
Semua makanan Sudah tersedia di atas meja. ada udang tumis paprika saus wijen, ada mujair goreng, pepes ikan mas, ayam bacem, Capcay kuah, dan tak ketinggalan tempe goreng dan tahu goreng tersedia di sana plus sambel tumis terasi, untuk pecinta makanan pedas, serta kerupuk udang.
"Silahkan di coba! ini semua Masakan Nusantara " Ucap Magdalena pada Uncle dan Aunty Rachel.
"Aromanya membuat perut ku, ingin di isi secepatnya"ucap Ansel, sambil duduk di sebelah Istrinya.
"Aku kira kau ingin, Diet?" tegur Maikel, pada Ansel.
Ansel berpikir sejenak.
"Diet nya nanti saja...sepulang ku dari Indonesia " Jawab Ansel. sambil memperhatikan makanan di atas meja.
"Kau ingin Diet?" tegur Valeria. sambil memicingkan mata pada suaminya.
"Iya, Darling...kau lihat perut ku semakin membuncit" Ansel menepuk perutnya yang terlihat sedikit menonjol.
Valeria tersenyum tipis, Begitu juga yang lainnya.
"Aku merasa kurang percaya diri... ketika melihat tubuh kakak ku, sudah tua Masih terlihat Atletis" sahut Ansel.
"Dan sebaliknya, perut mu semakin membuncit " sela Maikel, menggoda Ansel.
Ansel mendelik kan matanya pada Maikel.
Magdalena merasa jengah dengan mereka berdua.
Anson hanya mendengus kasar melihat Maikel dan kembarannya, mulai beradu mulut.
"Jangan menggodanya!" bisik Sidney pada suaminya.
Maikel hanya melayangkan senyumnya, sambil mengedipkan satu mata pada istrinya.
Sidney hanya memutar bola matanya saja.
"Apa kalian tak malu dengan usia kalian?" tegur Evita.
" Sudah seperti anak SD saja, selalu ada pertengkaran " timpal Magdalena.
"Ayolah, Mom...aku tidak bertengkar dengan Ansel...yah kan Ansel?" Alis Maikel turun naik pada Ansel.
"Itu benar " sahut Ansel tersenyum lebar.
pada Magdalena, mendukung ucapan Maikel.
"Selamat Malam semuanya " sapa Anthony sambil mendorong kursi roda istrinya. mendekat ke arah meja makan.
Rachel hanya melayangkan senyumnya pada mereka semua.
"Sini sayang...duduk di samping Oma " ucap Magdalena menepuk kursi di samping dirinya.
"Oma sudah istirahat?" tanya Setelah duduk di samping Magdalena.
Magdalena mengangguk sambil mengelus Legan Rachel.
"Di mana Elton?" Anthony tak melihat keberadaan Elton.
"Elton Masih tidur... mungkin dia kecapean di jalan" jawab Evita yang tadi mengurus semua keperluan Elton. di kamar.
Tak lama kemudian datang Ketiga sahabat Rachel di susul Dion, Dustin, David dan Daniel.
__ADS_1
Amanda melirik ke arah sebelah kanannya. dirinya tak percaya ada David di sini dan tepat duduk di sampingnya.
"Omesh ikut kesini juga?" tanya Amanda. dengan suara pelan. Karena Amanda tidak terlalu memperhatikan keberadaan David waktu di Mansion.
"Hmmm...aku ikut bersama sepupuku " jawab David sambil tersenyum lebar pada Amanda.
Amanda kembali mengalihkan pandangannya ke arah makanan yang tersaji di meja.
Amanda hanya mengambil sedikit nasi dan mengambil sayur tumis Brokoli untuk dirinya. tanpa yang lainnya.
David tersenyum tipis melihat porsi makan Amanda yang terlihat sedikit.
"Kok makannya sedikit?" tegur David dengan suara kecil.
"Aku harus menjaga bentuk tubuh ku, Omesh " jawab Amanda jujur.
"Tubuh?" David memandang tubuh Amanda, dan mengakui tubuh Amanda memang terlihat sangat seksi. bibirnya tersenyum tipis melihat tubuh Amanda dari samping.
"Jangan mesum!" tebak Amanda, langsung mendelik matanya pada David.
Membuat David terkejut seketika.
Daniel mengangkat kepalanya melihat ke arah sepupunya tepat duduk di seberang meja, yang sedang menggoda Amanda.
Daniel jadi penasaran dengan mereka berdua yang duduk
David malah tersenyum lebar melihat wajah Amanda yang terlihat menggemaskan di matanya.
"Jangan marah-marah nanti cantiknya hilang " goda David.
"Basi... nggak ngaruh buat aku, Omesh" sahut Amanda.
"Kalian berdua kenapa tidak makan?" tegur Sidney melihat makanan David dan Amanda Masih utuh di piringnya.
"Aku sih mau makan Tante, tapi Omesh ngajak ngomong terus" jawab Amanda.
"Jadi makannya tertunda, deh" lanjut Amanda mendengus kecil.
"Sejak kapan Luh, ganti nama? atau Luh pakai nama palsu buat deketin Amanda?" tegur Daniel pada sepupunya.
"Ck, rugi Gw kalau mau pakai nama palsu, untuk deketin dia" sahut David. mengerlingkan matanya pada Amanda.
Amanda hanya membulatkan matanya pada David.
"Makan Manda! udah jangan di ladenin ocehannya, kagak malu ribut sama Om-om?!" Bisik Lusi pada Amanda.
"Dia duluan ganggu, aku" bela Amanda pada dirinya sendiri.
David hanya nyengir kuda saja, pada semua orang yang menatap ke padanya.
Anthony membuka kelopak matanya, menatap langit-langit kamar istrinya, sejenak mengumpulkan seluruh kesadarannya. setelah melalui tidur malamnya.
Anthony menyadari bahwa wanita yang telah memberi warna baru dalam hidupnya, Tidak ada di samping dirinya, Biasan cmya Rachel selalu memberikan senyum terindah yang membuat hatinya bahagia ketika dia baru membuka matanya di pagi hari. dirinya baru sadar kalau sekarang dia berada di rumah mendiang mertuanya. Merenggangkan otot-ototnya lalu beranjak ke arah kamar mandi.
Di Dapur.
Rachel masih sibuk dengan kegiatan nya.
__ADS_1
Tangannya sangat lincah membantu, Ce Suci di dapur membuat beberapa makanan dan kudapan untuk para tamunya.di bantu dengan Rully dan Lisa. tak ketinggalan Amanda yang tak henti-hentinya bertanya seputar masakan pada Rachel dan Ce Suci.
"Lebih baik Elu mandi sana! dari pada di sini... bibirnya Ce Suci Sama Rachel udah pegel jawab pertanyaan elu... bisa-bisa Ce Suci salah kasih masuk Bumbu!" Ucap Lisa pada Amanda.
"Gw, jugakan pengen belajar masa... kalau Gw pintar masak, orang pertama yang di suruh coba masakan Gw, pasti Elu" sahut Amanda.
Lisa memasang wajah terpana pada Amanda.
"Terimakasih banyak Amanda, tapi sebelum Elu kasih tuh makanan buat Gw, lebih baik Gw tolak duluan aja deh," Lisa bergidik, mengingat pernah di buatkan jus Strawberry yang rasanya Asam dan asin. Amanda ternyata tidak bisa membedakan garam dan gula " bisa-bisa Gw keracunan cicipi makanan buatan dia" gumam Lisa. sedang sibuk mengupas buncis.
"Kenapa nolak? padahal aku sudah berencana membuat Capcay kuah..." balas Amanda.
"Udah jangan banyak tanya lagi, mandi sana! siap-siap kita pergi jalan-jalan ke perkebunan!" Sahut Rully masih sibuk mengiris wortel.
Sedangkan Ce Suci dan Rachel hanya tersenyum sambil sibuk dengan kegiatan nya masing-masing.
"Yah Udah, Gw mandi duluan aja" Amanda langsung melangkah keluar dari dapur.
"Disini kamu rupanya, sayang" tegur Anthony melangkah mendekati istrinya.
Cup
Anthony mengecup pipi kiri istrinya.
"Hmmm...hmmm..." Kompak Rully dan Lisa.
Wajah Rachel terlihat Merona mendengar deheman Lisa dan Rully bersamaan.
"Tolong hargai kami yang jomblo" ucap Lisa seketika.
"lebih baik kita berdua pergi dari sini, dari pada menonton kemesraan suami, istri" timpal Rully langsung menarik tangan Lisa pergi meninggalkan dapur, toh pekerjaan mereka sudah selesai.
Anthony malah tersenyum lebar melihat tingkah Kedua sahabat istrinya, Anthony mendekati tangannya ke arah perut istrinya yang terlihat semakin besar.
"Apa mereka semakin aktif di dalam?" tanya Anthony. masih mengelus lembut perut yang semakin membesar.
"Mereka bergerak, sayang" wajahnya terlihat bahagia Ketika merasakan untuk pertama kalinya, calon anaknya bergerak di dalam perut istrinya.
Suci sempat terpana, ketika melihat suami dari anak majikannya, sudah bersimpuh di depan perut Rachel.
"Sayang ini Papa...apa kalian sedang menyapa Papa kalian" bibirnya mengecup parut istrinya bertubi-tubi.
"Bee...geli dan sakit...jangan di cium lagi! mereka semakin bergerak!" ucap Rachel.
Anthony mendongak ke wajah istrinya.
"Setiap mereka bergerak, pinggangku terasa sakit...tapi aku menyukainya"
"Benarkah? Maaf... maaf kan aku, sayang kau jadi harus menanggung semua Rasa sakit karena ulah mereka di dalam" Anthony merasa menyesal.
"Mengapa harus bicara seperti itu? mereka calon anak kita, aku merasa tidak tersakiti, justru aku menikmati setiap mereka bergerak di dalam sini, jangan pernah merasa bersalah, yah?" Rachel mengecup sekilas bibir suaminya.
TBC
Terimakasih kepada teman-teman yang memberikan Mimin tanda jempol.
sebagai penulis yang masih di bawah amatiran. Mimin merasa di hargai dan di apresiasi oleh kalian semua.
Typo tetap bertebaran, apa lagi kolestrol Mimin lagi kumat, meski rada-rada sakit kepala aku masih sempat berhalusinasi.untuk kalian
__ADS_1