
Pikiran Rachel yang tadinya sedang galau, tiba-tiba terhapuskan walaupun itu hanya sementara.
Rachel banyak berjumpa dengan teman komunitas AMJB di acara pernikahan Rey, ada yang bekas teman SMA nya Rey, ada yang datang mewakili nama orang tuanya, ada juga rekan bisnisnya Abraham.
Mereka saling mengobrol dan bercanda, sambil menceritakan pengalaman mereka pergi ke pelosok daerah, yang sedang di timpa bencana Alam, banyak suka dan duka yang mereka ceritakan saat ini. hingga Rachel lupa kalau dirinya sendiri di sini ikut dengan Om dan Tante, untuk bertemu dengan calon suaminya.
" Permisi" ucap Anthony yang sudah berdiri di samping Rachel.
semua yang ada bersama Rachel langsung terdiam, lalu melihat ke arah Anthony.
wajah Rachel menengadah melihat wajah yang berdiri di sampingnya.
" Tuan Anthony?" gumam Stevens, Menatap takjub pada sosok Anthony.
Stevens Salah satu Pebisnis muda usahanya bergerak di bidang Jasa konstruksi dan Kafe. saat ini Kafe Milik Stevens sedang viral di kalangan milenia.
" Bisa kita bicara berdua?" tanya Anthony menatap pada Rachel.
Rachel menengok ke arah teman-temanya, semuanya mengangguk menyetujui ucapan Anthony.
" Baiklah..." ucap Rachel memandang ke arah teman-temanya.
Anthony berlalu pergi ke arah pintu. setelah mendapat persetujuan dari Rachel.
"Sudah sana ikut...!" Sisil mendorong pelan punggung Rachel.
"Kak Sisil, jangan dorong-dorong, aku bukan gerobak" ucap Rachel
Semua anggota AMJB tersenyum, melihat Sisil menggoda Rachel" Siapa tahu jodoh" ucap Sisil masih menggoda Rachel.
__ADS_1
"Kak...Sisil..." Rachel memasang wajah cemberut.
Membuat teman mereka tertawa seketika, melihat tingkah mereka berdua.
Anthony berdiri, sambil memasukkan tangan kirinya kedalam kantong celananya.
" Tuan, silahkan anda bicara!" ucap Rachel seketika. Rachel masih jengkel ketika Anthony memanggil dirinya gadis bodoh.
Anthony memutar tubuhnya agar dia bisa berhadapan dengan Rachel.
" Kamu harus bantu saya!" Anthony menatap mata Rachel.
"Bantu? anda butuh bantuan saya?" Rachel malah balik bertanya.
" Hai...saya sudah membantu mu, dan sekarang kamu harus bantu saya" paksa Anthony.
"Pokoknya saya tidak mau tahu, kamu harus membantu saya!" menatap tajam wajah Rachel.
"Tuan pemaksa! anda tidak malu meminta bantuan pada Gadis bodoh ini? "ucap Rachel. pandangan mata mereka berdua terkunci satu sama lain.
Anthony tersenyum tipis mendengar ucapan Rachel.
"Ayolah,Oma. ku punya penyakit jantung dan aku hanya ingin menyenangkan dirinya saja" bujuk Anthony sedikit berkata jujur.
Rachel mencerna ucapan Anthony.
lalu mendengus kasar "Baiklah...," jawab Rachel" tapi ini hanya untuk Oma anda saja,bukan untuk Anda,tuan.. pemaksa" ucap Rachel manatap Anthony.
" Oke... sekarang kamu harus ikuti permainan ku!" Anthony menarik tangan dan menuntun Rachel berjalan bersama dengan dirinya.
__ADS_1
" Tunggu!," Rachel menghentikan langkahnya" Tuan, kenapa harus memegang tangan saya?" Rachel menarik tangannya agar terlepas dari genggaman tangan Anthony.
"kita akan bersandiwara di depan keluarga ku" jelas Anthony.
" Sandiwara? temanya apa?"tanya Rachel.
" Kau berpura-pura jadi wanita ku" jawab Anthony.
"APA,"seru Rachel, langsung menutup mulutnya "Maaf tuan pemaksa,saya tidak mau membantu Anda!" Rachel melangkah melewati Anthony.
Anthony menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil, yang mendapat penolakan dari Rachel seumur hidupnya tidak pernah Anthony di tolak seseorang bila menginginkan sesuatu. Baru kali ini dia menerima penolakan.apa lagi dari seorang wanita muda.
Anthony berjalan kearah Rachel.
Rachel terkejut ketika tangannya di genggam Anthony.
"Jangan menentang ku, kau sudah berjanji mau membantu ku" Anthony menarik tangan Rachel masuk ke dalam Gedung.
Wajah Rachel berubah pias, ketika Anthony menarik tangannya, untuk mengikuti langkahnya.
Rachel berusaha menarik tangannya namun semuanya jadi terasa sia-sia.
" Mati aku, Bagaimana ini? Bagaimana kalau sampai keluarga calon suami ku melihat kejadian ini?"gumamnya dalam hati.
Rachel masih berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Anthony..
" Tuan... lepaskan tangan saya!"
Hampir semua tamu yang hadir menatap aneh melihat seorang, Anthony. Pengusaha yang terkenal baik di Indonesia dan belahan negara lainnya sedang menarik seorang wanita muda.
__ADS_1