
Rachel menyerahkan gelangnya pada David. David mengamati gelang yang berada di tangannya.
Semua orang menatap ke arah David dengan penuh tanda tanya.
David mengaitkan gelang Rachel.
" Bianca, coba kau buka gelang ini!" David menyerahkan pada Bianca.
Bianca berusaha membuka gelang Rachel namun tidak bisa Bianca buka.
David memotret gelang Rachel melalui Smartphonenya.
David menyodorkan ke Stevani, Selena, dan Morena. Hasilnya tetap sama. tidak bisa terbuka.
"Dari mana kau mendapatkan gelang ini Rachel?" Tanya David, mengembalikan gelang pada Rachel.
" Gelang ini, Kado dari papa, saat usiaku 17 tahun" jawab Rachel, membuka gelangnya lalu memakainya kembali.
" Bagaimana caramu membuka nya?" seru Stevani, melihat Rachel membuka pengait gelangnya.
" Aku hanya menekannya" jawab Rachel.
" Mungkin Papa mu sengaja membuat gelang ini khusus untuk Rachel, karena hanya dia yang bisa membukanya " Sahut James.
Anthony diam seribu bahasa matanya sempat menatap mata David.
David hanya menyeringai ketika bertatap mata dengan Anthony.
" Hai, Kalian para pria cepat bantu kami menyiapkan perlengkapan Barbeque, hari hampir Sore menjelang malam!" seru Bianca.
" Kenapa kau cerewet sekali Bianca?" Beo James.
" Aku heran dengan Matius. kenapa dia mampu bertahan dengan wanita seperti ini?" sambung James.
" James..." Mata Bianca membulat besar ke arah James.
Semua orang tertawa melihat wajah Bianca. yang menahan amarahnya pada James.
"Siapkan Mental mu James! bila Matius Datang mencari mu" Goda Arga.
Matius Suami Bianca, adalah kakak kandung James.
" Aku akan menunggunya, paling kakak ku mencari ku hanya untuk mengajak main catur" jawab James tersenyum lebar. sambil melihat kepergian Bianca menyusul Stevani dan Morena.
__ADS_1
"kak,Brain..." Selena memegang tangan suaminya.
" Ada apa?" tanyanya.
" Aku lelah, aku ingin istirahat" ucap Selena.
"Ayo, aku antar ke kamar" ajak Brain pada istrinya.
" Ada apa dengan Selena? apa dia sakit?" tanya Anthony . menatap punggung mereka berdua.
" Dia Sakit karena ulah Brain" Ucap David. memberi jawaban pada Anthony.
"Ulah Brain yang menggarap ladang nya setiap hari" Ucap David kembali.
Rachel yang mulai mencerna semua ucapan mereka berdua, segera berdiri dan ingin pergi dari Hadapan sahabat suaminya
" Mas...aku ke dalam dulu..." ucap Rachel tersenyum kikuk pada suaminya.
Anthony mengangguk menyetujui permintaan Rachel.
Mata Anthony masih memandang ke arah Rachel, sampai Rachel masuk ke dalam Villa.
" Lupakan masalah Brain... David! aku ingin kau berterus terang tentang rahasia gelang milik istri ku?!" cecar Anthony.
" Lupakan sejenak semua ini! sekarang waktunya berpesta!" Della Arga.
" Pesta asap " Sahut James. yang mempunyai tugas, mengipas Semua Makanan yang akan di bakar. nanti.
Semuanya tertawa, mendengar keluh kesah James.
*******
Suara ayam jantan memecahkan keheningan pagi hari. menyambut kehadiran sang Surya, yang akan menyinari bumi dengan sinar cahayanya.
Entah mengapa Rachel merasakan, Hawa dingin menyelimuti tubuhnya.
Secara naluri tubuhnya mulai mencari kehangatan, Rachel merasakan ke hangatkan saat dirinya memeluk sesuatu yang terasa hangat di kulit tubuhnya. sampai dirinya , mencium Sesuatu yang tak asing bagi dirinya.
Kelopak matanya perlahan-lahan terbuka, di depan matanya tampak sebuah kulit tubuh berwarna putih, Rachel malah merabanya. merasakan sesuatu yang berlipat- lipat..samvil mengumpulkan kesadarannya.
Anthony merasa ada sesuatu yang menggelitik di kulit tubuhnya, tidurnya terasa terganggu, hingga dia memaksa membuka matanya.
Mata mereka saling bertemu dengan jarak yang sangat dekat, Saling mengumpulkan kesadarannya.
__ADS_1
Mata mereka membulat seketika.
Rachel langsung menjauh dari tubuh Anthony. wajahnya bersemu merah, Alangkah malu dirinya karena memeluk erat suaminya.
Rachel duduk di atas tempat tidur menghadap ke arah Anthony.
" Aku minta maaf, karena tidak sengaja memeluk mu" ucap Rachel langsung memegang tangan Anthony.
" Oh, damn" Rutuk Anthony. melihat bukit kembar terpampang jelas di hadapannya.
" Apa kau ingin memancing ku?" tanya Anthony.
Rachel menyipitkan matanya mencerna ucapan suaminya.
kepalanya langsung menunduk karena merasa malu dengan perbuatannya. hingga matanya mendelik besar ketika melihat dirinya tidak memakai pakaian.
Rachel segera menarik bantal untuk menutupi bagian atas tubuhnya.
" Auww..." pekik Rachel. merasakan sakit di bagian bawahnya.
" Apa masih sakit?" tanya Anthony.
Rachel menatap wajah suaminya.
" Apa yang terjadi semalam?" lirih Rachel.
Anthony mendengus kasar, mengusap kasar wajahnya.
" Ak...u...ma...ndi d...ulu" Rachel menjadi salah tingkah.
Rachel turun dari tempat tidur, Rachel mengigit bibir bawahnya, menahan Rasa sakit di pangkal pahanya.
Anthony Diam terpaku, memandang tubuh istrinya, yang jalanya tertatih-tatih. menuju kamar mandi.
" Biar ku bantu!" Anthony langsung mengangkat tubuh istrinya masuk ke dalam kamar mandi.
Rachel menjatuhkan tubuhnya di bawah pancuran shower, dengan susah payah dirinya mulai mengingat kejadian semalam dengan suami. namun semuanya susah di ingatnya.
" Rachel..." suara Anthony memanggil dari luar pintu.
" Sebentar Mas..." teriak Rachel.
Anthony jadi bingung, menghadapi situasi seperti ini. " kenapa rasanya terasa berat untuk mengatakannya" rutuk Anthony. tangannya memijit batang hidungnya.mencari cara menjelaskan semuanya pada istrinya.
__ADS_1