Senja Untuk Elang

Senja Untuk Elang
Episode 83


__ADS_3

"Tunggu! Kalian pikir saya percaya dengan apa yang gadis ini ucapkan? Hah omong kosong! Selama ini tidak ada yang tahu dimana keberadaan keponakan saya, bagiamana bisa kamu muncul tiba-tiba dan mengaku-ngaku sebagai pewaris BaileyTex, semua orang di sini tidak bodoh, mereka juga tidak akan percaya begitu saja dengan omong kosong kamu," ucap nyonya Jolie tersenyum sinis.


Seperti yang di duga, pasti nyonya Jolie tidak semudah itu percaya dengan apa yang diucapkan oleh Senja, meskipun di situ tuan Albert membenarkan apa yang Senja katakan di depan semuanya.


Senja mendekati nyonya Jolie," Apa Anda benar-benar tidak mengenali saya, tante? Ini kalung pemberian ayah saya, tentu tante tahu bukan tentang kalung ini yang di berikan di hari ulang tahunku?," ucapnya menunjukkan kalung yang ia pakai.


Nyonya Jolie sedikit terperanjat, ya dia sangat ingat kalung itu karena waktu itu dia yang memesankannya untuk tuan Bailey sebagai hadiah ulang taun untuk putri kecilnya. Bagaimana bisa gadis yang mengaku-ngaku sebagai nona muda Bailey di depannya ini memiliki kalung itu, apa benar dia Cherry kecil yang selama ini ia cari. Namun, ia langsung menutupi keterkejutannya tersebut.


"Kamu pikir hanya dengan kalung ini bisa membuktikan kalau kamu benar-benar putri kakak saya? Hah omong kosong. Albert, lebih baik kamu hentikan drama ini dan bawa pergi dia dari sini!"


Senja mundur satu langkah saat nyonya Jolie semakin mendekat dan hendak mendorongnya. Melihatnya Elang langsung bereaksi. Senja sedikit gamang. Benar, dia hanya punya bukti kalung itu, bagaimana bisa orang akan percaya begitu saja. Bisa saja ia di tuduh memplagiat kalung itu.


Keriuhan pun terjadi, para tamu yang hadir saling berdesas-desus. Ada yang membenarkan ucapan nyonya Jolie, namun ada juga yang berpikir mungkin memang benar dia putri tuan Bailey. Sementara tuan Albert masih tampak kalem dan tenang , tak terpancing suasana.


Elang berdiri hendak menyusul Senja ke atas sana, namun tatapan tuan Albert menghentikannya, memintanya untuk tetap tenang. Elang tak peduli lagi, ia melangkahkan kakinya satu langkah ketika Ervan bicara.


"Tenang semuanya, saya akan buktikan kalau nona Cherry benar-benar putri tuan Bailey, sahabat ayah saya. Kita hanya butuh waktu sedikit lagi untuk membuktikannya," ucapnya lantang. Ia memegang kedua pundak Senja untuk mendukungnya. Tentu saja itu menyulut amarah Elang, "berani sekali dia!" gumamnya seraya mengertakkan gigi-giginya.


Senja yang melihat kemarahan di wajah suaminya langsung mengerti dan menggeser tubuhnya supaya berjarak dengan Ervan.


"Tenang bos, sabar," bisik Kendra.


Elang menoleh, "Mau kamu yang aku tonjok?" kesal Elang. "Cepat bawa bukti itu ke depan!" perintahnya kemudian.

__ADS_1


Kendra mendesah, mau di tonjok, pada akhirnya juga dia yang maju, pikirnya mencebik.


"Tidak perlu tuan Ervan, saya sudah punya bukti akurat yang membuktikan nona Senja, maksud saya nona Cherry adalah putri kandung tuan Bailey," Kendra maju ke depan dengan mebawa berkas hasil tes DNA. Entah bagaimana ia bisa secepat itu melakukannya, ia membuat hasil tes DNA yang asli tapi palsu, palsu tapi asli. Karena pasti akan di persulit jika ia harus mengambil sampel darah atau rambut dari nyonya Jolie untuk tes DNA, pasti wanita itu akan menghalanginya dan melakukan berbagai cara untuk membuat hasilnya tidak cocok. Dan itu akan butuh waktu lagi, sedangkan ini darurat. Yang terpenting, saat di cek surat itu benar asli, meskipun palsu. Entahlah, hanya Kendra dan Elang yang tahu.


"Tidak mungkin, bagaimana ini bisa terjadi?" gumam nyonya Jolie tak percaya saat melihat kertas yang saat ini ia pegang. Ia bahkan tidak berpikir kenapa asisten pemilik saham terbesar di BaileyTex tersebut membantu Senja. Ia hanya fokus dengan hasil tes yang membuat hatinya syok.


Semua tersenyum dan meberikan tepuk tangan buat penerus BaileyTex yang sesungguhnya. Membuat nyonya Jolie semakin kesal. Namun, tidak mungkin ia mempermalukan dirinya sendiri dengan marah-marah di sana. Ia justru langsung memeluk Senja.


"Sayang, akhirnya tante menemukanmu, sudah lama tante mencarimu, tante kira kamu tak akan pernah kembali lagi," ucap nyonya Jolie, pura-pura menangis haru.


"Benar-benar patut di kasih piala oscar, pintar akting" cebik Kendra geleng-geleng kepala di samping Elang.


🌼 🌼 🌼


Penanda tanganan berkas pengalihan kepemilikan BaileyTex dan lainnya masih akan di lakukan tiga hari lagi di kantor BaileyTex. Entah apa yang akan terjadi saat itu, apakah nyonya Jolie akan menggagalkannya atau sebaliknya.


Senja pamit kepada tuan Albert dan lainnya untuk pergi ke toilet. Sebenarnya ia ingin mencari keberadaan suaminya karena sejak tadi ia tak melihatnya. Ia merasa bersalah karena tidak bisa memperkenalkan suaminya tersebut di atas panggung tadi, justru Ervan yang menemaninya.


"Apa kau mencari suamimu nona Cherry?" tiba-tiba sebuah tangan menarik tangan Senja dari balik pintu sebuah ruangan. Pintu tersebut langsung tertutup dengan satu herakan kaki yang mendorongnya.


"Eh..." Senja terkejut dan berontak orang itu memeluknya dari belakang.


"Boo," Senja tersenyum ketika ia memutar badan dan tahu siapa laki-laki yang menyeret dan memeluknya tersebut. Ia langsung mengecup bibir Elang dan memeluknya, "Kenapa kau menghilang, kita baru mengobrol dengan tuan Albert sebentar tadi. Dari tadi aku mencarimu. Maafkan aku boo," ucap Senja.

__ADS_1


"Aku hanya mencari udara, rasanya sesak melihatmu terus di tempeli Ervan, aku bisa mati berdiri karena kehilangan oksigen jika tetap di sana," ucap Elang.


"Maaf, harusnya suamiku tadi yang di sana. Aku nggak tahu kenapa bisa dia anak dari sahabat ayahku," kata Senja yang masih belum tahu soal perjodohannya dengan Ervan. Elang mengernyit, ia langsung berpikir kalau Ervan adalah laki-laki yang di maksud oleh tuan Albert sebelumnya.


" Kenapa?" tanya Senja bingung menatap suaminya mendesah.


" Tidak apa-apa, aku hanya ingin menghukummu karena berani jalan beriringan bahkan dia memegang pundakmu tadi, ingin ku patahkan tangannya dan ku tonjok wajah rasanya si tengil itu," geram Elang.


"Maaf, kalau begitu ayo kita keluar. Aku akan mengatakan kalau kamu adalah suami terbaikku," Senja menarik tangan Elang untuk mengajaknya keluar dari ruangan itu namun Elang malah menariknya dan langsung memagut bibir istrinya tersebut. Senja membalas ciuman Elang. Ia sedikit menjinjit dan mengalungkan tangannya ke leher sang suami. Setelah ciuman panas beberapa sat itu berakhir, Elang kembali memeluk Senja, "Belum saatnya mereka tahu, sabarlah," ucapnya seraya merapikan anak rambut senja yang sedikit berantakan.


"Kenapa? Bukankah semuanya sudah selesai? Lagian diantara mereka ada pak Arlan (Direktur tempat kerja Senja), dia tahu aku istrimu," ujar Senja. Sedikit kesal kenapa harus menyembunyikan setatus pernikahan mereka di sana jika di Indonesia semua orang tahu siapa mereka.


" Belum, belum selesai sampai kamu benar-benar menanda tangani berkas pengalihan. Dan kau tahu Arlan, dia temanku,"


Senja tak mengerti apa hubungannya, tapi dia tetap menurut.


"Kau tahu, si tengil itu sengaja memanas-manasi aku, dia tahu kau istriku tapi bertingkah menyebalkan seperti itu. Boleh aku kirim granat buat dia nanti?"


"Jangan, aku tak ingin suamiku jadi penjahat," ucap Senja tersenyum. Ia kembali berjinjit dan mencium bibir Elang. Elang tersenyum tangannya tak lepas dari pinggang sang istri. Sumpah demi apa, Elang ingin cepat kembali ke hotel sekarang juga.


"Boo, ayo keluar," ajak Senja.


"Sebentar lagi, beri aku oksigen sekali lagi," Elang kembali mencium, memagut dan menyesap setiap sudut mulut Senja sebelum ia membiarkan Senja keluar.

__ADS_1


__ADS_2