Senar Takdir

Senar Takdir
Mencari Stan


__ADS_3

Selesai makan, Alexander dan Tamrin berjalan ke dapur membawa piring-piring kotor. Sesuai perjanjian, mereka berdua yang harus mencuci semua piring dan penggorengan di dapur.


Mereka berdua berdiri sambil mencuci piring satu persatu bersama-sama. Sedangkan Wulan dan Tiara, duduk bersantai di depan rumah teras depan.


Tamrin sambil mencuci piring berkata, "Malasnya cuci piring," keluh Tamrin.


"Mau tidak mau, namanya juga perjanjian," balas Alexander sambil mencuci piring.


Tamrin menoleh kepada Alex lalu berkata, "Pasti Taman Hiburan sedang ramai."


"Alexander menghembuskan nafas panjang. Sambil mencuci piring dia membalas, "Namanya juga Tanah Hiburan, pasti ramai. Apalagi, sekarang hari Minggu. Gak kebayang ramainya seperti apa."


Tamrin menoleh kepada Alex lalu berkata, "Apa-apaan balasanmu itu?!" ucapnya dengan nada sedikit kesal.


"Balasan gimana?"


"Bos, gue ini lagi bahas tempat Gacha Jodoh itu!"


Alexander sambil mengelap piring membalas, "Ya, ampun. Ngomong dong yang jelas. Sekarang?"


"Ya, sekarang. Masa tahun depan, Bos!" tegas Tamrin.


"Ya sudah, cepat selesai pekerjaan kita terus elu mandi," ujarnya meminta kepada Tamrin.


"Siap Bos!"


"Perlu kita ajak Wulan dan Tiara?" tanya Alex.


"Jangan Bos! Cukup kita berdua saja!"


Selesai mencuci piring, Alexander dan Tamrin berjalan masuk ke dalam kamar. Tidak berselang lama, Tamrin pun keluar membawa selembar handuk berwarna coklat. Sedangkan Alexander bergabung bersama Wulan dan Tiara, duduk bersantai di teras depan rumah.


Di atas lantai, terdapat empat gelas dan sebuah botol terbuat dari kayu. Kemudian Tiara menuangkan susu dari botol ke dalam gelas.


Wulan menoleh kepada Alex lalu berkata, "Sudah aku duga Bos ke sini. Biar aku tebak, pasti hari ini kalian mau ke taman hiburan."


Tiara cemberut lalu berkata, "Gak ngajak-ngajak, jahat."


"Kenapa kalian tau?!" tanya Alex.


Wulan menghembuskan nafas panjang.Dengan raut wajah yang datar dia berkata, "Jelas tau, suara kalian terdengar sampai sini. Kalau merencanakan sesuatu, pintar sedikit dong."


"Ya, sudahlah. Kalian berdua boleh ikut, sekalian kita liburan ke sana," balas Alexander kepada mereka berdua.


Wulan mengangkat segelas susu lalu berkata, "Nah, gitu dong!"

__ADS_1


Tiara memberikan segelas susu kepada Alex. "Ayo, diminum dulu."


Mereka bertiga, menikmati segelas susu surga sambil menikmati waktu menjelang siang. Setelah Tamrin mandi, mereka bertiga mandi secara bergantian. Selesai mandi, mereka bersiap-siap menuju Taman Hiburan.


Mereka berempat, melaju di atas aspal dengan mengendarai motor. Wulan dan Tamrin mengendarai motor masing-masing, sedangkan Tiara membonceng pada Alex. Sekian lama di perjalanan, akhirnya mereka sampai di Kawasan Parkiran Taman Hiburan.



Mereka semua, turun dari motor lalu berjalan meninggalkan kawasan parkir. Sinar matahari menusuk kulit, suhu panas mulai mereka berempat rasakan.


Meskipun suasa Taman Hiburan sedang panas, para pengunjung tetap ramai berdatangan. Sisi kanan dan kiri, mereka melihat para penjual makanan dan minuman.


Wulan menunjuk pada sebuah kedai minuman sambil berkata, "Yuk, beli minum. Gue haus seharian di jalan."


"Yuk!" balas Tiara.


Tiara menyusul Wulan menuju Kedai Minuman. Tamrin menepuk pundak Alexander sebanyak dua kali. Alexander menoleh kepada Tamrin.


"Kenapa Bos ajak mereka? Bukannya kita berdua saja?"


"Karena ketahuan, gak enak kalau tidak ajak mereka," jawab Alexander lalu membalas menepuk pundaknya sambil berkata, "Bawa enjoy."


Selesai membeli minuman, mereka berjalan memasuki Kawasan Utama Taman Hiburan. Mereka melihat berbagai jenis wahana bermain seperti Komedi Putar, Rollercoaster, Histeria dan lain sebagainya.



Kemudian, mereka semua duduk di sebuah bangku panjang di bawah sebuah pohon yang rindang. Beberapa pengunjung, terlihat piknik di taman menikmati waktu siang. Beruntung, taman hijau penuh dengan pepohonan dan juga bunga membuat suasana tidak terlalu panas.


Tamrin menyedot Jus Jeruk di dalam gelas plastik. Lalu dia bertanya, "Di mana, Stan Gacha Jodoh? Bos bilang di Taman Hiburan? Kenapa sampai sekarang kita belum menemukannya?"


"Gak tau. Seingat gue, Dewi itu pernah bilang bahwa selama ada Taman Hiburan disitulah Stan miliknya berada," jawab Alexander kepada Tamrin.


Tiara sehabis minum meletakkan gelas plastik berisi minuman di atas kursi. Dia pun berkata, "Sepertinya bukan taman hiburan ini. Siapa tau, Dewi itu berada di salah satu Taman Hiburan seluruh Bumi."


"Jumlah Taman Hiburan di seluruh dunia, mungkin ada seratus lebih. Menemukan Dewi itu sangat mustahil," kata Wulan.


Alexander tersenyum lalu menepuk pundak Tamrin sambil berkata, "Mumpung ada di sini, lebih baik kita nikmati wahana yang ada di sini."


"Setuju! Siapa tau kita beruntung melihat Stan itu," kata Wulan kepada Tamrin.


"Jadi, kita mau ke mana sekarang?" tanya Tiara kepada mereka.


"Sea World," jawab Wulan.


Mereka berdiri lalu berjalan bersama menuju Sea World. Setelah lima belas menit mereka berjalan, akhirnya mereka sampai di Sea World.

__ADS_1



Mereka membeli tiket lalu berjalan masuk ke dalam. Suhu udara panas, perlahan berubah menjadi sejuk. Di sana mereka melihat berbagai jenis hewan laut.


Selain melihat, mereka bisa menyentuh hewan laut pada sebuah tempat khusus. Terkadang, mereka berhenti untuk sekedar berfoto.


Tiara berdiri memandangi makhluk laut dibalik kaca. Ikan-ikan kecil mulai berdatangan, ketika Tiara menyentuh kaca tersebut. Kemudian, ikan berukuran sedang ikut berdatangan membuat Tiara menjadi pusat perhatian.


"Kenapa ikan-ikan ini terus berdatangan?" tanya Alexander terheran-heran.


"Mereka hanya ingin menyapaku, itu saja."


"Kamu bisa bahasa laut? Jangan-jangan, kamu masih keturunan Dewa Poseidon," tanya Tamrin.


Tiara tertawa lalu berkata, "Mana ada!"


Wulan melirik ke sana dan kemari lalu berkata, "Ayo cepat kita pergi, orang-orang semakin banyak memperhatikan kita," bisik Wulan kepada tiga sahabatnya.


Para makhluk laut itu pergi, seiring mereka melangkah menelusuri lorong Sea World. Puas melihat-lihat, mereka semua duduk pada bangku menonton untuk menikmati pertunjukan Anjing Laut dan Lumba-lumba. Selesai menikmati pertunjukan, mereka berfoto secara bergantian dengan Anjing Laut dan Lumba-lumba lalu pergi meninggalkan Sea World.


Waktu sudah menunjukkan jam tiga sore, mereka semua kembali berjalan menuju pusat Taman Hiburan. Mereka bermain berbagai jenis wahana bermain seperti Komedi Putar, Rollercoaster dan lain sebagainya hingga jam lima sore.


Sampai jam lima sore, mereka belum menemukan di mana Stan Sang Dewi berada. Alexander, melihat sebuah kedai penjual Eskrim sekitar taman hiburan.


Alexander menunjuk sambil berkata, "Guys, yuk kita beli eskrim!" ajak Alexander kepada mereka.


Mereka semua membeli Eskrim lalu duduk pada sebuah bangku taman dekat lampu jalan.


Tamrin menikmati eskrim lalu berkata, "Habis jalan-jalan, paling nikmat makan eskrim."


"Setuju! Apalagi paket komplit," kata Wulan menikmati Eskrim paket spesial.


Alexander teringat momen menautkan saat menaiki rollercoaster. Selesai menaiki rollercoaster, dia pun muntah dan tubuhnya gemetar. Dia pun berkata, "Sumpah gue kapok naik rollercoaster," ujarnya kepada mereka bertiga.


"Ah, payah! Gitu aja kapok, lagi dong! Sekalian Wahana Histeria!" balas Tamrin.


"Makasih, elu aja Tamrin. Gue naik, bisa-bisa jiwa gue tertinggal di atas."


Wulan menepuk pundak Alex dua kali lalu berkata, "Tenang Bos, next time Bos masuk saja ke Istana Boneka sekalian Cosplay jadi bocah lima tahun," ledek Wulan.


Alexander, melirik kepada Wulan dengan cemberut. Melihat reaksinya, membuat mereka bertiga tertawa.


Suara lonceng mulai terdengar, Tiara dan kedua sahabatnya berhenti tertawa. Tiara dan Alexander tidak asing dengan suara lonceng tersebut.


Mereka semua, melirik ke sana dan kemari mencari asal suara lonceng itu. Lama mencari, akhirnya mereka menemukan Stan milik Sang Dewi.

__ADS_1


"Ayo! Ayo! Ayo! Silahkan bermain Gacha Jodoh! Sekali putar cukup lima ribu rupiah! Hadiahnya, anda akan mendapatkan pasangan diluar imajinasi anda!"


Terlihat Dewi Lena sedang membunyikan lonceng di tangannya sambil memproklamasikan Stan Gacha Jodoh miliknya. Mereka semua mulai berjalan menghampiri Stan milik Sang Dewi.


__ADS_2