Senar Takdir

Senar Takdir
Alasan menulis


__ADS_3

Sepulang dari sekolah, Alexander memasukkan motornya ke dalam garasi rumahnya. Hari mulai senja, cuaca di langit terlihat mendung. Pintu rumah terbuka, Tiara keluar dari rumah masih mengenakan seragam batik dan rok sekolah.


Tiara mencium tangan Alex, dia pun memeluknya begitu erat. Kemudian, mereka saling berpandangan lalu berciuman dengan mesra. Setelah itu mereka kembali berpandangan.


Mereka pun tertawa bersama lalu Alexander berkata, "Ciuman seperti ini lama-lama sudah menjadi tradisi kecil kita."


"Iya, sayang. Tidak ciuman, hari ini terasa ada yang kurang," ujarnya begitu bahagia. Betapa terkejutnya Tiara, melihat wajah Alex terdapat luka lebam Dia pun bertanya, "Sayang, kenapa dengan wajah kamu?! Siapa yang berani mukul kamu?!"


Alexander membelai rambut kekasihnya sambil berkata, "Tenang, sewaktu dijalan aku di hadang penjahat. Mereka sempat memukuliku, beruntung ada warga sekitar jadi aku dan motorku selamat."


Wajahnya cemas seketika penuh amarah lalu bertanya, "Kamu tau di mana mereka? Biar aku bakar mereka!"


Alexander memeluknya lalu mengusap rambutnya sambil berkata, "Sudah-sudah jangan dipikirkan setidaknya aku selamat."


Tiara mempererat pelukannya sambil berkata, "Seharusnya aku pulang bareng kamu saja."


Mereka berdua, berjalan masuk ke dalam rumah lalu duduk berdampingan di atas sofa ruang tamu. Telapak tangan Tiara mengeluarkan cahaya, dia mengusap pada wajah Alex yang memar. Perlahan luka memar pada wajah Alex kembali pulih.


Tiara menarik tangan kanannya sambil berkata, "Sudah!" ucapnya lalu tersenyum.


Alexander sambil memegang wajahnya berkata, "Lukaku sembuh, thanks Tiara."


Tiara terdiam, dia menatap kekasihnya dengan perasaan cemas. Dirinya terbayang, Alexander dipukuli oleh para perampok.


Alexander melihat Tiara memandang dirinya dengan cemas. Dia pun bertanya, "Kamu kenapa?"


Gadis itu terdiam, dia memeluk Alex dengan erat lalu berkata, "Aku masih khawatir. Siapa tau, para penjahat itu menyerang mu lagi."


"Jadi, aku harus bagaimana supaya menghilangkan rasa cemas mu itu?" tanya Alex sambil mengusap rambutnya.


"Mulai besok, aku ingin pulang sama kamu!"


"Yakin? Kamu gak takut ketemu perampok?" tanya Alex.


"Kalau bertemu dengan penjahat-penjahat itu, wajah jelek mereka akan ku buat babak belur!"

__ADS_1


Alexander mencubit pipi Tiara sambil berkata, "Iya, aku percaya."


Mereka melepas pelukan, Alexander berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menuju kamar. Baru saja Alexander memegang gagang pintu, Tiara meminta izin untuk melanjutkan pekerjaannya yaitu membaca dan merevisi naskah novel milik Alex. Alexander mengizinkannya dengan catatan, mematikan laptop setelah digunakan.


Alexander masuk ke dalam kamar disusul oleh Tiara. Dia mulai berbaring di atas kasur, sedangkan Tiara mulai membuka laptop. Tiara mulai berkonsentrasi, membaca dan memeriksa isi naskah tersebut.


Selama dua jam, Tiara terus memandangi layar laptop. Sesekali dia menguap karena mengantuk. Gadis itu berkonsentrasi, mengikuti arus cerita dan memperbaiki setiap kesalahan dalam penulisan.


Pintu kamar mulai terbuka, Alexander berjalan masuk ke dalam kamar sambil membawa dua gelas berisi teh hijau. Dia meletakkan gelas itu tepat di samping laptop sambil berkata, "Ayo, diminum dulu sayang."


Tiara mengambil gelas itu sambil berkata, "Terima kasih, sayang."


Tiara meminum seteguk teh hijau harga. Ketika air teh hijau masuk ke dalam tubuhnya, seluruh syaraf dan perasaannya menjadi rileks. Alexander duduk di sampingnya, dia ikut menikmati secangkir teh hijau hangat bersama kekasihnya.


Matanya kelelahan, membuat Alexander penasaran sudah berapa halaman yang telah Tiara baca. Tiara merapatkan tempat duduknya, dia memeluk lengan Alex dengan manja.


"Sudah sampai halaman berapa kamu baca?" tanya Alex.


"Empat ratus lima puluh halaman," jawab Tiara.


Gadis itu mengusap kedua air matanya sambil bertanya, "Sayang, kamu kenapa menangis?"


"Aku terharu, baru pertama kali ada yang membaca karyaku sampai akhir. Biasanya mereka membaca karyaku, jika ingin tukar baca," jawab Alex sambil mengusap air matanya.


"Tukar baca? Apa maksudnya?" tanya Tiara.


Alexander bercerita, bahwa karya novelnya dipublikasikan pada sebuah situs di internet. Minat membaca di Negara ini sangat rendah. Kurangnya pembaca, membuat para penulis melakukan sistem tukar baca.


Setelah membaca, mereka diwajibkan untuk memberi like, komen dan subscribe. Jika mendapatkan jumlah yang banyak dari tiga hal itu, maka karya penulis tersebut akan menjadi terkenal dan pendapatan akan meningkat. Tetapi hal yang membuat Alexander kecewa, mereka tidak merespon atau berkomentar sesuai dalam cerita.


Mereka memberi respon dan komentar dengan asal, bahkan ada beberapa dari mereka melakukan promosi karya mereka tidak pada tempatnya.


Melihat Alexander bersedih, Tiara pun tersenyum lalu berkata, "Tenang, jangan bersedih, sayang. Setelah membaca Lorex 19, aku pasti membaca seluruh karyamu lalu memberi respon, komentar dan like sebanyak-banyaknya!" ujarnya begitu bersemangat.


Alexander memeluknya lalu berkata, "Tiara, terima kasih. Aku senang mendengarnya. Suatu saat, kebaikan mu pasti aku balas."

__ADS_1


Laptop telah dimatikan, mereka berdua berjalan keluar rumah lalu berjalan-jalan menikmati suasana Perumahan. Langit mulai senja, angin sejuk mulai berhembus perlahan-lahan. Sepasang kekasih itu, berjalan sambil bergandengan tangan.


Beberapa orang, terllihat berjalan-jalan menikmati suasana sore hari. Ada juga orang terlihat sedang berjoging dan berdagang.


Alexander melihat penjual Soto Lamongan di Taman, dia pun menunjuk sambil berkata, "Sayang, ada tukang Soto Lamongan. Ayo kita ke sana!"


"Ayo! Kebetulan aku belum makan siang, jadi sekalian kita makan malam!"


Sesampainya di Kedai Soto, Alexander langsung memesan lalu menunggu pesanan pada sebuah kursi taman. Suasana taman yang indah penuh dengan beragam jenis bunga. Selain itu, mereka melihat beberapa permainan seperti ayunan dan lain sebagainya.


Tiara melihat-lihat suasana sekitar lalu berkata, "Kita pernah melewati taman ini saat latihan. Tempat yang nyaman, bunga yang indah dan ada tempat bermain juga!"


"Kamu benar, banyak tempat yang menarik di Perumahan ini. Kalau senggang, kita jalan-jalan berkeliling Kawasan Perumahan ini."


"Sebenarnya, setelah pulang sekolah kita banyak waktu luang. Hanya saja, kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah."


"Kamu benar," balas Alex.


Pesanan mereka berdua telah siap, Sang Penjual mengantarkan pesanan mereka berdua dengan sebuah nampan. Setelah mendapatkan pesanan, mereka berdua menikmati hidangan bersama.


Tiara sambil mengunyah makanan berkata, "Makan di taman nikmat juga."


"Iya, sayang. Apalagi cuaca hari ini bagus."


"Sayang, ada yang ingin aku tanyakan," kata Tiara sambil mengunyah makanan.


Tiara berhenti makan lalu berkata, "Kamu hebat, bisa menulis karya lebih dari seratus halaman. Menulis jumlah halaman seperti itu tidak mudah. Sebenarnya, dari mana inspirasimu berasal? Dan apa alasan kamu menulis?"


Alexander tersenyum menundukkan pandangan lalu berkata, "Aku mendapatkan inspirasi dari film, komik dan apa yang aku lihat. Semenjak kecil, Ibuku selalu pilih kasih kepadaku. Dia lebih sayang dan memanjakan kakakku. Kakakku selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Berbeda sekali denganku yang penuh pertimbangan. Di sekolah, aku selalu menjadi korban bullying. Setidaknya menulis, hanya untuk melampiaskan keinginanku yang tidak tercapai. Itulah alasan mengapa aku menulis."


Mendengar hal itu, Tiara ikut merasakan kesedihan yang kekasihnya rasanya. Alexander menciptakan dunianya sendiri dalam karya fiksi untuk mencari kebahagiaan sendiri.


Tiara melihat Alexander, tertunduk dengan raut wajah yang sedih. Dia meletakkan mangkuk lalu memeluk Alex dari samping.


Tiara mempererat pelukannya sambil berkata, "Jangan sedih, sayang. Aku akan berusaha mewujudkan segala keinginan mu."

__ADS_1


Alexander melirik ke arahnya, dia tersenyum lalu membalas pelukannya sambil berkata, "Thanks, Tiara. Meskipun aku tidak mendapatkan apapun di dunia ini, bagiku kehadiranmu sudah cukup," kata Alex sambil membelai rambutnya.


__ADS_2