Senar Takdir

Senar Takdir
Luka dan harga diri


__ADS_3

Hukuman telah berakhir seiring berakhirnya jam pelajaran pertama, Alexander pun berjalan kembali ke tempatnya. Namun dia mendapati Hana telah duduk di tempatnya.


Tiara tersenyum manis kepadanya, sedangkan Hana memainkan ponselnya sambil bersandar pada bahu Tiara. Sedangkan Wulan dan Tamrin yang sejak tadi bermain ponsel menoleh kepadanya.


Wulan mengangkat tangan kanannya sambil berkata, "Hello Bos."


"Hello.."


Mendengar nada bicara Alex yang tidak biasa, membuat Wulan langsung menoleh kepadanya. Dia memandang Alex dengan terheran-heran. Kemudian seseorang mengejutkan Alex dari belakang.


Dia pun merangkulnya sambil berkata, "Bos!" ucapnya dengan riang.


"Eh, Tamrin. Gue kira siapa..."


"Tumben-tumbenan Bos besar datang terlambat. Ke mana saja?"


"Habis dari Rental PS, sesekali menikmati suasana ramai..," ucapnya terbata-bata.


Tamrin melepas rangkulannya lalu memandang Alex sambil memegang dagu dengan kedua jarinya, Dia melihat kedua mata Alex yang sembab, terlihat agak pucat dan tidak bergairah.


"Bos, kau terlihat agak pucat aneh hari ini. Bos sakit?" tanya Tamrin begitu penasaran.


"Tenang Tamrin, gue sehat kok. Santai saja."


Kemudian, Alexander menoleh kepada Tiara. Dia melihat Tiara asik berbincang dengan Hana. Tiara pun menyadari hal itu lalu ia pun menoleh kepada Alex sambil tersenyum.


Tiara menoleh kepada Hana lalu berkata, "Yang punya bangku sudah datang tuh."


Hana memeluk lengan Tiara lalu berkata, "Ih, gak mau! Aku ingin duduk sama kamu. Padahal lagi seru-serunya, emang kamu gak kangen duduk sama aku?"


"Kamu lupa? Pak Dirman kan sudah menentukan tempat duduk masing-masing, nanti beliau marah loh."


"Ah, Tiara kaku banget deh. Yang penting jangan ketahuan. Alex, aku duduk di sini ya? Memangnya gak bosen duduk sama Tiara terus?!"


Alexander tersenyum lalu berkata, "Ya, sudah aku duduk di bangku lain."


Kedua mata Tiara terbuka lebar lalu berkata, "Gak boleh, nanti Pak Dirman marah. Cepat kembali ke habitat mu, hus-hus!"

__ADS_1


Hana dengan raut wajah agak kesal pun berdiri. Dia menoleh kepada Tiara sambil berkata, "Segitunya ingin duduk sama Alex, nanti Ilham marah loh."


Tiara tertawa lalu berkata, "Apaan, sih bawa-bawa Ilham?! Sudah sana, hus-hus!" balasnya dengan nada bercanda.


"Iya-iya!" balasnya dengan raut wajah cemberut.


Setelah Hana berjalan beberapa langkah, Tiara pun tersenyum manis kepada Alex sambil menepuk-nepuk kursi di samping kirinya. Alexander pun tersenyum sambil berjalan kembali ke tempat duduknya.


"Akhirnya, empat serangkai kembali lagi!" ucap Tamrin.


Tiara menoleh kepada Tamrin lalu menempelkan mulutnya dengan satu jari sambil berkata, "Sttt!" ucapnya lalu melepaskan


dan berkata, "Gak enak didengar Hana, kalau sampai kedengaran dan salah paham. Mau tanggung jawab?" bisiknya kepada Tamrin.


"Iya-iya, maaf..."


Wulan mengangkat tangannya lalu berkata, "Yuk tos dulu!" ucapnya seiring laju tangannya.


Spontan Alexander pun menghindar hingga membuat Wulan terheran-heran. Kemudian Wulan tersenyum, ia berusaha menepuk pundak dan bagian tubuh Alex.


Alexander terus menghindarinya hingga mereka berdua kejar-kejaran di dalam kelas. Kemampuan Wulan yang dapat melihat kejadian dalam satu tepukkan, membuat Alex waspada.


Wulan menepuk pundak Alex sambil berkata, "Kena! Bos kena! Hihihi!"


Alexander terdiam, sorot matanya memandang kosong. Kini, Wulan tau apa yang terjadi sebenarnya pada dirinya.


Wulan berjalan mundur sambil berkata, "Kenapa Bos?"


"Sekarang kamu tau, ya?" tanya Alexander dengan serius.


Wulan terheran-heran lalu bertanya, "Tau apa?"


"Ah, tidak-tidak! Ngomong-ngomong, kenapa elu ngejar gue?"


"Bukannya kita sedang main kejar-kejaran?" ujarnya balik bertanya.


Tamrin berlari mendekati Wulan lalu berkata, "Hei, ayo cepat lari! Nanti kamu yang jaga!"

__ADS_1


Tidak berselang lama Tiara pun datang. Dia menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Dasar kalian ini, sudah SMA malah berlarian di kelas seperti anak SD."


"Bodo amat!" balas Tamrin.


Tiara cemberut lalu berkata, "Setidaknya ajaklah atuh, dasar kalian ini."


Hana dengan raut wajah riang gembira pun berjalan menghampiri mereka semua. Kemudian dia berkata, "Aku juga ingin ikut!"


"Bagus! Semakin banyak, permainan pun semakin seru. Ayo mulai!" kata Wulan dengan penuh semangat memulai permainan.


Mereka semua berpencar, Alexander yang kebingungan pun akhirnya terbawa suasana. Setidaknya, pikiran negatif yang sempat muncul di dalam benaknya pun menghilang. Permainan kejar-kejaran pun berakhir, ketika guru akuntansi dasar memasuki kelas.


Semua murid kelas, mengikuti pelajaran dengan tenang dan serius kecuali Tiara. Gadis itu teringat tingkah Alexander yang aneh hari ini.


Tiara tau bahwa ada yang sedang disembunyikan oleh kekasihnya. Melihat Alex sering melamun saat pelajaran, membuat Tiara sangat khawatir.


Tidak terasa, pelajaran pertama pun telah berakhir. Tiara menoleh kepada Alex sedang memasukkan bukunya ke dalam tas.


Gadis itu terus kepikiran, ia ingin tau apa yang terjadi dan disembunyikan oleh kelas. Namun ketika hendak ingin bertanya, seseorang tak asing menoleh masuk ke dalam jendela tepat samping Alex.


"Hai," sapa siswa itu lalu tersenyum.


"Ilham, hai juga," balas Tiara lalu tersenyum. Setelah itu ia berkata, "Aku kira siapa, ngapain kamu menoleh masuk begitu?"


Alexander menoleh kepada mereka berdua secara bergantian, ia pun berdiri dan berkata, "Aku pergi ke dulu."


"Mau ke mana?" tanya Tiara.


Alexander tersenyum lalu berkata, "Cari angin. Mau titip sesuatu?" tawar Alex.


Ilham pun memotong pembicaraan, "Tidak perlu. Gue sama Tiara mau ke kantin. Elu pergi aja, takutnya ditunggu sama teman-teman elu."


"Ilham!" balas Tiara sedikit kesal sambil mencubit lengannya.


Ilham pun kesakitan lalu membalas, "Kenapa? Aku benar bukan?"


Alexander tersenyum lalu membalas, "Sudahlah, aku memang ada keperluan kok. Kalian berdua pergi saja ke kantin."

__ADS_1


"Ya, sudah. Kamu hati-hati ya..." ujarnya mencemaskan Alex.


Alexander tersenyum lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua tepat di lorong. Sementara Ilham dan Tiara, mulai berjalan menuju kantin sekolah.


__ADS_2