
Setelah kejadian di hari ulang tahun dan perayaan kelulusan Gisel dan Gavin beberapa hari yang lalu, akhirnya Gisel memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di Paris.
Hari ini, Elang dan Senja sengaja tidak masuk kerja demi mengantarkan Gavin dan Gisel ke bandara. Si kembar akan terbang di ke Paris. Gavin tetap ke Australia seperti rencana awalnya.
Namun, ia akan ke Paris terlebih dahulu mengantarkan Gisel, sekalian liburan. Bagaimana pun ia ingin memastikan Gisel baik-baik saja di Paris, baru dia akan ke Australia.
Sebenarnya, Gavin ingin Gisel ikut melanjutkan kuliah di Australia bersamanya supaya ia bisa menjaga dan mengawasi Gisel, namun gadis itu menolak. Ia ingin membuktikan ke semua orang, terutama Rega kalau ia bisa mandiri.
Sambil menunggu Gisel bersiap-siap, Senja masih terus berusaha menghibur mommy Anes yang sebenarnya masih belum rela di tinggal kedua anak kembarnya.
"Apa semua sudah siap, nona?" tanya Kendra yang tiba-tiba muncul entah dari mana, yang jelas cukup mengejutkan Senja dan mommy Anes.
"Kend, kau ke sini?" Senja mengernyit karena tiba-tiba Kendra sudah berada di sana. Bukankah seharusnya ia berada di kantor sekarang, menggantikan suaminya.
Kendra tersenyum, "Anda sepertinya lupa satu hal, dimana ada tuan Erlangga, di situ saya akan selalu ada. Kalaupun tak ada, bayangan saya pasti tetap akan menyertai bos Elang," sahut Kendra diplomatis. Padahal, sebenarnya ia akan mengantar Gisel dan Gavin ke Paris dan mengurus semua semua keperluan Gisel di sana atas Perintah Elang.
Senja mencebik," Tapi, sepertinya kau juga lupa tuan Kendra Safriandi Siswoyo, kalau sekarang tuan Erlangga sudah ada istri yang akan menemani ya Kemanapun dia pergi, posisi Anda sudah tergeser," sahut Senja.
Kendra membulatkan matanya malas, "Hah, seertinya Anda juga lupa, jauh sebelum Anda hadir dalam hidup bo, saya sudah terlebih dahulu mengurusnya layaknya seorang istri. Tetap saja, saya yang pertama Anda yang ke dua," ucap Kendra tak mau kalah.
"Hem, tapi tetap saja, dari segi apapun aku yang menang, aku yang utama. Aku bisa melakukan apa yang tidak bisa kamu lakukan dengan Suamiku. Dan itu yang membuat El tak kan berpaling ke kamu,"
"Ya, soal Ranjang, saya memang tak bisa melawan Anda, karena saya alhamdulillah masih normal senormal-normalnya,"
Rasanya sudah lama, mereka tak berdebat seperti itu. Perdebatan Kendra dan Senja memperebutkan posisi terpenting dalam hidup Elang tersebut sukses mengalihkan perhatian kommy Anes, ia terlihat terkekeh melihat putra sulungnya di perebutkan mereka, mirip istri tua dan istri muda yang sedang berebut suami.
__ADS_1
Senja dan Kendra tersenyum dalam diam, sepertinya mereka berhasil membuat nyonya besar Parvis tersenyum kembali setelah dari tadi hanya bersedih. Keduanya saling pandang dan bicara dengan mata mereka, "Berhasil," begitulah kira-kira arti tatapan mereka berdua.
"Gitu dong, mom. Tersenyum. Jangan sedih terus. Senja jadi ikut sedih kalau mommy sedih, nanti Gisel jadi sedih juga kalau mommy nggak ikhlas melepas nya," Senja memeluk ibu mertuanya.
"Mommy hanya khawatir, adikmu itu nggak pernah pergi jauh sendirian, apalagi ini ke Paris dan lama. Tidak ada siapa-siapa di sana yang bisa menjaga dia. Kalau ke Ausy sama Gavin, mommy masih bisa sedikit tenang, ada yang menjaganya. Kamu tahu sendiri gimana manjanya adik kamu itu, sayang," mommy Anes kembali menunjukkan kekhawatirannya. Hal normal yang selalu di khawatirkan oleh seorang ibu, takut anaknya tidak bisa hidup dengan baik di negeri orang.
"Momy harus yakin dan percaya kalau Gisel bisa. Senja yakin Gisel sudah memikirkan ya matang-matang. Jangan khawatir, di sana ada orang-orang kepercayaan Senja. Nanti kan mommy bisa berkunjung ke sana kalau rindu, sekalian bulan madu lagi sama daddy," ucap Senja.
Mendengarnya Anes kembali tersenyum," Bulan madu apanya, mommy sudah tua," ucapnya.
"Nggak apa-apa sudah tua juga, kata daddy usia boleh tua, tapi jiwa harus tetap muda, kan?" seloroh Senja.
"Mending, udah tua dan udah ngerasain bulan madu sama pasangan, ada loh yang tiap hari bulan madu nya sama mbak lux," Senja melirik Kendra seraya menahan tawa demi melihat raut wajah Kendra yang langsung berubah masam.
"Sudah-sudah, kalian ini dari tadi berdebat terus," sela mommy Anes.
"Nggak tahu nih mom, dari tadi Senja bawaannya sebel lihat muka Kendra. Sepertinya bawaan bayi deh," ucap Senja terkekeh.
"Dih, mana ada wajah setampan ini menyebalkan. Hati-hati loh, jangan terlalu sebel, nanti anaknya mirip saya," balas Kendra tersenyum jahat.
"Nggak, nggak ada cerita. Dia anaknya El, bagaimana mirip kamu. Nggak pokoknya!" Senja menggelengkan cepat, bisa-bisa Elang ngamuk kalau anaknya nanti malah mirip Kendra.
Kruyuuuk kruuuukk krukkk
Tiba-tiba terdengar suara perut Kendra yang membuat Senja dan mommy Anes menatapnya," Hehehe belum sarapan. Nyonya, apa ada makanan untuk pria jomblo dan kurang kasih sayang ini?" ucapnya memasang wajah setengah memelas.
__ADS_1
"Ck, kamu ini, Kend. Sudah sana masuk, cari sendiri. Kamu tuh kebiasaan, makan suka telat. Jaga kesehatan," omel mommy Anes. Hal yang di sukai Kendra, jika mommy Anes mengomelinya seerti ini, ia merasa seperti sedang diomeli oleh ibunya sendiri.
"Maklum nyonya, belum ada yang masakin, belum ada yang ngingetin buat makan, jadi kadang suka lupa udah makan apa belum," ujar Kendra meringis lalu berjalan menuju ruangan dimana ia bisa mendapatkan makanan.
πΌ πΌ πΌ
Sementara itu, Elang dan daddy Alex sedang memberi we jangan kepada Gavin yang akan mulai terjun ke perusahaan langsung di Australia sembari meneruskan kuliahnya di sana.
Sebagai para senior, daddy dan kakaknya tersebut merasa perlu memberikan bekal pengalaman untuk Gavin yang terbilang sangat baru di dunia bisnis.
Daddy Alex yang sudah bisa di bilang sangat kenyang akan pengalaman dan juga memulai karir persis seperti yang akan Gavin lakukan sekarang. Ia yang menghabiskan masa muda dan memulai karirnya di negara kanguru tersebut merasa de javu, seolah anak keduanya ini sedang mengulangi jejak masa mudanya yang diawali karena patah hati.
Bedanya, jika dulu daddy Alex di khianati karena di kira miskin, Gavin justru kebaikannya. Ia patah hati karena ia kaya. Lucu memang, saat kebanyakan wanita memilih jalan instan demi mendapat pria kaya, ia justru di jauhi karena kaya. Tapi, begitulah kehidupan, segalanya bisa saja terjadi dengan sebab dan alasan yang berbeda-beda.
Elang yang memulai karirnya dari nol, membangun perusahaannya sendiri dengan jerih payahnya hingga perusahaannya kini berkembang sangat pesat juga merasa perlu memberikan sedikit ilmunya untuk membekali sang adik.
Dua pria tua dan dewasa itu, Daddy Alex dan Elang, kini juga sedang berdebat soal siapa yang lebih berpengalaman.
"Ingat Gav, daddy lebih banyak memakan asam garam dalam dunia bisnis dari pada kakak kamu, bahkan sebelum dia lahir, daddy sudah kenyang dengan pengalaman berbisnis. Jadi, apa yang daddy katakan tadi harus kamu ingat dan terapkan," ucap Daddy Alex.
Elang mendesis," Emang, kakak akui daddy lebih tua dan lebih lama hidup di dunia ini dari pada kakak, tapi jangan salah, lihatlah! Kakak mampu membangun perusahaan sendiri dalam waktu singkat tanpa campur tangan daddy. So sorry dad, pengalaman lebih sedikit tak berarti kemampuanku juga lebih sedikit,"sahut Elang tak mau kalah.
πΌπΌπΌ
π π Masih ada satu part lagi, tapi like dan komennya jangan di lewati ya π€π€π π
__ADS_1