Senja Untuk Elang

Senja Untuk Elang
Episode 88


__ADS_3

Dini hari, Elang belum juga terpejam setelah melakukan kegiatan panas dengan isteinya tadi. Ia masih sibuk dengan sejumlah berkas di tangannya.


Elang meraih ponselnya lalu menghububgi Kendra, "Halo Kend, bagaimana? Apa saham yang aku punya bisa di gunakan?" tanya Elang saat Kendra sudah mengangkat panggilannya. Karena sebelum bercinta dengan Senja tadi, ia meminta Kendr mengecek sahamnya di BaileyTex.


"Saham kita memang paling banyak di BaileyTex bos, tapi masih belum bisa mengalahkan para pemegang saham yang lain jika mereka bersatu melawan kita, paling tidak lebih dari setengah mereka berpihak atu menjual sahamnya kepada kita, baru kita bisa membuat pelajaran kepada nyonya Jolie. Tapi saya yakin, nyonya Jolie diam-diam akan memprovokasi mereka untuk melawan nona Senja, terlebih jika nona tidak mau menikah dengan tuan Ervan," jelas Kendra dengan nada aneh menurut Elang.


"Baiklah, cara satu-satunya memang dengan cara mengakuisisi BaileyTex. Siapkan semuanya Kend, besok kita temui mereka satu persatu," ucapn Elang dengan nada serius.


"Yang bersedia bertemu besok baru dua orang saja bos, yang lainnya sedang saya usahakan," jawab Kendra.


"Baiklah, kau...." belum selesai bicara Elang mengernyit, ia seperti mendengar suara desahan perempuan.


"Kend kau sedang apa?" teriaknya bertanya, ia berpikir jika Kendra membawa seorang wanita ke kamar dan mereka sedang... Bercinta.


"Kau bawa perempuan ke kamar?" sambungnya cepat dengan nada tinggi.


Kendra menjauhkan ponselnya dari telinganya saat Elang meneriakinya. Ia menoleh ke arah laptopnya yang masih menyala, memutar video delapan belas ples ples, dimana seora pria dan perempuan bule sedang bermain gaya kambing style,"Astaga, lupa matiinnya," gumamnya yang langsung menutup paksa laptopnya.


"Sorry bos, lupa matiin laptop," ucapnya cengengesan tanpa dosa. Elang yang mengerti maksud Kendra langsung berdecak, "Ck, dasar jomblo! Udah sana lanjutin! Jangan kelamaan main solo nanti ketiduran, besok masih banyak pekerjaan," ucapnya yang langsung melempar ponselnya ke atas nakas. Ia ingat suara desahan yang baru saja mengganggu telinganya dan langsung menggedikkan bahunya," Lebih enak di dengar suara desahan istriku," gumamnya tersenyum.


Bersamaan dengan itu, Senja menggeliat. Ia terbangun karen lapar. Ternyata makan malam romantis tadi tak lantas membuatnya merasa kenyang. Apalagi tenaganya habis terkuras karena ulah suaminya. Sayup-sayup ia mendengar Elang berbicara dengan nada keras.


"Kenapa teriak-tetiak sih boo? Desahan siapa yang di maksud?" tanya senja seraya menyusupkan kedua tangannya di bawah ketiak Elang hingga melingkar sempurna di perut suaminya tersebut yang masih bertelanjang dada, hanya mengenakan celana panjang berbahan kaos untuk menutupi juniornya.


Elang sedikit terkejut dengan ulah tiba-tiba Sang istri, namun ia langsung tersenyum ketika kepala Senja nyembuk dari bali ketiaknya. Elang mengusap rambutnya dengan sayang, "Kenapa bangun? Suaraku ganggu ya?" tanyanya.


Senja emnggeleng seraya mengerjap-ngerjapkan matanya yang masih terasa sepat.


"Lalu...?"


"Lapar," jawab senja meringis, memperlihatkan barisan gigi-gigi putihnya yang berjajar rapi.


"Biar ku lihat apa ada yang bisa di makan," Elang mencium puncak kepala senja lalu bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Ikut..."rengek Senja, ia langsung turun dan mengambil gaunnya namun...robek. Senja tersenyum memperlihatkan gaun yang rusak akibat ulah suaminya tersebut yang di balas senyumnya tipis oleh Elang.


Senja kemudian mencampakkan gaun itu lalu mengambil kemeja putih milik Elang yang terabaikan di lantai.


"Ayo!" serunya ketika selesai mengancingkan kemeja yang hanya menutupi tubuhnya sampai bawah area sensitifnya saja. Elang hanya bisa mendesah, melihat istrinya berpakain seperti itu membuat gairahnya kembali membara.


🌼 🌼 🌼


"Duduklah, biar aku cari apa ada makan di sini," Elang menurunkan Senja dari gendongannya. Namun Senja menggeleng, tetap bergelayut manja di punggung suaminya.


"Sayang..." Elang menoleh, bibirnya langsung mendarat di pipi Senja. Dikecupnya berkali pipi berlesung pipit tersebut.


"Heee iya iya, aku turun," ucap Senja yang merasa geli di cium bertubi-tubi seperti itu. Ia langsung melorot dari punggung Elang dan duduk manis di kursi, seraya memperhatikan apa yang di lakukan suaminya.


"Ada ramen!" seru Senja saat Elang membuka pintu lemari gantung yang ada di dapur.


"Mau ramen, aku mau makan ramen," ucap senja lagi ketika Elang menoleh ke arahnya dengan kening mengernyit.


"Baiklah nyonya, tunghu sebentar," sahut Elang kemudian, meskipun ia tak suka Senja sering memakan Mie tersebut, namun siapa bis menolak pesona rengekan manjanya.


"Jauh-jauh ke Paris, makannya ramen juga," desahnya pelan. Senja hanya terkikik mendengarnya.


Senja menatap punggung polos suaminya yang sedang masak ramen untuknya, sesekli Elang menoleh dan melempar senyum kepadanya.


Senj menelan ludahnya kasar, ingin sekali ia mendekap suaminya itu dari belakang. Punggung itu tampak seperti melambai-lambai untuk di peluk mesra. Senja teringat kembali percintaan panas mereka tadi, Elang benar-benar membuatnya tak berdayanamjn menginginkan lagi dan lagi.


Bagiamana kalau laki-laki itu kembali menggagahinya di dapur? Mungkin akan menjadi sensasi yang berbeda, pikiran kotornya tiba menghampiri.


"Astaga mikir apa sih aku ini," Senja mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri karena sudah berpikir mesum.


"Kenapa, apa yang kamu pikirkan?" Elang sudah berada tepat di depannya dengan semangkuk ramen di tangannya.


"Eh... Enggak apa-apa," sahut Senja cepat, tidak mungkin dia mengatakan apa yang baru saja ia pikirkan.

__ADS_1


"Pasti mikir mau enak-enk di sini kan?" seloroh Elang sembari tersenyum smirk.


"Eh enggak kok," ucap Senja, bagaimana bisa suaminya itu tahu isi pikirannya.


Elang menarik kursi yang ada di sebelah Senja, ia duduk lalu mulai menyendok ramen yang baru saja ia buat. Senja hanya dia memperhatikan ketika Elang meniup-niup ramen yang tergulung di garpu.


"Aaaa,," Elang menyodorkan ramen tersebut ke deoan mulut Senja, otomatis Senja langaung membuka mulutnya menyambut suapan sang suami.


"Tidak ikut makan?" tanya Senja ketika Elang berhasil menyuapinya ketiga kalinya.


Elang tersenyum seraya menggeleng,"Masih kenyang," jawabnya.


"Ayo cobalah, ini enak sekali," ucap Senja dan Elang tetap menggeleng, "Aku maunya makan langsung dari sini," Elang menunjuk bibir Senja. Wajah Senja seketika merona.


"Kau ini..." Senja menabok mesra lengan sang suami.


"Cepat makan, habis ini ada tugas yangvarus kamu kerjakan lagi," Elang kembali menyuapi Senja.


"Tugas?" Senja tak mengerti.


"Tugas menidurkan si ujang, dia bangun lagi," Elang mengerling.


Senja hanya mampu mengatupkan bibirnya.


Elang tersenyum dan terus menyuapinya hingga ramen yang ia buat tadi tandas tak tersisa.


🌼 🌼 🌼


πŸ’ πŸ’ Yang penasaran abang Kend kemane, udah ketahuan ya dia lagi ngapain saat bosnya lagi iya-iya πŸ˜…πŸ˜…


Jangan lupa like, komen dan bunga mawarnya πŸ™πŸ™


Salam hangat author πŸ€—β€οΈβ€οΈπŸ’ πŸ’ 

__ADS_1


__ADS_2