Senja Untuk Elang

Senja Untuk Elang
Episode 120


__ADS_3

Sarah hanya bisa diam menikmati pemandangan indah di depannya. Ia bahkan tak berkedip melihat ketampanan laki-laki yang sedang mengobrol dengan sahabatnya tersebut.


"Eh, Sar, kenalin ini pak Ervan yang akan meeting sama kita nanti. Dia..."


"Saya calon suami Senja yang gagal, karena udah keburu di tikung sama Si cumi,.. Elang maksudnya," Ervan memotong ucapan Senja.


Lagi-lagi Senja mencebik, "Jangan dengarkan dia Sar, dia temanku dan Elang," tukas Senja cepat. Ya, setelah gagalnya perjanjian BaileyTex waktu itu, Senja mencoba memperbaiki hubungan dengan Ervan dalam bentuk persahabatan. Meski mereka tak berjodoh, tapi Senja tetap ingin menjaga hubungan baik dengan pria yang ternyata teman masa kecilnya tersebut. Dan meski dengan berat hati, karena sikap pencemburunya, Elang tak keberatan. Bagaimana pun, ia juga telah melihat kebaikan Ervan, yang mau membantunya kala itu agar Senja tetap menjadi istrinya.


Ervan mengangkat sudut bibirnya, "Bumil sensian, galak," gumamnya terkekeh.


🌼 🌼 🌼


Elang terus saja tersenyum melihat story wa Senja yang mengisyaratkan kerinduan padanya. Ia sengaja tidak memberi tahu kalau hari ini ia kembali. Ia sudah berada di mobil dari bandara. Beberapa menit yang lalu, Kendra sudah menjemputnya. Rencananya, ia akan menjemput Senja di kantor sore ini sekalian memberinya kejutan.


Ia mengernyit ketika istrinya kembali mengunggah story wa, gambar makanan yang lagi viral saat ini.


"Pengin di beliin ini sama dia, tapi yang beliin lagi pergi. Miss you. Cepat kembali," Elang tersenyum membaca caption yang menyertai gambar tersebut. Bukan soal harganya yang mahal, tapi Sepertinya Senja ikut terpengaruh para netijen yang mengatakan makanan itu enak sekali.


Elang segera mencari di mana tempat makanan tersebut di jual melalui ponselnya. Ia langsung meminta Kendra untuk memutar balik mobil untuk mencari tempat penjual yang sedang viral tersebut.


"Jadi, harus putar balik nih bos? Udah hampir sampai di Kantor nona, lho. Masih kuat nahan rindunya?" seloroh Kendra.


"Berisik, cepat lakukan saja yang aku minta, ini juga demi bumil tercinta, dia lagi ngidam," jawab Elang.


Saat memutar balik mobilnya, Kendra merasa ada yang mengikuti mobilnya. Memang sejak keluar dari bandara tadi, ia merasa aneh dengan dua mobil yang melaju di belakangnya.


🌼 🌼 🌼


Senja yang sedang sibuk membereskan meja kerjanya karena akan segera pulang, tersenyum ketika tepat di depan wajahnya, ia melihat makanan yang ia inginkan tadi. Ia tersenyum seraya mendongak, "El...." ucapnya yang mengira suaminya telah kembali dan memberi kejutan kepadanya.


Namun, senyum itu segera sirna karena ternyata yang berdiri di depannya bukan Elang, melainkan Ervan.


"Ini, nggak harus di beliin El kan? Nanti anaknya ikeran kalau nggak keturunan makan, ngidam kon aneh, yang lebih mahal kan banyak," ucap Ervan.

__ADS_1


"Aku maunya Elang yang beliin bukan kamu," ucap Senja namun tetap menerima bungkusan itu.


"Ngapain kamu ke sini, Van?" tanya Senja sambil memasukkan barang-barangnya ke dalam tas.


"Kebetulan tadi lewat, jadi sekalian mampir, siapa tahu ada yang butuh tumpangan, kan suaminya belum pulang," ucap Ervan.


Senja iseng memotret makanan yang di belikan oleh Ervan lalu membuat story, "Meski bukan suami yang membelikan setidaknya ngidamnya sedikit keturutan, terima kasih uncle Ervan," tulisnya dalam story.


Detik kemudian, Senja langsung mendapat esan dari Elang, "Awas ya, kalau berani makan, makanan itu! Tunggu aku, aku akan membelikannya untukmu. Kalau perlu sama penjualannya aku beli!"


Senja tersenyum, melihat photo suaminya sudah berada di dalam mobil.


"Cepat ke sini, atau aku benar-benar akan memakannya, my Boo," balas Senja.


"Coba saja kalau berani, My Cherry," balas Elang.


"I miss you, i love you more and more," Elang kembali mengirim pesan kepada Senja.


Senja tersenyum, lalu meletakkan ponselnya tanpa membalas pesan dari suaminya.


"Ayo, aku antar pulang sekarang, udah sore," ucap Ervan.


"Nggak perlu, El mau menjemputku, dia udah kembali," sahut Senja.


"Ya udah, aku temani sampai El jemput kamu,"


Senja membiarkan Ervan menunggu sambil memakan makanan yang tadi ia bawa, "Yakin ini nggak mau?"


"Enggak, El udah mau beliin, habisin aja," ucap Senja.


Ervan dengn cepat melahap makanan tersebut, ia kesal, karena merasa tak di hargai, udah bela-belain mengantre untuk membelinya, eh malah di tolak.


Hampir lima belas menit menunggu, Elang tak kunjung datang. Ervan mulai gusar dengan posisi duduknya di sofa, "Beneran nggak sih, suami kamu jemput, jangan-jangan bohong lagi," ucapnya.

__ADS_1


"Kenapa sih, kalau mau pulang ya sana, pulang aja. Heran, siapa juga yang nyuruh kamu di sini," balas Senja.


Sebenarnya, Senja pun was-was karena ponsel suaminya tidak mengangkat panggilannya. Saat hendak menghubungi Elang kembali, tiba-tiba ada nomor tak di kenal menelepon.


Senja segera mengangkat panggilan masuk dari nomor tersebut. Seketika wajahnya menegang, "Tidak mungkin,..." ucapnya. Ponselnya lolos begitu saja dari genggaman tangannya. Pandangannya mendadak kosong.


Ervan yang melihatnya langsung bangkit dari duduknya dn mendekat, "Senja, ada apa? Siapa yang menelepon?" tanyanya.


Senja tak menjawab, ia hnya terus mengatakan 'tidk mungkin... El... " dengan tatapan kosong, matanya sudah berkaca-kaca bahkan kini air matanya sudah mengalir deras. Tubuhnya limbung, serasa tulang-tulangnya lolos begitu saja. Ervan memapahnya untuk duduk.


Ervan mengambil ponsel milik Senja yang jatuh ke lantai," Halo, saya teman pemilik ponsel ini, Anda siapa dan apa yang terjadi,?"


"Maaf tuan, kami dari kepolisian, memberitahukan bahwa tuan Erlangga beserta asistennya mengalami kecelakaan di jalan xxx. Dan sekarang mereka sedang di bawa ke rumah sakit,"


Ervan mengusap wajahnya kasar seraya mengembuskan napasnya dalam.


"Elang, Van... Elang. Dia, nggak mungkin... Baru saja dia bilang akan menjemputku. Nggak mungkin..." Ucap Senja histeris.


Ervan menarik Senja ke dalam pelukannya, "Tenanglah, semua akan baik-baik saja. El tidak akan kenapa," ucapnya menenangkan Senja.


"Aku mau ke rumah sakit, sekarang!" ucap Senja yang sudah berderai air mata.


"Iya, aku antar. Tapi kamu harus tenang,"


Senja tak menggubris, ia menyambar tanya, dengan langkah gontai ia keluar dari ruangannya, Sarah yang baru akan masuk menatap heran, "Nja, ada apa? Aq yang terjadi?"


Senja menubruk Sarah, "El dan Kend, kecelakaan Sar," tubuh Sarah ikut lemas seketika mendengar ucapan Senja dalam pelukannya.


"Tidak mungkin,,," gumam Sarah lirih setengah tak percaya.


Tiba-tiba, Sarah merasakan tubuh Senja merosot kehilangan kesadarannya.


"Nja, nja!"

__ADS_1


Dengan cepat, Ervan membopong tubuh Senja, "Kita ke rumah sakit sekarang!" ucapnya setengah memerintah kepada Sarah. Ia berjalan cepat di depan Sarah, sementara Sarah mengikuti langkah Ervan yang panjang dengan tergesa-gesa.


🌼 🌼 🌼


__ADS_2