
Elang dan Senja masih belum berpindah dari alam mimpi dengan posisi kaki Senja nangkring di atas dada Elang, sementara Elang mendekp erat kaki istrinya tersebut bak bntal gulingg ketika ponselnya terus berdering panjang. Efek begadang semalaman membuat mereka benar-benar merasa ngantuk yang berlebihan di esok harinya. Badan yang sudah capek karena bercinta di tambah mata tidak merem semalaman penuh tentu saja membuat keduanya terkapar tak berdaya seperti saat ini.
Ponsel milik Elang terus berdering dan bergetar tanpa henti hingga nyaris jatuh dari atas nakas.
"Siapa sih pagi-pagi ganggu aja, pasti Kend, minta di kawinin emang biar gak ganggu orang," gumam Elang menggerutu sambil meraba-raba meja nakas untuk mengambil ponselnya.
Elang menyipitkan matanya ketika merasa ada yang menindih dadanya, "Ya ampun sayang, kakinya doang yang aku peluk ternyata," gumamnya saat menyadari tangan kanannya memeluk kaki sang istri sementara kepala Senja berada di bawah sana.
Ponselnya kembali berdering, "Apa?" nadanya langsung ngegas karena benar yang menelepon Kendra.
"Apa kita jadi ke makam orang tua nona, bos?" tanya Kendra.
"Ini masih pagi, kau mau berangkat sekarang? Kerajinan," sahut Elang.
Kendra mengernyit, "Pagi apanya, matahari aja udah nangkring di atas noh!" proteas Kendra.
Elang langsung melihat jam di tangannya, ternyata sudah jam sembilan, "Perasaan tadi baru aja merem," gumamnya lalu menoleh ke Senja yang masih terlelap. Bahkan mereka tak sempat membersihkan diri maupun ganti baju langsung terkapar di ranjang.
"Ya sudah, nanti kalau aku udah siap kita berangkat," ucap Elang kepada Kendra dan langsung mematikan ponselnya. Perlahan ia mengangkat kaki Senja dari dadanya dan meletakkannya dengan pelan ke samping.
"Sayang, bangun udah siang," ucapnya seraya menciumi pipi Senja.
__ADS_1
"Aku beneran capek Boo, sumpah masih ngantuk banget. Kalau mau main, nanti aja, biar aki tidur sebentar aja," ucap Senja seraya menggeliat.
Elang terkekeh, "Dasar mesum, otak isinya begituan mulu," ucapnya gemas.
"Ayuk ah sayang , aku pengin," bisiknya di telinga Senja.
"Aaah iya iya, aki juga mau Boo, tapi bentar, masih ngantuk," ucap Senja tanpa membuka matanya. Ia malah menarik Elang dan memeluknya, "Tisur aja dulu, nanti aku kasih," ucapnya lagi. Membuat Elang semakin gemas dan mengecup bibirnya.
"Aku pengin ngajak kamu ke makam orang tua kamu maksudnya," ucap Elang di telinga Senja. Jari-jemarinya terus membelai pipi halus sang istri.
"Benarkah? Baikah aku akan mandi sekarang!" begitu mendengar soal makam orang tuanya, Senja langsung membuka matanya lebar-lebar dan bwrjalan cepat menuju kamar mandi. Di depan pibtu kamar mandi, Senja berhwnri dan menoleh ke suaminya. Ia memutar badan dan berlari kecil memdekati Elang.
Cup cup cup
"Ya ampun, bagaimana aku nggak klepek-klepek coba," gumam Elang tersenyum. Senja selalu bisa membuatnya merasa berharga dengam hal-hal sederhana yang istrinya itu lakukan.
πΌ πΌ πΌ
Dan di sinilah mereka sekarang, di makam kedua orang tua Senja. Ia berjongkok diantara makam kedua orang tuanya yang letaknya berdekatan. Elang sedikit berjongkok seraya memegangi bahu sang istri.
"Pa, ma, ini Senja. Anak papa sama mama. Sekarang namaku Senja Khaira Dewi. Kakek yang memberikan nama itu untuk melindungiku. Tapi aku tetap Cherry putri kecil kalian. Aku senang sekali karena akhirnya bisa kesini, berziarah ke makam papa dan mama. Kalian tahu, saat kakek mengatakn kakau makam apa mama ada di Paris, aku senang karena ternyata memiliki orang tua yang lengkap, tidak di buang seperti yang twman-twmanku dulu bilang. Katanya aku anak pungut yang di temukan oleh kakek di jalan.... Tapi kata kakek orang tuaku sangat menyayangiku, merek meninggal di Paris makanya kakek todak bisa menunjukkan makam papa sama mama, ternyata benar. Sekarang aku berada di sini pa, ma, " Senja menitikkan air matanya.
__ADS_1
Elang mengeratkan pelukannya pada bahu Senja. Ternyata tumbuh tanpa di dampingi kedua orang tuanya, Senja kerap kali di bully oleh teman-temannya dulu. Sangat berbeda dengannya yang di hujani kasih sayang orang-orang sekelilingnya.
"Meski kenanganku tentang papa sama mama tak banyak, bahkan aku melupakannya, maaf. Tapi percayalah aku sngat mencintai kalian. Setiap saat aku merindukan kalian. Sekarang aku sudah bahagia bersama orang-orang yang mencintai aku dengan tulus, papa dan mama tak perlu khawatir. Gadis cilik kalian kini telah dewasa dan menikah. Ini suamiku, namanya Erlangga, tapi biasa di panggil Elang," Senja menyentuh tangan Elang yang memegangi kedua bahunya.
"Perkenalkan tuan dan nyonya Bailey, nama saya Erlangga, menantu sekaligus suami kesayangan putri kalian," ucap Elang dengan nada tegas.
"Saya mengucapkan terima kasih karena kalian telah melahirkan seorang putri seperti Senja. kalian bisa tenang di sana sekarang, semua yang menjadi hak putri kalian kini sudah ada padanya... Saya berjanji akan membahagiakan putri kalian semampu saya...,"sambung Elang penuh wibawa. Senja hanya mendengarkan suaminya bicara.
Senja sangat senang sekali, meski hanya bisa melihat makam kedua orang tuanya. Hal yang selama ini ia impikan. Semenjak kakek Hardian memberitahunya jika makam orang tuanya berada jauh di Paris, Senja hanua bisa berandai-andai untuk mengunjunhi makam kedua orang tuanya. Dan semua yang dulu hanya ada dalam angan-angannya kini satu persatu menjadi nyata. Semua berkat suaminya.
Setiap kali menatap Elang, Dalam hati Senja selalu bersyukur memiliki suami seperti dia. Ia percaya Tuhan tahu apa yang umatnya butuhkan, bukan yang mereka inginkan. Dan sosok Elanglah yang ia butuhkan meski awalnya tak ia inginkan.
Cukup lama mereka berada di makam tersebut sampai Elang mengajak Senja untuk pamit.
"Pa, ma, Senja pamit dulu. Setelah ini, aku akan lebih sering berkunjung," pamit Senja seraya mengusap nisaan kedua orang tuanya bergantian.
Sepanjang perjalanan kembali ke hotel, Senja banyak diam. Banyak hal yang ia lupakan tentang sosok kedua orang tuanya. Banyak momen yang terlewatkan bersama mereka. Namun, Senja akan selau menyimpan nama mereka dalam setiap doanya.
πΌ πΌ πΌ
π π Jangan lupa like komen dan mawarnya.. Eits udah hari senin nih, votenya juga boleh buat Elang dong... Tenkyu ππΌππΌππΌ
__ADS_1
Salam hangat author π€β€οΈβ€οΈπ π