
Assalamualaikum... Hai apa kabar semuanya? Kali ini author ingin memberi tahu kalau ada novel terbaru lagi. Bagi kalian yang udah menunggu mas Bara dan mas Elang besanan, yuk kepoin novel baru author yang judulnya one night mistake with calon ipar. Yang akan menceritakan kisah Ziovan Argantara dan Zea Manuka Eleanoor Erlangga.
Zea yang merupakan tunangan Nathan (kakak Zio) harus berakhir di pelaminan dengan Zio. Kok bisa? Padahal Zea benci kepada Zio.
Yang penasaran bisa langsung klik profil author.
Cuplikan Bab 1
Zio sedang mengobrol dengan teman-temannya saat Zea melintas di depan mereka.
"Sst, yo! Zea tuh!" ucap Agas.
Zio yang sedang asyik bercanda dengan para sahabatnya langsung menoleh. Seperti biasa, Zea acuh saat melewatinya.
"Wuih! Pesona nona satu itu memang gak kaleng-kaleng. Cuma dia loh yang gak peduli dengan lo, Yo!" ucap Agas.
"Iya, lo benar. Malah kesannya antipati gitu sama Zio, iya nggak sih?" timpal Rangga.
"Yaaaahhh, Yo! Masa lo kalah sih sama Zea? Nggak bisa taklukin gadis itu? Kalau lo bisa dapetin dia, baru namanya tuan Muda Ziovan!"
"Betul kata Riko, kalau bisa dapetin Zea, gue acungi jempol empat buat loh. Ini nih yang namanya cewek berkelas, nggak gampangan kayak...."
"Lo ngatain gue gampangan, Gas?" Cluadya langsung ngegas kepada Agas.
"Gue nggak bilang, ya?" elak Agas.
"Ck, dasar! Zio, teman kamu tuh ngeselin, masak aku di bilang gampangan!" adu Claudya pada Zio.
Namun, Zio tak meladeni rengekan Claudya. Ia justeu berdiri dan meninggalkan teman-temannya.
__ADS_1
"Mau kemana, Yo?" tanya Claudya yang mengekorinya.
"Jangan ikuti gue!" larang Zio tanpa menoleh.
"Tapi, yo!"
"Telinga lo masih berfungsi kan, Di? Jangan tunggu sampai gue marah dan bentak lo!" Zio terpaksa menghentikan langkahnya lalu menatap jengah pada wanita yang selalu menempel padanya tersebut.
Zio melanjutkan langkahnya menuju ke parkiran motornya.
Saat melewati mobil Zea, Zio melihat gadis itu seperti sedang kesusahan. Zio mendekatinya, "Kenapa?" tanyanya.
Zea menoleh, "kamu nggak lihat? Ban mobil aku kempes!" ucapnya.
"Gue tanya baik-baik,. Lo nggak perlu ngegas jawabnya!" ucap Zio.
Zea acuh, ia sibuk dengan ban mobilnya, "Lo ada ban serep nggak?" tanya Zio.
"Gas, gue pinjam mobil lo! Ntar Lo bawa motor gue!" ucap Zio.
Tanpa bertanya kenapa, Agas langsung melempar kunci mobilnya. Hal yang sama Zio lakukan. Ia melempar kunci sepeda motornya kepada Agas.
Sementara Zea masih di pusingkan dengan ban mobilnya, tiba-tiba suara klackson mobil terdengar nyaring di telinganya. Yang memaksa Zea untuk menoleh ke sumber suara.
Zio membuka kaca mobil milik Agas, "Pulang bareng gue!" ucapnya.
Tentu saja Zea menolak ajakan Zio barusan.
"Gue tahu lo mau kerumah. Bunda nyuruh lo datang ke rumah buat makan siang, kan?"
"Gue bisa pergi sendiri!" sahut Zea.
__ADS_1
"Nggak usah keras kepala! Masuk!"
Zea melihat jam tangannya. Memang sudah telat waktu janjian dengan bunda. Ia pun terpaksa masuk ke mobil Agas karena tak ingin bunda menunggu terlalu lama.
Zio hanya melirik sinis dari kaca tengah mobil saat Zea masuk dan duduk di jok belakang.
" Gue bukan sopir lo, Ze!" ucap Zio.
"Gue juga bukan teman atau pasangan lo, Yo!" sahut Zea.
"Oke, gue hubungi abang buat mintain ijin lo duduk depan," Zio mengambil ponselnya.
Zea berdecak, "Nggak perlu!" terpaksa ia pindah ke jok depan.
"Pakai sabuk pengamannya, Nur!" ucap Zio. Yang mana membuat Zea langsung mendelik.
"Kenapa? Itu juga nama lo, kan? Eleanoor, terus salah gue dimana?"
"Bawel! Buruan jalan, Zi!" ucap Zea.
Zio tampak menggeram pelan mendengar panggilan Zea.
"Kenapa? Itu juga nama kamu, kan? ZioVan? Alias Zizi!" ucap Zea tak kalah sengit.
"Mulut, lo!"
Zea diam, bersedekap dada, ia tak peduli dengan umpatan Zio. Zio mengalah, ia memilih melajukan mobilnya.
...****************...
Jangan lupa buat tinggalkan jejak di sana berupa like, komen dan subscribe juga supaya dapat notif saat update. Terima kasih 🙏
__ADS_1