
LONDON.
Elias, menyibakkan tirai jendela kamar tidurnya, tatapan matanya memandang ke arah luar jendela.
"Hujan pertama..." senyum tipis terlukis di bibirnya.
Elias sangat menantikan hujan pertama yang membasahi kota london. Mengingatkan dirinya, Pada istri tercinta. yang pergi meninggalkan dunia terlebih Dahulu. dari dirinya.
Flashback on.
Club pacuan kuda.
"Mengapa hari ini cuaca tak bersahabat dengan ku" lirih Elias, wajahnya tampak kecewa melihat hujan yang tiba-tiba datang mengguyur tanah pacuan kuda.
"Nikmatilah! ini hujan pertama setelah musim panas berlalu" sahut Bastian, sambil menyeruput kopi panasnya.
Elias bangun dari tempat duduknya.
"Mau kemana? "Tanya Peter, melihat sahabatnya berdiri dari Sofa.
"Aku mau melihat Hektor " Jawab Elias berlalu pergi ke arah kandang kuda
Hektor, nama kuda Arab milik Elias .Hadiah ulang tahun dari Daddynya.
Elias menyusuri koridor Club pacuan, menuju ke arah kandang kudanya. tiba-tiba, langkahnya terhenti ketika melihat seorang Gadis sedang menunggang kuda, di lahan pacuan kuda. lalu turun dari kudanya,menuju ke arah kqndqng kuda.
Elias menatap wajahnya, membuat Elias terpana dengan kecantikan yang di miliki gadis itu.
"Bagaimana rasanya, ketika dirimu menunggang kuda di saat turun hujan?" tanya Elias seketika, langkah kakinya mendekati gadis tersebut.
"Penuh sensasi"senyum lebar terlihat di bibirnya.
__ADS_1
"O... yaah?" Sahut Elias.
"Kau mau mencobanya?menunggang kuda, di saat hujan turun? "tanya sang gadis.
Elias mengerutkan Dahinya "menunggan kuda saat hujan turun? aku rasa tidak" ucapnya.
"Cobalah sekali saja! anggap saja ini tantangan dariku! masa kau kalah dengan seorang perempuan ?" tantang gadis itu.
Elias merasa di remehkan dengan ucapan gadis itu dan menerima tantangannya.
Akhirnya mereka berdua berlomba di bawah Rintik air hujan yang sedikit lebat. di saksikan oleh sahabat-Sahabat Elias.
Dan Elias tak menyangka dirinya mampu di kalahkan oleh seorang gadis yang baru di lihatnya.
Sampai akhirnya mereka bertemu kembali, saat mereka di jodohkan oleh kedua orangtua mereka.
Flashback off.
Elias, mendengus halus ketika mendengar ucapan Oliver.
"Aku sudah tidak tahan ingin bertemu dengan adik mu dan Uncle mu"ucapnya.
"Aku berjanji akan membawa, Granddad, bertemu dengan Mereka...asalkan Kesehatan, Granddad. sudah membaik" Janji Oliver.
"Aku sudah tak sabar ingin melihat dirinya, dan juga Javier" Ucap Elias Menggebu-gebu.
Oliver diam tak berbicara lagi, Pikirannya jadi kacau, bagaimana jadinya kalau, Granddadnya mengetahui putranya sudah tiada.
"Granddad, aku pergi kerja dulu" pamit oliver melangkah pergi dari kamar Elias.
"Sayang... ada apa? "tegur Valerie, melihat wajah putranya tampak sedih.
__ADS_1
"Sampai kapan kita menutupi rahasia ini, Mom?" jawab Oliver.
"Sampai keadaan,Granddad, membaik " ucap Ansel, papanya Oliver. berjalan mendekati istri dan putranya.
"Aku tak bisa membayangkan Reaksi, Granddad, bila mendengar Uncle Javier telah tiada" lirih Oliver.
Mata Ansel berkaca-kaca, memdengar ucapan putranya.
"Kakak... kakak... "Teriak Orion
"Ada apa kau teriak-teriak dari luar? " Tanya oliver.
Valerie dan Ansel Hanya menggelengkan kepalanya melihat sifat putra bungsunya, yang seenaknya saja berteriak sesuka hati.
"Kakak, Di luar sana ada keluarga Vildriek" Terang Orion
"Vildriek? ada keperluan apa mereka kemari? "Tanya Valerie.
"Seperti biasa, ingin melamar putrinya uncle, Javier" sahut Orion
"Daddy... Tugas Daddy, mengusir mereka "Ucap Orion.
"Orion..."Oliver menatap tajam wajah adiknya.
Oliver tak habis pikir kenapa sang Mommy bisa melahirkan lagi, saat dirinya berusia tahun 20 tahun.
"Kakak, aku berbicara kenyataan, pasti nanti mereka di usir,Daddy, untungnya mereka tidak bertemu dengan uncle Anson, Bisa langsung di tembak mati mereka " Racau Orion.
Oliver merasa jengah mendengar ucapan adiknya, lalu pergi menuju kamarnya.
Anson Agam saat ini memagang seluruh aset milik keluarga Berhan. karna tidak ada lagi penerus Keluarga Berhan, selain anaknya Agatha, Anson otomatis menjadi ketua Eagle eye .salah satu, Organisasi di dunia hitam yang sangat di segani dan di takuti . Sedangkan Aset milik keluarga Agam di pegang oleh Ansel.
__ADS_1