Senja Untuk Elang

Senja Untuk Elang
Episode 65 (Mengungkapkan Rasa)


__ADS_3

Namun Senja juga tidak ingin GR dulu, ia masih ingin menyimak cerita suaminya.


"Dan soal photo itu, memang benar itu aku dan Bianca. Waktu itu aku baru tahu tentang gossip itu. Begitu aku mengetahuinya, aku langsung pulang karena sangat mencemaskan keadaanmu. Namun, di tengah perjalanan Bianca meneleponku, dia tidak bicara apapun kecuali minta tolong dan sakit. Sebenarnya aku tidak ingin peduli, tapi akhirnya aku memutuskan untuk putar balik menuju ke apartemennya. Bukan soal perasaan cinta lagi melainkan lebih kepada kemanusiaan, aku tidak mungkin membiarkan dia kenapa-kenapa, bagaimanapun aku anggap dia seperti adikku sendiri dan janjiku untuk selalu menjaganya...


"Itu photo di ambil ketika aku memapah Bianca yang hampir tak sadarkan diri di parkiran apartemen intuk membawanya ke rumah sakit, bukan karena hal lain, percayalah. Yang ada dala pikiranku saat itu hanyalah ingin cepat pulang dan menemuimu, saat Kend datang aku memintanya untuk menunggu Bianca karena ia menderita usus buntu yang sudah parah dan harus segera di operasi...


"Kau tahu, kenapa aku berkelahi dengan Ervan tadi?"


"Karena Bianca?" Senja mencoba menduga.


"Salah, karena dia dalang dar tersebarnya gosip itu dan pasti dia juga yang mengirim photo itu kepadamu. Ia ingin membuatku merasakan apa yang dia rasakan kehilangan orang yang ia sayangi, tapi sepertinya semua tidak berjalan sesuai rencananya karena gosip itu malah kamu yang kena imbasnya sehingga dia mengirim photo itu kepadamu. Ervan sebenarnya orang yang baik, hanya saja kesalahpahamannya yang membuat dia membenciku, rasa sayangnya terhadap Ersya membuatnya menjadi seperti ini. Aku tidak bisa menyalahkannya seratus persen karena aku juga ikut andil dalam permasalahan kami,"


"Ya, aku bisa melihat jika sebenarnya Ervan orang baik,"sahut Senja.


"Bukan hanya baik, bahkan aku bisa melihat dia menyukaimu," ucap Elang.


"Kau cemburu?" tanya Senja.


"Tentu saja, caranya menatapmu sungguh bikin aku ingin menghajarnya," ucap Elang.


"El..." panggil Senja, ia menoleh menatap lekat suaminya, baru kali ini Elang bicara begitu panjang kepdanya. Ia tak menyangka jika Elang memiliki kisah yang cukup rumit seperti itu, ia bisa melihat jika sebenarnya Elang dan Ervan itu masih saling peduli tapi ego masing-masing yang masih membuat mereka gengsi.


Elang menoleh, membalas tatapan sang istri.


"Maafkan aku Senja, karena terlambat memberitahumu, dan sudah membuatmu salah paham,"


"Aku juga minta maaf, karena tidak bertanya dulu kepadamu dan langsung mengambil kesimpulan sendiri," balas Senja.


Elang bangun dari rebahannya, ia merasa lega karena sudah menceritakan semuanya kepada Senja, selama ini dia memendam semuanya sendiri rasa bersalahnya terhadap Ersya, Ervan dan juga Bianca dan ia selalu menutupi perasaannya tersebut dengan sikap dinginnya.


Elang mengulurkan tangannya kepada Senja yang masih rebahan.


"Kita hirup udara di luar," ucap Elang ketika Senja menatapnya.


Senja menyambut tangan Elang dan mereka menuju ke balkon.


Elang memeluk Senja dari belakang.


"Apa kau sudah memaafkanku?" tanya Elang.


Senja menganggukkan kepalanya. Elang tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Apa kau mencintaiku?" tanya Elang. Ia merasa sudah menyatakan perasaannya, tapi belum mengetahui perasaan Senja.

__ADS_1


"Tidak tahu!" jawab Senja tersenyum.


"Kenapa tidak tahu? Kau harus tahu," sahut Elang.


"Aku tidak tahu ya tidak tahu, yang jelas aku sakit ketika melihatmu terluka, aku cemburu ketika kamu bersama perempuan lain, dan yg pasti jantungku deg-degan jika dekat-dekat dengan kamu seperti ini," Senja melepaskan diri dari pelukan Elang.


"Itu artinya kau mencintaiku, dasar bodoh!" Elang menarik senja ke dalam pelukannya kembali. Namun kali ini ia memeluknya dari depan.


"Iya aku bodoh karena mencintai laki-laki menyebalkan seperti kamu," Senja memukul-muku dada bidang Elang.


"Lalu apa kau mencintaiku?" Senja mendongak menatap wajah babak belur namun tetap.tampan suaminya.


"Tidak," sahut Elang asal.


"Ah kau menyebalkan!" Senja melepas pelukannya.


"Dengarkan dulu," Elang menarik Senja ke dalam pelukannya kembali.


"Tidak salah lagi kalau aku sangat mencintaimu...


"Lalu Bianca?"


"Seperti yang aku katakan perasaanku terhadapnya bukan cinta, jadi kau tak perlu khawatir,"


"ikut denganku," Elang menarik tangan tangan Senja dan mengajaknya ke rooftop.


"Mau ngapain, jangan bilang setelah menyatakan cinta kau mau mengajakku bunuh diri dengan cara melompat dari atas sini. Ini tidak lucu El,"


"kamu yang tidak lucu, astaga ada aja di dlm otakmu itu..kau hampir merusak suasana romantis yang akan aku ciptakan," ucap Elang yang kini sudah berjongkok dengan bertumpu satu kaki di depan istrinya, ia ingin menyatakan cinta di bawah sinar bulan purnama yang mulai muncul karena hari sudah mulai gelap, meski tidak ada persiapan apapun tapi sinar bulan purnama dan bintang-bintang yang mulai tampak cukup mendukung suasana.


"Maaf, aku diam saja kalau begitu," ucap Senja.


"Itu lebih baik..." sahut Elang, ia bersiap untuk menyatakan cintanya secara resmi.


Ketika Elang bersiap meraih tangan Senja untuk menyatakan cintanya, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan suara petasan dan di atas langit muncul rangkaian kata bertuliskan~ I LOVE YOU SENJAKU~


Senja menutup mulutnya yang terbuka dan matanya membulat sempurna karena terkejut. Matanya berkaca-kaca karena terharu mendapat sureprise seperti itu.


Sementara Elang tampak syok dan sedikit bingung. Pasalnya, ia tak menyiapkan semua itu, kepikiran untuk melakukan hal seromantis itu pun tidak sama sekali. Lantas, siapa yang menyiapkan itu?


Meskipun ia ikut terkejut, tapi Elang berhasil menguasai diri agar tidak terlihat konyol di depan Senja karena ia juga sebenarnya tidak tahu akan hal itu. Namun, siapapun orang yang sudah membantunya, Elang sangat berterima kasih kepadanya.


Elang tersenyum dan berdiri, di genggamnya tangan Senja sambil menikmati pemandangan di langit tersebut.

__ADS_1


"El...semua ini kamu yang menyiapkan?" tanya Senja riang sekali, sangat berbeda dengan tadi ekspresi wanita cantik tersebut.


Elang mengangguk, ia terpaksa berbohong. Ia tak ingin senyum istrinya memudar ketika ia jujur kalau bukan dirinya yang menyiapkan itu semua.


"Kau suka?"tanya Elang mencium menarik tangan Senja dan menciumnya.


"Suka sekali, ternyata kau bisa romantis juga," ucap Senja dengan mata berbinar.


"Ayolah sayang, aku memang romantis sejak dulu," ucap Elang.


"Iya iya, kau romantis suamiku sayang," ucap Senja yang langsung mengecup bibir suaminya.


Elang tersenyum bahagia, ini pertama kalinya Senja memanggilnya sayang. Dan itu ia lakukan secara ikhlas tanpa di minta oleh Elang.


"Kau memanggilku apa?"


"Sayang," ucap Senja.


Elang langsung mendekap Senja ke dalam pelukannya. Ia kecup puncak kepala sang istri berkali-kali.


"Lain kali, kau harus menggunakan bibir cherry mu itu untuk bertanya kepadaku jika ada yang membuatmu kepikiran, kamu tidak boleh memendamnya dan malah memupuk kesalahpahaman. Sudah aku katakan, apapun yang kamu rasakan, katakan padaku agar aku tahu bagaimana harus bersikap," ucap Elang.


Senja mengangguk. Ia merasa lega, ternyata Elang adalah suami yang kakeknya pilihkan merupakan orang yang tepat untuk menggantikan posisi Niko di hatinya.


"I Love u my Cherry," Elang mengusap bibir Senja menggunakan jempolnya lalu ia mencium bibir cherry tersebut.


Senja membalas ciuman Elang, ia mengalungkan tangannya di leher Elang dan ciuman mereka semakin panas.


"I Love u too My Boo Boo bear," ucap Senja ketika mereka menjeda ciuman mereka. Elang tersenyum mendengar panggilan Senja untuknya. Meski ia merasa geli mendengarnya tapi ia menyukainya karena itu Senja. Mereka kembali berciuman, saling melilit dan mel*mat.


"Oya, daddy menyuruh datang ke rumah utama untuk makan malam, malam ini," ucap Elang.


"Astaga udah jam berapa ini, ayo siap-siap dan berangkat," ucap Senja. Namun, Elang malah membopong tubuhnya alas brydal style.


"Masih ada waktu sebentar untuk memberiku hadiah karena sudah berbicara banyak sekali, kamu tahu, itu melelahkan dan aku butuh isi ulang tenaga," ucap Elang dengan senyum devilnya sambil membopong Senja menuju kemar mereka kembali.


"Bukannya malah akan semakin lelah?" ucap Senja.


"Tentu saja tidak sayang, justru aku akan semakin bersemangat dan bertenaga,"Elang sudah merebahkan tubuh Senja ke ranjang dan mulai memberikan rangsangan-rangsangan lembut kepada istrinya. Senja hanya bisa pasrah dan melenguh dengan perlakuan suaminya. Dan penanaman saham kali ini di penuhi dengan cinta diantara keduanya, desahan-desahan yang mengalun indah mengisi seluruh penjuru kamar tersebut.


Saat pergumulan panas mereka terjadi, ada pesan masuk di ponsel Elang.


"Jangan lupa gaji saya di naikkan tiga kali lipat Bos," isi pesan yang di kirim oleh Kendra yang kini sedang tersenyum menatap kamar sang bos dari halaman kediaman Erlangga.

__ADS_1


🌼🌼🌼


__ADS_2