SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Arora 2


__ADS_3

Tiga hari kemudian...


"Kalian tidak pergi ke kampus?" tegur Arora saat dirinya berjalan ke arah Dispenser Air.


"Hari ini, kampus libur, Arora...apa kau lupa?" jawab Cindy.


"Ah...aku lupa..." sahut Arora menepuk keningnya.


"Apa kalian ingin jalan-jalan?" Mikha memberikan usulan.


"Hari ini akan di selenggarakan, Festival Gay Pride" sahut Cindy.


"Apa gw, tidak salah dengar,Gay?" Tanya Mikha.


"Enggak... begitu tulisan yang gua lihat di chat grup kelas" jawab Cindy.


"Serius?!" Mikha.


"Iya... gw serius..." Cindy.


"Elu Ra, mau ikut sama kita bertiga?" Tanya Virly.


"Sorry, hari ini gw harus kerja...Tadi Tuan Jansen, menelpon ke gw, katanya gua harus masuk" ucap Arora.


"Bukankah hari ini,elu.libur?" tegur virly.


Arora mengangguk " Iya, hari ini jadwal gw libur. tapi siapa yang tidak mau kalau di bayar dua kali lipat perjam untuk hari ini" sahut Arora.


"Udah dulu yah...aku cabut...ba-bay..." Arora Keluar dari apartemen.


Dengan semangat yang tinggi, Arora melangkah pasti menuju ke arah jalan tempat di mana Restoran tempatnya bekerja.


Arora, melihat banyak sekali orang berlalu lalang di sekitarnya, tidak seperti hari biasanya.


Arora baru ingat, kalau hari ini Akan di selenggarakan sebuah Festival di kota Amsterdam.


Tiba-tiba langkahnya terhenti, ketika melihat sebuah adegan yang menurutnya, tidak pantas di lakukan di tempat umum.


"Hah...masa pisang makan pisang?" rutuknya dalam hati, ketika melihat beberapa orang pria saling berpasangan, ada yang sedang berciuman, ada yang hanya sekedar bermanja-manja ria. membuat tubuh Arora bergidik ngeri melihatnya. sampai Arora mempercepat langkah kakinya menuju ke arah jalan tempat kerjanya


Tiba-tiba, tiga orang wanita, menghadang jalan Arora. spontan Arora memundurkan langkahnya, sambil menatap wajah Tiga perempuan asing yang menghadangnya.


Salah satu dari mereka menghampiri Arora. dan kedua perempuan yang lainnya malah saling berpelukan dan bermesraan.


"Maukah kau berkencan dengan ku?" ajak perempuan yang memakai kemeja slim Hitam.


sambil memberikan senyuman pada Arora.


waduh...gw masih normal....Arora.


Bulu kuduk Arora berdiri karena mendengar ucapan wanita yang sudah berdiri di sampingnya, Arora menampakkan wajah meringis, tapi bukan karena sakitnya. tapi rasa jijik yang di rasakan. seumur-umur baru kali ini ada perempuan yang ingin mengajak dirinya berkencan.


Rasanya Arora ingin menonjok wajah perempuan yang menggoda dirinya. tapi Arora tidak berani melakukan itu semua, karena Arora Takut dirinya di Deportasi.


Mimpi apa gw, semalam? Sampai di deketin jadi-jadian. Arora.

__ADS_1


Arora mendengus nafasnya, lalu menoleh ke arah perempuan yang sedang mengganggunya. emosinya sudah sampai di ubun-ubun.


"Nona...tolong jauhkan tangan mu! jangan seenaknya kau menyentuh tubuh ku!" ucap Arora, ketika wanita itu mengelus lengan Arora.


"Hai...aku hanya menawarkan sebuah kenikmatan, untuk mu" sahut wanita itu tak mau kalah.


"Dan aku tidak membutuhkannya, terimakasih" Arora menepis tangan perempuan kemeja hitam.


"Hai...apa yang kau lakukan pada, teman ku" Seru wanita memakai t-shirt berwarna magenta.


"Aku tak melakukan apa-apa, aku hanya menepis tangannya, yang seenaknya saja menyentuh Anggota tubuh ku...tanpa seijin dari ku!" jawab Arora.


Tiba-tiba seorang pria yang tak fi kenal Arora merangkul pinggang Arora.


"Rupanya kau di sini sayang..." ucap pria asing mengecup pelipis Arora.


"Jangan berdebat ikuti saja permainan ini" bisik pria itu.


Arora diam tak menjawab ucapan Pria yang tak di kenalnya.


"Ladies... Wanita yang kau goda ini adalah istriku" Bohong pria itu pada tiga perempuan yang menggoda Arora.


wanita yang memakai kemeja hitam, tak mempercayai ucapan pria itu.


"Aku rasa kau bukan suaminya, buktinya dia terkejut melihat kehadiran mu" ucap perempuan memakai kemeja hitam.


"Sayang apa aku bukan suami mu?" tanya pria asing pada Arora


Arora terkejut dengan ucapan pria asing. Arora mengangguk antusias mendengar ucapan pria asing tersebut.


"Iya...dia su-a-mi ku" ucap Arora gugup.


"Dia sedang marah padaku, sejak pagi kami sudah bertengkar" pria itu masih membuat alasan. agar ketiga perempuan yang mengganggu Arora lekas pergi.


"Ayolah, jangan marah lagi pada ku...ok" ucap pria itu sambil tangannya menangkup kedua pipi Arora..." matanya berkedip-kedip memberi kode , agar Arora paham .


Mengapa matanya berkedip-kedip? oh dia memberi kode padaku, Arora.


"Aku memaafkan mu" ucap Arora tertunduk lesu. Arora sudah merasa jengah dengan keadaan ini.


Seandainya ini di Indonesia, sudah habis Luh, gua Hajar...Arora.


"Kalian pasti bersandiwara?"tuduh wanita kemeja hitam.


" Kalian mau lihat buktinya..." ucap Pria asing.


Pria asing itu mencium pipi kanan Arora, lalu membisikkan sesuatu pada Arora.


"Dengan terpaksa aku harus melakukan sesuatu pada mu" pria itu langsung ******* bibir Arora, bibir Arora terbuka karena terkejut bukan menerima tindakan pria yang ingin menolongnya.


My first kiss...oh tidak...ngenes banget gw, hari ini. Rutuknya Arora.


" Apa kalian kurang puas? Apa aku harus mengajaknya bercinta di sini? agar meyakinkan kalian?"


"Ayo sayang, kita pergi! jangan kau lepaskan genggaman tanganmu dari tangan ku, oke!"ucap pria itu pada Arora.

__ADS_1


"Tunggu..." seru wanita yang tadi mengganggu Arora.


Pria itu membalikkan tubuhnya, ke arah belakang.pancaran matanya tajam menatap keras perempuan itu.


"Mau apalagi? Apa masih belum puas dengan yang kalian lihat? Atau kalian mau aku laporkan pada polisi, karena sudah mengganggu istriku" ucapnya lagi memandang marah pada ketiga wanita tadi.


ketiga wanita itu langsung pergi, karena tidak berani lagi mengganggu Arora. karena ancaman sang Pria.


Beberapa kali Arora menutup kedua matanya, ketika melewati beberapa pasangan, yang sedang bermesraan.


Pria itu tersenyum lebar melihat tingkah Arora.


"Apakah ini pertama kali bagimu, melihat kejadian seperti ini?" tegur pria asing.


"Terus terang ini sangat tabu bagi ku, mungkin juga aku tidak terbiasa melihat kejadian seperti ini, masa Pisang makan pisang... donat makan donat" ucap Arora.


"Pisang?...Donat?... what?" Pria asing, mencerna ucapan Arora. sampai akhirnya dia tersenyum setelah menyadari ucapan Arora.


l


" Aku yakin, ciuman itu..."


"Stop... jangan berbicara lagi!" ucap Arora memotong ucapan sang pria asing. wajahnya Arora sudah merah merona.


"Aku tak menyangka hari ini... aku menjadi pria yang beruntung, mendapatkan First kiss dari seorang gadis cantik" pria itu malah menggoda Arora.


Arora sudah tidak dapat berkata apa-apa. dirinya hanya tertunduk diam tak berani menatap pria di hadapannya.


Tanpa terasa mereka sudah berdiri tepat di depan Restoran, tempat Arora bekerja.


"Tuan aku sudah sampai di tempat tujuan ku" ucap Arora.


Pria itu menoleh kearah Restoran.


"Apa kau bekerja di sini?" tanya pria asing.


Arora mengangguk antusias.


"Terimakasih tuan, anda telah menolong saya...dan mengantar saya sampai ketempat kerja saya... walaupun aku harus membayar dengan ciuman pertama ku"Ucap Arora lalu berlari ke dalam Restoran...


pria Asing itu hanya tersenyum lebar, melihat Arora masuk ke dalam Restoran.


 


TBC.


Terimakasih.


typo tetap ada, karena Author bukan Manusia sempurna


jangan lupa like dan komentarnya...


sebagai tanda kalian menyukai dan menghargai cerita yang ku buat teman-teman.


Sekilas Informasi.

__ADS_1


Yang ingin tahu Tentang Gay Pride, bisa cari di Google! itu salah satu Festival di Amsterdam.


karena aku sudah memberikan penjelasan tapi cerita ku tak bisa terbit.


__ADS_2