
"Dia Hanya kelelahan, Tuan. saya sudah memberi obat penenang agar dia beristirahat. apalagi saat ini putri Anda sedang mengandung, untung saja kandungannya kuat " ucap Alena menerangkan kondisi Rachel. dan mengundurkan diri dari Mansion keluarga Agam.
Anson dan Ansel saling beradu pandang mendengar ucapan Alena. mereka tak percaya dengan ucapan Alena. karena yang mereka Tahu Rachel belum menikah.
Valeria menatap sendu wajah Rachel, mengapa Rachel harus mengalami hal seperti ini, Hamil di usia muda.
Dan tidak memiliki Suami.
"Kakak ada apa dengan Orang tua kita. mengapa wajah mereka terlihat sedih? seharusnya kan mereka gembira mendengar Kehamilan Rachel!" Bisik Orion.
Oliver hanya mengangkat sekilas kedua bahunya.
"Kakak..." lirih Justin masuk kedalam kamar. lalu berdiri di antara Oliver dan Orion.
"Aku dengar Rachel..." Justin menghentikan ucapannya. ketika melihat Evita, menaruh jari telunjuk di bibir.
Justin melihat Rachel terbaring di tempat tidurnya.
"Dokter sudah memeriksanya?" bisik Justin pada Oliver.
"Yap...Dokter Alena bilang Rachel kecapaian, apalagi saat ini dia sedang mengandung" Orion yang menjawab pertanyaan Justin
"Mengandung? HAMIL?" Teriak Justin Tiba-tiba.
"JUSTIN!!" Hardik Anson menatap putranya.
"Dad...ini berita bahagia...aku akan menjadi Uncle kembali..." seru Justin tertawa bahagia.
"Kakak... Hubungi Anthony!... katakan kabar gembira ini Padanya..." ucapnya lagi .
Anson mencerna ucapan Justin... Justin menyebut kan Nama seorang Pria.
"Justin...Tadi kau menyebut nama seorang pria, apa itu kekasihnya Rachel?" Tanya Anson penasaran.
"Daddy...Anthony bukan kekasih Rachel... Anthony suaminya Rachel" Jawab Justin. berbelit-belit.
"APA!!!!" seru mereka berempat seketika, setelah mendengar ucapan Justin.
Justin tersenyum lebar melihat kekompakan mereka.
Orion hanya tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala.
"Oliver...ikut Daddy... sepertinya kau harus menjelaskan semua ini!" Ucap Ansel berjalan meninggalkan Kamar Yang di tempati Rachel, begitu juga Anson menyusul sang adik.
Oliver hanya mendengus kasar. Lalu menyusul Daddy dan uncle nya.
"Justin...Stop!" Seru Evita. ketika melihat putranya hendak melangkah keluar Kamar.
__ADS_1
"Tetap di sini! begitu juga kamu Orion...tetap di sini!" ucap Evita.
"Mom...aku sudah ada janji dengan Maxi" Orion meminta ijin pada Valeria agar di ijinkan pergi menemui sahabatnya.
"Sayang... Tolong jawab pertanyaan kami berdua, apa kamu mengenal suaminya Rachel?" tanya Valeria penasaran.
"Kita hanya bertemu satu kali,Mom" Jawab Orion.
Justin lalu menceritakan, saat mereka bertemu Rachel dan Anthony.
sedangkan Oliver saat ini sedang duduk berhadapan dengan Dua orang pria yang berwajah sama, hanya iris mata mereka yang berbeda. Anson memiliki mata Biru laut seperti mata Elias, sedangkan Ansel memiliki Iris mata berwarna Hajel yang sama dengan Iris mata Agatha. Begitu juga dengan Javier memiliki Iris mata yang sama dengan Ansel.
"Sekarang ceritakan pada kami tentang suaminya Rachel! Siapa namanya?" Tiba-tiba Ansel menjadi lupa.
"Anthony..." Celetuk Anson
"Anthony...Dia pria yang baik..." jawab Oliver. sekenanya. entah mengapa Oliver ingin mengganggu dua orang pria yang sangat berpengaruh dalam hidupnya ini.
"Pria yang baik? memangnya kau mengenalnya dengan baik?" Ansel mulai gemes dengan putranya
"Mengapa kamu tidak memberi tahukan kepada kami, kalau adikmu sudah menikah!?" tanya Anson.
"Aku juga baru tahu, Uncle... kalau Rachel telah menikah dengan Rekan Bisnisku" ujar Oliver.
"Dengan rekan bisnis mu? apa Daddy tidak salah dengar?" ucap Ansel.
BRAK...
"Aku tidak terima dengan semua ini" Anson memukul meja di hadapannya.
Mata Oliver mendelik lebar melihat meja kayu di hadapannya terbelah dua.
Aku tak menyangka... uncle Anson memiliki tenaga yang kuat. Anson.
"Kakak... mengapa kau suka sekali memukul meja?... kalau mau pukul meja bilang dulu padaku, agar aku tidak kaget...kau mau membuat diri ku jantungan" Ansel mengoceh tanpa jeda.
"Uncle Walaupun pernikahan mereka karena perjodohan. Aku melihat Rachel terlihat Bahagia bersama suaminya" Jujur Oliver.
"Kau jangan membelanya!" Ucap Anson.
"Kakak... jangan emosi... Nanti cepat tua!" ucap Ansel sekenanya.
"Kalau aku tua, kau juga akan menua. apa kau lupa usia kita hanya berbeda beberapa menit saja" jawab Anson.
"Mereka pasangan yang bahagia, Uncle. aku melihat dengan mata ku sendiri!"
"Anthony pria yang baik..."Oliver masih meyakinkan mereka berdua.
__ADS_1
"Daddy... kalau tidak ada Anthony pada malam itu, mungkin putramu ini...hanya tinggal nama...Elton akan kehilangan Aku... Daddy ingat cerita ku, tentang malam Naas yang menimpakan di Indonesia... memang pada saat kejadian malam itu, Rachel. orang pertama yang menolong ku, Rachel berusaha mengeluarkan diriku dari dalam mobil...Tapi Anthony... Anthonylah yang membawa ku ke Rumah sakit.
"Dia menolong ku tanpa pamrih Daddy. Anthony menyuruh Asisten pribadinya menemani ku semalaman di rumah sakit..." Ucap Oliver Tersenyum lirih bila mengingat peristiwa itu.
"Dan akhirnya kau bekerjasama dengan dirinya setelah itu?" tanya Anson.
"Tidak Uncle. Kami bekerjasama sejak dulu, hanya aku tidak pernah bertemu dengan dirinya, Galaxy yang sering bertemu dengan Anthony... setelah kerjasama antara kami berjalan selam dua tahun, Aku baru tertarik ingin bertemu dengan dirinya, uncle" Ucap Oliver Jujur.
"Pasti kau tahu nama lengkap Pria itu...aku akan menyuruh Jhonny, mencari informasi tentang dirinya secara detail" Anson masih penasaran dengan sosok Anthony.
"Namanya... Anthony Ambishius. Uncle" jawab Oliver.
"Ambishius? sepertinya nama Ambishius tidak asing di telinga ku" ucap Anson.
"Apa mungkin dia Putranya Maikel, kak. nama belakang mereka sama" sahut Ansel.
"Apa kau yakin?" balas Anson.
"Aku juga tidak terlalu yakin...dia kan salah satu pria yang anti dengan wanita" Ansel.
"Hai...dia temanku! jangan menjelekkan dirinya di depan ku!" Anson.
"Yah...dia temanmu, tapi dia justru bersahabat dengan Javier" Ansel.
Oliver hanya menjadi pendengar setia, antara Dady dan uncle nya saja , mereka saling sahut-menyahut, membicarakan seorang Pria yang bernama Maikel.
"Untung saja Javier masih berpihak pada ku, dan mengenalkan aku dengan seorang wanita cantik, dan tidak mengenalkannya kepada Maikel" Ansel.
"Yah... karena Javier masih sayang pada mu, tapi kau jangan salah... Maikel itu cinta pertamanya istrimu" bohong Anson... ingin sekali Anson mengerjai Adiknya, dan Hari ini baru terlaksana. Anson melihat wajah adiknya berubah menjadi pucat pasi... ketika mendengar ucapan Anson.
Oliver menutup Rapat bibirnya, ingin rasanya dia melepaskan tawanya, ketika melihat wajah Daddynya, berubah cemas. mengapa sudah tua begini masih cemburu. pikir Oliver.
"Ha... hahaha... wajah mu lucu sekali Ansel... sangat lucu...aku hanya membohongi mu Ansel!... Hahaha...kau adalah cinta pertamanya Valeria, Ansel... Darrell yang mengatakannya kepada ku... Javier Hanya membantu Valeria agar bisa dekat dengan mu, apa kau lupa Valeria dan Javier bersahabat sejak mereka sama-sama di sekolah dasar, sampai kuliah mereka tetap berteman baik." Ucap Anson.
Senyum lebar Ansel langsung terlukis di wajahnya. Ketika mendengar ucapan kakaknya.
"Benarkah...yang kau katakan, kakak?" Ansel.
"Daddy... Uncle...apa kita masih ingin membahas suaminya Rachel?" Tanya Oliver. merasa jenuh di hadai mereka berdua
"Tunggu sebentar aku akan memastikan dulu" Anson langsung mengambil Ponselnya, Dia lalu menghubungi seseorang untuk memastikan kebenarannya.
"Hallo... Maikel.."
TBC...
Terima kasih para Readers yang masih setia membaca cerita yang Mimin buat.
__ADS_1
jangan lupa untuk tinggalkan jempol dan komentar buat Mimin...