
Rachel menatap lekat wajah suaminya, membuat yang di tatapnya, menjadi salah tingkah.
"Mengapa kamu tidak menceritakan tentang jati diri papaku yang sebenarnya Kepada ku, Bee?" Rachel menatap sendu suaminya.
"Sayang...aku minta maaf! Aku lupa memberitahukan kepada mu, tentang siapa sebenarnya papa mertua " Bohong Anthony. tersenyum kaku.
" Jadi kamu lupa? hal sepenting itu kamu sampai lupa memberitahukannya kepada ku!?" Rachel meragukan ucapan suaminya. Rachel menarik tangannya agar Terlepas dari genggaman suaminya. Rachel merajuk.
"iya...aku lupa...maafkan aku" ucap Anthony, meyakinkan istrinya. Anthony lalu menceritakan pada istrinya, dari mana dirinya bisa tahu siapa sebenarnya papa Rachel.
"Gelang ini" Anthony meraih tangan istrinya, lalu memegang gelang Rachel yang masih di pakainya di tangan kanannya.
"Gelang Milik keluarga Berhan...di wariskan turun temurun , untuk anak perempuan pertama di keluarga Berhan. dan anehnya lagi, setiap generasi baru , hanya ada Satu perempuan yang lahir di keluarga Berhan" Ujar Anthony.
"Tapi...Kenapa nenek ku, tidak memiliki anak perempuan?" Rachel masih kurang mengerti dengan ucapan suaminya.
"Nenek kamu, pernah melahirkan seorang anak perempuan, tapi meninggal dunia saat di lahirkan" ujar Anthony, lalu mengecup punggung tangan istrinya.
Rachel hanya mendelik kan matanya saja saat mendengar keterangan dari suaminya.
"Sampai sejauh itu, kamu tahu Tentang keluarga papa ku, tapi kamu tidak pernah mengatakannya kepada ku" Wajah Rachel berubah sedih. lalu menarik kembali tangannya.
"Sayang...aku juga baru tahunya tadi, saat berbincang-bincang dengan Oliver" jujur Anthony.
"Jangan dekat-dekat, Bee! aku masih marah sama kamu" Rachel menahan dada suaminya agar tak memeluknya dirinya.
Anthony tersenyum lebar melihat wajah istrinya, dan masih berusaha mendekati istrinya.
"Sayang...kamu tidak bisa menolak ku!" Anthony malah menggelitik perut istrinya. membuat Rachel, roboh pertahanan dirinya mendapat glitikkan dari Anthony.
"BEE...DASAR TUAN PEMAKSA... LEPASKAN AKU!!!!" Teriak Rachel sambil tertawa geli karena ulah Suaminya.
"Aku akan melepaskan mu, asal kau mau mengikuti semua perintah ku!" Anthony masih menggelitik perut istrinya.
"Perintah apa lagi, sih? udah dong, Bee! aku enggak tahan"
Anthony menghentikan ulahnya. Senyum manisnya terlukis di wajahnya.
__ADS_1
Sedangkan yang di beri senyuman, memasang wajah cemberut, nafasnya masih ngos-ngosan.
Bunyi suara kriuk-kriuk terdengar dari perut Anthony dan Rachel bersamaan. membuat mereka mengulum bibirnya menahan tawa mereka.
"Aku kira kamu sudah makan..." ucap Rachel.
"Kamu juga kenapa belum makan?" Sahut Anthony.
"Setelah masak...aku ketiduran di sofa" jawab Rachel.
Anthony merapikan rambut istrinya, lalu mengaitkan di belakang telinga Rachel.
"Ayo kita makan! aku tak ingin kamu jatuh sakit!" Anthony menarik istrinya, hingga tubuh Rachel menabrak dadanya.
"Aku Sayang Kamu... Rachel Agatha..." bisik Anthony di telinga istrinya. Anthony memeluk erat istrinya.
Wajah Rachel jadi merona mendengar ucapan suaminya
"Saat ini aku lapar, Bee! aku juga sayang kamu! kita makan dulu yah!" Desah Rachel menggoda suaminya, lalu berjalan cepat menuju ke Meja makan, dan segera menyampaikan piring makan untuk suaminya.
Anthony hanya tertawa kecil,melihat tingkah istrinya yang selalu memberi warna Baru bagi dirinya.
Mata Elias memandang ke kiri dan ke kanan, memperhatikan sekeliling pemandangan yang berada di sekitarnya.
Saat ini Elias berada seperti di sebuah hutan yang penuh dengan berbagai macam tanaman yang indah, yang tak pernah di lihat Elias.
Elias berjalan semakin jauh masuk ke dalam hutan... tiba-tiba Elias melihat Stepa, yang terbentang luas di hadapannya.
Mata Elias berbinar-binar, melihat Sosok istrinya yang sedang mengobrol dengan seorang wanita, di sebuah kursi taman yang panjang. mereka saling tertawa, Elias tersenyum lebar melihat, wajah istrinya, senyum manis istrinya selalu terlihat saat berbicara dengan dua wanita yang ada di depan Agatha.
ketika Eluas hendak melangkahkan kakinya mendekati istrinya, kaki Elias tidak bisa di gerakkan. kakinya seolah-olah tertancap di tanah tak bergerak. Elias Akhirnya hanya terpaku berdiri di sana, memandangi istinya dari kejauhan.
'Siapa wanita itu? wanita yang memangku seorang anak perempuan?" pikir Elias, Masih memandangi istrinya.
"Mom..." Suara Bariton laki-laki terdengar menggema.
Elias spontan menengok ke arah suara yang selama ini dia rindukan "Javier" Elias tersenyum melihat Putranya sedang berjalan mendekati Agatha.
__ADS_1
"JAVIER..." Teriak Elias "Javier Putraku" seru Elias memanggil putranya.
Javier menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah Elias. Senyum Manisnya terpatri di wajahnya.
"Javier... Javier... Javier putra ku" teriak Elias.
Ansel yang sedang sibuk, melihat Foto-foto yang di kirim Putranya terkejut mendengar suara Elias, memanggil nama Javier.
"Daddy... Daddy..." Ansel menepuk lembut bahu Elias agar terbangun dari tidurnya.
Mata Elias terbuka lebar, Elias mengumpulkan semua kesadarannya. Elias terdiam seakan-akan sedang mencerna mimpinya.
"Daddy..." Panggilan lembut Ansel membuyarkan lamunannya.
Elias menatap wajah Ansel.
"Apa kau menyembunyikan sesuatu dari diriku...Ansel?"Lirih Elias. menatap sendu putranya.
Elias lalu menceritakan tentang mimpinya.
Mata Ansel berkaca-kaca mendengar cerita Daddy-nya. Dirinya sudah tidak sanggup mendengar cerita Daddy. Ansel sangat sayang pada Javier.
"Tolong katakan yang sesungguhnya tentang adikmu!" lirih Elias.
Ansel langsung memeluk tubuh Daddy nya, tubuh yang dulu terlihat perkasa menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ansel, sekarang menjadi tubuh yang rentan tak berdaya.
"Maaf kan Aku, Daddy...adikku...adikku...memang telah tiada...dia sudah pergi lima tahun yang lalu" Tangis Ansel pecah sambil memeluk tubuh Elias.
Elias terkejut mendengar ucapan Putranya. Rasa penyesalan dirinya semakin dalam pada Javier. Seandainya waktu bisa di putar kembali, mungkin Elias tak mengikuti Ego nya.
Elias jatuh pingsan dalam pelukan Ansel, dirinya shock mendengar pengakuan putranya tentang adiknya.
Ansel menjadi panik melihat Daddy-nya jatuh pingsan. setelah merebahkan tubuh Elias, Ansel segera menghubungi Dokter pribadi Elias.
TBC
Reader Terimakasih atas kunjungan kalian di lamannya Mimin .
__ADS_1
jangan lupa like dan Komentarnya...