SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Gadis Bodoh.


__ADS_3

Magdalena tersenyum melihat Rachel yang sejak tadi berdiri salah tingkah.


" Kenapa kamu berdiri di situ? sini duduk dekat Oma!" Magdalena menepuk kursi di sebelah kanannya.


" Oma, saya permisi...saya ijin, mau ke To-toilet" ucap Rachel terbata-bata.berbohong


Magdalena tersenyum mendengar ucapan Rachel. dan menganggukkan kepalanya.


Rachel menarik nafasnya dalam-dalam,lalu menghembuskan nafasnya pelan-pelan.


Rachel memandang langit, tampak bintang-bintang bertebaran di sana, menemani sang Bulan, menyinari malam. lalu Rachel menyandarkan punggungnya di sebuah pilar besar yang berdiri kokoh di samping gedung. pikiran Rachel menjadi kacau.


"Ternyata putranya Om Abraham adalah kak Rey" gumamnya menarik nafas dalam -dalam.


kelopak mata Rachel, tiba-tiba membulat sempurna.


"Berarti Calon suami ku...sepupunya kak Rey? oh tidak..kok jadi Rumet begini?" wajah Rachel meringis ketika, membayangkan bila dirinya menikah dengan kakak sepupunya,Rey. Rachel menepuk-nepuk dahinya "Mengapa takdirnya seperti ini?" ucapnya lirih. merutuki nasib dirinya.


Sejak kedatangannya di Acara pernikahan,Anthony tidak langsung menemui Oma dan kedua orangtuanya. Anthony sengaja menghindari mereka, agar tidak bertemu gadis yang akan menjadi calon istrinya.


Suara ponsel Anthony berdering, Anthony keluar dari gedung untuk mengangkat telepon rekan bisnisnya.


" Oke, sampai ketemu Minggu depan di Singapore!" ucap Anthony sebelum menutup perbincangannya dengan rekan bisninya.


Dari jauh Anthony melihat tingkah Rachel yang sedang menepuk- nepuk dahinya sendiri, sambil menggelengkan kepalanya, membuat bibir Anthony membentuk garis tipis melihat tingkah Rachel.


"Ayo... Rachel kamu harus bisa menghadapi semuanya...semangat...pasti bisa" gumamnya lalu Rachel berjalan ke arah pintu masuk.


Anthony tersenyum melihat wajah Rachel dirinya tak menyangka akan bertemu Rachel


"Mengapa wanita muda ini bisa berada di sini?" gumam Anthony ,dalam hatinya. masih melihat gerak gerik Rachel yang sedang menelfon.


Anthony tersenyum tipis melihat Rachel berjalan ke arahnya.

__ADS_1


" Hai... Gadis bodoh?" tegur Anthony. setelah memastikan wajah yang di lihatnya melintas di hadapannya.


Rachel menghentikan langkahnya,lalu menoleh ke samping.wajah Anthony.


Anthony melipat kedua tangan di dadanya, lalu menatap wajah Rachel.


" Maaf tuan, Apakah saya mengenal anda?" tanya Rachel. menelisik wajah Anthony.


Sepertinya aku pernah melihat wajahnya, tapi dimana? Rachel.


" Selain bodoh, ternyata kamu juga seorang pelupa,ck...ck" decak Anthony. mengejek Rachel.


Rachel masih mengamati wajah Anthony, memori otaknya sedang bekerja mengingat sesuatu.


" Anda...tuan yang waktu..." Rachel memegang pelipisnya mengingat di mana pernah bertemu Anthony "kenapa sampai lupa begini" rutuk Rachel.


" Rachel..." suara Seorang pria memanggil namanya. Rachel menengok ke arah suata yang memanggilnya. lalu melambaikan tangannya.


" kak, Anggara? Apa kabar?" tanya Rachel tersenyum,sambil berjabat tangan.


Anggara Teman Rachel di komunitas AMJB. mereka sering satu tim setiap keluar kota untuk membawa bantuan untuk korban bencana alam.


Anthony masih memandang ke arah Rachel yang sedang berbincang dengan temannya.


" Sepertinya aku punya Ide..." ucap nya. tersenyum tipis dan berjalan masuk kedalam gedung.


Anthony akhirnya memutuskan untuk menemui keluarganya dan calon keluarga istrinya.


"Akhirnya dia datang juga" Ucap Magdalena melihat Anthony menghampiri meja mereka.


Anthony mencium pipi Magdalena dan Mommynya, lalu bersalaman dengan Bram dan Diana.


"Oma, bisakah kita berbicara berdua?" tanya Anthony.

__ADS_1


"Bicaralah di sini,kami semua siap mendengarkan ucapan mu!" ucap Magdalena


"Bicaralah Anthony!" sela Maikel. tersenyum pada putranya.


" Sebenarnya aku, sudah mempunyai calon istri, aku ingin mengenalkannya kepada keluarga ini" ucap Anthony.


"Benarkah?" Magdalena terpaku mendengar, ucapan cucunya.


Perasaan Diana saat ini terasa lega, ketika mendengar ucapan Anthony. "Akhirnya Rachel, tidak akan menikah dengan Keluarga ini..."batin Diana. tersenyum tipis.


Magdalena masih tidak yakin dengan ucapan Anthony.


" Aku tahu ini cuma alasan kamu saja kan? agar menolak perjodohan ini?" ucapnya. mengamati wajah cucunya.


"Oma, aku serius...aku akan membawa dirinya dan memperkenalkannya langsung pada Oma dan keluarga kita" ucap Anthony. mengharap Omanya percaya dengan ucapannya.


"Jadi kau ingin memperkenalkan calon istri mu kepada kami disini? Maikel menatap wajah Anthony.


Anthony Sangat tahu, bila papanya memasang mimik wajah seperti itu, berarti papanya sedang menahan marahnya.


"Tuan Maikel, biarkan Anthony membawa calon istrinya ke sini, kami tidak masalah bila kalian memutuskan perjodohan ini"ucap Bram.


Diana hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.


Magdalena dan Maikel mendengus kasar mendengar ucapan Bram, Sedangkan Sidney hanya mengelus punggung suaminya agar suaminya bisa menambah amarahnya.


"Trimakasih om Bram," Anthony tersenyum pada Bram, lalu menoleh ke arah Magdalena" Oma dengar sendiri kan, Om Bram saja tidak keberatan kalau aku membawa calon istri ku " ucap Anthony.


"Bawalah Calon istrimu ke sini! agar kami bisa mengenal dirinya lebih dekat, kami tetap akan mendukung mu, Apa lagi Bram sudah memutuskan perjodohan ini" ucap Magdalena, meyakinkan cucinya.


Anthony tersenyum sumringah mendengar ucapan Omanya. lalu berjalan ke arah lain.


Terimakasih .

__ADS_1


__ADS_2