahabat nya, Rully tahu Amanda hanya memiliki kemampuan bela diri standar.


"Emangnya ada apaan sih? Gw jadi takut" Amanda mulai gelisah.


Rully melihat sebuah mesin cuci dua tabung berdiri di sudut dekat jendela dapur.


"Cepat kamu taro Elton di sana" tunjuk Rully.


"Jangan lupa sekalian Luh, ngumpet...semua baik-baik saja oke!" Rully menenangkan Amanda. lalu pergi ke luar dapur.


Rachel berusaha melawan dua pria besar yang mulai mendekati dirinya, untung dirinya menguasai beladiri Jujitsu, di tambah dengan beberapa benda yang berada sekitar dirinya untuk dia jadikan senjata, sekali Rachel sedang memegang sebuah patung Ramayana ukuran 40cm, langsung mendarat dengan apik di pelipis lawannya.


Rully segera membantu Rachel. kedua wanita itu sudah menjatuhkan lawannya.


"Ternyata kita tidak bisa meremehkan mereka" ucap Pria tersebut.


"Elu harus lari, Chel! target mereka Elu!"


"Gua harus lari kemana? masa Gw tega ninggalin kalian" kukuh Rachel. menggeleng kepala.


"Jangan Egois!...jalan kehidupan anak elu masih panjang!' Rully menaikan suaranya.


"Harus Rachel... Elu, harus lari dari sini!"


"Cepat Lari" Rully mendorong kereta Rachel ke arah belakang rumah.


"DOOR" suara pistol.


Magdalena terkejut dengan suara pistol.

__ADS_1


"Suara tembakan? aku tak dengar suara itu berasal dari rumah Javier"


Magdalena bangun dari tempat tidur...


Amanda menutup kedua telinganya, jantungnya berdetak kencang, bahunya terguncang menandakan dirinya saat ini merasa tercekam. Amanda menoleh ke arah mesin cuci tidak terlihat tubuh Elton menyembul dari dalam mesin cuci.


Dion meringis. menahan rasa sakit.


Lisa terkejut melihat keadaan Dion. Lisa masih sibuk meladeni kedua pria yang mengajak dirinya bertarung.


Salah satu pria mengeluarkan Peluru dari senjatanya. untung saja Dion berhasil mengelak dan peluru tidak mengenai Dadanya. hanya bahunya yang terkena plesetan peluru.


Seorang pria berlari ke arah Rully dan Rachel.


Rully cepat mendorong keluar Rachel yang sudah duduk di atas kursi roda.


"Pergilah Rachel! selamat kan Dirimu"


"Ly..." lirih Rachel tak ingin Pergi meninggalkan sahabatnya.


"CEPAT PERGI...GW ENGGAK MAU ELU MATI KONYOL!!!!" sudah habis kesabaran Rully, dirinya tahu isi hati dan pikiran sahabatnya.


Magdalena Diam terpaku melihat Keadaan yang terjadi di depan matanya.


"OMA KEMBALI KE VILLA" teriak Lisa.


salah satu pria yang sedang bertarung dengan Lisa, melangkah ke arah Magdalena.


Dengan sigap Lisa mengeluarkan seluruh tenaganya menendang telak mengenai pelipisnya, tubuhnya terhuyung lalu jatuh tak sadarkan diri.


Rully menghadang pria yang ingin mengejar Rachel. Dirinya berusaha melawan pria tersebut, dia tahu kalau ilmu beladiri yang dia miliki tidak Sejago Lisa dan Rachel, setidaknya dia bisa melawan pria tersebut dan tak mengejar sahabatnya.


DOOR...


Suara tembakan terdengar lagi.


Pria yang bertarung dengan Lisa mengeluarkan Peluru panas tepat di betis Lisa.


Tubuh Lisa terjatuh di lantai. dirinya sempat melihat Magdalena terduduk lemah di teras Samping Villa.


Lisa menggeleng kepalanya, agar Magdalena tidak datang menghampiri dirinya.


Magdalena menahan rasa nyeri di dadanya.


Door...


Pria itu melepaskan pelurunya tepat di punggung sebelah kiri Rully.


"Rully" Lisa menggeleng kepalanya tak percaya melihat temannya jatuh tersungkur tak jauh dari dirinya.


"Cepat kejar wanita itu!" seru pria yang menembak Lisa dan Rully.


Rully yang masih setengah sadar, berusaha bergerak, lalu menangkap kaki pria yang ingin mengejar Rachel.


Rachel terkejut mendengar Dua kali suara tembakan, tapi dirinya juga tak mampu untuk kembali ke rumahnya.


"Maaf kan aku...". air mata Rachel mengalir di kedua pipinya


Kursi roda yang tadi di pakainya, rusak rodanya, karena menabrak sebuah batu hingga dirinya jatuh tersungkur, untung nya kedua tangannya langsung reflek menahan tubuhnya, sehingga perutnya tidak terbentur tanah.


Dengan langkah tertatih-tatih, karena Rachel merasakan keram pada perutnya.


Sampai dirinya bahkan merangkak. ke arah kandang kuda.


Setiap Papanya pergi keluar kota, almarhum Papanya selalu berpesan pada dirinya, agar lari dan bersembunyi di kandang kuda.


"Kau lihat Bunga tulip ini," Javier menunjuk Sebatang miniatur Bunga tulip dan batangnya.


"Tarik Batangnya ke arah Bawah, agar terhindar dari jebakan yang sudah Papa buat!"


"Jangan menekan Bunganya... karena dirimu akan terkena jebakannya " ujar Javier menjelaskan pada putrinya.


DOOR


DOOR


Suara tembakan terdengar lagi.


Lisa bergeming, begitu juga dengan Dion melihat Rully yang di tembak beberapa kali di punggungnya. karena pria asing itu emosi karena Rully menghalangi dirinya.


DOOR... DOOR...DOOR, terdengar suara baku tembak. dari luar maupun dari dalam rumah.


Lisa berusaha merangkak ke arah Magdalena. lalu memeluk tubuh Magdalena.


"Oma tenang saja ada aku bersama Oma" hibur Lisa


Begitu juga dengan Dion. langsung tiarap sambil menutup ke dua telinganya. karena mendengar suara baku tembak yang terjadi di luar ketiga pria yang berada di dalam sudah terkapar tak berdaya. begitu juga dengan orang yang tiba-tiba Menembak para pria di dalam rumah.


TBC

__ADS_1


Terimakasih...


Maaf Yah Kelamaan Up nya, gara-gara di restar ulang tanpa sepengetahuan Mimin, tulisan Mimin hilang seketika.


__ADS_2