Senja Untuk Elang

Senja Untuk Elang
Episode 126


__ADS_3

Jika di dalam tadi, daddy Alex bisa menahan amarahnya meski dengan susah payah, kini pria paruh baya itu melupakan kekesalan dan amarahnya. Ia terus mengumpat dan bersumpah akan membalas orang yan telah mencelakai putranya dengan sengaja.


Mengingat betapa putus asanya Elang tadi, membuat darahnya mendidih. Putranya yang biasanya selalu percaya diri, mirip dengannya tersebut, kini tampak menyedihkan, gak ada sisa rasa percaya diri yang ia miliki.


"Aaarrrghh sial! Tidak akan aku biarkan orang itu hidup dengan tenang, berani sekali dia mengusik ketenangan keluar Parvis!" ucap Daddy Alex geram.


Tak lama kemudian, ponselnya berdering, ia menoleh kepada istri dan menantunya yang masih saling diam dengan pikiran kalut mereka masing-masing," Aku angkat telepon dari Kend dulu," pamit nya kepada mommy Anes. Yang di balas sebuah anggukan oleh istrinya tersebut.


"Mom, Senja pulang dulu sebentar. Mau masak makanan kesuakaan El, siapa tahu bisa membuatnya sedikit bersemangat," ucap Senja.


"Pulanglah dan istirahat lah dulu, kamu baru saja kembali dari kantor. Kaku juga harus menjaga kesehatan. Biar mommy dan daddy yang menunggu di sini," ucap mommy Anes.


Senja mengangguk, "Hanya sebentar, nanti Senja ke sini lagi," pamit nya pada mommy Anes. Ia menatap pintu ruangan Elang, ingin sekali pamit kepada suaminya tersebut, namun ia urung kan karena tak ingin mengganggu Elang yang memang sedang ingin menyendiri dengan kesedihannya.


Sementara daddy Alex tampak semakin geram wajahnya saat kembali dari menerima telepon. Mommy Anes yang melihatnya tak langsung bertanya," Ada apa mas? Apa ada masalah lain?" tanyanya semakin cemas. Satu masalah belum selesai, ia tak ingin ada masalah lainnya lagi.


"Polisi sudah menemukan dalang di balik semua ini, Kend dan David sekarang lagi di kantor polisi," ucap daddy Alex dengan tangan mengepal.


Tangis mommy Anes kembali pecah, kenapa ada orang sejahat itu terhadap keluarganya. Padahal, mereka selama ini tidak pernah membuat masalah dengan orang lain.


"Senja mana?" tanya Daddy Alex yang kini tengah memeluk mommy Anes.


"Dia pulang, aku suruh dia istirahat dulu di rumah, kasihan sekali dia, terlihat sekali lelah nami. Tidak ia rasakan. Aku khawatir dengan calon cucu kita," ucap mommy Anes sambil terisak.


"Cucu kita akan baik-baik saja, dia kuat seperti mommy dan daddinya, jangan khawatir. Mas harus ke kantor polisi sebentar. Kamu tidak apa-apa di sini sendiri? Atau mau ikut?" tanya Daddy Alex.


"Aku di sini saja, mas. Takutnya kalau nanti El butuh apa-apa. Mas pergilah!" ucap mommy Anes.


"Hem, mas nggak akan lama," Daddy Alex mencium kening momny Anes lalu melangkahkan kakinya meninggalkan sang istri.

__ADS_1


Mommy Anes kembali menatap pintu ruang rawat Elang, ia memutuskan untuk masuk kembali untuk memastikan putranya baik-baik saja.


Elang terlihat sedang menatap ke arah jendela dengan tatapan kosong. Ia bahkan tak menoleh saat mendengar suara pintu terbuka, "Aku bilang mau sendiri," ucapnya tanpa menoleh.


"Ini mommy, sayang. Apa kamu tega membiarkan mommy berdiri di luar sendiri?" sahut mommy Anes.


"Terserah jika kamu tak ingin bicara dengan mommy, tapi biarkan mommy menemani u di dalam,"


Tak ada sanggahan apapun dari Elang, mommy Anes langsung merangsek masuk ke dalam, ia tahu putra sulungnya tersebut tak akan tega membiarkan ibunya kesusahan di luar.


" Istrimu sedang pulang ke rumah, dia akan membuatkanmu makanan. Sekalian mommy suruh Senja istirahat. Dia pasti kelelahan karena selama kamu koma, untuk sekedar mengisi perut pun ia lupa. Dia hanya menunggu dan menunggumu bangun dan mommy bisa melihat kelegaan diwajahnya saat tahu kamu sadar, seakan rasa lelahnya menguap begitu saja,"momny Anes duduk di kursi samping ranjang. Elang menyadari keberadaan momminy di sampingnya namun ia masih enggan menoleh, tetap setia menatap ke arah jendela.


"El cacat mom, El tidak akan bisa jadi suami dan ayah yang baik buat mereka, El hanya akan menyusahkan semua orang!" tersirat rasa putus asa yang mendalam dari nada suara Elang tersebut.


"Tidak, sayang. Jangan bicara seperti itu, kamu tidak akan menyusahkan siapapun. Kamu akan tetap menjadi anak, suami, kakak dan calon ayah yang baik buat kamu semua. Kondisi kamu tidak akan mempengaruhi apapun, El,"


Elang diam, ia tahu momninya hnya sedang berusaha menghibur ya saja. Mana mungkin kondisinya yang sekrang tidak akan mempengaruhi apapun. Tentu saja akan sngat berpengaruh, aa tang bis ia lakukan jika cacat, pikirnya. Bahkan sekarang saja ia sudah merasakan ada perubahan, rasa rendah diri yang kian menyeruak dalam dirinya.


🌼 🌼 🌼


Seminggu yang laku, Elang telah di perolehan pulang ke rumah oleh tim dokter yang menanganinya.


Hari-hari Elang habiskan hanya berdiam diri di kamar atau di balkon kamarnya saja. Ia kini menjadi lebih pendiam dari sebelumnya. Untuk datang ke kantor, ia tak pernah mau, Kendra yang akan membawakan pekerjaannya ke rumah. Elang benar-benar menutup diri dari dunia luar.


Bagi Senja, tidak masalah jika suaminya itu tidak bisa berjalan atau memuaskan ya di ranjang. Yang paling penting buat dia adalah Elang tetap hidup itu sudah lebih dari cukup, sudah sangat ia syukuri. Ia berjanji akan merawat dan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan suaminya. Seandainya tak bis sembuh pun baginya tak masalah. Kelumpuhan suaminya tak membuat rasa cintanya berkurang sedikitpun, namun justru semakin bertambah.


Namun, bagi Elang, kondisinya saat ini sangat memalukan, ia bahkan hanya bisa duduk di kursi roda tanpa bisa melakukan apa-apa saat istrinya sedang kesusahan. Intan bisa memperlakukan Senja sebagaimana mestinya, seperti sebelumnya. Hal itu membuatnya merasa benar-benar tak berguna.


"Sayang, sarapan dulu!" ucap Senja yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Ia berjalan Mendekati Elang yang sedang berada di balkon kamarnya dengan membawa sarapan untuk suaminya tersebut.

__ADS_1


Senja menarik kursi roda yang di duduk suaminya supaya lebih dekat dengan meja, ia lalu duduk dan berusiap menyuapi Elang.


"Aku belum lapar," ucap Elang lembut.


"Jangan bohong, semalam kamu juga nggak makan Boo, sekalian aku juga mau sarapan, anak kita sudah protes sejak tadi karena laar ," ucap Senja tak menghiraukan penolakan suaminya, ia sibuk menyendok nasi goreng di piring kemudian menyodorkannya ke mulut Elang.


"Aku bisa sendiri," ucap Elang yang menolak di suapin oleh Senja.


"Nggak apa-apa, biar aku suapi," kekeh Senja.


"Senja, aku bisa makan sendiri! Kaki aku yang lumpuh! Bukan tanganku! Tanganku masih bisa berfungsi jika hanya untuk makan!" ucap Elang dengan nada tinggi. Meski ia tahu niat istrinya baik, tak ada niat merendehkan sama sekali, tapi tetap saja ia merasa rendah diri.


Senja terkejut mendengar bentakan suaminya, namun ia tak mengambil hati setiap ucapan suaminya. Ia bisa mengerti, kondisi suaminya kini sedikit banyak juga mempengaruhi emosionalnya.


Senja tersenyum lalu menyerahkan sendok yang ia pegang kepada Elang, "Baiklah, aku hanya ingin bersikap sedikit romantis saja. Kalau begitu kamu yang nyiapin aku ya, gantian. Kan kita makan sepiring berdua. Ayo, buruan sayang, anak kita sudah sangat lapar," ucapnya tanpa menunjukkan rasa kecewa ataupun sedih atas ucapan suaminya tadi.


Dalam hati, Elang menyesali ucapnya yang tentu saja ia tahu melukai istrinya. Ia Sendiri tidak tahu kenapa menjadi sangat sensitif seperti itu. Ia merasa kini semua orang menganggapnya ta bisa apa-apa dan perlu di kasihan, dan ia sangat membenci hal itu.


"Ayo, Boo. Cepat siapin aku, nggak mau kan anak kita kelaparan di dalam," Senja mengusap perutnya. Membuat Elang merasa sesak di dadanya setiap kali ingat calon anaknya karena kondisinya saat ini.


Elang pun menyuapi Senja tanpa bersuara. Hanya Senja yang sesekali berceloteh dengan riang, wanita itu sebisa mungkin berusaha mencairkan suasana hati suaminya yang kini terasa beku. Namun, ia tetap masih bisa merasakan cinta di hati suaminya tersebut.


🌼 🌼 🌼


💠💠Nggak apa-apa ya kita bersedih-sedih dahulu, bukankah akan ada pelangi setelah hujan? (Belum tentu sih 😄😄)


Jangan lupa like, komen dan kopinya kesayangan 🤗 biar melek sampai pagi 😊😊


Votenya juga boleh, kan udah hari senin lagi nih, yang mau ya. Nggak maksa loh ya😄😄

__ADS_1


Salam hangat author 🤗❤️❤️💠💠


__ADS_2