
Elang tersenyum senang mendengar Senja melenguh seraya menyebut namanya ketika mulai mencumbui mesra setip inci tubuh Senja yang kini sudah berada di bawah kungkungannya.
"Mmpphh, Boooooo..."
Gairah Elang semakin meningkat ketika suara indah desahan itu kian leluasa Senja keluarkan tanpa sungkan lagi. Meski masih berbalut busana, sentuhan-sentuhan lembut baik dari bibir maupun tangan Elang membuat Senja semakin bergetar dan merasakan gelenyar-gelenyar kenikmatan hingga akhirnya ia tak kuasa menahan puncaknya pertama kali.
Sudah tak tahan menahan lebih lama lagi, Elang mulai melolosi satu demi satu pakaian yang menempel pada tubuh Senja. Di susul dengan menanggalkan seluruh pakaian yang ia kenakan sendiri.
Glek! Senja menelan ludahnya kasar melihat pemandangan indah tubuh suaminya. Melihat bentuk tubuh yang nyaris sempurna di depannya, membuat Senja serasa kehilangan akal, apalagi si ujang yang sudah berdiri menantang dengan tegap, siap untuk membuatnya semakin puyeng di bawah sana dan ingin segera merasakan penyatuan tubuh mereka.
Meskipun Senja sudah melihat dan merasakan benda pusaka milik suaminya itu Berkali-kali, namun tetap saja, ia merasa basah di area sensitifnya setiap kali melihatnya.
Elang kembali memagut bibir Senja dan berangsur turun, mencium setiap lekuk tubuh sang istri. Tangannya tak tinggal diam, ikut bergerak menyentuh setiap inci tubuh proporsional Senja.
Senja memejamkan matanya menikmati setiap perlakuan suaminya pada tubuh polosnya. Matanya memejam namun bibirnya terus mengeluarkan lenguhan.
Senja tak kuasa untuk tidak mengerang menahan segala gejolak yang di berikan oleh Elang. Kepalanya terasa berdenyut, menikmati sensasi luar biasa yang sedang ia terima. Ia mendongak, melihat apa yang sedang suaminya lakukan di bawah sana dengan penglihatan mengabur.
Elang benar-benar melakukannya, ia benar-benar memanjakan hasrat sang istri, bahkan ia sendiri ikut merasakan sengatan hasrat yang sudah membuncah hanya dengan mencumbui sang istri. Kulit halus nan lembut bak porselen yang di sentuhnya, membuat keinginannya segera melakukan penyatuan.
Dengan kembali memagut bibir Senja, Elang mulai melakukan penyatuan tubuh mereka dengan lembut, ia ingin melakukan semuanya secara lembut dan tidak tergesa, menikmati setiap momen panas malam itu secara berkala.
__ADS_1
Keduanya melenguh bersamaan seiring penyatuan tubuh mereka berangsur sempurna. Elang mulai mengayuh kenikmatan surga duniawi itu secara pelan, yang mana menimbulkan sensasi berbeda di tubuh keduanya.
Hentakan demi hentakan itu semakin lama semakin liar dan tak terkendali. Senja yang sejak tadi hanya pasrah menerima perlakuan suaminya kini mulai ikut bergerak, mengimbangi hentakan Elang yang membuatnya semakin mengerang. Ia juga ingin membalas memberi kenikmatan untuk suaminya.
Senja menaikkan kedua kakinya mengitari punggung Elang. Tangannya melingkar di tengkuk Elang, bagai sebuah magnet ia menarik tengkuk suaminya tersebut hingga bertemu bibirnya. Memagut dan menyesap bibir suaminya dengan penuh gairah, menyalurkan segala hasrat yang sudah menguasainya. Kenikmatan yang luar biasa sudah menjalar ke seluruh tubuh keduanya.
Tanpa ampun, Elang terus bergerak dan menghentak, hingga terdengar suara memekik dari bibir Senja seraya memeluknya erat, tangannya menjambak rambut Elang kuat-kuat, matanya terpejam, kepalanya sedikit mendongak, menikmati puncak ercintaan menggelora barusan. Elang menghentikan aktvitasnya sejenak, menikmati sensasi yang baru saja istrinya rasakan. Ia tersenyum sambil menyibakkan rambut Senja, raut wajah sang istei terlihat sayu. Peluh di kening sang istri ia usap pelan. Rasanya puas bisa mengantarkan sang istri kembali ke puncak.
Sekli lagi, Elang mengecup bibir Senja sebelum melanjutkan pertempurannya yang belum selesai. Ia hanya memberi jeda Senja untuk bernapas sebentar lalu kembali bergerak. Ia masih belum apa-apa, masih bisa melakukannya lagi dan lagi. Kali ini ia akan terus melakukannya lagi dan lagi sampai sang istri benar-benar minta ampun karena kelelahan.
Entah sudah berapa ronde mereka habiskan untuk saling menyalurkan kenikmatan luar biasa tersebut dengan berbagai cara. Tak terhitung berapa kali cairan hangat itu mengguyur rahim sang istri.
"Makasih sayang malam ini luar biasa," ucap Elang, sekali lagi ia mengecup kening Senja. Senja hanya bisa mengangguk dan terua mengatur napasnya yang putus-putus.
"Asatag boo!" Senja baru ingat kalau mereka sejak tadi merek tidak main aman.
"Ada apa?" tanya Elang yang ikut panik.
"Dari tadi di dalam?" wajah Senja tampak terkejut.
"Huft, kirain kenapa. Iya sengaja aku siram banyak-banyak. Aku ingin di sini cepat tumbuh Elang junior. Apa kau tak ingin memiliki anak denganku? Bukankah kamu bilang kalau kita akan punya sepuluh kalau benar-benar audah yakin akan cinta satu sama lain? Apa lagi yang di tunggu? Aku pengin kamu cepat hamil, aku ingin anak kita made in Paris," ujar Elang seraya mengusap perut datar Senja.
__ADS_1
" Kayaknya ada yang salah, aku nggak bilang sepuluh Boo, apa kau ingin mengantikanku hamil kalau sepuluh?"
" Bercanda sayang, sedikasihnya aja, lebih juga nggak apa-apa. Yang penting yang ini jadi dulu meskipun satu," ucap Elang, ia sudah sangat ingin memiliki anak dari istri tercintanya tersebut. Semua sudah ia miliki, aalagi yang diharapkan selain kehadiran buah cinta keduanya. Entah Elang junior ataupun Senja junior hasilnya.
Tak ada sahutan dari sang istri, ternyata Senja sudah mulai memejamkan matanya karena lelah. Ia memeluk Senja erat, hingga dada Senja yang masih polos tersentub tangannya, seperti tak ad habisnya, gairah kembali menghampiri Elang. Ia ingin melakukannya sekali lagi. Tangannya yang jahil, membuat Senja melenguh, "Boo, aku lelah ingin tidur," ucapnya tapibtak menepis tangan Elang yang kembaki menggerayanginya.
"Sekali lagi sayang, aku ingin sekai lagi," balas elang tanpa menghentikan aktivitas tangannya.
Tak mamou menolah, Senja pun hanya bisa pasrah menerima kembali kenikmatan yang di tawarkan oleh suaminya.
"Kau tak perlu bergerak, biar aku saja yang melakukannya," ucap Elang setelah si ujang kembali berhasil menerobos pintu surga dunianya.
Dan sekali lagi, Erlangga berhasil menarik sang istri ke dalam pusaran hasrat yang menggelora. Terbawa suasana, Senja tak kuasa tidak mengerang dan memekik, suara hentakan dan desahan kembali menggema menyelimuti seluruh ruangan tersebut hingga keduanya mengejang secara bersamaan, pertanda permainan akan segera usai.
Kali ini Elang benar-benar membiarkan sang istri terlelap dalam dekapannya dengan tubuh masih basah oleh keringat. Untuk sekedar memebersihakn diri saja rasanya Senja sudah tak kuasa karena kelelahan. Elang tersenyum, betapa ia tak punya rasa lelah jika berurusan dengan urusan ranjang bersama sang istri, bahkan jika tega, ia bisa melakukannya lagi dan lagi. Benar-benar tak pernah surut gairahnya jika itu Senja.
🌼 🌼 🌼
💠💠Gimana gimana, cuma anget-anget kuku kan, kalau kurang hot silahkan berjemur di bawah sinar matahari, di jamin hot 😄😄
Kopinya jangan lupa buat Elang biar melek teru, terus buat El junior terooooossaðŸ¤ðŸ¤ðŸ’ ðŸ’
__ADS_1