SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Rachel pingsan


__ADS_3

" Tuan...apa aku tidak salah dengar?" Henry memandang tak percaya dengan ucapan Anthony


" Aku serius, jual saja perusahaan ini pada Tuan Graciano! itupun kalau dirinya menginginkan perusahaan ini"Ucap Anthony.


"Segera siapkan kendaraan untuk menuju ke Guatemala city...Satu jam lagi aku akan berangkat ke Guatemala city!" Lanjutnya lagi dan meninggalkan Henry yang memasang wajah melongo, tak percaya melihat Tingkah Anthony.


London.


Sejak melihat dan berkenalan dengan Rachel, Elton.seakan tak ingin lepas dari Rachel. Elton mengklaim Rachel adalah ibunya yang telah lama pergi.


Elton Duduk di pangkuan Rachel, dan kedua tangannya melingkar erat di pinggang Rachel.


" Lihat putramu,kak. sudah seperti anak koala, menempel pada induknya" Goda Orion yang sedang melintas di ruang keluarga.


Oliver hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Orion.


"Lihat putramu, begitu dekat dengan Rachel...Elton sangat rindu sosok seorang ibu, Oliver!


Belajarlah membuka diri! carilah wanita yang bisa menerima mu" Ucap Valeria.


" Mommy tidak usah khawatir, putra mu ini memiliki wajah tampan, wanita yang menginginkan diriku juga banyak, tapi... belum tentu mereka menginginkan Putraku...aku akan menikah dengan wanita Pilihan Elton " ucap Oliver.


"Maka bersiaplah bila Elton menyuruh mu, menikah dengan salah satu guru wanita di sekolahnya" Sahut Ansel langsung tertawa terbahak-bahak mengingat guru di sekolah Elton rata-rata usianya sama seperti istrinya.


Valeria hanya menggelengkan kepala melihat suaminya yang sedang menggoda putranya.


Oliver hanya tersenyum tipis mendengar ledekan Daddynya.


"Bunda... Maukah kau bermain dengan ku?" Elton. mendongakkan kepalanya menatap wajah Rachel.


Rachel menyuruh Elton memanggil dirinya dengan sebutan Bunda.


Rachel tersenyum mendengar ucapan Elton yang sekarang sedang duduk di pangkuannya.


"Wajah mu sangat menggemaskan, sayang" Rachel memeluk tubuh Elton sambil mencium pipi Elton yang menggemaskan.


"Sepertinya kau sudah cocok menjadi seorang ibu" Goda Oliver.


Rachel hanya tersenyum bahagia mendengar ucapan Oliver.


" Mengapa dia harus menjadi seorang ibu? dirinya masih muda...biarkan dirinya menikmati usia mudanya" Balas Ansel.


Oliver Baru sadar, Daddynya tidak mengetahui kalau Rachel sudah memiliki suami.


Masih memeluk Elton, Rachel lalu berdiri "peluk erat Bunda! kita akan berputar-putar" seru Rachel, sambil memeluk tubuh Elton.


Rachel langsung memutar-mutarkan tubuhnya, sambil memeluk,Elton. hanya kedua kaki Elton tampak melayang-layang mengikuti tubuh Rachel. yang sedang berputar sambil memeluk tubuh Elton

__ADS_1


"Bunda, aku suka...aku suka...ayo putar aku...putar aku lagi, Bunda! seru Elton kegirangan.


"Huw...Huw...." seru Elton tertawa bahagia. bersama Rachel.


Valeria tersenyum Bahagia melihat wajah cucunya yang ceria.


Sedangkan Ansel hanya tersenyum lirih. Ansel teringat saat dirinya dan saudaranya sering di putar seperti itu oleh Elias, Daddynya.


Aku yakin kau sering mengajak bermain putrimu seperti ituJavier. seperti Daddy yang sering berputar-putar Sambil memeluk tubuh kecil kita. Aku tahu dalam hati kecil mu, juga merindukan kami, namun sayang. Rasa Ego mu dan Egonya Daddynya. telah memberikan kita jarak, sampai kau pergi meninggalkan kami. Ansel.


"Sudah yah sayang!...Kepala Bunda jadi pusing, karena berputar-putar bersama mu" lirih Rachel.tiba-tiba penglihatan matanya berkunang-kunang. Rachel menyandarkan tubuhnya ke sebuah sofa sambil memangku Elton.


"Ada apa dengan mu?" Oliver melihat wajah Rachel tiba-tiba memucat.


"Entahlah... tiba-tiba penglihatan ku berkunang-kunang" jawab Rachel sambil menarik nafas dalam-dalam, agar sesak yang Rachel rasakan di tubuhnya menjadi Plong.


" Mungkin dia terlalu semangat berputar" Sahut Orion


"Bunda...ayo ajak aku berputar lagi..." sela Elton.


"Sudah yah, sayang! Kepala Bunda, tiba-tiba sakit" sahut Rachel.


" Elton... bersiaplah, sayang! Dady antar ke sekolah!" ucap Oliver.


"HM... Boleh kah hari ini aku tidak masuk sekolah, Daddy?" Elton memasang wajah memohon.


Elton menunduk lesu, sambil berjalan ke arah kamarnya.


"Uncle kapan aku bisa bertemu kakek ku?" tanya Rachel pada Ansel .


Ansel menatap wajah Oliver.


"Yang di maksud Rachel Granddad" sela Oliver.


"Sabarlah sayang, Perasaan kakek Elias, belum Stabil, uncle Darrell bilang kakek mu Belum bisa menerima hal yang mengejutkan untuk dirinya"


" Jujur... Granddad sangat merindukan mu, Rachel" Ujar Ansel.


"Uncle mau ke kamar kakek mu dulu... sampai bertemu lagi nanti siang..." ucap Ansel mengelus pucuk rambut Rachel.


Sejak Elias jatuh sakit, Ansel tidak pernah jauh dari Daddynya.Setiap Hari Ansel selalu menemani Elias di kamar pribadi Elias. walaupun sudah ada perawat yang handal Menurut referensi dari Darrell, namun Ansel masih tetap menjaga Elias. menemani Elias agar Elias merasa tak kesepian, tak merasa di abaikan. hanya itu yang bisa Ansel balas pada Daddynya, sebagai seorang anak yang besarkan dengan rasa kasih sayang dan harta yang Berlimpah.


Rachel merasa sedikit kecewa mendengar ucapan pamannya, tapi Rachel menepis rasa kecewanya dan mulai berpikir Positif mungkin yang di ucapkan pamannya memang benar. dan menepis pikiran buruknya yang mengira kakeknya tidak mau bertemu dengan dirinya.


Tiba-tiba, Rachel merasakan nyeri di perutnya, dan Keringat dingin mulai menyelimuti dirinya.


Ada apa dengan diriku? apa penyakit mag ku kambuh pikir Rachel.

__ADS_1


Valeria melihat wajah Rachel semakin pucat " Ada apa denganmu, Nak?" tanya Valeria mendekati Rachel.


" Entahlah Aunty, Kepala ku pusing dan perutku terasa nyeri" jawab Rachel dengan suara lirih.hingga Rachel terkulai lemah dan jatuh pingsan, Untungnya saja Valeria berdiri di hadapannya.dan menahan tubuh Rachel.


"Oliver!... cepat bawa adikmu ke kamarnya!"Hardik Valeria yang menjadi panik melihat Rachel terkulai lemah tak berdaya.


Oliver segera menggendong Rachel dan membawa ke kamar tamu yang sekarang di tempati oleh Rachel, Valeria mengikuti Oliver dari belakang wajahnya terlihat panik. begitu juga dengan Orion


" Ada apa Ini?" Tanya Anson melihat Rachel terkulai tak berdaya sedang di gendong Oliver.


"Entahlah uncle " Jawab Oliver sekenanya dan melangkahkan kakinya menuju kamar tamu.


Evita segera menghubungi Alena, Dokter keluarga Agam, yang di percayakan memeriksa menantu perempuan keluarga Agam .


Perlahan-Lahan Oliver menaruh Tubuh Rachel di atas tempat tidur. Semua tampak cemas menatap Rachel.


Evita menanti Elena di depan pintu Mansion.


Setelah sepuluh menit berlalu, Dokter Alena datang.


" Nyonya Evita, selamat siang" sapa Alena.


" Ayo... Dokter Tolong putriku?" ucap Evita menggandeng tangan Alena.


Alena Terheran-heran dengan sikap Evita.


"Tesoro... sta arrivando la dottoressa Alena(Sayang... Dokter Alena datang)" Ucap Evita pada suaminya.


Dokter Alena memeriksa denyut Nadi Rachel. sambil menatap wajah Rachel.


Wajahnya cantik sekali, siapa wanita muda ini? apa kah wanita ini menantu keluarga Agam ?, Alena.


Ansel yang mendengar Rachel jatuh pingsan segera pergi ke arah Kamar yang di tempati Rachel.


.


" Bagaimana kondisinya? mengapa putri ku bisa jatuh pingsan?" Racau Ansel.


Dokter Alena tersenyum mendengar ocehan Ansel.


"Tuan Ansel, Putri Anda..."


"Ada apa dengan putriku...apa yang terjadi dengan putri ku" Anson memotong ucapan Alena .


Alena mendengus Halus. Alena jadi bingung, bagaimana caranya dia mengatakan kondisi Rachel saat ini.


**TBC

__ADS_1


Terima kasih**.


__ADS_2