Senar Takdir

Senar Takdir
Seharusnya


__ADS_3

Keesokan harinya setelah pulang sekolah, Ilham beranjak dari tempat duduknya. Dia berencana untuk mengajak Tiara ke Taman Hiburan. Baru saja keluar dari kelas, seseorang menutup kedua matanya. Ilham menggenggam kedua tangan telah menutup penglihatannya.


Seseorang menutup penglihatan Ilham bertanya, "Ayo tebak siapa ini?"


Ilham mengusap-usap punggung lengan berkata, "Winda, gak perlu ditebak juga sudah tau."


Winda melepas tangannya lalu berkata, "Tepat sekali! Elu hafal banget, ya. Terharu gue,"; ujarnya dengan nada terharu.


Ilham tertawa lalu berkata, "Dasar lebay!"


"Bodo amat!" ujarnya lalu menjulurkan lidahnya. "Ngomong-ngomong, sehabis sekolah mau ke mana? Kelihatannya gak sabaran banget."


Ilham tersenyum lalu berkata, "Mau ketemu Tiara. Hari ini, gue berencana untuk mengajaknya ke Taman Hiburan."


Keceriaan yang terpancar pada Winda pun sirna ketika mendengarnya. Kini, keceriaan itu berganti dengan kebencian.


Winda menatap Ilham dengan raut wajah serius. Dia pun berkata, "Elu kenapa sih, segitunya deketin Tiara?"


Ilham tersenyum lalu menjawab, "Karena gue itu suka sama Tiara. Sumpah, baru pertama kali ketemu cewek buat gue ambisius seperti ini. Apapun yang akan gue lakukan demi dia."


Winda pun kesal lalu membalas, "Bucin boleh, bodoh jangan. Ngapain sih deketin Tiara? Mending elu fokus latihan sepak bola. Sebentar lagi ada pertandingan kan?!" ujarnya dengan nada kesal.


"Kok kamu ngomong begitu? Terserah dong, gue mau dekat sama siapa pun. Lagi pula, Elu itu Ibu gue dan gak berhak atur-atur hidup gue. Lagian, elu itu kenapa sih?" tanya Ilham. .


"Ilham, gue itu ngomong begini karena peduli sama elu," jawabnya kepada Ilham.


Ilham menepuk pundaknya sambil berkata, "Kalau peduli, elu harus dukung gue."


Winda menepis tangan Ilham, "Enggak Ilham! Cewek lain, okelah gue dukung elu. Tapi dengan Tiara, gue ogah bantuin elu!"


"Kenapa sih? Dia itu gadis baik-baik. Selain itu, Tiara itu gadis tercantik sesuai dengan hatinya yang lembut."


"Lebay banget sih! Tiara itu cuman manfaatin elu!"


Ilham tidak terima, raut wajahnya seketika menjadi serius dan kesal. Dia pun berjalan sambil berkata, "Dasar bikin Bad Mood!"


Melihat sikap Ilham, membuat Winda semakin geram. Kemudian, dia berjalan masuk mengambil tasnya dengan penuh emosi.


Winda berjalan menelusuri lorong, dia melihat Kartika dan Tantri berjalan membawa minuman dan jajanan di dalam plastik. Tantri dan Kartika sedang berbincang menoleh kepada Winda.


Tantri mengangkat tangannya lalu berkata, "Winda!" sapa Tantri begitu gembira.


"Tantri! Kartika!" balas Winda kepada dua sahabatnya.


Mereka bertiga berjalan bersama menelusuri lorong. Kartika melihat raut wajah sahabatnya terlihat kesal.

__ADS_1


"Elu kenapa?" tanya Kartika.


"Gue lagi kesel! Dedek! Enek!"


Tamrin menoleh kepada sahabatnya lalu berkata, "Biar gue tebak, pasti Tiara Si Cewek penggoda itu."


"Iya, siapa lagi! Gara-gara dia, sekarang Ilham menjadi budaknya? Apa-apa Tiara dan Tiara terus!"


"Terus, apa rencana elu?" tanya Tantri.


"Kita ke kelas 10 IPS F," perintah Winda.


Mereka semua, buru-buru melangkahkan kaki menuju kelas 10 IPS F. Dari kejauhan, mereka melihat Ilham duduk menghadap kelas. Tidak berselang lama, Tiara pun keluar dari kelas.


Tiara mengangkat tangannya lalu berkata, "Hai Ilham."


"Hello Tiara, sudah selesai piketnya?"


"Sudah, baru saja aku selesai. Ada apa?"


"Aku mau ajak kamu ke Taman Hiburan. Ada rencana hari ini?"


Tiara menggelengkan kepalanya lalu menjawab, "Kebetulan hari ini aku senggang."


"Bagus! Yuk, kita berangkat!"


Dia semakin terpikat, setiap kali melihat senyumannya. Perlahan, Ilham mendekat lalu tangan kiri berusaha meraih pergelangan tangan pujaan hatinya. Setiap kali tangan Ilham meraih tangan Tiara, gadis itu langsung menghindar.


Ilham merasa kecewa, namun ia tetap berusaha untuk berpikir positif. Sesampainya di parkiran, Ilham dan Tiara naik ke atas motor Ninja berwarna hitam. Motor ninja yang dikendarai oleh Ilham, melaju meninggalkan parkiran.


Winda dan kedua sahabatnya masih berdiri di bahu jalan melihat hal itu. Buru-buru, mereka berlari menuju parkiran lalu mengendarai motor mereka masing-masing menyusul Ilham.


Sesampainya di taman hiburan, mereka berjalan mengunjungi Sea World. Ilham dan Tiara berjalan masuk ke dalam. Mereka melihat, berbagai kehidupan makhluk laut di balik kaca.


"Akhirnya, aku bisa ke sini lagi!" kata Tiara.


Ilham berjalan mendekatinya lalu bertanya, "Memang sebelumnya, kamu ke sini bareng siapa?"


"Alexander, Wulan dan Tamrin," jawab Tiara dengan polosnya.


Mendengar kata Alexander, Ilham pun langsung kesal namun ia kembali tersenyum seolah tidak terjadi apapun. Dia pun kembali mengajaknya berbincang.


Sementara itu, Winda dan kedua sahabatnya mengawasi dari kejauhan. Nanda mengepalkan kedua tangannya sambil terbakar api cemburu. Sekali hembusan nafas panjang, api cemburu itu berganti menjadi kesedihan.


Winda tertunduk dengan raut wajah sedih. Dia merapatkan jari-jarinya sambil berkata, "Jadi ingat semasa SMP. Dulu, gue setiap kali membolos pergi ke Seaworld. Setelah itu, kami bermain berbagai macam Wahana Bermain di Taman Hiburan ini. Seharusnya, aku yang di sana."

__ADS_1


Tantri dan Kartika memegang bahu sahabatnya sedang bersedih. Mereka berdua berupaya menghibur sahabatnya sedang bersedih.


Winda memandang Ilham dan Tiara dari kejauhan. Dia pun berkata, "Dia bilang, bahwa dirinya sangat menyukai Tiara. Tapi bodohnya, dia tidak tau bahwa gue sangat menyukainya."


"Sabar Winda, gue yakin Ilham akan tau perasaan elu," kata Kartika.


"Semangat Winda, gue yakin Ilham bisa menjadi milik elu!" ucapnya menyemangati.


Ilham dan Tiara mulai berjalan, Winda serta ketiga sahabatnya mengikuti dari kejauhan. Mereka melihat Ilham dan Tiara bermain bersama. Setiap kali melihat kebahagiaan Ilham, membuat batin Winda begitu tersiksa.


Tidak terasa waktu sore telah tiba. Ilham dan Tiara, baru selesai bermain komedi putar.


"Aku gak nyangka, kamu suka sekali naik Komedi Putar," kata Ilham.


Tiara tertawa lalu berkata, "Habisnya naik Komedi Putar itu serasa naik kuda sungguhan."


Ilham tertawa lalu berkata, "Dari pada naik Komedi Putar, mending naik kuda sungguhan. Di Kota Sebelah, kebetulan ada Wisata Kuda. Kalau ada waktu kita berdua ke sana."


"Boleh-boleh, sepertinya menarik!"


Tiara menoleh pada jam di layar handphonenya. Dia pun meminta izin untuk pergi ke kamar mandi. Ilham dengan polosnya, mengizinkan Tiara untuk pergi ke toilet sementara dirinya menunggu di depan Komedi Putar.


Winda dan kedua sahabatnya, diam-diam mengikuti Tiara. Dia melihat, Tiara berjalan bukan menuju toilet tapi menuju sebuah taman bunga tidak terlalu banyak orang.


Tiara mengangkat telponnya lalu berkata, "Sayang kamu ada di mana?"


Winda dan kedua sahabatnya, duduk di bangku taman tak jauh dari tempat Tiara berdiri. Mereka menggunakan aksesoris telah mereka beli di Taman Hiburan sebagai penyamaran. Betapa terkejutnya mereka, ketika mendengar Tiara mengucap kata sayang kepada seseorang.


Sementara itu, Alexander dan Tamrin berada di Kawasan Parkiran Taman Hiburan. Alexander berjalan meninggalkan kawasan parkir sambil menelpon ditemani oleh sahabatnya.


"Di hatimu!" kata Alexander menjawab pertanyaan Tiara.


"Ih, sayang! Serius!"


Alexander berjalan memegang handphone pun menjawab, "Aku dan Tamrin baru sampai, sekarang kami mau masuk ke dalam. Kamu di mana?"


"Taman Bunga," jawab Tiara.


Tidak disangka, Ilham pun terlihat sedang berjalan mendekati Tiara. Gadis itu langsung mengakhiri pembicaraan. Berkali-kali, Alexander terkejut ketika Tiara tiba-tiba mematikan handphonenya.


"Kamu ada di mana? Di hatimu! Panas kuping gue, tau gak?!" ucap Tamrin dengan iri.


Alexander tertawa lalu berkata, "Makannya, elu cepat-cepat cari di mana jodoh elu biar bisa bermesraan kayak gue, mumpung masih satu sekolah. Yuk, kita harus cepat. Gue khawatir sama Tiara."


"Siap!"

__ADS_1


Sementara itu, Tiara memasukan handphonenya ke dalam saku rok. Dia tersenyum dan bersikap seolah tidak terjadi apapun. Winda dan kedua sahabatnya, berjalan mencari tempat aman agar tidak ketahuan oleh Ilham dan Tiara.


__ADS_2