Senar Takdir

Senar Takdir
Akhir pertandingan


__ADS_3

Tamrin mengoper Bola ke belakang sebagai mulainya pertandingan. Tim IPS F melakukan umpan kombinasi untuk mengecoh lawan. Sayangnya, hujan lebat membuat jarak pandang mereka terganggu.


Ilham tidak menyia-nyiakan kesempatan.Dia berlari kencang dan memotong umpan dengan mudahnya. Dia menggiring bola dan berhasil melewati penjagaan satu persatu. Kemudian Ilham melakukan tendangan di luar kotak penalti.


"Gol!" ucap para suporter kelas IPA A.


Tim kelas IPA A melakukan selebrasi kemenangan di depan bangku penonton kelas IPA A. Ilham berlari ke arah bangku penonton kelas IPS F. Dia melakukan selebrasi lalu melambaikan tangan kepada Tiara, Wulan dan Hana.


Tiara tepuk tangan dengan sangat meriah lalu membalas lambaian tangan. Melihat Tiara yang sangat senang, membuat Ilham semakin bersemangat. Kemudian dia pun berlari dan kembali ke posisi.


Di bawah guyuran hujan, Alexander terdiam melihat kemenangan tim lawan. Kaki kanannya terasa sakit, membuat Alexander tidak bisa bergerak leluasa.


Dia melihat Tiara begitu senang, saat Ilham mencetak gol. Alexander mendongak ke atas, wajahnya terkena tetesan air hujan. Awan hitam berubah menjadi putih, namun hujan tidak kunjung reda.


Alex sambil mendongak ke langit ia pun berkata, "Setidaknya, sekali saja aku ingin terlihat keren di depan semua orang."


Sekali lagi, dia melirik ke arah kekasihnya sedang duduk di bangku penonton sambil memegang payung. Tiara melihat ke arahnya lalu tangan kanan mengepal sambil mengayunkan ke depan. Wajahnya begitu ceria serta gerakan bibirnya membuat Alexander tersenyum.


Sebab dia tau, bahwa Tiara sedang menyemangatinya. Seluruh pemain kembali ke posisi masing-masing.


Peluit kembali berbunyi, Tamrin mengoper ke samping lalu ia bersama Dandi menerobos ke sisi sayap kanan. Ruben tidak tinggal diam, dia berlari dan melakukan tekel lalu mengoper langsung kepada Ilham.


Ilham berlari kencang, dia mengoper kepada Bobi dan menerobos ke sisi tengah. Beberapa tim berusaha mencegah mereka berdua. Jarak pandang yang terbatas, lapangan yang becek dan lihainya mereka berdua membuat penjagaan tidak ada artinya.


Bobi berlari sekencang mungkin menembus jantung pertahanan musuh. Dia melambaikan tangan sambil berkata, "Ilham!"


Ilham melakukan umpan silang, Fajar maju ke depan lalu Bobi langsung melesatkan tendangan. Alexander berlari sekencang mungkin, dia tepat waktu melakukan sundulan hingga Bobi gagal mencetak gol.


"Aduh, sial!" keluhnya menahan sakit ketika mendarat.


Bola melambung tinggi, Ilham bersiap untuk melakukan sundulan. Alexander dengan penuh keberanian memaksakan kaki kanannya untuk bergerak.


Ilham sambil menyundul pun berkata, "Percuma!"


Sekali lagi, Alexander berhasil menangkis sundulan dengan kakinya. Ilham tidak ingin menyerahkan begitu saja. Ketika bola menggelinding, Ilham sudah berancang-ancang untuk menendang.


Alexander sambil berlari pun berkata, "Bajingan Ilham itu!" ujarnya dengan geram.


Alexander melakukan seleding tekel lalu terjadilah benturan bola yang sangat keras. Akibat benturan tersebut, Alexander menjerit kesakitan pada kaki kanannya. Tetapi berkat Alex, Ilham pun terjatuh dan eksekusi berhasil digagalkan.


Ketika Alexander mati-matian menjaga gawang, seluruh suporter dari kedua kubu berteriak histeris. Mereka satu suara mendukung tim masing-masing. Tiara khawatir, melihat kondisi kaki Alex yang terlalu dipaksakan untuk bergerak.


Sementara itu di lapangan, Alexander dan Ilham tergeletak di lapangan. Tidak disangka, Bobi langsung merebut bola lalu melakukan tendangan.


Fajar selaku penjaga gawang langsung melompat, "Jangan harap!"

__ADS_1


Namun sayangnya, Fajar tergelincir namun ia berhasil menghalau bola itu dengan tinjunya. Tinju Fajar, membuat bola melambung ke samping kanan.


Martin yang berada di sisi kanan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia berlari kencang mungkin lalu melompat untuk melakukan sundulan.


Beruntung ada Tamrin di sana, dia pun ikut melompat sambil berkata, "Gak bakal gue biarin pengorbanan Bos sia-sia!"


Akhirnya, terjadi benturan yang sangat keras membuat bola itu melayang ke belakang. Bagaikan rudal, Ruben berlari sangat cepat mendekati bola yang menggelinding tanpa pengawasan.


Rudi melihat hal itu, dia berlari sekencang mungkin menghalangi Ruben untuk menguasai bola. Di tengah guyuran hujan, suasana lapang terlihat sangat panas. Kedua tim berusaha mati-matian untuk menjaga serta mencetak gol.


Sayangnya, pengorbanan Alexander sia-sia. Martin berhasil mencetak gol, maka tim lawan mendapatkan tiga gol sedangkan tim IPS F nol. Perlahan Alexander dan Ilham pun bangkit.


Ilham pun tertawa, "Percuma saja, tim gue yang akan menang. Kalian berlatih pun percuma tidak ada hasilnya," ujarnya dengan sangat sombong. Kemudian dia berdiri lalu menginjak kaki Alex yang sakit dengan dengan sengaja hingga kesakitan sambil berkata, "Mending elu urus kaki elu yang rapuh."


Tamrin melihat hal itu sangat geram, dia berlari lalu menampar Ilham sangat keras. Kemudian dia pun berkata, "Setan, elu Ilham! Apa maksudnya elu menginjak kaki Bos gue!"


Ilham tersenyum sombong sambil memegang pipinya. Dia melirik ke arah Tamrin lalu berkata, "Maaf seperti elu salah paham. Gue gak sengaja menginjak kaki Alex. Tidak ada unsur kesengajaan," ujarnya dengan ramah.


Tamrin menunjuk sambil berkata, "Masih sempatnya elu...!"


Alexander berdiri dia langsung menghalangi Tamrin sambil berkata, "Stop Tamrin, elu lupa? Kita ini sedang bertanding persahabatan bukan permusuhan."


Kejadian tadi sempat dilihat oleh kedua tim. Mereka semua, berdatangan karena khawatir bila terjadi perkelahian.


"Ada apa ini?" tanya Ruben dengan begitu cemas.


Sebelum Ilham kembali, dia berjalan mendekati Alex lalu ia berkata, "Elu harus ingat, Tiara milik gue," ujarnya berbisik lalu ia berlari ke posisi semula.


Alexander terdiam melihat Ilham berlari ke tepatnya. Dia pun menggelengkan kepala lalu ia berkata, "Tidak akan."


Hujan mulai reda, seluruh tim kelas IPS F datang mendekat. Fajar tertunduk dengan wajah bersalah berkata, "Bos, gue minta maaf soal yang tadi. Andaikan gue berhasil menangkap bola, mungkin kelas kita tidak akan kejebolan."


Alexander menepuk pundak Fajar, dia tersenyum lalu berkata, "Santai Jar, jangan terlalu serius. Ini pertandingan persahabatan, taruhan pun tidak besar. Sudahlah, fokus saja untuk babak akhir."


"Alex, gue sumpah kesal banget sama wasitnya. Kenapa pas kejadian, diam macam patung?!" geram Rudi.


Tamrin berjalan mendekati Rudi lalu menepuk pundaknya, "Sudahlah Rud, jangan berlaga polos pasti kamu tau kan?"


"Sudah-sudah, kalian kembali ke posisi," perintah Alex pada rekan satu timnya.


Peluit telah berbunyi, tim kelas IPS F memulai pertandingan. Kedua tim saling beradu demi mencetak gol.


Stiker Tim Nasional bukan hisapan jempol. Ilham berhasil mencetak dua gol. Pertandingan pun berakhir dengan skor 5-0.


Sesuai perjanjian, kelas 10 IPS F memberikan dus berisi botol air mineral. Selain itu, tim yang kalah harus memijat yang menang.

__ADS_1


Alexander memijat kaki Ruben, sedangkan Tamrin juga memijat tim yang menang.


Alexander melihat Tiara berduaan dengan Ilham. Tiara terlihat sedang memijat kedua pundaknya.


"Cie kalah," ledek Ilham.


Tiara sambil memijat pun berkata, "Biarin!"


Ilham tertawa, Tiara memalingkan wajahnya dengan wajah cemberut.


Tiara berpindah posisi lalu mengangkat kaki Ilham ke pangkuan pahanya. Dia tersenyum lalu berkata, "Kamu hebat, bisa menyumbang tiga gol. Gocekan sama staminamu bagus," puji Tiara sambil mulai memijat betisnya.


"Sekarang, kamu ngefans sama aku?!" tanya Ilham.


Tiara tertawa, dia sambil memijat kaki Ilham pun membalas, "Sedikit!"


Di sisi lain, Winda melihat hal itu lalu ia pun berjalan meninggalkan lapangan dengan rasa geram. Setelah mendapatkan taruhan, sedikit demi sedikit kedua tim mulai membubarkan diri.


Alexander dan Tiara, berjalan berdua menuju gerbang sekolah. Tiara merangkul Alex karena kaki kanannya yang sakit. Pergelangan tangannya memegang payung.


Mereka berdua berjalan bersama. Alexander sambil berjalan berkata, "Tiara, kamu gak perlu merangkulku."


"Tidak apa-apa, sayang. Kakimu itu lagi sakit, kita cari tempat sepi agar aku bisa memijat kakimu."


Mereka berdua berjalan mencari tempat yang sepi. Sekian lama mencari, mereka duduk di atas kursi panjang dekat Lab Komputer. Kebetulan, suasana di tempat itu sangat sepi.


Beberapa pintu kelas terbuka, sebuah kamera CCTV terlihat di atas koridor.


"Ada CCTV," kata Alex menoleh ke langit-langit koridor dengan nada ketakutan.


Tiara tertawa lalu ia berkata, "Tenang, kita di sini bukan berbuat mesum tapi hanya ingin memijat kakimu."


Alexander berbalik badan ke samping, kaki kanan Alex Tiara angkat hingga pangkuan pahanya. Ujung jari-jarinya mengeluarkan cahaya, perlahan dia mulai memijat kakinya.


"Ahh!"


Alexander merasakan sakit pada kakinya. Tiara mengurut memperbaiki aliran darah, sel dan struktur tulang dengan kekuatannya. Tidak butuh waktu lama, rasa sakit pada kaki kanannya telah menghilang.


Kemudian, mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu. Mereka berdua, berjalan bersama menuju gerbang sekolah.


Alexander sambil berjalan berkata, "Thanks, Tiara sudah menyembuhkan kakiku. Maaf tim kita kalah, padahal aku ingin tim kita menyumbang satu gol," kata Alex.


Tiara sambil merangkul Alex pun berkata, "Kalian sudah melakukan yang terbaik. Apalagi di babak ketiga, kalian mati-matian menjaga gawang. Sayang aku gak nyangka, kamu keren bisa menghalau dua serangan lawan sendirian. Jujur Aku, Wulan dan Hana deg-degan melihatnya meskipun pada akhirnya kejebolan juga."


Alexander tersenyum lalu ia berterima kasih kepada kekasihnya. Dia tertunduk sejenak lalu menoleh ke depan, "Ilham itu hebat. Gocekan bola bagus, stamina bagus dan banyak penggemar. Selesai bertanding, siswi di kelas kita saja mencoba mendekatinya. Gue benci mengakuinya, tapi dia keren dan tampan. Berbeda sekali denganku yang hanya orang biasa. Ilham itu benar-benar bintang."

__ADS_1


Tiara tersenyum, dia berlari dan berdiri berhadapan dengan Alex, "Memang benar, Ilham itu lelaki yang populer dan juga atlet Sepak Bola yang bersinar bagaikan Bintang. Tetapi, bangku kamu adalah bintang di hatiku."


__ADS_2