
Suasana kamar yang sunyi, selembar tisu dan layar laptop menjadi saksi atas apa yang dilakukan oleh Alex. Ketika hampir mencapai puncak, pintu kamar tiba-tiba saja terbuka.
"Sayang aku pulang..."
Tiara terdiam, melihat Alexander memegang burung peliharaannya sendiri. Alexander sangat syok, melihat Tiara berdiri mematung. Buru-buru, Alexander memasukkan burungnya ke dalam kandang lalu memindahkan tampilan laptop dan bersikap seolah tidak terjadi apapun.
Alexander memandang layar laptop sambil berkata, "Ramalan bullsit," ucap Alex di dalam hati.
Tiara menahan tawa, dia tersenyum lalu duduk tepat di samping Alex. Mereka berdua terdiam, tidak ada satu pun mulai berbicara.
Wajah Alexander merah padam, dia benar-benar tidak tau apa yang harus katakan.
Tiara menahan tawa lalu ia menoleh kepada Alex dan bertanya, "Apa yang sedang kamu lakukan, sayang?"
Alexander terdiam, lidahnya seketika mati rasa. Dia menunduk dengan wajah memerah. Tubuhnya keringat dan jantungnya berdegup kencang.
Tiara memandang kekasihnya dengan raut wajahnya yang mesum. Ujung lidah menjilati pangkal bawah bibir.
Gadis itu, teringat penggalan naskah pada dokumen terlarang milik Alex. Tiara menarik nafas lalu berkata, "Ah, Tiara sayang! Pahamu begitu nikmat. Aku ingin terjepit dan menjilatinya setiap hari!"
Alexander semakin syok, mendengar apa yang dia katakan. Dia melirik kepada Tiara lalu dengan raut wajah memerah ia bertanya, "Kamu membacanya?"
Tanpa rasa malu, dia tersenyum sambil menganggukkan kepala. Alexander langsung menunduk dan menutup wajahnya yang memerah dengan kedua tangan sambil berkata, "Tidak!"
Tiara tertawa terbahak-bahak, melihat tingkah Alexander. Air mata Alexander mulai mengalir, Tiara pun berhenti tertawa lalu dia terdiam dan memeluknya dari samping.
"Sekarang harga diriku telah hilang," ucapnya masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"Itu tidak benar, sayang! Kamu lakukan itu normal. Melakukan onani dan mengoleksi film porno sudah menjadi rahasia umum para lelaki. Bahkan orang tersuci pun dulunya pernah melakukannya," ujarnya menghibur Alex.
Alexander membuka kedua telapak tangannya lalu menoleh kepada Tiara dan berkata, "Aku tau, tapi kamulah menjadi objek fantasi ku! Kamu gak marah! Benci atau apa?! Aku ini gak jauh berbeda dengan lelaki waktu itu diam-diam telah mengambil foto dibalik rok!" katanya sambil menangis histeris.
Tiara tersenyum manis kepada Alex. Dia menggelengkan kepala lalu berkata, "Tidak sayang, justru aku senang jika orang itu adalah suamiku sendiri. Berarti perasaan dan kehadiranku telah sepenuhnya masuk ke dalam dirimu," kata Tiara sambil mengusap air mata Alex lalu berkata, "Jangan merendahkan dirimu sendiri."
"Aneh, bisa biasanya para gadis yang melihatnya akan marah dan sebagainya," kata Alex.
Tiara tertawa lalu berkata, "Mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama. Tetapi kamu lupa? Aku ini bukan manusia."
__ADS_1
Alexander berbalik, mereka berdua terdiam sambil memandang layar laptop. Semakin lama mereka terdiam, membuat mereka berdua merasa canggung.
Tiara melirik kepada kekasihnya masih terdiam. Dia pun tersenyum lalu bertanya, "Jadi, baru pertama kali kamu melakukannya?"
Alexander menggelengkan kepala lalu menjawab, "Sejak SMP."
Alexander mulai menceritakan, awal kebangkitan sisi lain dalam dirinya. Dulu semasa SMP ketika jam istirahat, Alexander duduk seorang diri di pojok kelas.
Beberapa siswa di kelas, duduk merapatkan meja seperti membicarakan hal penting. Diam-diam, Alexander mendekat lalu menguping pembicaraan mereka.
Salah satu diantara mereka menoleh ke belakang. Dia memandang rendah Alex lalu berkata, "Wih, lihat siapa yang dibelakang?!"
"Ada kacung Hadi rupanya," ujar salah satu diantara mereka.
Teman kelas Alex, mengenakan Hoodie sedang memegang handphonenya menoleh ke belakang. Dia memandang rendah Alex lalu bertanya, "Ngapain elu ke sini? Mau ngadu elu ya?!" bentaknya kepada Alex.
Alexander yang ketakutan menjawab, "Enggak-enggak!" ucapnya sambil menggelengkan kepala.
Salah satu diantara mereka tertawa lalu berkata, "Mungkin, kacung Hadi ini mau nonton bareng kita."
Alexander tidak tau apapun, bertanya mengenai situs tersebut lalu dengan suara lantang siswa itu memberitahunya kepada Alex. Beruntung, waktu itu tidak ada satu pun siswi di kelas. Jika tidak, mereka termasuk Alex akan di hukum.
Sepulang sekolah, dia membawa menu makan siang ke dalam kamar lalu menguncinya. Alexander membuka situs tersebut. Kedua matanya tidak berkedip, melihat adegan panas di dalam film.
Bagian bawah perut terasa panas, dia mulai merasakan gelisah namun dia tidak tau apa yang harus dirinya lakukan.
Selain itu, Alexander pada momen tertentu selalu dihidangkan oleh pemandangan indah dibalik rok para siswi.
Ketika menjelang malam tahun baru, dia melihat pintu kamar kakaknya tidak terkunci. Dia melihat kakaknya menonton film porno sambil melakukan senam lima jari. Karena penasaran, Alexander mulai melakukannya.
Semenjak saat itu, jika waktu senggang dalam kesendiriannya di dalam kamar Alex terus menjelajahi situs terlarang. Alexander terus melakukannya, hingga sebelum Alexander pindah dan tinggal di rumah almarhum Nenek dan Kakeknya.
"Oh, jadi begitu ceritanya," kata Tiara.
Alexander tersenyum lalu berkata, "Andaikan waktu itu aku tidak menghampiri mereka mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi."
"Jangan pernah menyalahkan kejadian telah berlalu, sayang. Cepat atau lambat, hal itu pasti akan terjadi," balas Tiara.
__ADS_1
Alexander tertunduk lesu lalu berkata, "Andaikan nafsu itu tidak ada."
"Nafsu itu adalah gairah dan gairah adalah kenikmatan. Seperti halnya kita ingin makan, jika diiringi dengan nafsu maka makanan terasa berselera dan nikmat. Jika tanpa nafsu, maka makanan akan terasa hampa dan tidak bergairah. Kamu harus bersyukur, sayang. Seandainya terlahir tanpa nafsu, maka apa bedanya kita dengan robot?"
"Kamu benar, tapi aku benar-benar tersiksa dengan nafsu ini. Pada akhirnya, semua ini tetap saja semua ini salahku," ujarnya tertunduk lesu.
Tiara menggenggam tangan Alex, perlahan Alexander menoleh kepadanya. Gadis itu menggelengkan kepala lalu berkata, "Ini salahku. Dua kali, aku sengaja melebarkan paha dan menunjukan. Aku pikir, suamiku akan senang tetapi malah sebaliknya. Maaf, sekali lagi aku minta maaf."
Alexander tersenyum lalu membelai pipinya sambil berkata, "Terima kasih, kamu tidak perlu minta maaf. Mana ada lelaki yang tidak senang melihatnya, apalagi kekasih sendiri. Sudah waktunya, aku harus menghapus seluruh koleksi rahasiaku."
Alexander membuka folder berisi koleksi foto dan video mesum, berikut koleksi foto keindahan dibalik rok Tiara. Dengan berat hati, dia menghapus semuanya secara permanen.
Tiara tertawa lalu berkata sambil memeluknya dari samping, "Sayang-sayang, buat apa sih kamu onani seperti itu?"
"Maaf, namanya juga perjaka.."
Tiara tertawa lalu bertanya, "Emang kamu perjaka?"
Alexander terkejut lalu menjawab, "Aku ini perjaka! Begituan saja aku belum pernah. Lagian siapa juga yang mengambil keperjakaanku."
"Tanganmu," jawab Tiara.
Awalnya dia tidak mengerti apa maksud dari Tiara. Namun begitu mengetahui maksudnya, seketika dunia seolah-olah runtuh. Apalagi, dijawab oleh kekasihnya sendiri membuat harga dirinya seolah jatuh hingga ke inti Bumi.
Tiara memandang mesum kekasihnya, dia menjilati bawah bibirnya. Dia merapatkan duduknya kepada Alex lalu berkata, "Kamu lupa? Sekarang ada aku," bisiknya dengan nada menggoda membuat libido Alex kembali bangkit.
"Hah?! Apa maksud...."
Belum sempat menyelesaikan pertanyaannya, Tiara langsung mencium Alex. Alexander, merasakan sensasi nikmat seperti tersengat listrik ketika Tiara memanjakan Sang Burung dengan tangannya. Telapak tangannya yang lembut bagaikan sutra, aroma tubuhnya yang wangi membuat Alexander hilang akal.
Alexander melepas ciumannya lalu bertanya, "Kenapa kamu melakukan ini?!" tanya Alex dengan wajah memerah.
Tiara masih menggenggam Sang Burung lalu dengan wajah mesumnya ia menjawab, "Karena aku ini istrimu. Sudah nikmati saja, rasakan pelayanan khas dari mantan kepala pelayan," ujarnya kepada Alex lalu menuntun tangannya menyentuh pahanya, "Ayo, sentuh. Kamu ingin sekali menjilat dan menikmati ini bukan? Tenang hari ini adalah hari aman ku."
Alexander mulai kehilangan akal, dia langsung bercumbu dengan kekasihnya lalu menggotong dan membaringkan kekasihnya di atas kasur. Tiara, memberikan pelayanan spesial membuat Alexander seperti di surga.
Mereka berdua melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri. Suara raungan nikmat serta goyangan kasur, menjadi saksi atas liarnya gairah mereka berdua. Kegiatan tersebut terus berlanjut hingga matahari terbenam.
__ADS_1